ANALISIS GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM BUKU KUMPULAN PUISI ”PIKNIK YANG MENYENANGKAN” KARYA HASTA INDRIYANA
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v6i4.15904Keywords:
Gaya Bahasa Perbandingan, PuisiAbstract
The aesthetic potency and semantic depth of poetry rely heavily on the deliberate deployment of figurative language to encapsulate social realities and existential contemplation. The poetry collection "Piknik yang Menyenangkan" by Hasta Indriyana presents contemplative quotidian diction; however, comprehensive stylistic investigations focusing specifically on its comparative figurative language remain sparse. This study aims to describe the typologies, semantic structures, and aesthetic functions of comparative figurative devices within the poetry collection. A descriptive qualitative method rooted in a stylistic framework was employed, utilizing the poetic texts as the analytical corpus and linguistic data cards as the research instrument. The findings reveal the salient presence of three comparative figurative language categories: simile, metaphor, and personification. Similes explicitly elucidate the cramped spatial reality of human dwellings through overt comparative markers, metaphors analogize poetry as an instrument for recording subjective realities, and personifications animate abstract memories with tangible, chaotic human attributes. The systematic integration of these comparative devices underscores Hasta Indriyana's distinct poetic craftsmanship in transforming ordinary mundane encounters into profound, multifaceted existential reflections.
ABSTRAK
Kekuatan estetis dan kedalaman makna puisi sangat bertumpu pada ketepatan pilihan gaya bahasa figuratif yang digunakan oleh penyair untuk merekam realitas sosial serta pergolakan batinnya. Kumpulan puisi Piknik yang Menyenangkan karya Hasta Indriyana sarat akan ungkapan puitis keseharian yang kontemplatif, namun kajian stilistika yang membedah variasi gaya bahasa perbandingan di dalamnya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, struktur pemaknaan, dan fungsi estetis gaya bahasa perbandingan dalam buku kumpulan puisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika, dengan subjek penelitian berupa teks-teks puisi dalam buku Piknik yang Menyenangkan dan instrumen berupa kartu data korpus kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dominasi tiga variasi gaya bahasa perbandingan, yaitu simile, metafora, dan personifikasi. Simile dieksploitasi untuk memperjelas kemiripan fisik permukiman padat melalui kata pembanding eksplisit, metafora difungsikan untuk menganalogikan puisi sebagai peranti dokumentasi realitas batin, dan personifikasi menghidupkan entitas abstrak kenangan seolah memiliki tabiat ragawi. Pemanfaatan ragam gaya bahasa perbandingan ini mencerminkan kekhasan kepenyairan Hasta Indriyana dalam mentransformasikan peristiwa sehari-hari yang sederhana menjadi refleksi eksistensial yang padat dan bermakna.
Downloads
References
Febrianti, A., Destiana, S. C., & Nugraha, M. I. (2022). Analisis majas dan citraan pada puisi “Bawa Saja Aku” karya Heri Isnaini dengan pendekatan stilistika. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 1(1), 28–34. https://doi.org/10.55606/jurribah.v1i1.132
Gulo, I. D., Zega, M., Bate’e, S. N., & Daeli, V. (2025). Konstruksi makna naratif melalui verba dan adjektiva dalam cerpen Anton Kurnia: Studi linguistik sastra. Journal of Literature, Language and Academic Studies, 4(2), 87–95. https://doi.org/10.56855/jllans.v4i2.1428
Habibie, M. B. Y., Setiawan, H., & Muhtarom, I. (2025). Kajian semantik pada sajak Sia-Sia karya Chairil Anwar. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 1291–1299. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6552
Indriyana, H. (2014). Piknik yang menyenangkan. Interlude.
Iskandar. (2021). Metodologi penelitian kualitatif: Aplikasi untuk penelitian pendidikan, hukum, ekonomi dan manajemen, sosial, humaniora, politik, agama, dan filsafat. Gaung Persada Press.
Kasmi, H. (2020). Kajian majas pada artikel jurnalisme warga Serambi Indonesia. Jurnal Metamorfosa, 8(2), 219–230. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v8i2.1121
Keraf, G. (2010). Diksi dan gaya bahasa. Gramedia Pustaka Utama.
Latan, M. E. B., Wissang, I. O., & Pande, R. (2026). Bentuk dan makna majas personifikasi dalam novel Srimenanti karya Joko Pinurbo. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(4), 3560–3569. https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.15318
Mauboy, Y. V., & Jayantini, I. G. A. S. R. (2024). The personified petals: Communicating self-identity through figurative language in Noor Unnahar’s poetry. JL3T (Journal of Linguistics, Literature and Language Teaching), 10(1), 20–33. https://doi.org/10.32505/jl3t.v10i1.7836
Mawarsih, P. B., Nadzifah, H., & Darni, D. (2024). Metafora pada lirik lagu karya Fiersa Besari sebagai alternatif bahan ajar siswa SMA. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 17(2), 277–290. https://doi.org/10.30651/st.v17i2.22458
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Nazir, M. (2017). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.
Nguyen, T. T. T., & Ho, N. (2024). The art of preserving genre memories and the aesthetic effect of the influence of prose into contemporary poetry. Multidisciplinary Science Journal, 7(7), Article 2025344. https://doi.org/10.31893/multiscience.2025344
Nurgiyantoro, B. (2019). Stilistika. Gadjah Mada University Press.
Nurhamidah, S. (2019). Gaya bahasa pada kumpulan puisi Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono dan rancangan pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA). Jurnal Kata: Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 7(1), 153–164. https://doi.org/10.23960/kata.v7i1.1892
Ostups, A. (2024). The screaming thing: A material ecocritical exploration of trauma in Aleksandrs Pel?cis’s poems. Respectus Philologicus, 45(50), 71–83. https://doi.org/10.15388/respectus.2024.45(50).6
Pradopo, R. D. (2021). Pengkajian puisi. Gadjah Mada University Press.
Rahadian, L. (2022). Kajian stilistika terhadap metafora dan imaji dalam kumpulan lirik lagu karya Iwan Fals serta relevansinya dengan tuntutan bahan ajar Kurikulum 2013 di SMK. Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 30–44. https://doi.org/10.23969/wistara.v3i1.2562
Ratna, N. K. (2019). Stilistika: Kajian puitika bahasa, sastra, dan budaya. Pustaka Pelajar.
Rinawati, A., & Ngatmini, N. (2025). Apresiasi sastra majas di sekolah dasar. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(9), 2147–2153. https://doi.org/10.56799/jim.v4i9.10262
Safitri, N. E., Harjito, H., & Indrariani, E. A. (2023). Citraan dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo. Sasindo, 11(2), 302–309. https://doi.org/10.26877/sasindo.v11i2.16157
Septiani, D. (2020). Majas dan citraan dalam puisi “Mishima” karya Goenawan Mohamad (kajian stilistika). Jurnal Sasindo UNPAM, 8(1), 12–24. https://doi.org/10.32493/sasindo.v8i1.12-24
Setiawati, A. M., Ayu, D. M., Wulandari, S., & Putri, V. A. (2021). Analisis gaya bahasa dalam lirik lagu “Bertaut” Nadin Amizah: Kajian stilistika. Jurnal Penelitian Humaniora, 26(1), 26–37. https://doi.org/10.21831/hum.v26i1.41373
Sianturi, N. E., Tarigan, A. C., Ariqah, N., & Rangkuti, R. (2024). Cognitive stylistic analysis of Ariana Grande’s Intro (End of the World). Humanitatis: Journal of Language and Literature, 11(1), 1–10. https://doi.org/10.30812/humanitatis.v11i1.4061
Sofyaningrum, R. (2024). Decoding “Asap-Asap itu Telah Menghilang”: Understanding environmental crisis in Indonesia’s short story. Lingual: Journal of Language and Culture, 17(1), Article 49. https://doi.org/10.24843/ljlc.2024.v17.i01.p06
Susilowati, D., & Qur’ani, H. B. (2021). Analisis puisi “Tanah Air” karya Muhammad Yamin dengan pendekatan struktural. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 5(1), Article 38. https://doi.org/10.25157/literasi.v5i1.4894
Syamsiyah, N., & Rosita, F. Y. (2020). Gaya bahasa dalam kumpulan puisi “Dear You” karya Moammar Emka. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.30872/diglosia.v3i1.27
Tarigan, H. G. (2013). Pengajaran gaya bahasa. Angkasa.
Taylor, S. J., & Bogdan, R. C. (1975). Introduction to qualitative research methods: A phenomenological approach to the social sciences. John Wiley & Sons.
Waluyo, H. J. (2002). Apresiasi puisi: Panduan untuk pelajar dan mahasiswa. Gramedia Pustaka Utama.
Wijaya, K. M., & Permana, I. (2021). Penggunaan gaya bahasa, makna, dan penanda dalam puisi Debu karya Abdul Wachid B.S. menggunakan pendekatan semiotika. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 247–258. https://doi.org/10.22460/p.v4i2.2140
Yanti, Z. P. (2022). Analisis kumpulan puisi “Esok Yang Selalu Kemarin” karya Ragdi F. Daye menggunakan pendekatan pragmatik. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 12467–12472. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i2.3745
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













