TINGKAT KERAWANAN LONGSOR NEGERI BATU MERAH KECAMATAN SIRIMAU, KOTA AMBON
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i3.6955Keywords:
Resiliensi, Tanah Longsor, Masyarakat Rawan Bencana, SIG, Mitigasi BencanaAbstract
Batu Merah Village in Sirimau District, Ambon City, is a geographically landslide-prone area. The recurring landslide events in this region highlight the urgency of improving community resilience to disaster risks. This study focuses on analyzing the level of landslide hazard and the community's resilience in facing such disasters. A quantitative approach was employed, utilizing surveys, field observations, interviews, and spatial analysis through Geographic Information Systems (GIS). Key research steps included identifying hazard parameters (slope gradient, soil type, rainfall intensity, land use, and geology), scoring and weighting, and measuring resilience through indicators such as knowledge, adaptation capacity, and risk perception. The results show that 90.40% of Batu Merah's area falls under moderate landslide hazard, and 7.70% is classified as high hazard. Community resilience was found to be at a moderate level, with key weaknesses in preparedness, economic capacity, and supporting infrastructure. The study concludes that there is a pressing need to strengthen community resilience through disaster education, early warning systems, and infrastructure improvements designed for disaster mitigation.
ABSTRAK
Negeri Batu Merah di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, merupakan kawasan yang secara geografis rawan bencana tanah longsor. Kejadian longsor yang berulang di wilayah ini menunjukkan pentingnya peningkatan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana. Fokus penelitian ini adalah menganalisis tingkat kerawanan longsor dan tingkat resiliensi masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kuesioner, observasi lapangan, wawancara, serta pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Langkah utama penelitian meliputi identifikasi parameter kerawanan (kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, dan batuan), skoring dan pembobotan, serta pengukuran resiliensi melalui indikator pengetahuan, adaptasi, dan persepsi risiko masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa 90,40% wilayah Negeri Batu Merah berada dalam kategori kerawanan sedang dan 7,70% berada dalam kategori tinggi. Sementara itu, tingkat resiliensi masyarakat tergolong sedang, dengan kelemahan utama pada aspek kesiapsiagaan, kapasitas ekonomi, dan infrastruktur pendukung. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa upaya penguatan resiliensi masyarakat sangat diperlukan melalui edukasi kebencanaan, pengembangan sistem peringatan dini, dan peningkatan infrastruktur berbasis mitigasi bencana.
References
Aditian, A., et al. (2018). Comparison of GIS-based landslide susceptibility models using frequency ratio, logistic regression, and artificial neural network in a tertiary region of Ambon, Indonesia. Geomorphology, 318, 101–111.
Alam, S. (2018). Identifikasi karakteristik daerah rawan longsor di Kabupaten Bondowoso. Jurnal Penataan Ruang, 13(2), 45–54.
Astuti, P., et al. (2025). Peran pemerintah daerah dalam mencegah kerusakan lingkungan akibat pembabatan hutan secara liar di Kabupaten Dompu (Studi pada Balai Kesatuan Pengelolan Hutan Toffo Pajo Soromandi). CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 1283. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6151
Azzahra, S., et al. (2025). Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan sampah rumah tangga dan pelatihan pembuatan pupuk kompos Kelurahan Lempake Kota Samarinda. COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 248. https://doi.org/10.51878/community.v4i2.4105
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon. (2019). [Judul tidak ditemukan].
Budiarti, P. W., et al. (2020). Analysis of rainfall-triggered landslide in Baleagung Village, Magelang Regency, Central Java. E3S Web of Conferences, 200, Article 1001. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202020001001
Cahyani, W. N., & Triyono, T. (2025). Kesiapsiagaan psikologis dewasa akhir di daerah rawan bencana erupsi Merapi. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 622. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4728
Castro-Venegas, F., et al. (2025). Multi-source landslide inventories for susceptibility assessment: A case study in the Concepción Metropolitan Area, Chile. Frontiers in Earth Science, 13. https://doi.org/10.3389/feart.2025.1534295
Hadiana, A. I., et al. (2021). Analisis spasial temporal kerentanan bencana alam dalam mendukung ketahanan terhadap bencana di Indonesia. Jurnal ICT Information Communication & Technology, 20(2), 232. https://doi.org/10.36054/jict-ikmi.v20i2.379
Halim, A., et al. (2021). Delineating the dynamic interaction of vegetation and soil properties in controlling cut slope soil erosion. Applied Ecology and Environmental Research, 19(4), 2761. https://doi.org/10.15666/aeer/1904_27612778
Indrasari, M., & Rudiarto, I. (2020). Kemampuan kebertahanan masyarakat pada permukiman rawan banjir di Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 8(2), 116. https://doi.org/10.14710/jwl.8.2.116-129
Indriani, R., et al. (2025). Program wilayah binaan berkelanjutan tahap III pencegahan pernikahan dini dan pendampingan ibu hamil sebagai upaya menurunkan AKI dan risiko stunting. COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 17. https://doi.org/10.51878/community.v5i1.4907
Maghfiroh, M. F. N., & Hanaoka, S. (2019). Multi-period evacuation shelter selection considering dynamic hazards assessment. Indonesian Journal of Computing Engineering and Design (IJoCED), 1(2), 64. https://doi.org/10.35806/ijoced.v1i2.60
Manuhua, G. A., & Polyando, S. (2024). Pelaksanaan program Desa Tangguh Bencana dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di Negeri Batu Merah Kota Ambon Provinsi Maluku [Doctoral dissertation, IPDN].
Modugno, S., et al. (2022). Analysis of human exposure to landslides with a GIS multiscale approach. Natural Hazards, 112(1), 387. https://doi.org/10.1007/s11069-021-05186-7
Paramata, M. Z., et al. (2025). Pemanfaatan analisis spasial SIG: Perencanaan lokasi TPS 3R sebagai strategi pengelolaan sampah berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 1270. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6425
Puturuhu, F., et al. (2017). The development of interpretation method for remote sensing imagery in determining the candidate of landslide in Leitimur Peninsula, Ambon Island. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 20.
Raharjo, P. D., & Winduhutomo, S. (2016). Kondisi sosial-masyarakat pada karakteristik fisik lingkungan dalam mempengaruhi risiko longsor di Karangsambung-Kebumen (Social-population condition on the physical environment characteristics in influence the risk of landslide in Karangsambung). Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 23(1), 1. https://doi.org/10.22146/jml.18767
Rahman, N. A. S., et al. (2020). Rock strength analysis due to discontinuity and grouting. Indonesian Mining Professionals Journal, 2(1), 29. https://doi.org/10.36986/impj.v2i1.20
Rakuasa, H., & Rifai, A. (2021). Pemetaan kerentanan bencana tanah longsor berbasis sistem informasi geografis di Kota Ambon. Seminar Nasional Geomatika, 327.
Situmorang, M. T. N. (2024). Mitigasi satwa liar di koridor ekologi Taman Nasional Gunung Halimun Salak. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(3), 271. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i3.3114
Suhaila, S., et al. (2025). Analisis gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (PBLHS) dalam rangka aksi Indonesia bebas sampah plastik 2025. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 760. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.5099
Supratman, S., et al. (2025). Pembangunan sosial untuk ketahanan air di Desa Pulau Maringkik Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 4(4), 603. https://doi.org/10.51878/social.v4i4.4126
Susanti, A. (2025). Konservasi air terpadu: Kerangka holistik berbasis ekoteologi islam, kearifan lokal, dan sains untuk keberlanjutan lingkungan. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 1326. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6616














