PENYALAHGUNAAN MINUMAN KERAS DI KALANGAN REMAJA DESA SOGUO KECAMATAN BOLAANG UKI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i2.5513Keywords:
Penyalahgunaan, Minuman Keras, RemajaAbstract
This study aims to describe the behavior of adolescents involved in alcohol abuse and identify the factors that influence such behavior in Soguo Village, Bolaang Uki District, South Bolaang Mongondow Regency. The abuse of alcoholic beverages, especially Cap Tikus, which contains a high level of alcohol, has become a concerning social phenomenon due to its impact on adolescent behavior, such as stealing, engaging in fights, and losing emotional control. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with the village head and sixteen adolescents who were identified as alcohol consumers, along with documentation from relevant sources. The findings reveal that several factors drive adolescents to consume alcohol, including curiosity (individual factors), poor communication with parents, peer pressure, and easy access to alcoholic beverages in the village. These findings highlight the urgent need for collaborative prevention efforts involving families, communities, and local governments through education, supervision, and regulation enforcement. Such integrated approaches are essential to reduce deviant behavior among adolescents and create a healthier social environment.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku remaja yang terlibat dalam penyalahgunaan minuman keras serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut di Desa Soguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penyalahgunaan minuman keras, khususnya Cap Tikus yang memiliki kadar alkohol tinggi, menjadi fenomena sosial yang memprihatinkan karena berdampak pada perubahan perilaku remaja, seperti mencuri, terlibat perkelahian, dan kehilangan kontrol emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala desa dan enam belas remaja yang diketahui mengonsumsi minuman keras, serta dokumentasi dari sumber-sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong penyalahgunaan minuman keras meliputi rasa ingin tahu (faktor individu), komunikasi yang buruk dengan orang tua, pengaruh teman sebaya, serta mudahnya akses terhadap minuman keras di lingkungan desa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah desa dalam melakukan pencegahan melalui edukasi, pengawasan, dan penegakan aturan. Upaya kolaboratif tersebut menjadi kunci untuk mengurangi perilaku menyimpang di kalangan remaja.
References
Badan Narkotika Nasional (BNN). (2021). Laporan survei nasional penyalahgunaan narkoba dan alkohol di kalangan remaja. BNN RI.
Brook, J. S., Brook, D. W., Zhang, C., & Whiteman, M. (2006). Developmental trajectories of cigarette smoking from adolescence to the early thirties: Personality and behavioral risk factors. Health Psychology, 25(5), 616–626.
Hidayat, R. (2021). Penyimpangan seks dan bahaya penyalahgunaan minuman keras/narkoba bagi remaja. Nuevos Sistemas De Comunicación E Información, 8721, 2013–2015.
Kartono, K. (1995). Psikologi anak (Psikologi perkembangan). CV Mandar Maju.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan tahunan kesehatan remaja dan penyalahgunaan alkohol. Kemenkes RI.
Lintong, L. V., Deeng, D., & Mamosy, W. (2022). Perubahan nilai budaya masyarakat Cap Tikus di Desa Talaitad Utara Kecamatan Suluun Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. HOLISTIK, Journal Of Social And Culture. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/Holistik/article/view/45409
Meliana, & Yang, W. (2019). Perilaku remaja Desa Rukam Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Ejournal Sosiatri Sosiologi. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.16887.85922
Miradj, S. (2020). The impact of liquor on the behavior of the young generation (Gamsungi Ibu Selatan District, West Halmahera Regency). Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender Dan Agama, 14, 22.
Rondonuwu, M. (2020). Tradisi dan bahaya konsumsi Cap Tikus sebagai minuman keras lokal. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(2), 155–167.
Rori, P. L. P. (2015). Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa. Abstract liquor or called also alcoholic beverages is a drink containing a substance ethanol. Ethanol himself is the substances or ingredients that when consumed would reduce the awareness of it has its consumers. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=70988&val=4882
Santrock, J. W. (2016). Adolescence (16th ed.). McGraw-Hill Education.
Sulaiman, A. (2019). Faktor-faktor penyebab remaja di Desa Purwaraja Kabupaten Kutai Kartanegara. Journal Sosiatri-Sosiologi, 7(4), 231–245. https://ejournal.sos.fisipunmul.ac.id/site/wpcontent/uploads/2019/12/01_Format_Artikel_Ejournal_Mulai_Hlm_Ganjil%20(12-17-19-09-48-55).pdf
Sulaiman, M. (2020). Dampak konsumsi alkohol terhadap kesehatan fisik dan psikologis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 14(3), 220–229.
Syarief, O. A., Pratiwi, M., & Urva, G. (2022). Edukasi dampak minuman keras di kalangan remaja. Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Inovasi, 2(1), 48–54. https://doi.org/10.58466/Literasi.v2i1.1208
Tampomalu, M. S., Kerebungu, F., & Umaternate, A. R. (2021). Perilaku penyalahgunaan minuman keras di kalangan remaja di Desa Suluan Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa. JURNAL PARADIGMA: Journal Of Sociology Research And Education, 2(2), 143–150. https://doi.org/10.53682/Jpjsre.v2i2.1862
Widodo, D. A., & Rofi’ah. (2023). Penyalahgunaan minuman keras pada remaja (Studi kasus di Kp. Bulak Amah Kelurahan Mekarwangi). MANIFESTO Jurnal Gagasan Komunikasi, Politik, Dan Budaya, 1(1), 39–46. https://journal.awatarapublisher.com/index.php/Manifesto/article/view/23
World Health Organization. (2021). Global status report on alcohol and health 2021. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241565639














