PEMBERIAN KONSELING DENGAN PENDEKATAN CLIENT CENTERED THERAPY PADA KASUS PERNIKAHAN USIA DINI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DI KABUPATEN SIKKA
DOI:
https://doi.org/10.51878/community.v5i1.6206Keywords:
Konseling Client centered therapy, Masalah Pernikahan, UPTD PPAAbstract
Complex marital problems require interventions that focus on individual empowerment. This study aims to evaluate in depth the effectiveness of counseling with the Client-Centered Therapy (CCT) approach in handling marital cases at the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA) of Sikka Regency. This approach is based on the core principles of empathy, unconditional acceptance, and deep understanding, which view clients as whole individuals with the capacity to grow and make the best decisions for themselves. The counseling process focuses on building a safe and non-judgmental therapeutic relationship, so that clients can freely explore various complex feelings related to their marriage, such as inner conflict, disappointment in the relationship, or pressure from the environment. The results of the study indicate that the CCT approach is significantly effective in helping clients articulate their problems and find authentic solutions according to their values ??and needs. This contributes directly to improving emotional well-being, reducing stress levels, and strengthening clients' capacity to make wiser and more constructive decisions about the future of their relationship.
ABSTRAK
Permasalahan pernikahan yang kompleks menuntut intervensi yang berfokus pada pemberdayaan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam efektivitas konseling dengan pendekatan Client-Centered Therapy (CCT) dalam menangani kasus-kasus pernikahan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Sikka. Pendekatan ini berlandaskan pada prinsip inti yaitu empati, penerimaan tanpa syarat, dan pemahaman mendalam, yang memandang klien sebagai individu utuh dengan kapasitas untuk bertumbuh dan mengambil keputusan terbaik bagi dirinya. Proses konseling difokuskan untuk membangun hubungan terapeutik yang aman dan non-judgmental, sehingga klien dapat secara bebas mengeksplorasi berbagai perasaan yang kompleks terkait pernikahannya, seperti konflik batin, kekecewaan dalam hubungan, atau tekanan dari lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CCT secara signifikan efektif dalam membantu klien mengartikulasikan masalahnya dan menemukan solusi yang otentik sesuai dengan nilai serta kebutuhannya. Hal ini berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan emosional, penurunan tingkat stres, dan penguatan kapasitas klien untuk mengambil keputusan yang lebih bijak dan konstruktif mengenai masa depan hubungannya.
Downloads
References
Andriati, S. L., et al. (2022). Implementasi perubahan batas usia perkawinan menurut UU No. 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Binamulia Hukum, 11(1), 59. https://doi.org/10.37893/jbh.v11i1.673
Arianty, F. (2024). Implementation challenges and opportunities CoreTax administration system on the efficiency of tax administration. Jurnal Vokasi Indonesia, 12(2), 98. https://doi.org/10.7454/jvi.v12i2.1227
Ayuni, A., et al. (2024). Pola pendidikan inklusif (studi bagi anak yang mengalami emosional dan perilaku). Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 131. https://doi.org/10.52166/tabyin.v6i01.609
Corey, G. (2013). Theory and practice of counseling and psychotherapy (9th ed.). Brooks/Cole.
Gea, E., et al. (2023). Peran gereja dalam membentuk karakter remaja Kristen di era kontemporer. Sabda: Jurnal Teologi Kristen, 4(2), 133. https://doi.org/10.55097/sabda.v4i2.89
Irman, I., et al. (2021). The effectiveness of Islamic premarriage counseling to readiness for household life. Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan, 5(2), 96. https://doi.org/10.31958/jsk.v5i2.4730
Isma, A. (2023). Peta permasalahan pendidikan abad 21 di Indonesia. Jurnal Pendidikan Terapan, 1(3), 11. https://doi.org/10.61255/jupiter.v1i3.153
Kamal, S. M. M. (2012). Child marriage and reproductive outcomes in Bangladesh. Asia-Pacific Journal of Public Health, 24(2), 265–277.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2021). Data dan informasi perkawinan anak di Indonesia. KemenPPPA.
Kusmardani, A., et al. (2022). Philosophy of marriage as a means of family building and social transformation. Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation, 2(4), 517. https://doi.org/10.35877/454ri.daengku1102
Nishat, N., et al. (2020). Empowering tertiary level students to solve their own study-related problems to improve study performance. Journal of Applied Research in Higher Education, 12(5), 1117. https://doi.org/10.1108/jarhe-07-2018-0136
Niswah, M. (2016). Permainan halang rintang terhadap kemampuan gerak dasar lokomotor anak autis. JPK: Jurnal Pendidikan Khusus, 8(1).
Patel, A. (2017). Person of the month: Carl R. Rogers (1902-1987). International Journal of Indian Psychology, 4(2). https://doi.org/10.25215/0402.001
Pujiono, A., & Andrikho, A. (2022). Peranan PAK dewasa dalam menumbuhkan kesadaran spiritualitas dewasa madya untuk menghadapi krisis di masa dewasa lanjut. Jurnal Teologi Injili, 2(2), 139. https://doi.org/10.55626/jti.v2i2.30
Riftiansyah, R., et al. (2023). Tradisi seserahan dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal menurut pandangan Islam. Jurnal Citizenship Virtues, 3(1), 425. https://doi.org/10.37640/jcv.v3i1.1720
Riswandi, R., et al. (2025). Analisis perspektif mahasiswa muslim Gen-Z terhadap isu marriage is scary. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 5(1), 10. https://doi.org/10.53299/jppi.v5i1.893
Sari, I. B., et al. (2022). Pengaruh pemahaman tentang ciri jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:41-47 terhadap spiritualitas jemaat. Miktab: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 2(1), 69. https://doi.org/10.33991/miktab.v2i1.380
Sass, C., et al. (2022). Delivering effective counselling for people with dementia and their families: Opportunities and challenges. Counselling and Psychotherapy Research, 22(1), 175. https://doi.org/10.1002/capr.12421
Setyanto, A. T. (2023). Deteksi dini prevalensi gangguan kesehatan mental mahasiswa di perguruan tinggi. Wacana, 15(1), 66. https://doi.org/10.20961/wacana.v15i1.69548
Shofiya, D., et al. (2024). The onset lactation, early initiation breastfeeding, and frequency of antenatal care as determinants of successful exclusive breastfeeding in primipara mothers. Amerta Nutrition, 8(2), 15. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2sp.2024.15-24
Surata, I. G. (2021). Keabsahan perkawinan berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Kertha Widya: Jurnal Hukum, 9(1), 1. https://doi.org/10.37637/kw.v9i1.780
Syarif, M. (2023). Dampak perceraian terhadap psikologis, emosional dan mental anak dalam perspektif hukum Islam. Syariah: Journal of Islamic Law, 4(2), 38. https://doi.org/10.22373/sy.v4i2.580
Umar, M. (2020). Marriage and divorce: How the two manifest within the Banjarise community in Indonesia. The Journal of Social Sciences Research, 6(3), 245. https://doi.org/10.32861/jssr.63.245.251
UNICEF. (2020). COVID-19: A threat to progress against child marriage. United Nations Children’s Fund.
Wahyudi, W., & Lestari, I. (2019). Pengaruh modul praktikum optika berbasis inkuiri terhadap keterampilan proses sains dan sikap ilmiah mahasiswa. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Keilmuan (JPFK), 5(1), 33. https://doi.org/10.25273/jpfk.v5i1.3317
Zakariya, D. M., & Aziz, M. I. A. (2020). Bimbingan dan konseling Islam dengan cognitive behavior theraphy untuk mencegah anxiety (masalah kesehatan mental) seorang siswa di Pondok Pesantren Islam Salman Al-Farisi Karanganyar Solo. Tadarus, 9(2). https://doi.org/10.30651/td.v9i2.6756
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













