SELF AWARENESS DALAM REGULASI EMOSI PADA REMAJA AUTISM SPECTRUM DISORDER DI SMP
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i4.14373Keywords:
Autism Spectrum Disorder, Self Awareness, Regulasi EmosiAbstract
ABSTRACT
Social interactions in the school environment reveal that an adolescent with Autism Spectrum Disorder (ASD) may recognize emotions without consistently being able to control his responses. This study explores the forms of self-awareness, the impacts that arise, the factors associated with it, and the potential for appropriate counseling services in the context of emotional regulation. The study employed a descriptive qualitative approach involving one 16-year-old ninth-grade student as the main respondent, along with two guidance and counseling teachers, one homeroom teacher, and a parent selected through purposive sampling based on their involvement in the respondent’s daily life. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification. The findings indicate that MEA’s self-awareness is reflected in the ability to recognize mood, perceptions, feelings, appearance, and social behavior. However, this awareness is not always accompanied by adaptive responses when facing interpersonal pressure, particularly teasing that triggers anger and defensive communication. Its development is associated with cognitive capacity, value systems, perspectives, behavior, environment, life experiences, and socio-cultural context. Individual counseling based on REBT is proposed through cognitive disputation, role-play, and reinforcement tailored to the characteristics of ASD in practice.
ABSTRAK
Interaksi sosial di lingkungan sekolah memperlihatkan bahwa kemampuan seorang remaja dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dalam mengenali emosi belum selalu berjalan seiring dengan kemampuan mengendalikan respons. Penelitian ini menelusuri bentuk self awareness, dampak yang muncul, faktor yang berkaitan dengannya, serta kemungkinan layanan konseling yang sesuai dalam konteks regulasi emosi. Kajian dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan satu siswa kelas IX berusia 16 tahun sebagai responden utama, bersama dua guru BK, satu wali kelas, dan orang tua yang dipilih secara purposive sampling karena keterlibatan mereka dalam kehidupan responden. Data dihimpun melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa self awareness MEA tampak dalam kemampuan mengenali suasana hati, persepsi, perasaan, penampilan, dan perilaku sosial. Namun, pengenalan tersebut belum sepenuhnya diikuti respons adaptif ketika menghadapi tekanan interpersonal, terutama ejekan yang memicu kemarahan dan komunikasi defensif. Perkembangannya berkaitan dengan kapasitas kognitif, sistem nilai, cara pandang, perilaku, lingkungan, pengalaman hidup, serta konteks sosial budaya. Konseling individu berbasis REBT diusulkan melalui disputasi kognitif, role-play, dan penguatan yang disesuaikan dengan karakteristik ASD secara nyata.
Downloads
References
Alruwaili, R. F. (2025). Emotion regulation strategies among Saudi university students: Exploring cognitive reappraisal and expressive suppression. Cogent Education, 12(1), 2574728. https://doi.org/10.1080/2331186X.2025.2574728
Aprina, A. F., Simon, I. M., & Santoso, D. B. (2021). Tingkat self awareness mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2017 Universitas Negeri Malang sebagai kesiapan menjadi konselor sekolah. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, Dan Pengelolaan Pendidikan, 1(4), 328–335. https://doi.org/10.17977/um065v1i42021p328-335
Dewi, S., & Morawati, S. (2024). Gangguan autis pada anak. Scientific Journal, 3(6), 418–431. https://doi.org/10.56260/sciena.v3i6.177
Futihaturrobiah, F., Setiawati, F. A., & Mashurin, M. (2025). Peran masyarakat inklusif dalam mendorong perkembangan emosi anak autis (ASD): Studi fenomenologi. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 13(3), 351–369. https://www.jurnal.konselingindonesia.com/index.php/jkp/article/view/1780
Hafizhah, N., Faridah, S., & Fadhila, M. (2023). Regulasi emosi dengan self awareness siswa di SMAN 7 Banjarmasin. Jurnal Al-Husna, 4(3), 224–238. https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/alhusna/article/view/6648
Huwaidi, M. T., & Selian, S. N. (2026). Strategi guru dalam mendukung regulasi emosi anak dengan autism spectrum disorder. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi, 2(1), 1–25.
https://www.jurnal.yayasanmeisyarainsanmadani.com/index.php/intelektual/article/view/663
Ikbar, R. S., & Mukminin, M. N. (2026). Dinamika psikologis remaja dengan autism spectrum disorder: Sebuah studi kasus di sekolah inklusi. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 13(02), 620–628. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/77341
Katilik, A. N., & Djie, J. A. (2022). Penerapan pendekatan Orff-Schulwerk untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan autism spectrum disorder (ASD) dalam pembelajaran instrumen ritmis sederhana [The implementation of Orff-Schulwerk approach to enhance students with autism spectrum disorder (ASD) learning outcomes in simple rhythmic instrument learning]. Jurnal Seni Musik, 12(1), 91–109. https://ojs.uph.edu/index.php/JSM/article/view/5335
Kulsum, D. U. (2026). Terapi MEPISHA: Solusi tidur dan regulasi emosi anak dengan autism spectrum disorder. CV Eureka Media Aksara.
Lavenne-Collot, N., Tersiguel, M., Dissaux, N., Degrez, C., Bronsard, G., Botbol, M., et al. (2023). Self/other distinction in adolescents with autism spectrum disorder (ASD) assessed with a double mirror paradigm. PLOS ONE, 18(3), e0275018. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0275018
Natalia, A. D., & Argasiam, B. (2024). Self awareness ditinjau dengan hubungan kedisplinan sekolah pada peserta didik SMK Pika Semarang. Image, 4(1). https://ejournal.unaki.ac.id/index.php/image/article/view/600
Nst, A. P. M., Pasaribu, M. W. R., Lestari, E. A., Hesti, P., Ramadhan, N., & Ginting, R. L. (2024). Bimbingan dan konseling bagi anak dengan gangguan autistic spectrum disorder. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 2(1), 120–128. https://doi.org/10.59246/aladalah.v2i1.635
Nurislami, I., Suarni, N. K., & Suranata, K. (2021). Pengembangan instrumen pengukuran karakter self awareness pada masa pra remaja. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 6(1), 8–14.
https://semnas-fmipa.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_bk/article/view/597
Pamungkas, D. S., Sumardiko, D. N. Y., & Makassar, E. F. (2024). Dampak-dampak yang terjadi akibat disregulasi emosi pada remaja akhir: Kajian sistematik. Jurnal Psikologi, 1(4), 15. https://journal.pubmedia.id/index.php/pjp/article/view/2598/2667
Paputungan, F. (2023). Implications of adolescent developmental tasks in implementation of education in SMK: Implikasi tugas-tugas perkembangan remaja dalam penyelenggaraan pendidikan di SMK. Journal of Education and Culture (JEaC), 3(1), 108–124. https://journals.ubmg.ac.id/index.php/JEaC/id/article/view/1240
Pramestuti, N. A., & Ginanjar, A. S. (2022). Integrasi teknik centering dan empty chair untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada individu dengan sindrom Asperger. Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi, 21(1), 1–14. https://doi.org/10.24167/psidim.v21i1.4621
Salsabila, C. N., & Fitriani, Y. (2023). Regulasi emosi ditinjau dari dukungan sosial teman sebaya pada siswa SMP. Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 9(2), 144–153. https://doi.org/10.31602/jbkr.v9i2.11604
Susanto, A. D., & Yuliantika, K. (2025). Integrasi konseling Islam dalam penguatan self-awareness untuk mewujudkan keharmonisan keluarga. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 22(2), 161–175. https://doi.org/10.14421/hisbah.2025.222-04
Suzanna, E., Aqila, N., Mauliza, R., Nurisyahadah, A., & Maghfirah, R. (2024). Membangun self awareness remaja dan mengurangi konflik antar teman sebaya di Dayah Darul Falah. Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 2(5), 1689–1696. https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i5.1385
Syafiina, A. M., & Purnomosidi, F. (2025). Sosialisasi regulasi emosi pada siswa SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. ARDHI: Jurnal Pengabdian Dalam Negri, 3(1), 61–67. https://journal.aripafi.or.id/index.php/ARDHI/article/view/1043
Yuliana, A. A. D., Marhan, C., & Herik, E. (2025). Self-awareness: Jalan menuju disiplin belajar yang lebih baik. Jurnal Sublimasi, 6(3), 201–207. https://sublimapsipsikologi.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/76
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















