PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENDALIKAN DIRI ANAK USIA 5 – 6 TAHUN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR DI TK SUNAN AMPEL

Authors

  • Fatmawati Fatmawati Universitas PGRI Argopuro Jember

DOI:

https://doi.org/10.51878/educational.v6i2.11030

Keywords:

anak usia dini, gobak sodor, kemampuan mengendalikan diri, permainan tradisional

Abstract

This study was designed to develop self-regulation skills in children aged 5–6 years through the application of the traditional game of gobak sodor at TK Sunan Ampel Jatisari. The research design employed was Classroom Action Research (CAR) referring to the Kemmis & McTaggart model, which encompasses four cyclical stages comprising planning, action implementation, observation, and reflection. The research subjects consisted of 15 children, with data collected through structured observation based on three primary indicators, namely the ability to wait one's turn, emotional management, and collaborative skills. The research findings reveal a significant improvement in children's self-regulation abilities, from 60% in Cycle I to 80% in Cycle II. Similar improvements were also recorded across all indicators: the ability to wait one's turn increased from 67% to 87%, emotional self-control from 53% to 80%, and cooperative skills from 60% to 80%. These findings indicate that gobak sodor exerts a positive impact on the development of self-regulation in early childhood. Through the game's structure, which prioritizes rules and cooperation, children gain direct experience in managing emotions, regulating behavior, and adhering to shared agreements. Therefore, gobak sodor merits consideration as an alternative learning strategy for strengthening the social-emotional aspects of early childhood development.

ABSTRAK

Penelitian ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan regulasi diri (self-regulation) pada anak usia 5–6 tahun melalui pemanfaatan permainan tradisional gobak sodor di TK Sunan Ampel Jatisari. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu pada model Kemmis & McTaggart, yang mencakup empat tahapan siklikal meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak, dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur berdasarkan tiga indikator utama, yaitu kemampuan menunggu giliran, pengelolaan emosi, dan kecakapan berkolaborasi. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan regulasi diri anak, dari 60% pada Siklus I menjadi 80% pada Siklus II. Peningkatan serupa juga tercatat pada seluruh indikator: kemampuan menunggu giliran meningkat dari 67% menjadi 87%, pengendalian emosi dari 53% menjadi 80%, serta kemampuan bekerja sama dari 60% menjadi 80%. Temuan ini mengindikasikan bahwa gobak sodor memberikan dampak positif terhadap pengembangan self-regulation anak usia dini. Melalui struktur permainan yang mengedepankan aturan dan kerja sama, anak memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola emosi, mengatur perilaku, dan menaati kesepakatan bersama. Oleh karena itu, gobak sodor layak dipertimbangkan sebagai alternatif strategi pembelajaran dalam penguatan aspek sosial-emosional anak usia dini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aulia, D., & Sudaryanti, S. (2023). Peran permainan tradisional dalam meningkatkan sosial emosional anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4565–4574. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.4056

Ashar, A. M. (2024). Menggali emosi dari tradisi dengan menganalisis permainan tradisional sebagai sarana penguatan sosial anak TK. EDULEC Journal: Education, Language, and Culture Journal, 5(2), 217–228. https://doi.org/10.56314/edulec.v5i2.355

Astriani, D. (2022). Play therapy dengan permainan tradisional “Gobak Sodor” untuk meningkatkan regulasi diri pada anak dengan tanggung jawab rendah. Procedia: Studi Kasus dan Intervensi Psikologi, 10(3), 98–102. https://doi.org/10.22219/procedia.v10i3.17460

Batubara, L. F., Agustini, R., & Lubis, J. N. (2023). Meningkatkan perkembangan sosial emosional anak melalui metode cerita. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 5961–5972. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.5336

Blair, C., & Raver, C.C. (2015). School readiness and self-regulation: A developmental psychobiological approach. Annual Review of Psychology, 66, 711–737. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-010814-015221

Diamond, A. (2020). Executive functions. Handbook of Clinical Neurology, 173, 225–240. https://doi.org/10.1016/B978-0-444-64150-2.00020-4

Durlak, J. A., Weissberg, R. P., & Pachan, M. (2010). A meta-analysis of after-school programs that seek to promote personal and social skills in children and adolescents. American Journal of Community Psychology, 45(3–4), 294–309. https://doi.org/10.1007/s10464-010-9300-6

Erwanda, D. R., & Sutapa, P. (2023). Pengembangan media permainan tradisional gobak sodor untuk meningkatkan motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 3323–3334. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4562

Febyarum, L., & Ichsan, I. (2023). Permainan gobak sodor untuk mengembangkan sikap kerjasama pada anak usia dini. JEA (Jurnal Edukasi AUD), 9(2), 71–78. https://doi.org/10.18592/jea.v9i2.7768

Harianja, A. L., Siregar, R., & Lubis, J. N. (2023). Upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini melalui bermain peran. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4871–4880. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.5159

Howard, S. J., Vasseleu, E., Neilsen-Hewett, C., de Rosnay, M., Chan, A. Y. C., Johnstone, S., Mavilidi, M., Paas, F., & Melhuish, E. C. (2021). Executive function and self-regulation: Bi-directional longitudinal associations and prediction of early academic skills. Frontiers in Psychology, 12, 733328. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.733328

Iswinarti, I., & Laily, W. N. (2024). Increasing moral emotions through traditional games of gobak sodor and bentengan using the experiential learning method. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(1), 54–68. https://doi.org/10.23917/indigenous.v9i1.4490

Kamil, N., Wahyuni, S., Zahrah, F., & Azzam, D. A. (2025). Aktivitas fisik dan permainan konstruktif dalam pengembangan regulasi diri dan pemecahan masalah anak usia dini. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. https://journal.uinsi.ac.id/index.php/bocah/article/view/11993

Korucu, I., Ayturk, E., Finders, J. K., Schnur, G., Bailey, C. S., Tominey, S. L., & Schmitt, S. A. (2022). Self-regulation in preschool: Examining its factor structure and associations with pre-academic skills and social-emotional competence. Frontiers in Psychology, 12, 717317. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.717317

McClelland, M. M. (2021). Development and self-regulation. In Handbook of self-regulation of learning and performance (2nd ed.).

Muthmainah, M. (2022). Analisis perkembangan sosial emosional anak taman kanak-kanak selama masa pandemi. Kumara Cendekia, 10(2), 152–162. https://doi.org/10.20961/kc.v10i2.61062

Nugraheni, A., Rahmawati, A., & Pudyaningtyas, A. R. (2021). Hubungan antara regulasi diri dengan kesiapan sekolah anak usia 5–6 tahun. Kumara Cendekia, 9(3), 162–170. https://jurnal.uns.ac.id/kumara/article/view/51491

Oktilenia, T., & Zulkarnaen, Z. (2024). Pengaruh gadget pada perkembangan sosial anak usia dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 357–365. https://doi.org/10.37985/murhum.v5i1.544

Pediatrics, A. A. (2023). Media and young minds: Policy statement. Pediatrics Journal. https://doi.org/10.1542/peds.2016-2593

Pramesti, A. A., & Waluyo, E. (2023). Efektivitas self regulated learning terhadap capaian pembelajaran anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 6855–6866. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5699

Pratiwi, I., & Bachri, B. S. (2024). Pengenalan kembali permainan tradisional untuk mengalihkan ketergantungan anak pada gadget. Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan, 3(7), 4. https://doi.org/10.17977/um066v3i72023p4

Ramadhani, P. R., & Fauziah, P. Y. (2020). Hubungan sebaya dan permainan tradisional pada keterampilan sosial dan emosional anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 1011–1020. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.502

Wahjusaputri, S., Ernawati, E., Wahyuni, Y., & Wahyuni, I. (2024). Penerapan pendekatan play-based learning dalam meningkatkan minat belajar siswa. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 112–121. https://doi.org/10.37985/murhum.v5i1.489

Walog et al. (2024). Building social-emotional foundations in early childhood education: Approaches and outcomes. Journal of Humanities and Social Science Studies, 6(9), 144–150. https://doi.org/10.32996/jhsss.2024.6.9.16

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Fatmawati, F. (2026). PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENDALIKAN DIRI ANAK USIA 5 – 6 TAHUN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR DI TK SUNAN AMPEL. EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran , 6(2), 1288–1303. https://doi.org/10.51878/educational.v6i2.11030

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.