PERAN KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA PANTAI WAKA DESA FATKAUYON KECAMATAN SULABESI TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN SULA

Authors

  • Zulfikar Fernatubun Teknik Perencanan Wilayah dan Kota Universitas Pattimura Ambon
  • Andiah Nurhaeny Teknik Perencanan Wilayah dan Kota Universitas Pattimura Ambon
  • Rifyan Ruman Teknik Perencanan Wilayah dan Kota Universitas Pattimura Ambon

DOI:

https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i4.7963

Keywords:

peran kelembagaan, pengembangan kawasan wisata, wisata pantai

Abstract

Waka Beach Tourism is managed by the Tourism Office in collaboration with the Basanohi tourism awareness group. There are findings that the lack of socialization and control function of the institution in the waka beach tourism area development program in Fatkauyon Village and the benefits are less felt by the surrounding community and the low quality of local human resources (limited reliable human resources in tourism development) in addition to the lack of institutional roles as facilitators in cooperation and attention from institutions so that there is a lack of maintenance of existing infrastructure, as well as a lack of attention or cooperation with stakeholders. The number of respondents in this study was 35 respondents consisting of 10 people from tourists, 15 people from the Fatkauyon village community and 5 people from government elements both from the tourism office and the village government. This study uses a qualitative descriptive approach and SWOT Analysis, to examine the impact of institutional roles on the development of tourism areas and strategies that institutions must carry out to improve the development of the Waka Beach Tourism Area. The following stakeholders involved in the development of Waka Beach Tourism in Fatkauyon Village, East Sulabesi District, Sula Islands Regency are classified into 5 elements which are included in the Sula Islands Regency Tourism Office, Fatkauyon Village Government, Public Works and Spatial Planning Office, Sula Islands Regency Bappeda, Basanohi Tourism Awareness Group (Pokdarwis). (Diversification Strategy) strategies that can be used Based on the results of SWOT calculations to support the development of Waka Beach Tourism in Fatkauyon Village, East Sulabesi District, Sula Islands Regency.

ABSTRAK
Wisata Pantai Waka dikelola oleh Dinas Pariwisata yang bekerja sama dengan kelompok sadar wisata Basanohi terdapat temuan bahwa kurangnya sosialisasi dan fungsi kontrol dari kelembagaan pada program pengembangan kawasan wisata pantai waka di Desa fatkauyon dan kurang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar dan rendahnya kualitas sumber daya manusia lokal (keterbatasan sumber daya manusia yang handal dalam pengembangan pariwisata) selain itu kurangnya peran kelembagaan sebagai fasilitator dalam kerja sama dan perhatian dari kelembagaan sehingga terdapat kurangnya perawatan terhadap infrastruktur yang telah tersedia, serta kurangnya perhatian atau kerja sama dengan para stakeholders. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 35 responden yang terdiri dari 10 orang dari wisatawan, 5 orang dari kelompok sadar wisata, 15 orang dari unsur masyarakat desa fatkauyon dan 5 orang dari unsur pemerintah baik dari dinas parawisata dan pemerintah desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan Analisis SWOT, untuk mengkaji dampak peran kelembagaan terhadap pengembangan kawasan wisata dan strategi yang harus dilakukan kelembagaan untuk meningkatkan pengembangan Kawasan Wisata Pantai Waka. Berikut stakeholder yang terlibat dalam pengembangan Wisata Pantai Waka Desa Fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur Kabupaten Kepulauan Sula diklasifikasikan menjadi 5 elemen yang tergabung diantaranya Dinas pariwisata Kabupaten Kepulauan Sula, Pemerintah Desa Fatkauyon, Dinas pekerjaaan umum dan penataan ruang, Bappeda Kabupaten Kepulauan Sula, Kelompok sadar wisata (pokdarwis) basanohi. (Disversifikasi Strategi) strategi yang dapat digunakan Berdasarkan hasil perhitungan SWOT agar mendukung pengembangan Wisata Pantai Waka di Desa fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur Kabupaten Kepulauan Sula.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfianor, R., Safitri, N. A., & Hidayati, A. (2020). Identifikasi peran kelembagaan dalam kegiatan pariwisata Kabupaten Tabalong. Ruang, 6(1), 11–18. https://doi.org/10.14710/ruang.6.1.11-18

Ginting, A. H., Wardana, D., & Zainal, Z. (2020). Strategi pemerintah daerah dalam pengembangan objek wisata alam Teluk Jering di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja, 10(1), 211–219. https://doi.org/10.33701/jiwbp.v10i1.874

Habaora, F., Riwukore, J. R., & Yustini, T. (2021). Kondisi eksisting destinasi pariwisata Pantai Lasiana Kota Kupang berdasarkan atraksi, aksesibilitas, fasilitas, kelembagaan, dan ekosistem pariwisata. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 15(2), 103–115. https://doi.org/10.47608/jki.v15i22021.103-115

Handayani, F., & Warsono, H. (2017). Analisis peran stakeholders dalam pengembangan objek wisata Pantai Karang Jahe di Kabupaten Rembang. Journal of Public Policy and Management Review, 6(3), 40–53. https://doi.org/10.14710/jppmr.v6i3.16543

Hidayat, T., & Muchtar, A. (2022). Peran kelembagaan dalam pengembangan Desa Wisata Lamajang Kabupaten Bandung dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat lokal. Tourism Scientific Journal, 8(1), 93–104. https://doi.org/10.32659/tsj.v8i1.230

Ikhlas, D., & Agustar, A. (2024). Peran masyarakat lokal dalam pengelolaan destinasi wisata: Studi kasus objek wisata Kapalo Banda Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Jurnal Niara, 16(3), 623–631. https://journal.unilak.ac.id/index.php/nia/index

Nandi, N. (2016). Pariwisata dan pengembangan sumberdaya manusia. Jurnal Geografi Gea, 8(1), 33–42. https://ejournal.upi.edu/index.php/gea/article/view/1689

Nugroho, A. Y., Rahman, A. Z., & Kismartini, K. (2022). Peran stakeholders dalam pengembangan Desa Wisata Nongkosawit Kota Semarang. Journal of Public Policy and Management Review, 11(2), 315–335. https://doi.org/10.14710/jppmr.v11i2.33577

Rinaldi, R., & Hema, P. (2024). Analysis of the contribution of Bantimurung Bulusaraung Nature Tourism Park to the original regional income (PAD) of Maros Regency. Multidisciplinary Journal of Tourism, Hospitality, Sport and Physical Education, 1(2), 60–69. https://www.elibrary.ru/item.asp?id=80140903

Sari, Y. R., & Kagungan, D. (2016). Kebijakan pengembangan kawasan wisata bahari berbasis kearifan lokal dan penguatan kelembagaan desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Ilmiah Econosains, 14(1), 88–104. https://doi.org/10.21009/econosains.0141.07

Simamora, R. K., & Sinaga, R. S. (2016). Peran pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata alam dan budaya di Kabupaten Tapanuli Utara. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA, 4(1), 79–96. https://doi.org/10.31289/jppuma.v4i1.895

Suryaningsih, O., & Nugraha, J. T. (2018). Peran lembaga desa dalam pengembangan Desa Wisata Wanurejo dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat lokal. JMAN: Jurnal Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, 2(1), 120–128. https://jom.untidar.ac.id/index.php/jman/article/view/229

Syaifudin, M. Y., & Ma’ruf, M. F. (2022). Peran pemerintah desa dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata (Studi di Desa Jurug Kabupaten Ponorogo). Publika, 365–380. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/publika/article/view/44661

Triyono, J., & Nugroho, D. Y. (2023). Pengembangan ekowisata bahari Pantai Karang Jahe melalui pembangunan pariwisata berkelanjutan. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(3), 340–350. https://doi.org/10.37329/metta.v3i3.2781

Wahyuningsasi, E. W. (2022). Analisis strategi pengembangan objek wisata Pantai Bohay pada masa pandemi COVID-19 di Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo (Doctoral dissertation, Universitas Panca Marga). http://repository.upm.ac.id/id/eprint/4172

Downloads

Published

2025-12-07

How to Cite

Fernatubun, Z., Nurhaeny, A. ., & Ruman, R. . (2025). PERAN KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA PANTAI WAKA DESA FATKAUYON KECAMATAN SULABESI TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN SULA. KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Dan Pengembangan, 5(4), 1509-1520. https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i4.7963

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)