FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI IBU HAMIL MELAKUKAN KUNJUNGAN ANC K1 AKSES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLATAKAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/healthy.v4i3.7042Keywords:
ANC2, Pengetahuan, Dukungan keluargaAbstract
The gap in K1 access achievement in the Klatakan Community Health Center working area causes ANC according to standards not to be met. Based on the performance report of the Jember Regency Health Office, the K1 achievement target was set at 100% and the Klatakan Community Health Center's achievement was only 72%. Therefore, an analysis of the factors underlying pregnant women's visits to ANC K1 Access is needed. The type of research used is descriptive with a population of 99 pregnant women. Sampling used a purposive sampling technique to 45 pregnant women. Data processing using frequency distribution is presented in tabular form. The distribution of good knowledge levels was 16 respondents (35.6%). The distance from their residence to the community health center was far (>3 km) namely 37 respondents (82.2%). Family support was included in the sufficient category of 21 people (46.7%). A small number of mothers had good knowledge, good knowledge will encourage better maternal health behavior in performing ANC. The distance from their residence was far for almost all respondents, that respondents felt reluctant to come because it required a long travel time and incur transportation costs. Nearly half of respondents had adequate family support, and pregnant women with good family support were found to have increased adherence to ANC visits. Suggestions for the Klatakan Community Health Center, the research site, include increasing the reach of ANC services by scheduling doctors at the Community Health Center (Pustu), Village Health Center (Polindes), and Village Health Post (Ponkesdes) and providing mobile ultrasound services.
ABSTRAK
Kesenjangan capaian K1 akses di wilayah kerja Puskesmas Klatakan menyebabkan ANC sesuai standar tidak terpenuhi. Berdasarkan laporan kinerja Dinkes Kabupaten Jember target capaian K1 yang ditetapkan 100% dan capaian Puskesmas Klatakan hanya 72%, sehingga diperlukan analisa faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi ibu hamil melakukan kunjungan ANC K1 Akses. Jenis penelitian menggunakan deskriptif dengan populasi ibu hamil sebanyak 99. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling menjadi 45 ibu hamil. Pengolahan data menggunakan distribusi frekuensi disajikan dalam bentuk tabel. Distribusi tingkat pengetahuan baik sebanyak 16 responden (35,6%). Jarak tempat tinggal dengan puskesmas jauh (>3 km) yaitu 37 responden (82,2%). Dukungan keluarga termasuk kategori cukup 21 orang (46,7%). Sebagian kecil ibu berpengetahuan baik, pengetahuan yang baik akan mendorong perilaku kesehatan ibu menjadi lebih baik dalam melakukan ANC. Jarak tempat tinggal jauh hampir seluruh dari responden, bahwa responden merasa enggan untuk datang karena memerlukan waktu tempuh lama dan mengeluarkan biaya transportasi. Hampir setengah dari responden memiliki dukungan keluarga cukup, ibu hamil dengan dukungan keluarga baik akan berdampak meningkatkan kepatuhan kunjungan ANC. Saran bagi Puskesmas Klatakan sebagai tempat penelitian adalah meningkatkan jangkauan pelayanan ANC dengan menjadwalkan dokter di Pustu/Polindes/Ponkesdes dan memberikan pelayanan USG mobile.
References
Albarracín, D., et al. (2024). Determinants of behaviour and their efficacy as targets of behavioural change interventions. Nature Reviews Psychology, 3(6), 377. https://doi.org/10.1038/s44159-024-00305-0
Barbara, M. A. D., & Karlina, I. (2024). Efektivitas sosialisasi kontrasepsi hormonal dan efek sampingnya pada wanita usia subur di desa cihanjuang. COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 214. https://doi.org/10.51878/community.v4i2.3815
Duclos, V., et al. (2017). Situating mobile health: A qualitative study of mhealth expectations in the rural health district of nouna, burkina faso. Health Research Policy and Systems, 15. https://doi.org/10.1186/s12961-017-0211-y
Faradhika. (2018). Analisis faktor kunjungan anc berbasis teori transcultural nursing di wilayah kerja puskesmas burneh. Perpus Unair.
Girma, N., et al. (2023). Late initiation of antenatal care among pregnant women in Addis Ababa city, Ethiopia: A facility based cross-sectional study. BMC Women s Health, 23(1). https://doi.org/10.1186/s12905-022-02148-4
Indarti, I. (2022). Pengetahuan, dukungan suami, sosial ekonomi dan jarak tempat tinggal terhadap perilaku ibu hamil dengan kunjungan anc. SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia, 01(04), 166–172.
Indriani, R., et al. (2025). Program wilayah binaan berkelanjutan tahap iii pencegahan pernikahan dini dan pendampingan ibu hamil sebagai upaya menurunkan aki dan risiko stunting. COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 17. https://doi.org/10.51878/community.v5i1.4907
Jhaveri, N. R., et al. (2023). Opportunities and barriers for maternal nutrition behavior change: An in-depth qualitative analysis of pregnant women and their families in uttar pradesh, india. Frontiers in Nutrition, 10. https://doi.org/10.3389/fnut.2023.1185696
Kolobova, I., et al. (2022). Vaccine uptake and barriers to vaccination among at-risk adult populations in the us [Review of vaccine uptake and barriers to vaccination among at-risk adult populations in the US]. Human Vaccines & Immunotherapeutics, 18(5). https://doi.org/10.1080/21645515.2022.2055422
Maghfirohwati, O. (2024). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan pemanfaatan buku kia di puskesmas wiradesa pekalongan. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(2), 75. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i2.2774
Nigatu, S. G., & Birhan, T. Y. (2023). The magnitude and determinants of delayed initiation of antenatal care among pregnant women in Gambia; evidence from Gambia demographic and health survey data. BMC Public Health, 23(1). https://doi.org/10.1186/s12889-023-15506-0
Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu kebidanan. PT. Yayasan Bina Pustaka.
Rachmawati, A. I., et al. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan antenatal care (anc) ibu hamil. Jurnal Kesehatan Universitas Lampung, VII(10), 72–76.
Sari, N. N. I., et al. (2018). Perbedaan kunjungan antenatal care antara ibu hamil peserta progam keluarga harapan (pkh) dan bukan peserta pkh di kecamatan kalisat kabupaten jember. IKESMA, 14(1), 34. https://doi.org/10.19184/ikesma.v14i1.10405
Sitepu, D. E. (2024). Hubungan usia, pekerjaan dan pendidikan pasien terhadap tingkat pengetahuan di puskesmas wilayah lampung tengah. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(6), 196–204.
Sitepu, F., et al. (2023). Meta-analysis the effects of education, pregnancy planning, husband support, and distance to health facilities on the utilization of antenatal care service. Journal of Maternal and Child Health, 8(4), 510. https://doi.org/10.26911/thejmch.2023.08.04.12
Tichelman, E., et al. (2018). Addressing transition to motherhood, guideline adherence by midwives in prenatal booking visits: Findings from video recordings. Midwifery, 69, 76. https://doi.org/10.1016/j.midw.2018.10.021
Ujung, R. M. (2022). Efektifitas pendidikan kesehatan tanda bahaya kehamilan terhadap kepatuhan antenatal care di masa covid-19. COMSERVA Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2(7), 1200. https://doi.org/10.59141/comserva.v2i07.407
Wati, S. D., et al. (2025). Tingkat pengetahuan ibu nifas mengenai mobilisasi dini post sectio caesarea di rs nur hidayah bantul 2025. HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 4(3), 167. https://doi.org/10.51878/healthy.v4i3.6736
Widiasih, R., et al. (2021). Self-fetal wellbeing monitoring and ante-natal care during the covid-19 pandemic: A qualitative descriptive study among pregnant women in indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(21), 11672. https://doi.org/10.3390/ijerph182111672
Wulandari. (2016). Buku ajar keperawatan anak. Pustaka Pelajar.













