PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENDORONG PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI KECAMATAN DUNGALIYO PADA PEMILU 2024
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i2.6059Keywords:
media sosial, partisipasi politik, pemilih pemulaAbstract
This study aims to analyze the role of social media in encouraging political participation among first-time voters in Dungaliyo Sub-district during the 2024 General Election. Social media has become the primary channel for disseminating political information, especially among the younger generation with extensive access to digital technology. This research employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of 15 first-time voters who were active users of social media platforms such as Instagram, TikTok, and Facebook. The findings reveal that social media plays a significant role in increasing political literacy, shaping political attitudes, and encouraging active participation in the electoral process. Social media functions as a source of political information, a means of political education, and an effective space for political discussion. Factors influencing the political participation of first-time voters include political stimuli, personal characteristics, and social environmental influences. These findings highlight the importance of optimizing the use of social media as a political education tool to enhance the quality of democratic participation among young people in rural areas.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mendorong partisipasi politik pemilih pemula di Kecamatan Dungaliyo pada Pemilu 2024. Media sosial kini menjadi saluran utama penyebaran informasi politik, khususnya bagi generasi muda yang memiliki akses luas terhadap teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 15 pemilih pemula yang aktif di platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan literasi politik, membentuk sikap politik, serta mendorong partisipasi aktif dalam proses pemilu. Media sosial berperan sebagai sumber informasi politik, sarana edukasi politik, dan ruang diskusi politik yang efektif. Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi politik pemilih pemula meliputi perangsang politik, karakteristik pribadi, dan pengaruh lingkungan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi penggunaan media sosial sebagai instrumen edukasi politik yang mampu meningkatkan kualitas partisipasi demokratis di kalangan generasi muda di daerah.
References
Antono, B., Solihah, R., Bintari, & Antik. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemuda dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Majalengka tahun 2018 (studi pada organisasi kepemudaan Kecamatan Bantarujeg). Jurnal Aspirasi, 11(2), 36–49.
Arumsari, N., Septina, W. E., & Saputro, I. H. (2020). Peran media sosial dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN, 5(1), 12–16. https://doi.org/10.15294/harmony.v5i1.40271
Dwiyanti, D. A., Nurani, I., Alfarizi, M. N., & Hubbah, R. D. (2023). Pengaruh media sosial terhadap partisipasi politik warga negara: Dampak positif dan negatif. Advances in Social Humanities Research, 1(4), 298–306. https://www.adshr.org/index.php/vo/article/view/34
Fathurokhman, B. (2022). Partisipasi politik pemilih pemula dalam pemilihan umum (Pemilu). Journal of Research and Development on Public Policy, 1(1), 51–59. https://doi.org/10.58684/jarvic.v1i1.68
Kasihanto, A. R. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih dalam pemilu presiden tahun 2019 di Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo.
Maros, H., & Juniar, S. (2016). Partisipasi politik Ahmadiyah. [Makalah tidak dipublikasikan].
Maran, R. (2007). Perilaku politik dan komunikasi. Bandung: Nuansa Cendekia.
Muslim, A. (2013). Faktor-faktor partisipasi politik pemilih pemula di Kecamatan Andir pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (PILGUB) Jabar 2013. Universitas Komputer Indonesia. https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/639/jbptunikompp-gdl-agusmuslim-31913-11-artikel.pdf
Noviyanti, U., & Ardiansyah. (2021). Pengaruh media sosial terhadap partisipasi pemilih pemula pada Pilpres 2019 di Kabupaten Aceh Utara (studi penelitian di Kecamatan Dewantara). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FISIP Unsyiah, 6(2), 1–21.
Oktama, D. A., & Dewi, S. F. (2023). Media sosial dan pengaruhnya terhadap partisipasi politik pemilih pemula pada pilkada. Journal of Education, Cultural and Politics, 101(1), 2798–6020.
Putra, T. R., & Nurcholis, A. (2021). Pengaruh media sosial terhadap partisipasi pemilih pemula pada pemilihan presiden 2019: Studi pada mahasiswa FISIPOL UGM. Jurnal PolGov, 2(1), 193–222. https://doi.org/10.22146/polgov.v2i1.1372
Rahmat, B., & Esther. (2016). Perilaku pemilih pemula dalam pilkada serentak di Kecamatan Ciomas Kabupaten Serang tahun 2015. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 42(2), 25. https://doi.org/10.33701/jipwp.v42i2.148
Rani, P., Chakraborty, M. K., Sah, R. P. R. P. R., Subhashi, A. P. T., Disna, R., Perera, U. I. P., & Chaudhary, D. P. (2020). No title. Range Management and Agroforestry, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.1016/j.fcr.2017.06.020
Sani, A., & Al-Qardhawy, M. Y. (2024). Pengaruh media sosial terhadap partisipasi pemilih pemula pada pemilihan presiden 2019 (studi pada mahasiswa FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh). Jurnal Real Riset, 6(1), 92–101. https://journal.unigha.ac.id/index.php/JRR/article/view/2160
Utama, A. M. T. (2022). Kelayakan E Modul berbasis TPACK untuk melatih kemampuan literasi sains calon guru biologi. 9(3), 356–363.
Zúñiga, H. G. D., & Zheng, P. (2012). Social media use and participatory democracy: A study of the role of media use and political engagement. New Media & Society, 14(6), 986–1003.














