PENDEKATAN KONSELING MULTIKULTURAL UNTUK MENUMBUHKAN KESETARAAN DAN SENSITIVITAS GENDER DI KALANGAN SISWA

Authors

  • Wiwik Wilujeng Magister Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
  • Najlatun Naqiyah Magister Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
  • Ari Khusumadewi Magister Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.9351

Keywords:

Multikultural, Gender, Siswa

Abstract

Gender inequality in education, manifested through unequal role distribution, negative labeling, and bullying, can hinder students' psychological and academic development. This study focuses on analyzing the role of a multicultural counseling approach as an intervention strategy to foster gender equality and sensitivity in schools. The method used is a literature study by reviewing various theoretical references and relevant research results on multicultural counseling and gender issues. The research findings indicate that the implementation of multicultural counseling, both through individual and group services, is effective in helping students identify biased social constructs, reduce stereotypes, and develop empathy and mutual respect amidst diversity. This approach is not only preventive against discrimination but also transformative in creating an inclusive and safe school climate. The main conclusion emphasizes that multicultural counseling is a crucial instrument that requires counselor competence in recognizing cultural and gender biases, in order to create a just educational environment and support the sustainable self-actualization of all students.

ABSTRAK

Ketimpangan gender dalam pendidikan, yang termanifestasi melalui pembagian peran tidak seimbang, pelabelan negatif, hingga perundungan, dapat menghambat perkembangan psikologis dan akademik siswa. Penelitian ini berfokus pada analisis peran pendekatan konseling multikultural sebagai strategi intervensi untuk menumbuhkan kesetaraan dan sensitivitas gender di sekolah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai referensi teoritis dan hasil penelitian relevan mengenai konseling multikultural dan isu gender. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi konseling multikultural, baik melalui layanan individu maupun kelompok, efektif membantu siswa mengidentifikasi konstruksi sosial yang bias, mereduksi stereotip, serta mengembangkan empati dan sikap saling menghargai di tengah keberagaman. Pendekatan ini tidak hanya bersifat preventif terhadap diskriminasi, tetapi juga transformatif dalam menciptakan iklim sekolah yang inklusif dan aman. Simpulan utama menegaskan bahwa konseling multikultural merupakan instrumen krusial yang menuntut kompetensi konselor dalam mengenali bias budaya dan gender, guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang adil dan mendukung aktualisasi diri seluruh siswa secara berkelanjutan.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aldin, M. N., Chairunisa, F., & N, W. N. (2025). Efektivitas kinerja tim koordinasi percepatan penanganan anak tidak sekolah (PPATS) Provinsi Sulawesi Selatan. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1545–1556. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8002

Aliwar, A., & Jahada, J. (2022). Partisipasi perempuan di perguruan tinggi: Survei pada mahasiswa di IAIN Kendari. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 8(2), 18–35. https://doi.org/10.31332/zjpi.v8i2.3901

Arifin, Z., Munawaroh, S., & Kurniawan, A. (2024). Efektivitas konseling sebaya berbasis multikultural untuk meningkatkan kepekaan gender siswa SMA. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 8(1), 112–125. http://doi.org/10.30598/jbkt.v8i1.3124

Chotim, E. E. (2020). Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia: Keinginan dan keniscayaan pendekatan pragmatis (Studi terhadap UKM Cirebon Home Made). AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 2(1), 70–82. https://doi.org/10.54783/jin.v2i1.357

Damanik, F. H. S., & Saliman, S. (2023). Exploring a gender equality-based sex education model: Case of SMA Harapan Mandiri in Medan, North Sumatra. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 18(2), 241–264. https://doi.org/10.21580/sa.v18i2.19096

Dewi, K. S., & Santoso, T. (2025). Kolaborasi sekolah dan keluarga dalam membangun kesadaran gender melalui pendekatan konseling budaya. Jurnal Psikologi Pendidikan, 13(2), 201–215. https://ejournal.upi.edu/index.php/jpp/article/view/dewi-santoso

Fitriani, N., Suherman, U., & Ilfiandra, I. (2022). Kompetensi multikultural konselor dalam menangani isu keragaman gender di sekolah. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 7(9), 380–388. http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/view/15421

Hasanah, U., & Malik, A. (2024). Interseksionalitas dalam konseling multikultural: Memahami identitas gender, etnis, dan agama siswa. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 9(1), 45–60. https://doi.org/10.17977/um001v9i12024p045

Hidayat, R., & Sari, D. P. (2025). Kepemimpinan sekolah dan implementasi konseling sensitif gender: Sebuah studi kasus. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(1), 88–102. https://journal.uny.ac.id/index.php/jmp/article/view/hidayat-sari

Lathifah, N., Rohman, A., & Zulfa, I. (2026). Strategi konseling multikultural dalam menumbuhkan kesetaraan gender di lingkungan sekolah menengah. Jurnal Inovasi Pendidikan, 14(1), 15–30. https://doi.org/10.21831/jip.v14i1.8214

Lathifah, S., Mahmudah, H. F., Nurida, S. W., Ardita, A. P., & Setyaputri, N. Y. (2026). [Judul Artikel Prosiding]. Prosiding Konseling Kearifan Nusantara (KKN), 5, 386–397. https://doi.org/10.29407/pa3zs841

Lestari, N. E. S., Sapr?at?, A., & Susandi, A. D. (2025). Evaluasi implementasi pengimbasan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) sekolah model di sekolah dasar: Analisis menggunakan model CIPP. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(4), 1804–1815. https://doi.org/10.51878/learning.v5i4.6814

Lestari, S., & Utomo, P. (2026). Dampak layanan bimbingan dan konseling berbasis keadilan gender terhadap kesejahteraan psikologis siswa. Jurnal Kesejahteraan Mental, 5(2), 120–135. https://jurnal.ugm.ac.id/jkm/article/view/lestari-utomo

Nugroho, S. (2024). Advokasi konselor dalam menciptakan kebijakan sekolah yang responsif gender. Jurnal Riset Konseling Indonesia, 8(2), 150–165. https://doi.org/10.24036/020248214321-0-00

Prasetyo, Y. (2023). Pemberdayaan siswa perempuan melalui konseling karir multikultural untuk mengatasi hambatan stereotipe. Jurnal Pendidikan Karir, 4(2), 77–92. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpk/article/view/prasetyo-2023

Puspita, D. (2023). Teknik reframing dalam konseling kelompok multikultural untuk mereduksi stereotipe peran gender. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(3), 210–225. https://doi.org/10.24014/jbk.v10i3.1542

Rahmawati, E., Setiaji, K., & Wardani, L. (2022). Analisis perubahan perilaku sosial siswa melalui intervensi konseling sensitivitas gender. Jurnal Ilmu Perilaku, 6(1), 33–48. https://doi.org/10.25077/jip.6.1.33-48.2022

Ramadhani, F., & Wijaya, C. (2025). Integrasi nilai kearifan lokal dalam praktik konseling multikultural untuk mendukung keadilan gender. Jurnal Kebudayaan dan Pendidikan, 11(1), 55–70. https://doi.org/10.32528/jkp.v11i1.7421

Rehman, N., Huang, X., Zhang, L., Mahmood, A., & Zamani, N. (2024). Breaking the stigma: The joint effort of the government, print media, and citizens toward transgender education equality (2018–2022). Humanities and Social Sciences Communications, 11(1). https://doi.org/10.1057/s41599-024-03128-9

Rumahorbo, R., Kuswandi, D., & Wedi, A. (2025). Emansipasi dan humanisasi pendidikan Kartini di era kecerdasan buatan. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1709–1720. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8224

Saikuddin, A., & Amrullah, A. K. (2023). The dynamics of gender equality and new directions for the role of Saudi women. Jurnal CMES, 16(1), 51–64. https://doi.org/10.20961/cmes.16.1.64149

Sari, A. L., Irwandi, I., Rochmansjah, H., Nurdiansyah, I., & Aslam, D. F. (2021). UMKM, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Statistik Indonesia, 1(1), 22–32. https://doi.org/10.11594/jesi.01.01.03

Setiawan, B. (2024). Rekonstruksi maskulinitas: Peran konselor sekolah dalam mendidik siswa laki-laki tentang kesetaraan gender. Jurnal Maskulinitas dan Pendidikan, 2(1), 12–28. https://doi.org/10.22219/jmp.v2i1.2145

Suryani, I., Fauziah, N., & Yusuf, M. (2021). Tantangan dan strategi konselor dalam memberikan edukasi gender di sekolah berbasis nilai tradisional. Jurnal Pendidikan Multikultural, 5(2), 144–159. http://dx.doi.org/10.23887/jpm.v5i2.34211

Suwarni, S. (2022). Peran budaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. ITQAN: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 13(2), 241–254. https://doi.org/10.47766/itqan.v13i2.197

Taufik, M., Suhartina, S., & Hasnani, H. (2022). Persepsi masyarakat terhadap kesetaraan gender dalam keluarga. SOSIOLOGIA: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 1(1), 51–62. https://doi.org/10.35905/sosiologia.v1i1.3396

Wulandari, R., & Pratama, M. (2023). Pengembangan modul digital bimbingan konseling berbasis multikultural untuk meningkatkan literasi gender. Jurnal Teknologi Pendidikan, 12(4), 312–327. https://doi.org/10.31800/jtp.v12i4.1254

Downloads

Published

2026-02-15

How to Cite

Wilujeng, W. ., Naqiyah, N. ., & Khusumadewi, A. . (2026). PENDEKATAN KONSELING MULTIKULTURAL UNTUK MENUMBUHKAN KESETARAAN DAN SENSITIVITAS GENDER DI KALANGAN SISWA. LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(1), 384-393. https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.9351

Issue

Section

Articles