GAMBARAN RESILIENSI POSITIF PADA DEWASA AWAL YANG TUMBUH DENGAN EMOTIONALLY IMMATURE PARENTS

Authors

  • Reggina Bunga Marshella Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Surabaya
  • Yohana Wuri Satwika Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.16464

Keywords:

Resiliensi Positif, Emotionally Immature Parents, Dewasa Awal

Abstract

We often find that there are parents who have not been able to understand their roles correctly for their children. Parents may only be physically present, but unable to be emotionally supportive of their children. Individuals who grow up with emotionally immature parents can experience distinct negative impacts on their development. However, some individuals are capable of developing positive resilience despite adverse experiences with their parents. The research method employed is a qualitative case study comprising in-depth interviews with three early adult participants from emotionally immature parenting backgrounds. Structured interviews and thematic data analysis were conducted based on Wagnild and Young's resilience theory and Gibson's emotionally immature parents framework, supplemented by Bowlby's attachment theory and Erikson's psychosocial developmental stages. The study revealed that each participant exhibited different dimensions of resilience, whereas the dimension of existential aloneness was observed in only one participant. This study contributes academically by exploring the framework of emotionally immature parents as an emerging construct in Indonesia. Furthermore, this research differs from others as it highlights adaptive development rather than focusing exclusively on psychopathological deficits.

ABSTRAK

Sering kali ditemukan bahwa terdapat orang tua yang belum mampu memahami perannya secara tepat bagi anak. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa orang tua kerap hanya mampu hadir secara fisik, namun belum mampu mendampingi kebutuhan perkembangan emosional anak. Individu yang dibesarkan oleh figur orang tua dengan kondisi belum matang secara emosional (emotionally immature parents) tentu menghadapi berbagai tantangan perkembangan yang signifikan. Kendati demikian, sebagian individu justru berhasil mencapai proses resiliensi yang adaptif dari paparan pengalaman buruk di lingkungan keluarga tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara terstruktur mendalam terhadap tiga partisipan berusia dewasa awal yang dibesarkan oleh emotionally immature parents. Pengolahan data dilakukan dengan analisis tematik berbasis teori resiliensi Wagnild dan Young serta konsep emotionally immature parents dari Gibson, yang dilengkapi dengan perspektif teori kelekatan Bowlby serta perkembangan psikososial Erikson. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa setiap partisipan mengekspresikan kombinasi dimensi resiliensi yang khas, dengan dimensi existential aloneness hanya teridentifikasi pada satu partisipan. Studi ini menyumbangkan kontribusi teoritis melalui penguatan literatur mengenai emotionally immature parents di ranah psikologi perkembangan di Indonesia. Fokus kajian diarahkan pada dinamika resiliensi positif, sehingga memperluas cakrawala penelitian yang sebelumnya didominasi oleh evaluasi dampak patologis semata.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andiyaman, M., Rakhmawati, D., & Widiharto, C. A. (2022). Hubungan pola asuh orang tua milenial dengan resiliensi siswa kelas VII SMP Negeri 33 Semarang. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(1), 130–136. https://doi.org/10.31316/gcouns.v7i01.4384

Anggayani, L., Made, I. G., & Hartawan, D. (2019). The relationship between self reliance, proactive attitude, and optimism with coping stress. BISMA: The Journal of Counseling, 3(2), 74–81. https://doi.org/10.23887/bisma.v3i2.2172

Antoinette, J., & Theresia, E. (2019). Grit dan self-control pada mahasiswa Fakultas Kedokteran. Humanitas, 3(2), 141–154. https://doi.org/10.28932/humanitas.v3i2.2172

Anugrah, M. F., Karima, K., Puspita, N. M. S. P., Amir, N. A. B., & Mahardika, A. (2023). Self harm and suicide in adolescents. Jurnal Biologi Tropis, 23(1), 1–9. https://doi.org/10.29303/jbt.v23i1.4582

Asni, A., Muliana, A., Aziz, M., Marhamah, A., & Herman. (2025). Gaya komunikasi orang tua dan dampaknya bagi perkembangan anak usia dini. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(4), 250–258. https://doi.org/10.5281/zenodo.110250

Azka, F. A., & Ninin, R. H. (2023). Persepsi remaja dengan kedua orang tua yang bekerja mengenai keberfungsian keluarga. Psyche: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung, 5(1), 1–18. https://doi.org/10.36269/psyche.v5i1.928

Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi (Edisi ke-2). Pustaka Pelajar.

Bowlby, J. (1988). A secure base: Parent-child attachment and healthy human development. Basic Books.

Brandão, T., Matias, M., Ferreira, T., Vieira, J., Schulz, M. S., & Matos, P. M. (2020). Attachment, emotion regulation, and well-being in couples: Intrapersonal and interpersonal associations. Journal of Personality, 88(4), 748–761. https://doi.org/10.1111/jopy.12523

Buana, D. N. (2023). Komunikasi pengungkapan diri (self disclosure) sebagai resiliensi mahasiswa broken home (Studi fenomenologi proses resiliensi mahasiswa broken home di Surabaya). The Commercium, 6(2), 29–38. https://doi.org/10.26740/thecommercium.v6i2.2938

Ernawati, & Khariroh, S. (2021). Pengaruh pola asuh (demokratis, permisif, otoriter dan cuek) terhadap sibling rivalry pada anak prasekolah. Jurnal Menara Medika, 4(1), 106–111. https://doi.org/10.31869/mm.v4i1.2845

Fadlillah, A. M., & Husniati, R. (2021). Coping stres pada ibu rumah tangga. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 4(2), 82–89. https://doi.org/10.36341/jpm.v4i2.1720

Febi, A., & Meike, A. (2025). Hubungan antara attachment anak dan orang tua dengan keintiman dalam berpacaran pada dewasa awal. Jurnal Riset Psikologi, 4(3), 12–21. https://doi.org/10.29313/jrp.v4i3.4121

Gibson, L. C. (2015). Adult children of emotionally immature parents: How to heal from distant, rejecting, or self-involved parents. New Harbinger Publications.

Hasanah, U. (2016). Pola asuh orangtua dalam membentuk karakter anak. Jurnal Elementary, 2(2), 72–82. https://doi.org/10.31764/elementary.v2i2.7282

Hidayah, A. M., Wulandari, D., Putri, F. A., Khotijah, S., Sulistiawati, S., & Ariyanti, W. (2022). Perkembangan pada anak menurut Santrock. Early Childhood Journal, 3(2), 88–101. https://doi.org/10.30872/ecj.v3i2.4856

Husnullail, M., Risnita, Jailani, M. S., & Asbui. (2024). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam riset ilmiah. Journal Genta Mulia, 15(2), 70–78. https://doi.org/10.61290/gm.v15i2.570

Kamilla, K. N., Saputri, A. N. E., Fitriani, D. A., Zahrah, S. A. A., Andryana, P. F. I. A., & Firdausia, I. S. (2022). Teori perkembangan psikososial Erik Erikson. Early Childhood Journal, 3(2), 77–87. https://doi.org/10.30872/ecj.v3i2.4835

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2024). Survei nasional pengalaman hidup anak dan remaja (SNPHAR). KemenPPPA.

Lestari, F. A., Sagala, H. H., & Nurrohman, W. (2021). Pengaruh kecerdasan emosional terhadap akhlak siswa. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 392–399. https://doi.org/10.56832/edu.v1i3.392

Lundvall, M., Palmér, L., Hörberg, U., Carlsson, G., & Lindberg, E. (2022). Finding an existential place to rest: Enabling well-being in young adults. International Journal of Qualitative Studies on Health and Well-Being, 17(1), 1–11. https://doi.org/10.1080/17482631.2022.2109812

Luthar, S. S., Cicchetti, D., & Becker, B. (2000). The construct of resilience: A critical evaluation and guidelines for future work. Child Development, 71(3), 543–562. https://doi.org/10.1111/1467-8624.00164

Malta. (2022). The concept of self-reliance. International Journal of Humanities and Social Science, 12(1), 2003–2006. https://doi.org/10.30845/ijhss.v12n1p5

Nasution, E. S. (2022). Gambaran kelekatan anak dengan orangtua. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM, 10(1), 13–20. https://doi.org/10.37010/jppp.v10i1.613

Neviyarni, & Netrawati. (2019). Resilience of teenagers of orphanage in adjustment and facing the reality of life. Jurnal Neo Konseling, 1(4), 1–5. https://doi.org/10.24036/00191kons2019

Newman-Taylor, K., Sood, M., Rowe, A. C., & Carnelley, K. B. (2021). The impact of repeated attachment priming on paranoia, mood and help-seeking intentions in an analogue sample. Brain Sciences, 11(10), 1–15. https://doi.org/10.3390/brainsci11101257

Nisa, I. R., & Islam, A. F. (2025). Pengembangan psikometri alat ukur assessing emotionally immature parents. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 5(1), 49–65. https://doi.org/10.20473/brpkmv5i1.72622

Pangestu, C., Sujati, H., & Herwin, H. (2020). Pengaruh self efficacy dan pengasuhan orang tua terhadap kepercayaan diri siswa. Foundasia, 11(1), 35–42. https://doi.org/10.21831/foundasia.v11i1.32600

Rahmanisa, Rahmat, H. K., Cahaya, I., Annisa, O., & Pratiwi, S. (2021). Strategi mengembangkan resiliensi individu di tengah masa pandemi COVID-19 menggunakan Islamic art therapy. Journal of Contemporary Islamic Counselling, 1(1), 39–52. https://doi.org/10.35316/jcic.v1i1.3952

Rahmawati, A., Halimah, N., Karmawan, & Setiawan, A. A. (2024). Optimalisasi teknik wawancara dalam penelitian field research melalui pelatihan berbasis participatory action research. Jurnal Abdimas Prakasa Dakara, 4(1), 135–142. https://doi.org/10.37640/japd.v4i1.135

Ramadhania, A. A., Adzhariaha, I., A., W. S., & A., J. S. (2019). Peran orang tua dalam membangun kemandirian anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.123

Rochayah, S. (2026). Dinamika resiliensi pada individu dengan latar belakang keluarga broken home: Studi kasus kesehatan mental. Pandalungan: Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural, 4(2), 45–55. https://doi.org/10.51878/pandalungan.v4i2.8455

Santrock, J. W. (2018). Life-span development: Perkembangan masa-hidup (Edisi ke-13). Erlangga.

Septiana, N. N., Khoiriyah, Z., & Shaleh. (2024). Metode penelitian studi kasus dalam pendekatan kualitatif. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 10(4), 112–120. https://doi.org/10.36989/didaktik.v10i4.1120

Singh, M. M., & Khanam, A. (2023). A study of impact of perceived parenting style on emotional maturity in young adults. International Journal of Creative Research Thoughts, 11(6), 907–917. https://doi.org/10.56726/ijcrt.v11i6.907

Sitasari, N. W. (2022). Mengenal analisa konten dan analisa tematik dalam penelitian kualitatif. Forum Ilmiah, 19(1), 77–84. https://doi.org/10.47007/fi.v19i1.4876

Stephano, A., & Yolanda, D. (2017). Resiliensi penderita keluhan gangguan nyeri yang menggunakan upacara tradisional sebagai sarana pengobatan. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 138–144. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i1.4318

Sudarji, S., & Juniarti, F. (2020). Perbedaan grit pada mahasiswa perantau dan bukan perantau di Universitas “X”. Psyche: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung, 2(1), 15–26. https://doi.org/10.36269/psyche.v2i1.152

Sutanto, M. A., & Muttaqin, D. (2021). Dimensi pembentukan identitas dan intimasi pada masa dewasa awal. Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 13(2), 101–112. https://doi.org/10.15294/intuisi.v13i2.28910

Tae, L. F., Ramdani, Z., & Shidiq, G. A. (2019). Analisis tematik faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam pembelajaran sains. Indonesian Journal of Educational Assessment, 2(1), 79–102. https://doi.org/10.26499/ijea.v2i1.21

Utami, C. T., & Helmi, A. F. (2017). Self-efficacy dan resiliensi: Sebuah tinjauan meta-analisis. Buletin Psikologi, 25(1), 54–65. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.18419

Valke, M., & Fernandes, E. (2022). Perceived parenting style and its relationship to locus of control and emotional maturity among emerging adults. The International Journal of Indian Psychology, 10(2), 148–167. https://doi.org/10.25215/1002.015

Wagnild, G. M., & Young, H. M. (1993). Development and psychometric evaluation of the resilience scale. Journal of Nursing Measurement, 1(2), 165–178. https://doi.org/10.1891/1061-3749.1.2.165

Downloads

Published

2026-11-03

How to Cite

Marshella, R. B., & Satwika, Y. W. (2026). GAMBARAN RESILIENSI POSITIF PADA DEWASA AWAL YANG TUMBUH DENGAN EMOTIONALLY IMMATURE PARENTS. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 6(4), 4909–4919. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.16464

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.