EFEKTIVITAS AIR KELAPA MUDA SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PERTUMBUHAN JAMUR ASPERGILLUS FLAVUS
DOI:
https://doi.org/10.51878/natural.v1i2.15751Keywords:
Aspergillus flavus, air kelapa muda, media alternatifAbstract
ABSTRACT
Aspergillus flavus is a fungus capable of producing aflatoxins and is commonly cultured using Sabouraud Dextrose Agar (SDA). The limited availability and relatively high cost of SDA encourage the development of more affordable alternative media, one of which is young coconut water, which contains carbohydrates, proteins, vitamins, and minerals that may support fungal growth. This study aimed to determine the ability of young coconut water at various concentrations as an alternative medium for the growth of Aspergillus flavus compared with SDA. This laboratory experimental study was conducted at the Parasitology Laboratory, Department of Medical Laboratory Technology, Poltekkes Kemenkes Surabaya, from October 2025 to June 2026. Young coconut water media were prepared at concentrations of 60%, 70%, 80%, 90%, and 100%, while SDA was used as the control. The fungus was inoculated using the single-dot method, incubated, and observed based on colony diameter and macroscopic and microscopic characteristics. The results showed that Aspergillus flavus was able to grow on all concentrations of young coconut water and on SDA. The mean colony diameter on SDA was 64.4 mm, while those on young coconut water were 33.3, 42.5, 38.8, 47.5, and 46.3 mm at concentrations of 60%, 70%, 80%, 90%, and 100%, respectively. Microscopically, no significant morphological differences were observed. Young coconut water was able to support the growth of Aspergillus flavus and therefore has potential as an alternative culture medium, although its growth performance did not reach that of SDA.
ABSTRAK
Aspergillus flavus merupakan jamur yang dapat menghasilkan aflatoksin dan umumnya ditumbuhkan menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Keterbatasan ketersediaan dan biaya media SDA mendorong perlunya media alternatif yang lebih terjangkau, salah satunya air kelapa muda yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang berpotensi mendukung pertumbuhan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan air kelapa muda pada berbagai konsentrasi sebagai media alternatif pertumbuhan Aspergillus flavus dibandingkan dengan media SDA. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya pada Oktober 2025–Juni 2026. Media air kelapa muda dibuat dengan konsentrasi 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%, sedangkan SDA digunakan sebagai kontrol. Jamur diinokulasikan dengan metode single dot, kemudian diinkubasi dan diamati berdasarkan diameter koloni serta karakteristik makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aspergillus flavus mampu tumbuh pada seluruh konsentrasi air kelapa muda dan media SDA. Rerata diameter koloni pada SDA sebesar 64,4 mm, sedangkan pada air kelapa muda berturut-turut sebesar 33,3 mm, 42,5 mm, 38,8 mm, 47,5 mm, dan 46,3 mm pada konsentrasi 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%. Secara mikroskopis tidak ditemukan perbedaan morfologi yang berarti. Air kelapa muda mampu mendukung pertumbuhan Aspergillus flavus sehingga berpotensi digunakan sebagai media alternatif, meskipun pertumbuhannya belum menyamai media SDA.
References
Azzahra, D. A., Rahmasari, D., Tsuroyya, F. A., Panjaitan, N. P., Fellithia, R., Kurniawati, S. P., & Arini, L. D. D. (2026). Identifikasi Epidermophyton Sp. pada penyakit onychomycosis penyebab infeksi kuku dengan analisis mikologi laboratorium dan diagnosis morfologi jamur. Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF), 4(3), 16–28. https://doi.org/10.57213/jrikuf.v4i3.1067
Darwin, J. A., Nova, G. D. A., Ilmianti, P. W., Sari, M. K., Jakoba, A. J., & Dona, E. M. (2026). Pemanfaatan bahan lokal untuk pupuk organik cair ramah lingkungan berbasis air kelapa tua dan keong mas. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DIASYA), 2(1), 73–82. https://doi.org/10.71200/Diasya.V2i1.202
Edyansyah, E., Asrori, A., Nurhayati, N., Handayani, H., Fandianta, F., & Merlinski, T. (2025). Pertumbuhan jamur Aspergillus sp. pada media alternatif ubi jalar (Ipomoea batatas). Journal of Medical Laboratory and Science, 5(2), 36–43. https://doi.org/10.36086/medlabscience.v5i2.3591
Ervandi, M., Ardiansyah, W., & Ananda, S. (2026). Efektivitas pengencer alternatif berbasis air kelapa hijau muda dan tua terhadap kualitas semen cair sapi Bali selama simpan dingin. Jurnal Sains Ternak Tropis, 4(2), 35–46. https://journal.umgo.ac.id/index.php/Jstt/article/view/6024
Hasan, Z. A., Zhaliardy, D. F., Pratama, R., Hayati, M. H., & Tandjungbulu, Y. F. (2026). Potensi biji pepaya (Carica papaya L.) dengan variasi konsentrasi sebagai media alternatif untuk pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Jurnal Media Analis Kesehatan, 17(1), 46–55. https://doi.org/10.32382/jmak.v17i1.2259
Irma, D. (2026). Analisis kesiapan laporan hasil penelitian sebagai dasar penyusunan artikel ilmiah untuk publikasi jurnal akademik. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 2032–2042. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1465
Jannah, R., Setiyowati, A., Sandriya, A., & Wulandari, S. A. M. (2026). Studi observasional kontaminasi jamur pakan terhadap kejadian mikotoksikosis pada hati ayam petelur: Observational study of feed fungus contamination on mycotoxicosis incidence in laying hens. Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo, 8(2), 303–309. https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/910
Kurniaty, R., & Nursanty, R. (2026). Pemanfaatan limbah air kelapa (Cocos nucifera L.) sebagai pembuatan kecap manis rumahan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan, 8(1), 125–127. https://jurnal.uui.ac.id/index.php/jpkmk/id/article/view/6076
Marza, R. Z. (2025). Analisis pengujian cemaran aflatoksin total pada pala bubuk dengan menggunakan metode HPLC. In Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 5, No. 1, pp. 989–999). https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1214
Miladiarsi, M., Tsaniyah, B., Putri, R. A., Saputra, H. M., & Sianturi, Y. P. P. A. (2025). Water content, physical quality of seeds and post-harvest fungal attacks on peanuts. Jurnal Biologi Tropis, 25(3), 4450–4454. https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JBT/article/view/9754
Nur'aini, R., Nurwati, B., Ulfah, R., & Isnawati, I. (2026). Pengaruh mengonsumsi air kelapa muda (Cocos nucifera L.) terhadap pH saliva pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Astambul. Medic Nutricia: Journal Ilmu Kesehatan, 24(1). https://journal.cib.institute/index.php/nutricia/article/view/3797
Olugbenga, A., Usman, N. G., & Barnabas, O. G. (2022). Effectiveness of coconut (Cocos nucifera) extracts as an inhibitor against aspergillosis. Advanced Journal of Graduate Research, 12(1), 48–54. https://journals.aijr.org/index.php/ajgr/article/view/4415
Prasati, N. S., Burhan, S., Hasanah, M., Nisa, I. K., Elhany, N. A., & Ikbal, M. (2026). Deteksi dan identifikasi jamur kontaminan pada produk roti di Situbondo. Prima Eksakta, 3(1), 50–56. https://doi.org/10.36841/pe.v3i1.7721
Pratama, R., Khatimah, H., Adam, A., Rafika, R., Armah, Z., Artati, A., & Hasan, Z. A. (2025). Optimalisasi ubi jalar putih (Ipomoea batatas L.) sebagai media alternatif pengganti PDA untuk pertumbuhan Aspergillus flavus. Jurnal Media Analis Kesehatan, 16(1), 32–37. https://doi.org/10.32382/jmak.v16i1.1434
Rahma, N., & Handayani, D. (2025). Analysis of aflatoxin in chili from traditional markets in Padang City using immunoaffinity column and HPLC. Microbiotech, 3(2), 233–242. https://microbiotech.ppj.unp.ac.id/index.php/mcrobio/article/view/70
Ramdhani, F. H. (2026). Identifikasi jamur penyebab onikomikosis pada pedagang ikan di Pasar Kota Palangka Raya. Jurnal Skala Kesehatan, 17(2), 312–320. https://doi.org/10.31964/jsk.v17i2.489
Setiyowati, R. P., Zalianti, H. P., Damayanti, L. A., Yolida, B., & Meriza, N. (2026). Kajian literatur pemanfaatan air kelapa sebagai substrat fermentasi dalam produksi nata de coco: Inovasi bioteknologi konvensional bernilai ekonomi. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(2), 270–284. https://journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/15437
Siregar, S. A., & Rizky, V. A. (2025). Workshop pengaruh tepung pisang Ambon (Musa paradisiaca) sebagai media alternatif pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pengganti media PDA (Potato Dextrose Agar). Maju: Indonesian Journal of Community Empowerment, 2(3), 459–464. https://doi.org/10.62335/Maju.V2i3.1284
Wulandari, F. A., Perdani, R., Suhartati, S., & Hidriya, H. (2025). Gambaran efektivitas ubi jalar ungu sebagai media alternatif pertumbuhan jamur Aspergillus flavus dengan metode rebus dan ekstrak. Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi, 7(2), 306–314. https://jurnal.polanka.ac.id/index.php/JKIKT/article/view/280
Zaini, W. S., Kurniati, N., & Kesumaningrum, T. (2023). Pemanfaatan singkong (Manihot esculenta Crantz) sebagai bahan dasar media alternatif untuk pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Journal of Medical Laboratory Research, 1(2), 63–66. https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/JoMLR/article/view/489
Zulkarnaim, Z., Rahmayanti, F., Angreani, N., Nasyrahwati, N., & Faisal, F. R. (2026). Pengaruh penambahan air kelapa (Cocos nucifera L.) pada media F0 terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Journal of Education Research, 7(3), 2674–2686. https://doi.org/10.37985/jer.v7i3.3447














