URGENSI LITERASI DIGITAL KEAGAMAAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA POST-TRUTH: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
DOI:
https://doi.org/10.51878/edutech.v6i3.13460Keywords:
Literasi Digital Keagamaan, Pendidikan Agama Islam (PAI), Post-Truth.Abstract
ABSTRACT
The rapid advancement of digital technology has transformed how people access religious information, while the post-truth era has intensified challenges through the widespread dissemination of misinformation, disinformation, and emotionally driven narratives that may influence students’ religious understanding. This situation highlights the importance of religious digital literacy as an essential competency in Islamic Religious Education (IRE). This study aims to analyze the urgency of religious digital literacy in IRE within the post-truth era using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Data were collected from Scopus-indexed publications retrieved through the Scopus database and Publish or Perish, covering the 2020–2025 publication period. The literature selection followed the PRISMA guidelines with the support of Covidence software. Of the 148 identified articles, 16 met the inclusion criteria and were analyzed comprehensively. The findings reveal that religious digital literacy in IRE encompasses critical thinking, digital media ethics, awareness of social influences, and the ability to filter and verify religious information. The review also identifies several major challenges, including limited information verification skills, inadequate digital competence among educators, the dominance of emotional approaches in receiving religious information, and the suboptimal integration of religious digital literacy into the IRE curriculum. The study concludes that strengthening religious digital literacy plays a strategic role in fostering students who are critical, responsible, tolerant, and capable of applying the principle of tabayyun when responding to religious information in the post-truth era.
ABSTRAK
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola masyarakat dalam mengakses informasi keagamaan, sementara era post-truth menghadirkan tantangan berupa meningkatnya penyebaran hoaks, disinformasi, dan dominasi narasi emosional yang berpotensi memengaruhi pemahaman keagamaan peserta didik. Kondisi ini menjadikan literasi digital keagamaan sebagai kompetensi penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi literasi digital keagamaan dalam PAI di era post-truth melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari artikel yang terindeks Scopus dan ditelusuri menggunakan database Scopus serta Publish or Perish pada rentang publikasi tahun 2020–2025. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA dengan bantuan perangkat lunak Covidence. Dari 148 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 16 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital keagamaan dalam PAI mencakup kemampuan berpikir kritis, etika bermedia digital, kesadaran terhadap pengaruh sosial, serta kemampuan menyaring dan memverifikasi informasi keagamaan. Penelitian juga mengidentifikasi tantangan berupa rendahnya kemampuan verifikasi informasi, keterbatasan kompetensi digital pendidik, dominasi pendekatan emosional dalam menerima informasi agama, serta belum optimalnya integrasi literasi digital keagamaan ke dalam kurikulum PAI. Disimpulkan bahwa penguatan literasi digital keagamaan berperan strategis dalam membentuk peserta didik yang kritis, bertanggung jawab, toleran, dan mampu menerapkan prinsip tabayyun dalam menyikapi informasi keagamaan di era post-truth.
Downloads
References
Amin, S., Fauzi, I., & Zawawi, M. I. (2025). Pengembangan literasi digital peserta didik Madrasah Ibtidaiyah melalui pendekatan pedagogi inovatif: Kajian konseptual dan sintesis literatur: Developing digital literacy among Madrasah Ibtidaiyah students through an innovative pedagogical approach: A conceptual review and literature synthesis. Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia, 4(4), 231–245. https://doi.org/10.58218/literasi.v4i4.2058
Andrian, B. F., Muhlisin, M., & Anekasari, R. (2026). Humanisme Islam literat dan literasi kritis dalam pendidikan agama Islam di era post-truth: Studi lapangan di MA Salafiyah Yapensa Pekalongan. Academicus: Journal of Teaching and Learning, 5(1), 158–172. https://doi.org/10.59373/academicus.v5i1.134
Andriani, A. D., Fitri, S. A., & Muchtar, K. (2024). Model komunikasi literasi digital dalam mengatasi ujaran kebencian di media sosial. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(2), 439–464. https://doi.org/10.14710/interaksi.13.2.439-464
Andrini, M., Pahrudin, A., Rinaldi, A., & Murtadho, A. (2026). Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi dominasi informasi keagamaan digital: Analisis literatur terhadap literasi digital dan pembelajaran PAI. Paedagogie, 21(2), 2341–2356. https://journal.unimma.ac.id/Paedagogie/en/article/view/16686
Ashari, M. K., Faizin, M., & Shiddiq, J. (2023). Religious digital literacy of students in Indonesia and Malaysia. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 18(1), 189–210.
https://doi.org/10.19105/tjpi.v18i1.8794
Cynthia, R. E., & Sihotang, H. (2023). Melangkah bersama di era digital: Pentingnya literasi digital untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 31712–31723.
http://repository.uki.ac.id/13649/
Dewayanie, D. R. V., & Tentiasih, S. (2026). Developing Islamic religious education curriculum integrating religious moderation and digital literacy in the post-truth era. Journal of Interdisciplinary Islamic Studies, 5(1), 24–31.
https://doi.org/10.52640/jiis.144
Habibah, M. (2022). Pengembangan kompetensi digital guru Pendidikan Agama Islam sekolah dasar dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Sittah: Journal of Primary Education, 3(1), 76–89. https://doi.org/10.30762/sittah/v3i1.11
Isabella, I., Iriyani, A., & Lestari, D. P. (2023). Literasi digital sebagai upaya membangun karakter masyarakat digital. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 8(3), 167–172.
https://doi.org/10.36982/jpg.v8i3.3236
Jatmiko, A., Apriyani, H., Kesuma, I. J., Yanti, Y., Yazid, M. I. K., & Amriyah, C. (2025). Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Inovasi, tantangan, dan dampaknya terhadap pemahaman keagamaan. Irfani, 21(1), 119–128. https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/ir/article/view/6228
Julianto, E. N., Aristyavan, I., Pellu, M. N., YF, S. R., & Sudarmanto, B. (2026). Post truth society dan literasi digital: Analisis peran Mafindo dalam melawan hoaks, disinformasi, dan misinformasi di Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 5(1), 349–388. https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i1.1508
Kesuma, M. I. J., Fatoni, I., Ajir, I. C., Yazdi, M. I. K., Pahrudin, A., Murtadho, A., & Rinaldi, A. (2025). Transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis teknologi digital di era Society 5.0. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 306–317. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/24428
Pranata, W. H. (2025). Systematic literature review dengan metode PRISMA: Optimalisasi media komunikasi profesional untuk penyampaian analisis dan strategi MSDM di ranah akademik dan praktis. Journal of Science Education and Management Business, 4(3), 671–677. https://doi.org/10.62357/joseamb.v4i3.783
Ramadhani, N. N., Pebriana, P. H., Afifah, R., Sabani, Y., Fahrezi, R., Ahyar, M. S., & Alfarizi, A. R. (2026). Innovation in Indonesian language learning models in elementary schools: A systematic literature review using the PRISMA method. TOFEDU: The Future of Education Journal, 5(2), 1186–1193.
https://doi.org/10.61445/tofedu.v5i2.1449
Ramadhaniah, S. A., Maftuhah, W., & Maulana, R. M. H. (2026). Peran literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru, 3(1), 28–41. https://doi.org/10.71153/arini.v3i1.549
Rasiani, A., Sari, H. P., Wilis, E., & Setiawarni, U. (2025). Pendidikan Islam di era post-truth: Tantangan dan strategi literasi media bagi generasi muda. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 381–390. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i2.947
Rusadi, B. E., & Aripin, S. (2023). Religious digital literacy of Islamic education students at Indonesia State Islamic University. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 18(1), 90–110. https://doi.org/10.19105/tjpi.v18i1.8305
Sarjito, A. (2024). Hoaks, disinformasi, dan ketahanan nasional: Ancaman teknologi informasi dalam masyarakat digital Indonesia. Journal of Governance and Local Politics (JGLP), 6(2), 175–186. https://doi.org/10.47650/jglp.v6i2.1547
Shifa Annur, A., Nurbayani, N., Mahmud, S., & Aisyah, A. (2025). Transformasi model pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis literasi digital: Analisis konseptual. Itqan: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan, 16(2), 261–276.
https://journal.uinsuna.ac.id/index.php/itqan/article/view/6796
Yahya, M. S. (2023). Transformasi Pendidikan Agama Islam di era digital: Implementasi literasi digital dalam pembelajaran di wilayah Banyumas. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(1), 609–616.
https://doi.org/10.62775/edukasia.v4i1.317
Zaman, A. Q., Abdirahman, K., & Mahbubi, M. (2026). Integrasi literasi digital dalam kurikulum pendidikan Islam untuk meningkatkan etika bermedia sosial siswa. SUKIJO CiRCLE: Journal of Contemporary Islamic Education Studies, 2(1).
https://ejournal.bamala.org/index.php/sukijo/article/view/719
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















