PENGARUH FINANCIAL ANXIETY DAN FEAR OF COMMITMENT TERHADAP MARITAL ANXIETY PADA DEWASA AWAL GENERASI Z DI KOTA BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.13766Keywords:
financial Anxiety, Fear Of Commitment, Marital Anxiety, Generasi ZAbstract
ABSTRACT
The increasing trend of marriage postponement among Generation Z is influenced by changes in social values, economic pressures, and the complexity of interpersonal relationships, which may contribute to marital anxiety. This study aims to examine the effects of financial anxiety and fear of commitment on marital anxiety among early adults of Generation Z in Bandung City. A quantitative correlational approach was employed in this study. Data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 150 Generation Z respondents aged 18–29 years residing in Bandung City. The data were analyzed using multiple linear regression after passing validity, reliability, and classical assumption tests. The findings indicate that both financial anxiety and fear of commitment have positive and significant effects on marital anxiety, both individually and simultaneously. Among the two predictors, fear of commitment emerged as the more dominant factor contributing to marital anxiety. The results also demonstrate that both variables explain a substantial proportion of the variation in marital anxiety among Generation Z early adults. These findings highlight the importance of addressing psychological readiness for commitment and financial concerns through educational initiatives, counseling, and psychological interventions to better prepare young adults for marriage.
ABSTRAK
Fenomena penundaan pernikahan pada Generasi Z semakin meningkat sebagai akibat perubahan nilai sosial, tuntutan ekonomi, dan kompleksitas hubungan interpersonal yang berpotensi menimbulkan kecemasan dalam menghadapi pernikahan (marital anxiety). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial anxiety dan fear of commitment terhadap marital anxiety pada dewasa awal Generasi Z di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert kepada 150 responden Generasi Z berusia 18–29 tahun yang berdomisili di Kota Bandung. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa financial anxiety dan fear of commitment berpengaruh positif dan signifikan terhadap marital anxiety, baik secara parsial maupun simultan. Di antara kedua variabel tersebut, fear of commitment merupakan faktor yang memberikan pengaruh paling dominan terhadap munculnya kecemasan menghadapi pernikahan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan sebagian besar variasi marital anxiety pada dewasa awal Generasi Z. Temuan ini menegaskan bahwa aspek psikologis yang berkaitan dengan komitmen dan kecemasan finansial perlu menjadi perhatian dalam upaya mempersiapkan Generasi Z menuju kehidupan pernikahan yang lebih matang melalui edukasi, pendampingan, maupun intervensi psikologis.
Downloads
References
Abrar, K. W., Fitriana, D., & Arlotas, R. K. (2025). Fatherlessness and marital anxiety: A qualitative exploration of psychological dynamics among young adult women in Padang, Indonesia. INSPIRA, 6(2). https://doi.org/10.32505/inspira.v6i2.14039
Akbar, A. A. (2023). Intensitas komunikasi dan komitmen pernikahan pada pasangan long distance marriage (LDM). Jurnal Penelitian Psikologi, 14(1), 36–40.
https://doi.org/10.29080/jpp.v14i1.919
Akbar, R. F. (2024). Strategi resolusi konflik dan dampaknya terhadap penyesuaian pernikahan pada pasangan suami-istri di Kota Bandung. Jurnal Psikologi: Media Ilmiah Psikologi, 1–9. https://jpsikologi.esaunggul.ac.id/index.php/JPSI/article/view/379
Annisa, N. M., Widhyastuti, C., Hermawan, C. F., Amos, A., & Nahrudin, M. N. R. (2024). Marriage readiness dan fear of commitment pada dewasa awal yang belum menikah. JIPSI, 6(2), 134–140. https://doi.org/10.37278/jipsi.v6i2.999
Angelica, C. N. R. (2023). Pengaruh kelekatan keluarga terhadap krisis usia seperempat abad individu yang berada pada fase peralihan remaja–dewasa awal. Journal of Social and Economics Research, 5(2), 1127–1141. https://doi.org/10.54783/jser.v5i2.208
Aurellia, F., & Arjadi, R. (2023). Hubungan kelekatan romantis dan pengambilan perspektif diadik pasangan dengan kepuasan pernikahan. Jurnal Psikologi Ulayat, 10(1), 131–150. https://doi.org/10.24854/jpu609
Cahyani, P. (2026). Transformasi makna pernikahan pada Generasi Z dalam konteks fenomena marriage is scary: Tinjauan literatur. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 5(1), 133–140. https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i1.2154
Cronin, A. F. (2024). Emerging adulthood. In Lifespan Human Function and Occupation (pp. 157–173). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003524830-11
Endeh, S., Nurul, A. Z., Meisyah, R., Fildzah, R. Z., & Siregar, Y. E. Y. (2023). Hubungan antara kematangan emosional dan finansial dalam kesiapan pernikahan. Afeksi: Jurnal Psikologi, 2(2), 260–269. https://jurnal.anfa.co.id/index.php/afeksi/article/view/1578
Erwin, S. A. W., Darwin, D., Faderica, J., Kwan, J. C., Wijaya, M. J., & Wijaya, P. (2025). Literasi keuangan dan kecemasan finansial sebagai penentu penggunaan fintech dan perilaku keuangan. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan, 5(1), 680–698.
https://doi.org/10.55606/jimak.v5i1.6053
Fareza, Z. U., Putri, R. T., & Aripin, R. (2026). Analisis hukum terhadap fenomena ketakutan untuk menikah di kalangan generasi muda dalam perspektif Undang-Undang Perkawinan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 235–245.
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/4270
Ghofi, R. M., Achdiani, Y., & Fatimah, S. N. (2025). Perubahan nilai perkawinan di kalangan Generasi Z. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(8), 401–410.
https://cibinstitute.id/index.php/triwikrama/article/view/1700
Hartono, R., Asman, A., Siregar, R. W., Ghufron, M., & Rifa'i, A. (2025). Urgensi mahar sebagai bentuk komitmen dalam ikatan pernikahan Islam. Reflection: Islamic Education Journal, 2(2), 240–255.
https://ejournal.aripafi.or.id/index.php/Reflection/article/view/860
Hendrati, T. M. W., & Ratnasari, Y. (2024). Pengembangan modul pelatihan konselor sebaya bagi mahasiswa di usia emerging adulthood. Psyche 165 Journal, 17(3), 181–187.
https://doi.org/10.35134/jpsy165.v17i3.377
Kristlyna, E., & Nanik, N. (2025). Dampak terapi penerimaan dan komitmen terhadap harga diri dan ketakutan melajang. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 7(1).
https://www.journal.kurasinstitute.com/index.php/bocp/article/view/1251
Laraesa, K., & Theresia, E. (2022). Peran attachment terhadap kepuasan pernikahan. Humanitas (Jurnal Psikologi), 6(1), 97–110.
https://journal.maranatha.edu/index.php/humanitas/article/view/4693
Lavigzi, R., Prabowo, A. S., & Handoyo, A. W. (2025). Pengembangan flipbook digital untuk mengelola kecemburuan dalam hubungan romantis pada masa emerging adulthood. Diversity Guidance and Counseling Journal, 3(1), 25–34.
https://jurnal.karyabk.com/index.php/dgcj/article/view/86
Lomotey, J. N. A. A. (2025). The impact of anxiety, depression or trauma on marital relationship. International Journal of Social Science and Human Research, 8(9), 6938–6946.
https://doi.org/10.47191/ijsshr/v8-i9-26
Nugsria, A., Pratitis, N. T., & Arifiana, I. Y. (2023). Quarter life crisis pada dewasa awal: Bagaimana peranan kecerdasan emosi? INNER: Journal of Psychological Research, 3(1), 1–10. https://aksiologi.org/index.php/inner/article/view/837
Omopo, O. E., Okpako, E. O., Adewole, F. O., & Owolabi, B. A. (2025). Marriage anxiety: Psychosocial predictors among postgraduate students in Oyo State: A structural equation modelling approach. International Journal of Innovative Social Sciences & Humanities Research, 13(3), 88–98. https://doi.org/10.5281/zenodo.16222761
Rahmah, A. F. R., Sukiatni, D. S., & Kusumandari, R. (2023). Quarter life crisis pada early adulthood: Bagaimana tingkat resiliensi pada dewasa awal? INNER: Journal of Psychological Research, 2(4), 959–967.
https://aksiologi.org/index.php/inner/article/view/848
Regina Putri, A. A., Antong, A., & Sultan, S. (2025). Pengaruh financial anxiety, literasi keuangan, dan self-control terhadap pengambilan keputusan keuangan. Jurnal Manajemen, 18(1), 334–342. http://repository.umpalopo.ac.id/5614/
Rumtutuly, H. H. (2025). Pengaruh moderasi literasi keuangan: Kecemasan finansial terhadap perilaku konsumtif. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 5908–5916.
https://doi.org/10.61104/alz.v3i5.2195
Salsabila, M. A., Malahati, F., & Winarsih, T. (2026). Kecemasan menghadapi pernikahan pada perempuan lajang dewasa awal ditinjau dari keakraban dengan ayah. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, 4, 590–599.
https://proceeding.unisayogya.ac.id/index.php/prosemnaslppm/article/view/2216
Sholihah, H. (2024). Kepribadian Big Five pada emerging adulthood: Sebuah tinjauan literatur sistematis. Affection: Journal of Psychology and Counseling, 1(1), 63–72.
https://www.ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/affection/article/view/624
Tirta, K. D., & Arifin, S. N. (2025). Studi fenomenologi: Marriage is scary pada Generasi Z. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(3), 12–20.
https://doi.org/10.26539/teraputik.833675
Widhyastuti, C., Putri, P. S., & Limin, D. S. (2024). Efektivitas psikoedukasi BERSIAGA dalam menurunkan tingkat fear of commitment pada dewasa awal. JIPSI: Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(2), 151–160. https://doi.org/10.37278/jipsi.v6i2.1014
Yani, N. A. (2026). Married is scary: Ketakutan Gen Z terhadap pernikahan di era modern. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3786–3799.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dhea Pitriany Santoso, Rifqi Farisan Akbar, Prinska Damara Sastri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.















