BIOGROW-REJO (BIO ORGANIC GROWTH REJOMULYO): INOVASI PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN REJOMULYO

Authors

  • Iwang Davi Setiawan Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Risa Annisa Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Bunga Indah Nurrosanty Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Meta Reni Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Mulyadi Mulyadi Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Enisa Indriani Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Fitria Maylanda Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Lidia Nabela Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Ahmad Fahrezi Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Leny Marlina Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/community.v7i1.16527

Keywords:

BIOGROW-REJO, limbah organik rumah tangga, pupuk organik cair, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah

Abstract

Household organic waste management remains a persistent environmental issue in Rejomulyo Village, South Metro District, Metro City. Limited community capacity in sorting and processing domestic organic residues results in biodegradable resources accumulating in residential environments. The BIOGROW-REJO (Bio Organic Growth Rejomulyo) initiative was executed as a community empowerment intervention to enhance domestic knowledge and practical capabilities in converting household kitchen waste into liquid organic fertilizer (LOF). The community project was conducted on 27 July 2026 through an active participatory framework engaging municipal officials, neighborhood leaders, farmer groups, youth organizations, and family welfare empowerment women. The intervention stages encompassed initial baseline observation, stakeholder coordination, educational socialization, method demonstration, guided group practice in three designated units, and comprehensive evaluation utilizing pre-test, post-test, and a five-indicator skill observation rubric administered to 14 focal participants. Cognitive evaluation results revealed an increase in the mean knowledge score from 85.00% in the pre-test to 93.57% in the post-test, representing an improvement of 8.57 percentage points. Observable behavioral outputs demonstrated that all participant clusters successfully generated 15 liters of active fermentation mash, with 100% of participants accurately sorting organic ingredients and concocting bio-activator mixtures. This community initiative confirms that direct hands-on training effectively elevates local technical capacity in home-scale organic recycling. However, sustainable residential waste reduction at scale requires continued institutional mentoring, laboratory nutrient verification, and disciplined domestic segregation protocols.

ABSTRAK

Pengelolaan limbah organik rumah tangga masih menjadi persoalan lingkungan di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro. Keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam memilah dan memanfaatkan limbah organik menyebabkan bahan berpotensi guna masih berakhir menumpuk di lingkungan. Program BIOGROW-REJO (Bio Organic Growth Rejomulyo) dilaksanakan sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC). Kegiatan dilaksanakan pada 27 Juli 2026 dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan unsur aparatur kelurahan, ketua RW/RT, kelompok tani, karang taruna, dan kelompok PKK. Tahapan program meliputi observasi awal, koordinasi, sosialisasi, demonstrasi, praktik mandiri terpandu dalam tiga kelompok, serta evaluasi berbasis pre-test, post-test, dan lembar observasi keterampilan lima indikator terhadap 14 peserta sasaran. Hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 85,00% pada pre-test menjadi 93,57% pada post-test atau mengalami kenaikan sebesar 8,57 poin persentase. Luaran keterampilan langsung tercermin dari keberhasilan seluruh kelompok menghasilkan 15 liter cairan fermentasi POC siap proses serta kemampuan 100% peserta memilah bahan dan menyiapkan aktivator secara tepat. Program ini membuktikan bahwa pelatihan terpadu efektif menumbuhkan kecakapan teknis awal masyarakat dalam mengolah limbah rumah tangga. Keberlanjutan reduksi timbulan sampah secara luas tetap memerlukan pendampingan berkala, pengujian mutu laboratorium, serta konsistensi pemilahan mandiri di tingkat keluarga.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anandyawati, A., Muktamar, Z., Susilo, A. T., & Utami, K. (2023). Pengembangan pupuk organik cair limbah rumah tangga sebagai upaya pengelolaan sampah skala rumah tangga di Desa Srikuncoro. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 850–858. https://doi.org/10.31604/jpm.v6i3.850-858

Aryati, F., Surya, A., Gunawan, K. R., Nabila, A. P., & Mutmainah, S. (2024). Pembuatan pupuk organik cair dari limbah sampah rumah tangga dengan penambahan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms). Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia, 4(1), 55–62. https://doi.org/10.56832/jpsi.v4i1.412

Deselina, Edi, S., & Wiryono. (2022). Pembuatan pupuk kompos cair dari limbah buah. Indonesian Journal of Community Empowerment and Service, 2(1), 6–11. https://doi.org/10.33369/ijces.v2i1.21405

Direktorat Sarana Produksi. (2006). Pupuk terdaftar. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Departemen Pertanian Republik Indonesia.

Gultom, E., Adiansyah, Purwandari, V., Lase, W., Agung, A. W., & Mendrofa, J. (2021). Pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair di Desa Nagori Bangun. Jurnal Abdimas Mutiara, 2(1), 477–480. https://doi.org/10.51544/jam.v2i1.1890

Hardiatmi, S. (2011). Pendukung keberhasilan pengelolaan sampah kota. INNOFARM: Jurnal Inovasi Pertanian, 10(1), 50–66. https://doi.org/10.33061/innofarm.v10i1.350

Harlianingtyas, I., Jumiatun, & Pertami, R. R. D. (2025). Pemberdayaan perempuan Desa Rambipuji melalui pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair. J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 10(3), 412–419. https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v10i3.4812

Jumarni, J., Yusuf, A. C., & Al-Amanah, H. (2024). Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Desa Bonto Karaeng melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga. I-Com: Indonesian Community Journal, 4(4), 1845–1853. https://doi.org/10.70609/icom.v4i4.5698

Jupri, A., Zulfiani, R., Fathurrahman, M., Sujendra, I. B. A., Rozi, T., & Hidayah, N. (2023). Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk cair dengan proses fermentasi menggunakan EM4 di Desa Paok Pampang Kecamatan Sukamulia Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(4), 1012–1018. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i4.6124

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2025). Capaian kinerja pengelolaan sampah nasional tahun 2025. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). https://sipsn.menlhk.go.id

Kurniawan, D., Yuliawati, R., Pramaningsih, V., Wahyuni, M., Habibi, M., Ramadhan, M. T. E., Suryati, F., & Adawiyah, R. (2022). Sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair serta aksi sosial pembersihan lingkungan. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(4), 1985–1991. https://doi.org/10.31764/jpmb.v6i4.11304

Moerdjoko, S., & Widyatmoko. (2002). Menghindari, mengolah dan menyingkirkan sampah. PT Dinastindo Adiperkasa Internasional.

Nalhadi, A., Syarifudin, Habibi, F., Fatah, A., & Supriyadi. (2020). Pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Wikrama Parahita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 43–46. https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i1.2134

Nur, T., Noor, A. R., & Elma, M. (2016). Pembuatan pupuk organik cair dari sampah organik rumah tangga dengan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms). Konversi, 5(2), 44–51. https://doi.org/10.20527/k.v5i2.4766

Prasetyawati, M., Sukwika, T., & Novianty. (2019). Pelatihan pembuatan pupuk cair dari bahan sampah organik di RPTRA Kelurahan Penggilingan. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.24853/semnaspk.1.1.1-7

Pratiwi, F. D., Tazkiyah, L., Marella, S., Rafelia, V., & Wahyuningtyas, D. (2024). Pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik cair di Desa Kepanjen. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri, 2(2), 125–132. https://doi.org/10.556442/jpmm.v2i02.823

Qomariyah, L., Annawaf, M. D., Lutfiani, L., Ristina, N., Aryani, Y. N., & Pamungkas, A. D. (2022). Empowering Geduang Village community through the establishment of a waste bank. Community Empowerment, 7(10), 1651–1658. https://doi.org/10.31603/ce.6872

Rohmadi, M., Septiana, N., & Astuti, P. A. P. (2022). Pembuatan pupuk organik cair dan kompos dari limbah organik rumah tangga. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(4), 880–886. https://doi.org/10.14710/jil.20.4.880-886

Suryati, T. (2009). Bijak dan cerdas mengolah sampah: Membuat kompos dari sampah rumah tangga. Agromedia Pustaka.

Yuwono, T. (2006). Kecepatan dekomposisi dan kualitas kompos sampah organik. Jurnal Inovasi Pertanian, 4(2), 120–131. https://doi.org/10.33061/jip.v4i2.215

Downloads

Published

2026-11-05

How to Cite

Setiawan, I. D., Annisa, R., Nurrosanty, B. I., Reni, M., Mulyadi, M., Indriani, E., … Marlina, L. (2026). BIOGROW-REJO (BIO ORGANIC GROWTH REJOMULYO): INOVASI PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN REJOMULYO. COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 63–72. https://doi.org/10.51878/community.v7i1.16527

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.