DIALEKTIKA CYBERGOGY PENDIDIKAN INDONESIA: KRITIK DETERMINISME TEKNOLOGI DAN KESENJANGAN DIGITAL DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA
DOI:
https://doi.org/10.51878/edutech.v5i4.8293Keywords:
Cybergogy, Kurikulum Merdeka, Determinisme Teknologi, Kesenjangan Digital, Dehumanisasi PendidikanAbstract
This study aims to deconstruct the implementation of cybergogy within the framework of Indonesia’s Merdeka Curriculum by analyzing the gap between the ideals of digital pedagogy and the infrastructural realities in 3T regions (frontier, outermost, and underdeveloped areas). Employing a qualitative approach through a Systematic Literature Review (SLR) of selected documents (2006–2025), the study examines data using Siemens’ Connectivism theory, Wang and Kang’s Engaged Learning model, and Jan van Dijk’s Digital Divide theory as analytical lenses. The findings indicate that national education policies tend to be trapped in technological determinism bias. The implementation of educational technology often overlooks the physical access stage in Van Dijk’s framework, triggering the phenomenon of “tree people”—students who risk their safety in search of internet signals merely to fulfill digital learning requirements. The absence of emotive and social domains in field practices has led to the dehumanization of education and digital burnout. Consequently, the concept of cybergogy in Indonesia requires a reorientation from a technocratic approach toward a techno-humanistic perspective that prioritizes equitable access and psychological well-being as fundamental prerequisites before technological adoption.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi implementasi cybergogy dalam kerangka Kurikulum Merdeka di Indonesia, dengan menganalisis kesenjangan antara idealisme pedagogi digital dan realitas infrastruktur di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap dokumen terpilih (2006–2025), penelitian ini membedah data menggunakan pisau analisis teori Konektivisme Siemens, model Engaged Learning Wang & Kang, serta teori Kesenjangan Digital Jan van Dijk. Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan nasional cenderung terjebak dalam bias determinisme teknologi. Implementasi teknologi pendidikan sering kali mengabaikan tahapan physical access dalam teori Van Dijk, yang memicu fenomena manusia pohon, siswa yang bertaruh nyawa mencari sinyal demi pemenuhan tugas digital. Absennya domain emotif dan sosial dalam praktik di lapangan telah memicu dehumanisasi pendidikan dan digital burnout. Konsep Cybergogy di Indonesia memerlukan reorientasi dari pendekatan teknokratis menuju pendekatan techno-humanistic yang menempatkan keadilan akses dan kesejahteraan psikologis sebagai prasyarat utama sebelum adopsi teknologi.
Downloads
References
Alifah, I. N., Prihandono, T., & Bektiarso, S. (2025). Integrasi IPTEK untuk Meningkatkan Inovasi Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka: Tantangan dan Strategi Transformasi Pendidikan. Journal of Education Research, 6(4), 1052-1057. https://doi.org/10.37985/jer.v6i4.2099
Aman, M. R. H. (2024). Kritik Terhadap Kurikulum Merdeka Dengan Pedagogik Ivan Illich. Jurnal Pendidikan Indonesia, 13(1). https://journal.penerbitjurnal.com/index.php/educational/article/view/85
Asad, M. M., & Malik, A. (2023). Cybergogy paradigms for technology-infused learning in higher education 4.0: a critical analysis from global perspective. Education+ Training, 65(6/7), 871-890. https://doi.org/10.1108/ET-08-2022-0324
Aulia, A. F., Asbari, M., & Wulandari, S. A. (2024). Kurikukulum merdeka: Problematik guru dalam implementasi teknologi informasi pada proses pembelajaran. Journal of Information Systems and Management (JISMA), 3(2), 65-70. https://doi.org/10.4444/jisma.v3i2.955
Azzahra, I. F., & Rahmadhani, R. (2025). Kurikulum Merdeka: Telaah Potensi dan Tantangan Implementatif dalam Mewujudkan Pendidikan Fleksibel di Indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, Dan Inovasi, 5(3). https://doi.org/10.59818/jpi.v5i3.1530
Dewi, M., Ballianie, N., Astuti, M., Halimatussakdiah, H., Fatimah, S., & Sari, G. P. I. (2025). Tantangan Implementasi Kurikulum Di Era Digital: Kesiapan Guru Dan Infrastruktur. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 10732-10741. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20987
Hallström, J. (2022). Embodying the past, designing the future: technological determinism reconsidered in technology education. International Journal of Technology and Design Education, 32(1), 17-31. https://doi.org/10.1007/s10798-020-09600-2
Hasbi, N., Nurrahma, N., & Gaffar, M. S. (2025). Analisis Peran Cybergogy dalam Mengembangkan Multiliterasi Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Konteks Society 5.0. DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 8(1), 32-42. https://doi.org/10.22437/dikbastra.v8i1.43751
Hauer, T. (2017). Technological determinism and new media. International Journal of English Literature and Social Sciences, 2(2), 239174. https://ijels.com/detail/technological-determinism-and-new-media/
Hidayaturrahman, M. (2023). Studi Kritik Terhadap Merdeka Belajar. JPT: Jurnal Pendidikan Tematik, 4(1), 84-96. https://doi.org/10.62159/jpt.v4i1.788
Kirkwood, A. (2014). Teaching and learning with technology in higher education: blended and distance education needs ‘joined-up thinking’rather than technological determinism. Open Learning: The Journal of Open, Distance and e-Learning, 29(3), 206-221. https://doi.org/10.1080/02680513.2015.1009884
Lisda, L. E. M., & Nailah, N. T. (2025). Analisis kesiapan guru sekolah dasar pada kemampuan literasi digital di era 4.0. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(01), 213-223. https://doi.org/10.23969/jp.v10i01.25300
Maulidi, A., Alanshori, M. Z., Hidayati, Z., Maknin, N. A. K., Rahmah, W., Zuhri, A. M., & Zaini, A. (2025). Techno-Humanistic Learning: A New Paradigm for Human-Centered Digital Pedagogy on Islamic Education. EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 6(2), 831-852. https://doi.org/10.62775/edukasia.v6i2.1498
Muljono, W. (2017). Technological determinism in patterns of communication and social behavior change in Indonesian society. Asian social science, 13(2). https://ssrn.com/abstract=2902425
Nabila, A., Habibah, N., Humaira, N. N., Mutmainah, S., & Pratiwi, D. A. (2025). Strategi Mengatasi Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Pengambangan 9: Perspektif Kesenjangan Siswa, Fasilitas Teknologi, dan Pendanaan Kegiatan. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(2), 542-550. https://doi.org/10.60126/maras.v3i2.898
Rachman, A., Amaliah, S., Imamudin, I., Atfaliyah, K., Novita, E., Purwatisari, A., ... & Pradanti, A. (2024). Resiliensi digital guru sekolah dasar terhadap platform merdeka mengajar dalam implementasi kurikulum merdeka. Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan, 3(1), 35-44. https://doi.org/10.46306/jurinotep.v3i1.69
Ramadan, D., Yulianti, I., Rizal, M. I., & Ikhsanudin, I. (2022, June). Pendidikan era cybergogy: Bagaimana strategi guru profesional untuk menghadapinya?. In Vocational Education National Seminar (VENS) (Vol. 1, No. 1). https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/VENS/article/view/15791
Reski, D. P., Kamaruddin, S. A., & Sinring, A. (2024). Philosophy of Education in the Digital Age: The Balance between Technology and Humanism. DIDAKTIKA: Jurnal Pemikiran Pendidikan, 30(2), 290-295. https://doi.org/10.30587/didaktika.v30i2.9065
Rofi’ah, A. M., Shobirin, M., Fadllillah, M., Farah, N., & Wahyudi, M. F. (2024). Analisis kesiapan guru dalam penerapan kurikulum merdeka di sekolah menengah pertama. Journal Educatione, 1(2). https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/136
Saputra, C. A. (2025). Paradigma Kepemimpinan Pendidikan di Era Digital: Antara Disrupsi dan Adaptasi Kurikulum Merdeka. Al-Amin: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 3(1), 159-176. https://doi.org/10.53398/alamin.v3i1.440
Setiariny, E., & Sanmarwi, S. (2024). Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Guru Di Provinsi Banten. Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan, 21(2), 72-77. https://doi.org/10.54124/jlmp.v21i2.148
Setiyadi, M. W., Ardiansyah, A., Muharyati, Y., & Komalasari, L. I. (2025). Tantangan dan upaya penerapan Kurikulum Merdeka di era digital: Literatur review. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(2), 1721-1735. https://jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/view/2912
Sofiana, A., Lubis, E. R., Agustina, K., & Fajriyah, R. Z. (2025). Kurikulum Merdeka Dan Literasi Digital: Evaluasi Infrastruktur Dan Sumber Daya Sekolah. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(11. D), 181-186. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/11984
Sutrisno, E., Silitonga, M. S., Yusuf, R. R., & Nugroho, A. A. (2024). Digital divide: How is Indonesian public service affected. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 10(3), 454-463. https://doi.org/10.29210/020244613
Syafriani, D., Sahputri, A. A., Alyanti, D., Ramadani, D. S., & Pardosi, K. T. (2025). Pembelajaran Kurikulum Merdeka di Indonesia. Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi, 2(1), 22-31. https://doi.org/10.57235/jahe.v2i1.5753
Wang, M., & Kang, M. (2006). Cybergogy for engaged learning: A framework for creating learner engagement through information and communication technology. In Engaged learning with emerging technologies (pp. 225-253). Dordrecht: Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/1-4020-3669-8_11
Widiastuty, A., Ruslanjari, D., Mei, E. T. W., & Puspitasari, D. (2024). Dampak Psikologis Pendidikan Daring Dan Potensi Strategi Mitigasi Selama Krisis Covid-19 Pada Siswa Sekolah Dasar. Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam, 7(1), 291-312. https://doi.org/10.59027/alisyraq.v7i1.753
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













