ANALISIS POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN DAN EVALUASI DOKUMEN UKL UPL PADA TAHAP PRA-KONSTRUKSI HINGGA PASCA-OPERASIONAL PT SAKTI PANGAN PERKASA
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v6i4.16004Keywords:
UKL-UPL, Dampak Lingkungan, Pengelolaan Lingkungan, Dampak Lingkungan IndustriAbstract
ABSTRACT
Food industry activities have the potential to affect air, water, and soil quality, socioeconomic conditions, and resource use, thereby requiring planned environmental management and monitoring. This study aims to identify potential environmental impacts of the activities of PT Sakti Pangan Perkasa, evaluate the compliance of its UKL-UPL document, analyze the adequacy, risks, and potential effectiveness of environmental management, and formulate mitigation strategies. The study employed a qualitative descriptive method with a case study and evaluative approach. Data were obtained through a review of the UKL-UPL document, observations, interviews, documentation, relevant laws and regulations, and scientific literature. The analysis involved identifying impacts at each stage of the activities, comparing them with the planned environmental management and monitoring measures, and assessing compliance, adequacy, risks, and potential effectiveness based on the measurability of monitoring indicators. The results show that potential impacts occur at all stages of the activities, with the operational stage having the highest complexity of impacts. Of the 18 components evaluated, 11 components (61.11%) were considered compliant, while 7 components (38.89%) were considered sufficiently compliant. In terms of adequacy, 15 components (83.33%) met the adequacy criteria, while 3 components (16.67%) still required strengthening. Mitigation strategies focus on dust control, wastewater and B3 waste management, resource efficiency, transportation management, and the management of socioeconomic impacts. The UKL-UPL document provides a basis for environmental management but still requires improvements in monitoring indicators and performance measures so that the potential effectiveness of environmental management can be assessed more measurably.
ABSTRAK
Kegiatan industri pangan berpotensi menimbulkan dampak terhadap kualitas udara, air, tanah, sosial ekonomi, dan penggunaan sumber daya sehingga memerlukan pengelolaan dan pemantauan yang terencana. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi dampak lingkungan pada kegiatan PT Sakti Pangan Perkasa, mengevaluasi kesesuaian dokumen UKL-UPL, serta menganalisis kecukupan, risiko, dan potensi efektivitas pengelolaan lingkungan serta merumuskan strategi mitigasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan evaluatif. Data diperoleh melalui telaah dokumen UKL-UPL, observasi, wawancara, dokumentasi, peraturan perundang-undangan, dan literatur ilmiah. Analisis dilakukan melalui identifikasi dampak pada setiap tahapan kegiatan, perbandingan dengan rencana pengelolaan dan pemantauan, serta penilaian kesesuaian, kecukupan, risiko, dan potensi efektivitas berdasarkan keterukuran indikator pemantauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi dampak terdapat pada seluruh tahapan kegiatan, dengan tahap operasional memiliki kompleksitas dampak paling tinggi. Dari 18 komponen yang dievaluasi, 11 komponen (61,11%) dinilai sesuai dan 7 komponen (38,89%) cukup sesuai. Sebanyak 15 komponen (83,33%) memenuhi kriteria kecukupan, sedangkan 3 komponen (16,67%) memerlukan penguatan. Strategi mitigasi diarahkan pada pengendalian debu, pengelolaan air limbah dan limbah B3, efisiensi sumber daya, transportasi, serta dampak sosial ekonomi. Dokumen UKL-UPL telah memberikan dasar pengelolaan lingkungan, tetapi masih memerlukan penyempurnaan indikator pemantauan dan ukuran keberhasilan agar potensi efektivitas pengelolaan dapat dinilai lebih terukur.
Downloads
References
Abdel-Fatah, M. A. (2023). Integrated management of industrial wastewater in the food sector. Sustainability, 15(23), 16193. https://doi.org/10.3390/su152316193
Desrina, R. (2005). Environmental management and monitoring efforts (UKL-UPL) for oil and gas sector. Scientific Contributions Oil and Gas, 28(1), 7–12. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5839482
Drosou, F., Kekes, T., Boukouvalas, C., Oikonomopoulou, V., & Krokida, M. (2024). Life cycle assessment of innovative methods for treating wastewater and solid wastes: A case study focusing on their application within the brewing sector. Sustainable Food Technology, 2, 1476–1489. https://doi.org/10.1039/D4FB00197D
Effendi, H., Mursalin, M., & Sonaji, R. (2022). Dinamika persetujuan lingkungan dalam perspektif Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 dan peraturan turunannya. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 5(3), 759–787. https://doi.org/10.36813/jplb.5.3.759-787
Farahdiba, A. U., Warmadewanthi, I. D. A. A., Fransiscus, Y., Rosyidah, E., Hermana, J., & Yuniarto, A. (2023). The present and proposed sustainable food waste treatment technology in Indonesia: A review. Environmental Technology & Innovation, 32, 103256. https://doi.org/10.1016/j.eti.2023.103256
Firmansyah, M. R., & Cundaningsih, N. (2025). Ketaatan kegiatan usaha skala besar dan menengah dalam pengendalian pencemaran air di Kota Surabaya. Jurnal Serambi Engineering, 10(2). https://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/780
Habibi, A., Sjaifuddin, S., & Pancawati, J. (2024). Characteristics of wastewater generated by the snack food (cookies) industry. Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan, 21(1), 112–131. https://doi.org/10.14710/presipitasi.v21i1.112-131
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2021a). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2021 tentang daftar usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki AMDAL, UKL-UPL, atau SPPL. https://jdih.menlhk.go.id/kiosk/files/2021pmlhk004_menlhk_06082021103523.pdf
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2021b). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 tentang tata cara dan persyaratan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. https://jdih.kehutanan.go.id/new2/home/portfolioDetails3/2021pmlhk006_menlhk_06082021104752.pdf/6/2021/4/1061Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2024). Balai Kemenperin berperan tingkatkan daya saing industri manufaktur. https://kemenperin.go.id/artikel/25163/Balai-Kemenperin-Berperan-Tingkatkan-Daya-Saing-Industri-Manufaktur
Lavyatra, D. A., Novembrianto, R., & Sitogasa, P. S. A. (2023). Evaluasi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan industri eksplorasi panas bumi PT. X. Envirous, 3(2), 35–42. https://doi.org/10.33005/envirous.v3i2.12
Ningsih, D. E., Frinaldi, A., & Rembrandt. (2024). Analysis of environmental approval in Government Regulation No. 22 of 2021 on the implementation of environmental protection and management. CIVED, 11(1), 29–37. https://doi.org/10.24036/cived.v11i1.483
Panjaitan, M. Y., Purwanto, P., & Warsito, B. (2023). Tingkat ketaatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup pada industri manufaktur di Kota Salatiga. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(2), 329–340. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49243
Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. https://peraturan.bpk.go.id/Details/161852/pp-no-22-tahun-2021
Qadar, S. A., Budihardjo, M. A., & Priyambada, I. B. (2024). Life cycle assessment to compare the environmental of food waste management system in Semarang City. Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan, 21(1), 154–164. https://doi.org/10.14710/presipitasi.v21i1.154-164
Rivaldi, R. R., Candrakirana, R., & Jaelani, A. K. (2024). Analisis UKL-UPL perusahaan terhadap Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 (Studi pada PT Mitsuba Indonesia). Jurnal Discretie, 5(2), 420–428. https://jurnal.uns.ac.id/discretie/article/view/89248
Sachs, J. D., Lafortune, G., & Fuller, G. (2024). The SDGs and the UN Summit of the Future: Sustainable Development Report 2024. Dublin University Press. https://doi.org/10.25546/108572
Sinambela, M. W. C., & Melindo, H. L. (2022). Environmental management and monitoring efforts in Sangetoh Field, Kangean Working Area, Java Sea, East Java Province with a SWOT analysis approach. Coastal and Ocean Journal, 6(2). https://doi.org/10.29244/coj.v6i2.44476
Sulistyo, S., Nurmawati, S., & Rusdiyanto, E. (2024). Evaluasi pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup dan pemantauan lingkungan hidup di RS PKU Muhammadiyah Kabupaten Temanggung. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 12(3), 824–835. https://doi.org/10.26418/jtllb.v12i3.81012
Susanto, A., Kusnadi, S. N. F., Putra, E. K., Santoso, D. R. M., & Manuel, A. A. (2024). Tinjauan efisiensi pengendalian debu dengan dry fog system di industri pengolahan bijih mineral. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(3), 712–719. https://doi.org/10.14710/jil.22.3.712-719
Wiryawan, I. R., & Pharmawati, K. (2024). Evaluasi pengelolaan limbah B3 cair proses produksi pada industri manufaktur di PT. Z, Kota Bandung. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 8(2), 132–142. https://doi.org/10.36813/jplb.8.2.132-142
Yudha, R., & Danuputri, D. N. (2024). Impact of environmental pollution parameters and wastewater handling in manufacturing industry. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(1), 27–34. https://doi.org/10.24252/higiene.v10i1.39766
Zuhria, S. A., Indrasti, N. S., & Yani, M. (2021). Kajian dampak lingkungan produk tepung agar menggunakan metode life cycle assessment (LCA). Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 31(3), 343–355. https://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2021.31.3.343














