PRAKTIK GACHA DALAM GAME ONLINE PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: ANALISIS HADIS TERHADAP UNSUR GHARAR DAN MAISIR
DOI:
https://doi.org/10.51878/teacher.v6i3.12796Keywords:
Gacha, Game online, Hukum Islam, Gharar, Maisir, Hadis Kontemporer, Fikih MuamalahAbstract
The gacha practice in online games is a growing digital transaction phenomenon that has sparked serious debate in Islamic law. This study aims to analyze the gacha practice from the perspective of Islamic law, particularly through hadith analysis of the elements of gharar (uncertainty) and maisir (speculation/gambling), and to examine their implications within fiqh muamalah and maqashid shariah. This study employs a qualitative method using a library research approach. Primary data were obtained from the hadiths of the Prophet Muhammad (peace be upon him) in authoritative hadith collections, while secondary data were drawn from books on muamalah fiqh, Islamic economics, and SINTA-accredited scientific journals published between 2021 and 2026. Data analysis was conducted using a descriptive-analytical method. The results indicate that the gacha system contains elements of gharar, evidenced by uncertainty regarding the object of contract, quality, value, and benefit of the transaction. Furthermore, the gacha system contains elements of maisir, reflected in the dominance of luck, imbalance between cost and benefit, and compulsive consumption patterns triggered by the near miss effect. Both elements coexist and mutually reinforce each other within a single transaction. Within the framework of fiqh muamalah and maqashid shariah, gacha practices potentially contradict the principles of hifz al-mal and hifz al-aql, leading the majority of Islamic scholars to rule it as haram or syubhat that must be avoided.
ABSTRAK
Praktik gacha dalam game online merupakan fenomena transaksi digital yang terus berkembang dan menimbulkan perdebatan serius dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik gacha berdasarkan perspektif hukum Islam, khususnya melalui analisis hadis terhadap unsur gharar (ketidakjelasan) dan maisir (spekulasi/perjudian), serta meninjau implikasinya dalam fikih muamalah dan maqashid syariah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari hadis-hadis Nabi saw. dalam kitab hadis mu'tabar, sedangkan data sekunder bersumber dari buku fikih muamalah, ekonomi syariah, dan jurnal ilmiah terakreditasi SINTA terbitan 2021–2026. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem gacha mengandung unsur gharar karena terpenuhinya indikator ketidakjelasan objek akad, kualitas, nilai, dan manfaat transaksi. Selain itu, sistem gacha juga mengandung unsur maisir yang tampak pada dominasi faktor keberuntungan, ketimpangan antara biaya dan manfaat, serta pola konsumsi kompulsif akibat efek near miss. Kedua unsur ini hadir secara bersamaan dan saling memperkuat dalam satu transaksi. Dalam bingkai fikih muamalah dan maqashid syariah, praktik gacha berpotensi bertentangan dengan prinsip hifz al-mal dan hifz al-’aql, sehingga mayoritas ulama menghukuminya haram atau syubhat yang wajib dihindari.
Downloads
References
Al Ayyubie, B. (2023). Fikih digital milenial: Sistem gacha pada game online eFootball Champion Squads. At-Ta'awun: Jurnal Muamalah dan Hukum Islam, 2(2), 233–242. https://www.researchgate.net/publication/393316834
Auda, J. (2021). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law. The International Institute of Islamic Thought (IIIT).
Azizi, M., & Darta, A. (2025). Pemahaman hadis tentang maisir dan relevansinya terhadap judi online: Analisis pandangan ulama klasik dan kontemporer. Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora, 11(2), 948–960. https://doi.org/10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.4308
Az-Zuhaili, W. (2021). Al-Fiqh al-Islami wa adillatuhu (Juz 5). Dar al-Fikr.
Basyariah, N. (2022). Larangan jual beli gharar: Kajian hadis ekonomi tematis bisnis di era digital. Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, 7(1), 40–58. https://doi.org/10.14421/mjsi.71.2902
Fajri, A. K., Kurniati, & Mustafa, Z. (2025). Telaah sosiologis atas fenomena judi online dan upaya pemberantasannya perspektif maqashid syariah. Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah, 11(1), 54–63. https://doi.org/10.37567/shar-e.v11i1.3960
Febriandika, N. R., Majid, N., & Kumar, R. (2022). Review of Islamic law on microtransaction contracts in the gacha system. Borobudur Law Review, 4(2), 86–98. https://doi.org/10.31603/burrev.6789
Gozaly, A. Y., Tamba, D. A., & Syarif, N. (2025). Konsep maisir dalam pandangan fukaha dan relevansinya pada asuransi konvensional. Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam, 6(1), 45–57. https://doi.org/10.36701/bustanul.v6i1.1862
Habibi, N., Hariastuti, R. T., & Rusjino. (2022). Dampak negatif online game terhadap remaja. Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik), 6(1), 30–35. https://doi.org/10.26740/bikotetik.v6n1.p30-35
Herman, H., & Anatasya, A. E. F. (2025). Perlindungan konsumen online dalam perspektif maq??id al-shar?'ah: Studi sosio-legal di Indonesia. Qisthosia: Jurnal Syariah dan Hukum, 6(1), 50–60. https://doi.org/10.46870/jhki.v6i1.1552
Ishak, M. N., & Siregar, M. R. (2025). Tafsir hadis tentang transaksi online dalam ekonomi syariah: Studi larangan gharar di era digital. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, 6(4), 1231–1242. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/iqtishaduna/article/view/58264/22652
Malik, M., & Al Munawar, F. A. (2025). Keabsahan transaksi jual beli item dalam game Mobile Legend dengan sistem gacha perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan fikih muamalah. Journal of Islamic Business Law, 9(2), 101–112. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/jibl/article/view/13410
Mawarni, I., Fahrurrozi, & Muhtadi, R. (2025). Perilaku konsumtif mahasiswa Gen Z pengguna TikTok Shop: Analisis perspektif maqashid syariah. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 5(2), 1194–1208. https://lptnunganjuk.com/ojs/index.php/kartika/article/view/293
Mubarok, F. H. (2021). Hubungan antara kecanduan game online dengan pembelian impulsif perangkat game pada mahasiswa. Acta Psychologia, 3(1), 69–80. https://doi.org/10.21831/ap.v3i1.40025
Muslim, A.-H. al-N. (n.d.). Shahih Muslim, Kitab al-Buyu'. Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi.
Prayogo, D., Priharsari, D., & Perdanakusuma, AR. (2022). Eksplorasi faktor yang mempengaruhi minat pembelian gacha pada game online. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 6(7), 3189–3198. https://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/11302
Putri, M., Rahmawati, Anwar, A., Haq, I., & Zulfahmi, A. R. (2023). Critical review of the legal regulation of microtransaction gacha: A comparative study of Islamic criminal law and national criminal law. Al-Risalah: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 23(2), 183–198. https://doi.org/10.24252/al-risalah.vi.39934
Rozalinda. (2019). Fikih ekonomi syariah (2nd ed.). Rajawali Pers.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif (3rd ed.). Alfabeta.
Tona, T. I. (2022). Praktik gharar dan maisir era modern. Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah, 14(2), 163–176. https://doi.org/10.20414/mu.v14i2.5504
Woods, O. (2022). The economy of time, the rationalisation of resources: Discipline, desire and deferred value in the playing of gacha games. Games and Culture, 17(7–8), 1075–1092. https://doi.org/10.1177/15554120221077728
Zed, M. (2022). Metode penelitian kepustakaan (3rd ed.). Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














