PERAN KOMUNITAS SANGGAR GURIANG TUJUH INDONESIA SEBAGAI RUANG TUMBUH ALTERNATIF BERMAIN ANAK

Authors

  • Nur Fajri Diantara Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Dwi Junianti Lestari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Alis triena permanasari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • A Dede Majid Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.10660

Keywords:

Perkembangan Anak, Pendidikan Nonformal, Seni Budaya, Kreativitas, Sanggar Seni

Abstract

ABSTRACT

Childhood is an important phase in the development of children’s cognitive, social, emotional, motor, and creative abilities. However, limited play spaces, increasing gadget use, and changes in social interaction patterns have reduced children’s opportunities to engage in active and interactive play. This study aims to analyze the role of the Guriang Tujuh Indonesia Art Community as an alternative growth space based on arts and culture for children’s development. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation. The research subjects included community managers, participating children, and parents. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and thematic conclusion drawing to obtain an in-depth understanding of the research phenomenon. The findings indicate that the Guriang Tujuh Indonesia Art Community functions as a non-formal educational medium that supports children’s holistic development through dance, music, theater, and traditional games. Learning based on learning by doing through exploration, imitation, and improvisation methods was found to improve creativity, motor skills, social interaction, self-confidence, and children’s cultural understanding. Therefore, the community serves as a creative, educational, social, and cultural space that adaptively supports children’s development amid the limitations of play spaces in modern environments.

ABSTRAK

Masa kanak-kanak merupakan fase penting dalam perkembangan kognitif, sosial, emosional, motorik, dan kreativitas anak. Namun, keterbatasan ruang bermain, meningkatnya penggunaan gawai, serta perubahan pola interaksi sosial menyebabkan kesempatan anak untuk bermain secara aktif dan interaktif semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Komunitas Sanggar Guriang Tujuh Indonesia sebagai ruang tumbuh alternatif berbasis seni dan budaya bagi perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengelola sanggar, anak-anak peserta kegiatan, dan orang tua. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik untuk memperoleh pemaknaan yang mendalam terhadap fenomena penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Guriang Tujuh Indonesia berperan sebagai media pendidikan nonformal yang mendukung perkembangan anak secara holistik melalui kegiatan seni tari, musik, teater, dan permainan tradisional. Pembelajaran berbasis learning by doing melalui metode eksplorasi, imitasi, dan improvisasi mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan motorik, interaksi sosial, rasa percaya diri, serta pemahaman budaya anak. Dengan demikian, sanggar berfungsi sebagai ruang kreatif, edukatif, sosial, dan kultural yang adaptif dalam mendukung tumbuh kembang anak di tengah keterbatasan ruang bermain pada lingkungan modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dewiyanti, D. (2025). Transformasi ruang bermain dan belajar anak dalam dunia digital. https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/9846/

Ailza, I., Ulfa, N., Rosmaini, R., Ramadhan, F., & Marzuki, M. (2024). Pelatihan seni tari sebagai upaya menjaga jagat dan pengembangan kreativitas anak Desa Sekualan Kec. Serbajadi. Journal of Human and Education (JAHE), 4(5), 6–10. http://www.jahe.or.id/index.php/jahe/article/view/1451

Ananda, G. D. D., Wycaksana, M. T., Friska, N., Ningsih, P. S., Tumanggor, N., & Amelia, R. (2023). Menguak peran Sanggar Lingkaran sebagai wadah pendidikan nonformal untuk memberdayakan anak-anak di Desa Denai Lama Kecamatan Pantai Labu. Journal of Human and Education (JAHE), 3(2), 191–196. http://www.jahe.or.id/index.php/jahe/article/view/194

Aulia, R. H., Ariyanda, N., Zikra, Z. A., Anwar, Z. A., Amanda, L. P., Syahfitri, T., ... & Marsanda, Y. (2025). Permainan tradisional dalam budaya dan peningkatan interaksi sosial anak. Jurnal Padamu Negeri, 2(4), 38–43. https://doi.org/10.69714/b1tpwq79

Copeland, L., Willis, S., Hewitt, G., Edwards, A., Jones, S., Page, N., ... & Evans, R. (2024). School?and community?based counselling services for children and young people aged 7–18 in the UK: A rapid review of effectiveness, implementation and acceptability. Counselling and Psychotherapy Research, 24(2), 419–458. https://doi.org/10.1002/capr.12688

Handayani, N. A., Pamungkas, J., & Maryatun, I. B. (2024). Implementation of free expression approach in dance learning for developing children’s creativity: A case study at kindergarten. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 5(4), 667–677. https://www.jiecr.org/index.php/jiecr/article/view/2081

Hariswari, K. P., & Sanit, F. N. (2026). Local culture-based dance learning innovation through Tari Kreasi Tenun. Inovasi Kurikulum, 23(1), 179–196. https://ejournal-hipkin.or.id/index.php/jik/article/view/202

Hera, T. (2023). Pendidikan seni berbasis masyarakat: Sebuah pewarisan, apresiasi, arena ekspresi kreatif. In Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (Vol. 6, No. 1, pp. 831–839). https://proceedings.unnes.ac.id/snpasca/article/view/2226

Joshanda, N. S., Adrias, A., & Zulkarnaini, A. P. (2025). Pengaruh penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak usia SD. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 181–193. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/23865

Lubis, H. Z., Roaina, L., Lubis, N. A., & Amarisa, Y. (2024). Analisis peran tari dalam mengembangkan keterampilan sosial anak di TK Anline. Childhood Education: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 246–254. https://doi.org/10.53515/cej.v5i2.6063

Ngo, B., Maloney Leaf, B., & Chandara, D. (2023). Immigrant educators as curriculum texts: The praxis within co-ethnic community-based arts programs. Journal of Curriculum and Pedagogy, 20(2), 160–184. https://doi.org/10.1080/15505170.2021.2022036

Pressilia, A. P., & Yuliastuti, N. (2023). Strategi peningkatan lingkungan bermain ramah anak di Kota Semarang berdasarkan model Bullerby. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 19(2), 532–548.

https://jurnal.uns.ac.id/region/article/view/71962

Ratnawati, I., Irafahmi, D. T., Wardhana, M. I., Al Khindi, N. I., & Fadillah, N. P. (2026). Model pembelajaran terapi seni anak berbasis edusosiopreneurship untuk penguatan identitas budaya siswa SD Pacitan. Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 126–136. https://doi.org/10.24036/abdi.v8i1.1706

Safitri, S., Hikmah, N., Ginting, K. B., & Prabudi, M. I. (2025). Peran sanggar tari sebagai ruang tumbuh kreativitas dan semangat belajar kesenian anak-anak di Sanggar Melati Suci Binjai. Mesada: Journal of Innovative Research, 2(2), 726–736. https://ziaresearch.or.id/index.php/mesada/article/view/169

Sandriani, S. T., Hariyadi, H., & Rizkidarajat, W. (2025). Peran komunitas seni mural Soloissolo dalam pembentukan ruang publik di Surakarta. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(1), 235–246. https://doi.org/10.54082/jupin.572

Siregar, M. E., & Anggraini, E. S. (2025). Analisis kreativitas anak usia 5–6 tahun dalam pembelajaran seni tari di TK Santo Thomas 2. Adiba: Journal of Education, 4(4), 266–276. https://wikep.net/index.php/ADIBA/article/view/232

Suci, D. W. (2023). Penggunaan seni musik dalam mendukung perkembangan kognitif dan emosional siswa SD. Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP), 1(2), 49–52. https://doi.org/10.69688/jpip.v1i2.15

Suryani, N., & Evadila, E. (2025). Transformasi nilai Islami dalam pendidikan nonformal melalui Tari Zapin Pecah Dua Belas di Pekanbaru. Jurnal Metamorfosa, 13(1), 72–84. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v13i1.3239

Wafa, M. S., Qonita, Y. R. A., Widiastuti, T., Zayyana, A., & Aristiyanto, R. (2025). Studi literatur: Pembelajaran seni tari untuk peningkatan kreativitas visual dan kinestetik di tingkat sekolah dasar. Aplikasi Riset Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, 1(2), 140–156. https://doi.org/10.28918/artik.v1i2.12932

Widjayatri, R. D., Pangestu, F. G., Purnama, N., Nurlaela, S., Husna, T., & Aditya, W. (2023). Permainan tradisional bakiak dalam mengembangkan kemampuan sosial anak usia dini. Tunas Siliwangi: Jurnal Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Siliwangi Bandung, 9(2), 74–91. https://e-journal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/tunas-siliwangi/article/view/3832

Zuhriyah, D. E. F., Mamesah, M. F. A. S. I., Ramadhani, N. R. F., Auliarahma, S., Khoiruna, N. B., Munjiyat, S. N., ... & Royyan, N. N. A. (2025). Analisis filsafat pendidikan John Dewey melalui konsep learning by doing dalam pendidikan modern. Indonesian Journal of Multidisciplinary Studies, 1(3), 1–20. https://e-journal.epistemeacademia.org/index.php/IJMS/article/view/24

Žarnauskait?, M. (2023). Young children's creativity education in the context of Lithuania: A systematic review. Thinking Skills and Creativity, 48, 101310. https://doi.org/10.1016/j.tsc.2023.101310

Downloads

Published

2026-06-02

How to Cite

Diantara, N. F., Lestari, D. J., permanasari, A. triena, & Majid, A. D. (2026). PERAN KOMUNITAS SANGGAR GURIANG TUJUH INDONESIA SEBAGAI RUANG TUMBUH ALTERNATIF BERMAIN ANAK. EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran , 6(3), 1364–1376. https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.10660

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.