PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK ABON JAMBU MENTE DI DESA SEKOTONG TENGAH

Authors

  • Maulidin Maulidin Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
  • Irna Ningsi Amalia Rachman Universitas Pendidikan Mandalika
  • M. Ary Irawan Universitas Pendidikan Mandalika
  • Tiassari Janjang Suminar Universitas Pendidikan Mandalika
  • Intan Kusuma Wardani Universitas Pendidikan Mandalika

DOI:

https://doi.org/10.51878/community.v5i1.6207

Keywords:

Abon Jambu Mete, Pelatihan, Pemberdayaan Masyarakat, Inovasi Pangan

Abstract

The utilization of cashew fruit flesh in Sekotong Tengah Village is still very limited and is often considered waste, even though it has superior nutritional content with vitamin C levels five times higher than oranges. Seeing this potential, a cashew floss product production training program was initiated with the main objective of optimizing neglected local resources and turning them into products of high economic value. This activity specifically targets PKK mothers and local youth as agents of change to improve productive skills at the community level. The implementation method is designed comprehensively, starting with a counseling session on nutritional potential and business opportunities, followed by a demonstration and direct practice of making floss step by step. The results showed a significant increase in participants' knowledge and skills in processing cashew nuts. In addition, innovation in product packaging equipped with modern labels has proven to be successful in drastically increasing the appeal and selling value. Ultimately, this activity not only has a positive impact on the local economy by creating new business opportunities, but also becomes a model for developing sustainable natural resource-based products.

ABSTRAK
Pemanfaatan daging buah jambu mete di Desa Sekotong Tengah masih sangat terbatas dan seringkali dianggap sebagai limbah, padahal memiliki kandungan nutrisi superior dengan kadar vitamin C lima kali lebih tinggi dari jeruk. Melihat potensi ini, program pelatihan pembuatan produk abon jambu mete diinisiasi dengan tujuan utama untuk mengoptimalkan sumber daya lokal yang terabaikan dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini secara khusus menyasar ibu-ibu PKK dan para pemuda setempat sebagai agen perubahan untuk meningkatkan keterampilan produktif di tingkat komunitas. Metode pelaksanaan dirancang secara komprehensif, diawali dengan sesi penyuluhan mengenai potensi gizi dan peluang usaha, dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung pembuatan abon tahap demi tahap. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah jambu mete. Selain itu, inovasi pada pengemasan produk yang dilengkapi label modern terbukti berhasil meningkatkan daya tarik dan nilai jual secara drastis. Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dengan menciptakan peluang usaha baru, tetapi juga menjadi model pengembangan produk berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia, W. N., et al. (2024). Analisis SWOT pada teknologi digital pembangunan berkelanjutan (Studi pada aplikasi Rekosistem). Jurnal Teknologi Terapan G-Tech, 8(3), 1940. https://doi.org/10.33379/gtech.v8i3.4675

Armiani, N., et al. (2022). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan abon jambu mete (Anacardium occidentale) di Desa Tegal Maja Kabupaten Lombok Utara. Nuras: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 151-158.

Cholifah, T., et al. (2023). Pelatihan pembuatan abon ikan sebagai sektor ketahanan pangan di Desa Sumberpetung Kabupaten Malang. Edu-Abdimas, 2(2), 123-128. https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v2i2.2354

Damayanti, A., et al. (2023). Pengembangan dan pendampingan pengolahan ikan lele sebagai peningkatan ekonomi dan gizi di Gontor Putri. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 14(1), 161-166. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v14i1.11459

Fariska, F. D., & Setyawan, A. (2023). Upaya meningkatkan hasil belajar materi ciri-ciri makhluk hidup tema 1 subtema 1 menggunakan model problem based learning pada siswa kelas III SDN Socah 3 Bangkalan. SIMPATI, 1(2), 60. https://doi.org/10.59024/simpati.v1i2.156

Gella, N., et al. (2023). Pelatihan pembuatan abon ikan lele bagi masyarakat desa. Gervasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 961-974. https://doi.org/10.31571/gervasi.v7i2.5722

Handajani, L., et al. (2022). Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemetaan potensi peluang usaha kreatif masyarakat Desa Sigerongan Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Abdi Insani, 9(4), 1434-1440. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v9i4.783

Harahap, D. A., et al. (2022). Pengaruh jenis dan konsentrasi ZPT terhadap pertumbuhan jeruk Nagami (Fortunella margarita L.) dengan teknik sambung. Agrotek, 17(1), 38. https://doi.org/10.36085/agrotek.v17i1.3593

Hasmita, W., et al. (2025). Implementasi tata kelola kolaborasi aktor penta helix dalam penanganan kosmetik ilegal pada Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Kota Makassar.

Hertati, D., & Lucca, A. (2022). Pemberdayaan kelompok ibu rumah tangga dalam produksi abon kerang di Desa Segoro Tambak Sedati-Sidoarjo. Abdimassa, 2(05), 44-52. https://doi.org/10.69957/abdimass.v2i05.353

Jongsuksomsakul, P. (2024). “Waste is wealth”: Circular economy strategies from media persuasion to utilization. Sustainability, 16(12), 5205. https://doi.org/10.3390/su16125205

Listyati, D., & Sudjarmoko, B. (2011). Nilai tambah ekonomi pengolahan jambu mete Indonesia. Buletin RISTRI (Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri), 2(2), 231-238.

Mulyono, E., et al. (2019). Teknologi inovatif pengolahan buah semu jambu mete untuk mendukung agroindustri. Prosiding Seminar Nasional Inovatif Pascapanen untuk Pengembangan Industri Berbasis Pertanian, 658-668. Institut Pertanian Bogor.

Ningsih, S., et al. (2024). Pemanfaatan hasil laut dalam pembuatan abon ikan sebagai makanan khas Dusun Gerupuk, Desa Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Siar Ilmuwan Tani, 5(2), 173-179. https://doi.org/10.29303/jsit.v5i2.162

Priambodo, B., et al. (2024). Localizing sustainable development goals in rural areas: A case study on rising awareness in Pohjejer Village, East Jawa, Indonesia. JPSI (Journal of Public Sector Innovations), 8(2), 78. https://doi.org/10.26740/jpsi.v8n2.p78-87

Puspita, Y. Y., et al. (2022). Pengembangan buah jambu mete menjadi variasi sirup di Desa Medana Kabupaten Lombok Utara. JRT: Journal of Responsible Tourism, 2(1), 119-125.

Puspitorini, F., et al. (2022). Optimalisasi media ajar dalam pengajaran berbasis digital di SD Negeri Muktiwari 01. Jurnal Komunitas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 67. https://doi.org/10.31334/jks.v5i1.2364

Rahman, A., & Sofyan, A. (2023). Pendampingan pembuatan abon udang pada kelompok Ibu PKK di Desa Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat. Jurnal Siar Ilmuwan Tani, 4(2), 258-262. https://doi.org/10.29303/jsit.v4i2.123

Rismayanti, D., et al. (2022). Effectiveness of cashew product marketing strategy at UD Cashew Mubaraq Lombe, Lahundape Village, West Kendari District, Kendari City. Tekper: Jurnal Teknologi Dan Manajemen Industri Pertanian, 2(2), 100. https://doi.org/10.33772/tekper.v2i2.20423

Rusnaini, R., et al. (2020). Pelatihan pembuatan abon ikan air tawar untuk memberdayakan masyarakat di Desa Sidoarum. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(4), 525-530. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v11i4.4819

Sari, N., et al. (2023). Peningkatan kapasitas bisnis kelompok usaha cahaya melalui pelatihan dan pendampingan pengolahan buah jambu mete di Desa Sigar Penjalin. Jurnal Siar Ilmuwan Tani, 4(2), 233-238. https://doi.org/10.29303/jsit.v4i2.124

Sarbaitinil, S., et al. (2024). Menumbuhkan minat belajar siswa melalui metode pembelajaran kreatif. Deleted Journal, 2(2), 367. https://doi.org/10.62504/jimr75xf4w76

Sumiati, S., & Panjaitan, H. (2022). Assistance in brand design and product packaging of MSMEs in Segunung Hamlet, Carang Wulung Village, Wonosalam District. International Journal Of Community Service, 2(1), 110. https://doi.org/10.51601/ijcs.v2i1.75

Wellalangi, M. B. R., et al. (2023). Pelatihan pengolahan pangan lokal biji lamtoro menjadi kuliner khas desa wisata Wae Bobo - Manggarai Barat. Eastasouth Journal of Effective Community Services, 2(01), 27-33. https://doi.org/10.58812/ejecs.v2i01.95

Wicaksono, M., & Suhartatik, N. (2016). Pemanfaatan buah semu jambu mete menjadi minuman beralkohol dengan variasi ekstraksi dan lama fermentasi. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 1(2), 144-151.

Yunita, R., et al. (2012). Perbanyakan tanaman jambu mete (Anacardium occidentale L.) melalui jalur organogenesis. Jurnal AgroBiogen, 8(3), 113.

Downloads

Published

2025-07-14

How to Cite

Maulidin, M., Rachman, I. N. A. ., Irawan, M. A. ., Suminar, T. J. ., & Wardani, I. K. . (2025). PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK ABON JAMBU MENTE DI DESA SEKOTONG TENGAH . COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 120-128. https://doi.org/10.51878/community.v5i1.6207

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)