ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INTEGRASI LAYANAN PRIMER DAN PROGRAM INDONESIA SEHAT DALAM PENANGGULANGAN STUNTING
DOI:
https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.14366Keywords:
implementasi kebijakan, ILP, PIS-PK, stuntingAbstract
Stunting remains a significant public health problem in Paniai Regency, shaped by limited access to health services, challenging geographical conditions, and low community nutritional knowledge. To address this, the government has implemented the Primary Health Care Integration (ILP) policy and the Indonesia Healthy Program with a Family Approach (PIS-PK) to strengthen integrated, family-based basic health services, although their implementation still faces various field challenges. This study aimed to analyze the implementation of the ILP and PIS-PK policies in stunting prevention in Paniai Regency based on George C. Edward III's policy implementation theory, covering the aspects of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. A descriptive qualitative method with a case study approach was used, involving informants from the District Health Office, health workers at Enarotali and Epouto Community Health Centers, health cadres, community leaders, and mothers of toddlers, selected through purposive and snowball sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using an interactive qualitative approach. The findings show that policy implementation has generally run fairly well: socialization and coordination proceed in a tiered manner, human resources and facilities are available though still limited, implementers demonstrate strong commitment and motivation, and the organizational structure and oversight system are clearly arranged. Nevertheless, geographical conditions, limited transportation, and low community participation remain challenges that hinder optimal progress in reducing stunting rates in this region.
ABSTRAK
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Paniai yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses layanan kesehatan, kondisi geografis, serta rendahnya pengetahuan gizi masyarakat. Pemerintah menerapkan kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) untuk memperkuat layanan kesehatan dasar yang terintegrasi dan berbasis keluarga, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan ILP dan PIS-PK dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Paniai berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edward III, yang meliputi aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan informan dari unsur Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan Puskesmas Enarotali dan Puskesmas Epouto, kader posyandu, tokoh masyarakat, serta ibu balita, yang dipilih melalui purposive dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan secara umum telah berjalan cukup baik: sosialisasi dan koordinasi berjalan berjenjang, sumber daya manusia dan sarana tersedia meski masih terbatas, pelaksana program menunjukkan komitmen dan motivasi yang tinggi, serta struktur organisasi dan sistem pengawasan telah tertata dengan jelas. Meski demikian, kondisi geografis, keterbatasan transportasi, dan rendahnya partisipasi masyarakat masih menjadi tantangan yang menghambat optimalnya penurunan angka stunting di wilayah ini.
References
Amir, A., Sari, P., & Herwansyah. (2024). Defining the integration of primary health services: Perspectives from leaders of Puskesmas. Jurnal Kesehatan, 15(3), 370–374. https://doi.org/10.26630/jk.v15i3.4721
Arianti, A. F., Tanjung, N. U., & Susilawati, S. (2024). Problematika terkait ketersediaan sumber daya manusia kesehatan wilayah kerja puskesmas di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 10(2), 392–398. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol10.Iss2.1909
Astari, D. W., Sari, D. K., Hakim, D. R., Apriliani, F., Mufarikhah, M., Hasanah, P. U., Septiani, S. A., & Hasyim, H. (2023). Disparitas stunting di wilayah pedesaan dan perkotaan: Systematic review. Health Information: Jurnal Penelitian, 15(3), 1–15. https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp/article/view/1320
Azzahro, A., Fajria, N., Wicaksono, A. A., Rahmadani, D. A. P., Ananda, H. A., & Iqbal, N. M. (2025). Analisis implementasi kebijakan penanggulangan stunting berbasis layanan posyandu terpadu di Jakarta Timur. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(3), 4540–4549. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.1959
Cahya, R., Sulistiadi, W., Tu, N. F., & Trenggono, P. H. (2023). Dampak hambatan geografis dan strategi akses pelayanan kesehatan: Literature review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(5), 868–877. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i5.2935
Edwards III, G. C. (1980). Implementing public policy (Politics and Public Policy Series). Congressional Quarterly Press.
Farhati, M. Z., Apriliyani, A., Hernawan, D., & Ramdani, F. T. (2024). Implementasi penanganan tindak lanjut temuan dan laporan dugaan pelanggaran pemilu oleh Badan Pengawas Pemilu. Karimah Tauhid, 3(7), 7903–7917. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i7.14271
Hermawati, L., Tsaqifah, N. A., Prameswari, Y. N., Fidusia, A. E., & Zulfa, H. A. (2025). Analisis deskriptif Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024: Prevalensi dan faktor determinan stunting pada balita di Provinsi Banten. Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas, 6(2). https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JGKP/article/view/36646
Indriyati, L., Wahyudin, A., & Sulistyowati, E. (2023). Evaluasi program pilot project transformasi layanan primer di Puskesmas Telaga Bauntung Kabupaten Banjar tahun 2022. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 18(1), 65–80. https://doi.org/10.47441/jkp.v18i1.311
Mardhiah, H., Rahma, F. A., & Apriningsih, A. (2024). Asosiasi pola asuh gizi dan kesehatan dengan kasus balita stunting di area kerja Puskesmas Cikulur, Banten. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 10(2), 1759. https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss2.1759
Masyiyah, S., Roesdiyanto, & Mawarni, D. (2021). Kajian sustainabilitas Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Sport Science and Health, 3(8), 603–614. https://doi.org/10.17977/um062v3i82021p603-614
Mulyani, A. T., Khairinisa, M. A., Khatib, A., & Chaerunisaa, A. Y. (2025). Understanding stunting: Impact, causes, and strategy to accelerate stunting reduction—A narrative review. Nutrients, 17(9), 1493. https://doi.org/10.3390/nu17091493
Nia, & Ika. (2022). Hambatan pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di puskesmas: Literature review. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 1–7. https://doi.org/10.56338/pjkm.v12i1.2393
Ningsi, N. (2025). Determinan kejadian stunting pada anak di bawah lima tahun di Provinsi Sulawesi Tengah. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 16(1), 1–18. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v16i1.4310
Nurusshohwah, A., & Besral, B. (2025). Tantangan implementasi integrasi layanan primer di puskesmas: Studi literatur review. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(3), 8140–8149. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52310
Paramita, F., Sulistyorini, A., Katmawanti, S., Septiani, S. T., Saputri, L. A., Ramadhani, S., Hasanah, A. M. A., & Wahyuni, O. S. (2023). Upaya meningkatkan gizi masyarakat melalui Program Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 63–72. https://doi.org/10.17977/um075v3i12023p63-72
Sari, D., Nugraheni, S. A., & Rahfiludin, M. Z. (2023). Intervensi gizi sensitif dalam penurunan stunting: Studi kualitatif. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(9), 1878–1886. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i9.3798
Shofiyulloh, A. F., & Wasil, M. (2024). Determinan kesehatan, perlindungan sosial dan akses sanitasi dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia. JDEP (Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan), 7(2), 69–79. https://doi.org/10.33005/jdep.v7i2.467
Tahil, Y., Jutomo, L., Liufeto, M. O. L., & Picauly, I. (2026). Beban ekonomi akibat stunting pada anak di Nusa Tenggara Timur: Pendekatan sumber daya manusia retrospektif. Jurnal Promotif Preventif, 9(2), 215–229. https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2580
Tambaip, B., & Tjilen, A. P. (2023). Analisis kebijakan publik dalam derajat kesehatan di Papua. Jurnal Kebijakan Publik, 14(1), 101–110. https://doi.org/10.31258/jkp.v14i1.8232















