REKONSTRUKSI NILAI KETELADANAN PANEMBAHAN BODHO SEBAGAI INSTRUMEN PENGUATAN KARAKTER IPS

Authors

  • Pungky Mareta Arianti Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v6i3.11459

Keywords:

Rekonstruksi Nilai, Panembahan Bodho, Sejarah Lokal, Pendidikan Karakter, Pembelajaran IPS

Abstract

Social Studies learning has so far been theoretical and less than optimal in instilling character, while the flow of globalization has led to the erosion of noble values among the younger generation. On the other hand, the younger generation is also starting to lose connection with their local historical identity due to the phenomenon of generational amnesia. This study aims to reconstruct the exemplary values of the local figure Panembahan Bodho and formulate their potential as an instrument for character strengthening in Social Studies learning. The research employs a qualitative approach with a library research method. Data collection was conducted through the exploration of various primary and secondary literature sources, including theses, scientific journals, books, and historical documents related to Panembahan Bodho and the Nyadran tradition at Makam Sewu in Bantul, Yogyakarta. The data analysis technique uses content analysis with the Miles and Huberman model. The findings reveal three main results. First, the historical profile of Panembahan Bodho shows a figure as a student of Sunan Kalijaga who chose to dedicate himself to Islamic da'wah, with the nickname "Bodho" representing the values of humility and asceticism. Second, the exemplary values reconstructed include religious and humanistic values, simplicity and asceticism, servant leadership, mutual cooperation, and local wisdom. Third, these values have great potential to be integrated into Social Studies learning, covering aspects of local history, character education, strengthening social identity, and implementing the Pancasila Student Profile. This study concludes that the reconstruction of Panembahan Bodho's exemplary values contributes to enriching local wisdom-based Social Studies materials and serves as a strategy for strengthening students' character in the era of globalization.

ABSTRAK

Pembelajaran IPS selama ini masih bersifat teoretis dan kurang maksimal dalam penanaman karakter, sementara arus globalisasi telah menyebabkan lunturnya nilai-nilai luhur di kalangan generasi muda. Di sisi lain, generasi muda juga mulai kehilangan koneksi dengan identitas sejarah lokalnya akibat fenomena generational amnesia. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi nilai-nilai keteladanan tokoh lokal Panembahan Bodho serta merumuskan potensinya sebagai instrumen penguatan karakter dalam pembelajaran IPS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sumber literatur primer dan sekunder, termasuk skripsi, jurnal ilmiah, buku, dan dokumen sejarah terkait Panembahan Bodho serta tradisi Nyadran Makam Sewu di Bantul, Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, profil historis Panembahan Bodho menunjukkan sosok murid Sunan Kalijaga yang memilih mengabdikan diri dalam dakwah Islam, dengan julukan "Bodho" yang merepresentasikan nilai kerendahan hati dan asketisme. Kedua, nilai-nilai keteladanan yang direkonstruksi meliputi nilai religiusitas dan humanisme, kesederhanaan dan asketisme, kepemimpinan pelayanan, gotong royong, serta kearifan lokal. Ketiga, nilai-nilai tersebut memiliki potensi besar untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran IPS, mencakup aspek sejarah lokal, pendidikan karakter, penguatan identitas sosial, dan implementasi Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi nilai keteladanan Panembahan Bodho berkontribusi bagi pengayaan materi IPS berbasis kearifan lokal serta menjadi strategi penguatan karakter peserta didik di era globalisasi.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amarullah, R. Q., Ruslandi, R., Fadilah, R. M. Y., Ruswandi, U., & Erihadiana, M. (2024). Effective multicultural education strategies to enhance tolerance in Indonesian schools. Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal, 9(1), 142–151. https://doi.org/10.15575/ath.v9i1.28123

Ananda, L. J., Nurulanningsih, N., Asante, J. N., & Shah, N. M. (2025). Reviving local wis-dom: Teaching social values through Lampung in Indonesian education. Tekno-Pedagogi: Jurnal Teknologi Pendidikan, 15(1), 50–66. https://doi.org/10.22437/teknopedagogi.v15i1.42196

Anis, F., Nugroho, P. A., Hutami, T. S., Puspitaningrum, D. A., Nasution, N., & Katsuhisa, S. (2025). Integrating Gresik’s local cultural wisdom into character education for shaping the Pancasila student profile. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarga-negaraan, 22(2), 228–240. https://doi.org/10.21831/jc.v22i2.86062

Febrianto, P. T., Thariq, R. A., Nuriah, S., Oktavia, F. M., Stantika, V., & Hasanah, S. S. (2026). Internalisasi nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPS sekolah dasar untuk membentuk karakter global mendukung SDGs 4. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 553–567. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10113

Ikhsani, M., & Zunaidah, A. (2024). Kepimpinan spiritual kiai dalam meningkatkan karakter santri di Pondok Pesantren Darul Huda Blitar. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(5), 415–424. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v4i5.5262

Indriyani, D., & Naidu, N. B. M. (2025). Revitalisasi nilai lokal: Model proyek partisipatif berbasis budaya Cianjur dalam pembelajaran Pancasila. Jurnal Kewarganega-raan, 22(2), 137–159. https://doi.org/10.24114/jk.v22i2.64750

Jailani, M. (2025). Transformasi tradisi Nyadran dalam pendidikan karakter: Kajian hu-manis-religius di Yogyakarta. PUSAKA, 13(1), 26–43. https://doi.org/10.31969/pusaka.v13i1.1601

Judijanto, L., Arif, H., Muhammadiah, M., & Stevani, S. (2025). Pendidikan karakter di era digital: Tantangan dan strategi. Lauk Puyup Press.

Kanji, H., Nursalam, N., Nawir, M., & Suardi, S. (2020). Integration of social care characters and moral integratif on social science lessons in elementary school. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 12(2), 413–427. https://doi.org/10.35445/alishlah.v12i2.260

Kudadiri, S. (2023). Pengembangan komik digital materi budaya lokal pada siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 7(5), 3140–3147. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i5.6121

Kurniawan, S. (2025). Meningkatkan kualitas pengajaran melalui integrasi teknologi dan pembelajaran berbasis budaya lokal di SDN Banjarpanji. Journal of Information System and Education Development, 3(1), 53–59. https://doi.org/10.62386/jised.v3i1.125

Lasiyo, L. (2023). Relevansi filsafat Buddhisme terhadap pendidikan karakter di Indonesia. HUMANIKA, 29(2), 282–292. https://doi.org/10.14710/humanika.v29i2.50021

Maharani, E. S., Attalina, S. N. C., & Zumrotun, E. (2025). Pengaruh model discovery learn-ing terhadap hasil belajar IPAS materi budaya daerah di sekolah dasar. Cokroam-inoto Journal of Primary Education, 8(3), 1370–1381. https://doi.org/10.30605/cjpe.8.3.2025.6893

Mazid, S., Komalasari, K., Karim, A. A., Rahmat, R., & Wulansari, A. (2024). Nyadran tra-dition as local wisdom of the community to form civic disposition. KnE Social Sciences, 114–125. https://doi.org/10.18502/kss.v9i19.16503

Nugraha, Y., Sofyan, F. S., & Repelita, T. (2024). Pembentukan karakter generasi Z melalui Lembaga Pusat Karakter sebagai implementasi profil pelajar Pancasila. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 9(1), 73–81. https://doi.org/10.21067/jmk.v9i1.10231

Nursinggih, H. S. I., Nuraeni, D. J., & Wahyuningsih, Y. (2026). Analisis konseptual konten ilmu pengetahuan sosial dalam pengembangan kompetensi sosial siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 10(1), 174–181. https://doi.org/10.31004/basicedu.v10i1.10918

Palennari, M., Jamaluddin, A. B., Syam, S. S., Nurdiyanti, Rosba, E., Machmud, M. T., & Fatmawati, A. (2023). The power of educational values for shaping the character of university students in the disruption era: Exploring local culture. Journal of Educational and Social Research, 13(6), 223–234. https://doi.org/10.36941/jesr-2023-0160

Raharja, A. D., Selvia, M., & Hilman, C. (2022). Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan yang relevan dalam mengatasi permasalahan global. Jurnal Inovasi Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 2(2), 85–89. https://doi.org/10.54371/jiepp.v2i2.215

Rinawati, P., Mataputun, Y., Kurniawan, D., Kusdianto, K., Hutabarat, I. M., & Wahyudin, U. (2026). Kepemimpinan multikultural kepala sekolah dalam menumbuhkan karakter toleransi siswa. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 1286–1302. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.11746

Salmiati, Hambali, I., Muslihati, Wibawa, A. P., & Jaafar, W. M. W. (2026). Revitalizing indigenous wisdom to prevent bullying: A qualitative ethnographic study of Bugis-Makassar cultural values in education. Social Sciences & Humanities Open, 13, Artikel 102342. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2025.102342

Sanaky, O. F., Hitijahubessy, E. R., Queljoe, M. O. D., Tetiwar, F., & Wendi, L. (2026). Peran pendidikan IPS dan ilmu sosial dalam mengatasi tantangan global. Atom: Jurnal Riset Mahasiswa, 4(1), 92–98. https://doi.org/10.30598/atom.4.1.92-98

Shalihat, E., Suciptaningsih, O. A., Mashfufah, A., & Anggraini, A. E. (2025). Integrating Begibung tradition values in elementary education. Journal of Innovation and Research in Primary Education, 4(4), 4171–4183. https://doi.org/10.56916/jirpe.v4i4.2638

Siswanto, S. (2022). Strengthening spiritual leadership in preserving religious culture and local wisdom in madrasah. AL-TANZIM: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(3), 907–920. https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v6i3.3357

Subhaktiyasa, P. G., Agung, A. A. G., Jampel, I. N., & Dantes, K. R. (2023). Spiritual leader-ship in educational organization: A systematic literature review. Journal of Law and Sustainable Development, 11(5), 45–56. https://doi.org/10.55908/sdgs.v11i5.722

Takdir, M., & Hosnan, M. (2021). Revitalisasi kesenian batik sebagai destinasi wisata ber-basis budaya dan agama: Peran generasi muda dalam mempromosikan kesenian batik di Pamekasan Madura. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 36(3), 366–374. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1284

Ubwarin, V. C., Ritiauw, S. P., & Ritiauw, L. (2026). Implementasi tradisi pukul sagu se-bagai sumber belajar dalam pembelajaran IPAS untuk meningkatkan self-concept pada siswa kelas IV SD Negeri 7 Ambon. SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 6(2), 1182–1196. https://doi.org/10.51878/science.v6i2.10426

Widodo, W., Wardana, M. P. D., Desmila, W., Pareza, E. N., & Septiani, D. (2025). The role of social studies learning in building student’s social awareness. Journal of Ped-agogical Content Knowledge, 1(4), 156–162. https://doi.org/10.23960/jpck.v1i4.1238

Yulia, N. M., Fithriyah, D. N., & Ilmi, M. M. (2023). Pengembangan pembelajaran inkuiri berbasis etnopedagogi untuk mengoptimalkan kemampuan literasi dan moderasi beragama siswa sekolah dasar. Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(2), 243–257. https://doi.org/10.52431/murobbi.v7i2.2014

Yusuf, J. B. (2025). Internalisasi nilai-nilai luhur tradisi Nyadran dalam pendidikan karakter di era modernisasi. INNOVASI: Jurnal Inovasi Pendidikan, 11(2), 211–218. https://doi.org/10.64540/91gwht87

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Arianti, P. M. (2026). REKONSTRUKSI NILAI KETELADANAN PANEMBAHAN BODHO SEBAGAI INSTRUMEN PENGUATAN KARAKTER IPS. SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(3), 1758–1769. https://doi.org/10.51878/social.v6i3.11459

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)