NILAI MORAL DALAM FILM GARA-GARA WARISAN KARYA MUHADKLY ACHO SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH

Authors

  • Syalomita Taroreh Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa & Seni, Universitas Negeri Manado, Indonesia
  • Wimsje Palar Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa & Seni, Universitas Negeri Manado, Indonesia
  • Intama Polii Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa & Seni, Universitas Negeri Manado, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/strategi.v6i3.12581

Keywords:

Moral, Nilai-Nilai, Film “Gara-Gara Warisan”

Abstract

The integration of moral values into literature learning is an essential strategy for strengthening students' character development. As an audiovisual literary work, film has the potential to convey moral messages that are closely related to everyday life and can therefore be utilized as an effective learning medium. This study aims to describe the moral values contained in the film Gara-Gara Warisan directed by Muhadkly Acho and to explain their implications for literature learning in schools. This research employed a qualitative descriptive method, with Gara-Gara Warisan serving as the primary data source. Data were collected through documentation and analyzed using qualitative data analysis involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal five major moral values portrayed in the film: mutual respect, family values, honesty, cooperation, and tolerance. These values are reflected through the characters' dialogues, actions, conflicts, and interactions, emphasizing the importance of respect, collaboration, and responsibility in social life. The study concludes that Gara-Gara Warisan has strong potential as a contextual medium for literature learning to support character education, enhance literary appreciation, and help students internalize moral values through meaningful learning experiences.

ABSTRAK

Penanaman nilai moral dalam pembelajaran sastra menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung penguatan karakter peserta didik. Film sebagai karya sastra audiovisual memiliki potensi untuk menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam film Gara-Gara Warisan karya Muhadkly Acho serta menjelaskan implikasinya dalam pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa film Gara-Gara Warisan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut memuat lima nilai moral utama, yaitu saling menghargai, kekeluargaan, kejujuran, gotong royong, dan toleransi. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui dialog, tindakan, konflik, serta interaksi antartokoh yang menggambarkan pentingnya sikap saling menghormati, kerja sama, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa film Gara-Gara Warisan memiliki potensi sebagai media pembelajaran sastra yang kontekstual untuk mendukung penguatan pendidikan karakter, meningkatkan apresiasi sastra, serta membantu peserta didik menginternalisasi nilai-nilai moral melalui pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azahra, E. S., Saepudin, A., & Mulyani, D. (2026, February). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Film Nussa The Movie Melalui Tinjauan Semiotika Pierce. In Bandung Conference Series: Islamic Education (Vol. 6, No. 1).

Azizah, A. P., & Nursaid. (2024). Nilai-nilai moral dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo dan implikasinya dalam pembelajaran teks novel. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1). https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.12481

Bertens, K. (2013). Etika. Gramedia Pustaka Utama.

Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian sastra. CAPS.

Hidayat, R. N., Yunus, A. F., & Asri, A. (2026). Nilai moral dalam film Uang Panaik Mahal karya Asril Sani dan Halim Gani Safia. Titik Dua: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1). https://doi.org/10.59562/titikdua.v0i0.82063

Khan, S., Paath, R. C., & Rotty, V. N. J. (2022). Analisis nilai moral dalam film Dua Garis Biru karya Gina S. Noer dan implikasinya pada pembelajaran sastra. Kompetensi, 1(9), 780–785. https://doi.org/10.53682/kompetensi.v1i09.2898

Kusmiyati, Y. D., Katuuk, K. A., & Meruntu, O. S. (2025). Analisis pesan moral dalam film Penyalin Cahaya karya Henricus Wregas Bhanuteja dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di tingkat perguruan tinggi. Kompetensi, 4(7). https://doi.org/10.53682/kompetensi.v4i7.9072

Lickona, T. (2013). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Nurgiyantoro, B. (2018). Sastra anak: Pengantar pemahaman dunia anak. Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, B. (2019). Teori pengkajian fiksi (Edisi revisi). Gadjah Mada University Press.

Patria, A., Fuad, M., & Karomani. (2014). Nilai moral dalam novel Sang Pencerah dan implikasinya pada pembelajaran sastra. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(2). https://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/BINDO/article/view/7637

Prastyaningsih, H., & Anggraini, N. (2024). Nilai moral dalam film pendek Topi (Tindak, Tanduk, Subasita) karya Paniradya Kaistimewan dan implikasinya pada pembelajaran menulis cerpen di SMP. REFEREN, 4(2). https://doi.org/10.22236/referen.v4i2.19948

Rahayu, A. G., Musdikawati, S., & Kurnia. (2022). Analisis fungsi dan nilai moral dalam film Dua Garis Biru karya Gina S. Noer: Kajian sosiologi sastra. Journal Peqguruang: Conference Series, 4(1). https://journal.lppm-unasman.ac.id/index.php/peqguruang/article/view/2550

Ratna, N. K. (2021). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Pustaka Pelajar.

Sagala, I. W., Hasibuan, R., & Panggabean, S. (2022). Analisis unsur intrinsik, nilai moral, dan nilai budaya dalam film Tarung Sarung produksi Starvision: Kajian strukturalisme. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2). https://doi.org/10.31004/jptam.v6i2.4630

Salsabila, N. A., & Baadilla, I. (2023). Nilai moral film Pintu Surga Terakhir karya Fajar Bustomi dan pembelajaran sastra di SMA. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 13(2). https://doi.org/10.23969/literasi.v13i2.7950

Semi, M. A. (2012). Metode penelitian sastra. Angkasa.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sukarjo, G. K., Saddhono, K., & Wardani, N. E. (2024). Tindak tutur ekspresif dalam film Gara-Gara Warisan serta relevansinya pada materi drama di SMA. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 9(4), 828–836. https://doi.org/10.36709/bastra.v9i4.665

Umami, R., & Ichsan, A. S. (2024). Nilai Karakter Birrul Walidain dalam Film Gara-gara Warisan Karya Muhadikly Acho dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam. QuranicEdu: Journal of Islamic Education, 4(1), 46-70.

Downloads

Published

2026-06-28

How to Cite

Taroreh, S., Palar, W., & Polii , I. (2026). NILAI MORAL DALAM FILM GARA-GARA WARISAN KARYA MUHADKLY ACHO SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH. STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi Dan Model Pembelajaran, 6(3), 923–932. https://doi.org/10.51878/strategi.v6i3.12581

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.