GAMBARAN RESILIENSI POSITIF PADA DEWASA AWAL YANG TUMBUH DENGAN EMOTIONALLY IMMATURE PARENTS
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.16464Keywords:
Resiliensi Positif, Emotionally Immature Parents, Dewasa AwalAbstract
We often find that there are parents who have not been able to understand their roles correctly for their children. Parents may only be physically present, but unable to be emotionally supportive of their children. Individuals who grow up with emotionally immature parents can experience distinct negative impacts on their development. However, some individuals are capable of developing positive resilience despite adverse experiences with their parents. The research method employed is a qualitative case study comprising in-depth interviews with three early adult participants from emotionally immature parenting backgrounds. Structured interviews and thematic data analysis were conducted based on Wagnild and Young's resilience theory and Gibson's emotionally immature parents framework, supplemented by Bowlby's attachment theory and Erikson's psychosocial developmental stages. The study revealed that each participant exhibited different dimensions of resilience, whereas the dimension of existential aloneness was observed in only one participant. This study contributes academically by exploring the framework of emotionally immature parents as an emerging construct in Indonesia. Furthermore, this research differs from others as it highlights adaptive development rather than focusing exclusively on psychopathological deficits.
ABSTRAK
Sering kali ditemukan bahwa terdapat orang tua yang belum mampu memahami perannya secara tepat bagi anak. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa orang tua kerap hanya mampu hadir secara fisik, namun belum mampu mendampingi kebutuhan perkembangan emosional anak. Individu yang dibesarkan oleh figur orang tua dengan kondisi belum matang secara emosional (emotionally immature parents) tentu menghadapi berbagai tantangan perkembangan yang signifikan. Kendati demikian, sebagian individu justru berhasil mencapai proses resiliensi yang adaptif dari paparan pengalaman buruk di lingkungan keluarga tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara terstruktur mendalam terhadap tiga partisipan berusia dewasa awal yang dibesarkan oleh emotionally immature parents. Pengolahan data dilakukan dengan analisis tematik berbasis teori resiliensi Wagnild dan Young serta konsep emotionally immature parents dari Gibson, yang dilengkapi dengan perspektif teori kelekatan Bowlby serta perkembangan psikososial Erikson. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa setiap partisipan mengekspresikan kombinasi dimensi resiliensi yang khas, dengan dimensi existential aloneness hanya teridentifikasi pada satu partisipan. Studi ini menyumbangkan kontribusi teoritis melalui penguatan literatur mengenai emotionally immature parents di ranah psikologi perkembangan di Indonesia. Fokus kajian diarahkan pada dinamika resiliensi positif, sehingga memperluas cakrawala penelitian yang sebelumnya didominasi oleh evaluasi dampak patologis semata.
Downloads
References
Andiyaman, M., Rakhmawati, D., & Widiharto, C. A. (2022). Hubungan pola asuh orang tua milenial dengan resiliensi siswa kelas VII SMP Negeri 33 Semarang. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(1), 130–136. https://doi.org/10.31316/gcouns.v7i01.4384
Anggayani, L., Made, I. G., & Hartawan, D. (2019). The relationship between self reliance, proactive attitude, and optimism with coping stress. BISMA: The Journal of Counseling, 3(2), 74–81. https://doi.org/10.23887/bisma.v3i2.2172
Antoinette, J., & Theresia, E. (2019). Grit dan self-control pada mahasiswa Fakultas Kedokteran. Humanitas, 3(2), 141–154. https://doi.org/10.28932/humanitas.v3i2.2172
Anugrah, M. F., Karima, K., Puspita, N. M. S. P., Amir, N. A. B., & Mahardika, A. (2023). Self harm and suicide in adolescents. Jurnal Biologi Tropis, 23(1), 1–9. https://doi.org/10.29303/jbt.v23i1.4582
Asni, A., Muliana, A., Aziz, M., Marhamah, A., & Herman. (2025). Gaya komunikasi orang tua dan dampaknya bagi perkembangan anak usia dini. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(4), 250–258. https://doi.org/10.5281/zenodo.110250
Azka, F. A., & Ninin, R. H. (2023). Persepsi remaja dengan kedua orang tua yang bekerja mengenai keberfungsian keluarga. Psyche: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung, 5(1), 1–18. https://doi.org/10.36269/psyche.v5i1.928
Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi (Edisi ke-2). Pustaka Pelajar.
Bowlby, J. (1988). A secure base: Parent-child attachment and healthy human development. Basic Books.
Brandão, T., Matias, M., Ferreira, T., Vieira, J., Schulz, M. S., & Matos, P. M. (2020). Attachment, emotion regulation, and well-being in couples: Intrapersonal and interpersonal associations. Journal of Personality, 88(4), 748–761. https://doi.org/10.1111/jopy.12523
Buana, D. N. (2023). Komunikasi pengungkapan diri (self disclosure) sebagai resiliensi mahasiswa broken home (Studi fenomenologi proses resiliensi mahasiswa broken home di Surabaya). The Commercium, 6(2), 29–38. https://doi.org/10.26740/thecommercium.v6i2.2938
Ernawati, & Khariroh, S. (2021). Pengaruh pola asuh (demokratis, permisif, otoriter dan cuek) terhadap sibling rivalry pada anak prasekolah. Jurnal Menara Medika, 4(1), 106–111. https://doi.org/10.31869/mm.v4i1.2845
Fadlillah, A. M., & Husniati, R. (2021). Coping stres pada ibu rumah tangga. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 4(2), 82–89. https://doi.org/10.36341/jpm.v4i2.1720
Febi, A., & Meike, A. (2025). Hubungan antara attachment anak dan orang tua dengan keintiman dalam berpacaran pada dewasa awal. Jurnal Riset Psikologi, 4(3), 12–21. https://doi.org/10.29313/jrp.v4i3.4121
Gibson, L. C. (2015). Adult children of emotionally immature parents: How to heal from distant, rejecting, or self-involved parents. New Harbinger Publications.
Hasanah, U. (2016). Pola asuh orangtua dalam membentuk karakter anak. Jurnal Elementary, 2(2), 72–82. https://doi.org/10.31764/elementary.v2i2.7282
Hidayah, A. M., Wulandari, D., Putri, F. A., Khotijah, S., Sulistiawati, S., & Ariyanti, W. (2022). Perkembangan pada anak menurut Santrock. Early Childhood Journal, 3(2), 88–101. https://doi.org/10.30872/ecj.v3i2.4856
Husnullail, M., Risnita, Jailani, M. S., & Asbui. (2024). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam riset ilmiah. Journal Genta Mulia, 15(2), 70–78. https://doi.org/10.61290/gm.v15i2.570
Kamilla, K. N., Saputri, A. N. E., Fitriani, D. A., Zahrah, S. A. A., Andryana, P. F. I. A., & Firdausia, I. S. (2022). Teori perkembangan psikososial Erik Erikson. Early Childhood Journal, 3(2), 77–87. https://doi.org/10.30872/ecj.v3i2.4835
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2024). Survei nasional pengalaman hidup anak dan remaja (SNPHAR). KemenPPPA.
Lestari, F. A., Sagala, H. H., & Nurrohman, W. (2021). Pengaruh kecerdasan emosional terhadap akhlak siswa. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 392–399. https://doi.org/10.56832/edu.v1i3.392
Lundvall, M., Palmér, L., Hörberg, U., Carlsson, G., & Lindberg, E. (2022). Finding an existential place to rest: Enabling well-being in young adults. International Journal of Qualitative Studies on Health and Well-Being, 17(1), 1–11. https://doi.org/10.1080/17482631.2022.2109812
Luthar, S. S., Cicchetti, D., & Becker, B. (2000). The construct of resilience: A critical evaluation and guidelines for future work. Child Development, 71(3), 543–562. https://doi.org/10.1111/1467-8624.00164
Malta. (2022). The concept of self-reliance. International Journal of Humanities and Social Science, 12(1), 2003–2006. https://doi.org/10.30845/ijhss.v12n1p5
Nasution, E. S. (2022). Gambaran kelekatan anak dengan orangtua. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM, 10(1), 13–20. https://doi.org/10.37010/jppp.v10i1.613
Neviyarni, & Netrawati. (2019). Resilience of teenagers of orphanage in adjustment and facing the reality of life. Jurnal Neo Konseling, 1(4), 1–5. https://doi.org/10.24036/00191kons2019
Newman-Taylor, K., Sood, M., Rowe, A. C., & Carnelley, K. B. (2021). The impact of repeated attachment priming on paranoia, mood and help-seeking intentions in an analogue sample. Brain Sciences, 11(10), 1–15. https://doi.org/10.3390/brainsci11101257
Nisa, I. R., & Islam, A. F. (2025). Pengembangan psikometri alat ukur assessing emotionally immature parents. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 5(1), 49–65. https://doi.org/10.20473/brpkmv5i1.72622
Pangestu, C., Sujati, H., & Herwin, H. (2020). Pengaruh self efficacy dan pengasuhan orang tua terhadap kepercayaan diri siswa. Foundasia, 11(1), 35–42. https://doi.org/10.21831/foundasia.v11i1.32600
Rahmanisa, Rahmat, H. K., Cahaya, I., Annisa, O., & Pratiwi, S. (2021). Strategi mengembangkan resiliensi individu di tengah masa pandemi COVID-19 menggunakan Islamic art therapy. Journal of Contemporary Islamic Counselling, 1(1), 39–52. https://doi.org/10.35316/jcic.v1i1.3952
Rahmawati, A., Halimah, N., Karmawan, & Setiawan, A. A. (2024). Optimalisasi teknik wawancara dalam penelitian field research melalui pelatihan berbasis participatory action research. Jurnal Abdimas Prakasa Dakara, 4(1), 135–142. https://doi.org/10.37640/japd.v4i1.135
Ramadhania, A. A., Adzhariaha, I., A., W. S., & A., J. S. (2019). Peran orang tua dalam membangun kemandirian anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.123
Rochayah, S. (2026). Dinamika resiliensi pada individu dengan latar belakang keluarga broken home: Studi kasus kesehatan mental. Pandalungan: Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural, 4(2), 45–55. https://doi.org/10.51878/pandalungan.v4i2.8455
Santrock, J. W. (2018). Life-span development: Perkembangan masa-hidup (Edisi ke-13). Erlangga.
Septiana, N. N., Khoiriyah, Z., & Shaleh. (2024). Metode penelitian studi kasus dalam pendekatan kualitatif. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 10(4), 112–120. https://doi.org/10.36989/didaktik.v10i4.1120
Singh, M. M., & Khanam, A. (2023). A study of impact of perceived parenting style on emotional maturity in young adults. International Journal of Creative Research Thoughts, 11(6), 907–917. https://doi.org/10.56726/ijcrt.v11i6.907
Sitasari, N. W. (2022). Mengenal analisa konten dan analisa tematik dalam penelitian kualitatif. Forum Ilmiah, 19(1), 77–84. https://doi.org/10.47007/fi.v19i1.4876
Stephano, A., & Yolanda, D. (2017). Resiliensi penderita keluhan gangguan nyeri yang menggunakan upacara tradisional sebagai sarana pengobatan. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 138–144. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i1.4318
Sudarji, S., & Juniarti, F. (2020). Perbedaan grit pada mahasiswa perantau dan bukan perantau di Universitas “X”. Psyche: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung, 2(1), 15–26. https://doi.org/10.36269/psyche.v2i1.152
Sutanto, M. A., & Muttaqin, D. (2021). Dimensi pembentukan identitas dan intimasi pada masa dewasa awal. Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 13(2), 101–112. https://doi.org/10.15294/intuisi.v13i2.28910
Tae, L. F., Ramdani, Z., & Shidiq, G. A. (2019). Analisis tematik faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam pembelajaran sains. Indonesian Journal of Educational Assessment, 2(1), 79–102. https://doi.org/10.26499/ijea.v2i1.21
Utami, C. T., & Helmi, A. F. (2017). Self-efficacy dan resiliensi: Sebuah tinjauan meta-analisis. Buletin Psikologi, 25(1), 54–65. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.18419
Valke, M., & Fernandes, E. (2022). Perceived parenting style and its relationship to locus of control and emotional maturity among emerging adults. The International Journal of Indian Psychology, 10(2), 148–167. https://doi.org/10.25215/1002.015
Wagnild, G. M., & Young, H. M. (1993). Development and psychometric evaluation of the resilience scale. Journal of Nursing Measurement, 1(2), 165–178. https://doi.org/10.1891/1061-3749.1.2.165
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Reggina Bunga Marshella, Yohana Wuri Satwika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.















