EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DARI PANGAN LOKAL DALAM PENANGGULANGAN BALITA STUNTING DI DESA WASAMPELA
DOI:
https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.15461Keywords:
Stunting, Pangan Lokal, Pemberian Makanan TambahanAbstract
Stunting remains a nutritional problem that requires food-based interventions tailored to local resources. This study aimed to analyze changes in body weight (BW) and height (BH) among stunted children after receiving locally sourced supplementary feeding (PMT) in Wasampela Village, Buton Regency. The study employed a mixed-methods design with repeated quantitative measurements involving 9 stunted children who received supplementary feeding for 60 days using seven variations of locally sourced menus. BW and BH data were analyzed using the Friedman test, Wilcoxon test with Bonferroni correction, and Kendall’s W. The results showed a significant increase in BW during the intervention (p < 0.001; W = 1.000), with significant differences between June–July and June–August. BH also increased significantly during the intervention (p < 0.001; W = 0.975), but the July–August comparison was not significant after Bonferroni correction (adjusted p = 0.0234; α = 0.0167). The comparison of BW change rates before and during the intervention showed a significant difference (p = 0.0039), whereas the difference in BH change rates was not significant (p = 0.4961). Locally sourced supplementary feeding was associated with positive changes in BW and BH among stunted children, particularly in BW. These findings should be interpreted with consideration of the absence of a control group and the limited sample size.
ABSTRAK
Stunting masih menjadi masalah gizi yang memerlukan intervensi berbasis pangan yang sesuai dengan potensi lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) balita stunting setelah pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Desa Wasampela, Kabupaten Buton. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan kuantitatif berulang pada 9 balita stunting yang mendapat PMT selama 60 hari dengan tujuh variasi menu berbahan pangan lokal. Data BB dan TB dianalisis menggunakan uji Friedman, uji Wilcoxon dengan koreksi Bonferroni, dan Kendall’s W. Hasil menunjukkan BB mengalami peningkatan signifikan selama intervensi (p < 0,001; W = 1,000), dengan perbedaan signifikan pada perbandingan Juni–Juli dan Juni–Agustus. TB juga meningkat secara signifikan selama intervensi (p < 0,001; W = 0,975), tetapi perbandingan Juli–Agustus tidak signifikan setelah koreksi Bonferroni (p adjusted = 0,0234; α = 0,0167). Perbandingan laju perubahan BB sebelum dan selama intervensi menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,0039), sedangkan laju perubahan TB tidak berbeda signifikan (p = 0,4961). PMT berbasis pangan lokal menunjukkan perubahan positif pada BB dan TB balita stunting, terutama pada BB. Temuan ini perlu ditafsirkan dengan mempertimbangkan tidak adanya kelompok kontrol dan jumlah sampel yang terbatas.
References
Apriliani, F., Fajar, N. A., & Rahmiwati, A. (2024). Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Terhadap Status Gizi Balita Stunting: Systematic Review. Media Informasi, 20(2), 25–34. https://doi.org/10.37160/mijournal.v20i2.585
Astuti, D. R. W., Azizah, Z., Rohimah, B., Faizin, M. M., & Novita, D. (2023). Pemberian Makanan Tambahan Modifikasi Berbasis Kearifan Lokal pada Balita Stunting dan Gizi Kurang Bersama Anak PAUD Tunas Pelangi di Balai Desa Bluru Kidul. Nusantara Community Empowerment Review, 1(1), 28-33. https://doi.org/10.55732/ncer.v1i1.749
Dewi, R. N., Kalsum, U., & Siregar, N. (2023). The effect of giving Jagaq porridge on body weight and height of stunted toddlers aged 12-24 months in the work area of the Depar Health Center. Formosa Journal of Science and Technology, 2(2), 525-544. https://doi.org/10.55927/fjst.v2i2.2799
Dinas Kesehatan Kabupaten Buton. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Buton Tahun 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Buton.
Dinas Kesehatan Kabupaten Buton. (2024). Laporan Tahunan Stunting Kabupaten Buton 2024. Dinas Kesehatan Kabupaten Buton.
Fajar, S. A., Anggraini, C. D., & Husnul, N. (2022). Efektivitas pemberian makanan tambahan pada status gizi balita Puskesmas Citeras, Kabupaten Garut. Nutrition Scientific Journal, 1(1), 30-40. https://doi.org/10.37058/nsj.v1i1.5975
Hadju, V. A., Basri K., S., Aulia, U., & Mahdang, P. A. (2023). Pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) lokal terhadap perubahan status gizi balita. Gema Wiralodra, 14(1), 105-111. https://doi.org/10.31943/gw.v14i1.359.
Hartono, L., & Saimi, S. (2024). PMT bahan makanan lokal pada balita gizi kurang di Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah tahun 2023. Darussalam Nutrition Journal, 8(2), 96-107. https://doi.org/10.21111/dnj.v8i2.11663
Pemerintah Desa Wasampela. (2024). Laporan Convergensi Stunting Tahun 2024.
Pemerintah Desa Wasampela. (2025). Laporan Convergensi Stunting Tahun 2025.
Pontang, G. S., Alia, A. P., & Setiyaningsih, S. (2024). Perbedaan Status Gizi Sebelum dan Sesudah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal Pada Balita Stunting di Desa Kalijambe dan Desa Tanjung Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang, 6(1), 53-67. https://doi.org/10.55606/sinov.v6i1.801
Purbaningsih, H., & Syafiq, A. (2023). Efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal terhadap kenaikan berat badan balita. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(12), 2550-2554. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i12.4206
Puskesmas Kecamatan Wabula. (2023). Pemantauan Program Gizi Puskesmas Wabula 2023 Puskesmas Kecamatan Wabula.
Sunarti, S., Tseng, S., & Iswarawanti, D. N. (2025). Pengaruh pemberian makanan tambahan lokal dan edukasi gizi terhadap berat badan, tinggi badan dan lingkar lengan atas balita gizi kurang. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 16(1), 261-271. https://doi.org/10.34305/jikbh.v16i01.1710
Susanti, S., Susianto, S., & Wahyuniar, L. (2025). Pengaruh pemberian makanan tambahan lokal dan edukasi gizi terhadap berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala balita. Journal of Health Research Science, 5(1), 180-186. https://doi.org/10.34305/jhrs.v5i1.1677
Susanto, T., Syahrul, Sulistyorini, L., Rondhianto, & Yudisianto, A. (2017). Local-food-based complementary feeding for the nutritional status of children ages 6-36 months in rural areas of Indonesia. Korean Journal of Pediatrics, 60(10), 320-326. https://doi.org/10.3345/kjp.2017.60.10.320
Sustanti, M., Kalsum, U., & Siregar, N. (2023). The effect of giving PMT combination of mung bean porridge and boiled eggs on changes in weight and height of stunting toddlers at the Barong Tongkok Health Center. Formosa Journal of Science and Technology, 2(2), 655-670. https://doi.org/10.55927/fjst.v2i2.2641
Veronica, S. Y., Destiana, E., Komariah, S., Putri, W. E., Fadilah, I. N., Hestina, N., Dewi, T. N., Juliani, D., Riskiani, D., & Siskarina, A. (2025). Pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal untuk pencegahan dan penanganan wasting dan stunting pada balita di Desa Rejosari Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(6), 2889–2897. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i6.2833
Wati, N. (2020). Analisis program pemberian makanan tambahan (PMT) terhadap status gizi anak di Posyandu Kelurahan Sembungharjo Semarang. Tematik: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 94-98. https://doi.org/10.26858/tematik.v6i2.15539
Yuliana, Y., & Lismayanti, L. (2025). Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Bahan Pangan Lokal Upaya Mengurangi Terjadinya Stunting Pada Balita. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(6), 945-950. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i6.7358















