ANALISIS KESULITAN DALAM LITERASI SAINS SISWA KELAS IV SD NEGERI SUGIHAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v6i2.11395Keywords:
Kesulitan, Sains, Literasi, Sekolah DasarAbstract
ABSTRACT
Scientific literacy is an essential competency in Science and Social Studies (IPAS) learning, as it enables students to understand and apply scientific knowledge in everyday contexts. However, various challenges in elementary school learning environments continue to hinder the optimal development of this competency. This study was conducted to explore the forms of scientific literacy difficulties experienced by fourth-grade students at SD Negeri 3 Sugihan in the 2025/2026 academic year. A qualitative approach with a case study design was employed, involving one classroom teacher and four fourth-grade students selected through purposive sampling to represent different learning ability characteristics. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and subsequently analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that students encountered difficulties in explaining scientific phenomena, conducting simple scientific investigations, and interpreting evidence-based data. These challenges were reflected in students’ limited ability to relate scientific concepts to everyday situations, independently design investigation procedures, and interpret information presented in tables or graphs to formulate appropriate conclusions. The study also indicates that these three aspects are interconnected and collectively influence the development of students’ scientific reasoning skills. Therefore, strengthening scientific literacy requires learning experiences that are more contextual, participatory, and grounded in direct scientific activities, enabling students to apply scientific knowledge more meaningfully in real-life situations.
ABSTRAK
Kemampuan literasi sains menjadi salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran IPAS karena menentukan kemampuan siswa memahami dan menggunakan pengetahuan ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, proses pembelajaran di sekolah dasar masih memperlihatkan berbagai kendala yang menyebabkan siswa belum mampu mengembangkan kompetensi tersebut secara optimal. Penelitian ini difokuskan untuk mengungkap bentuk kesulitan literasi sains yang dialami siswa kelas IV SD Negeri 3 Sugihan Tahun Ajaran 2025/2026. Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan satu guru kelas dan empat siswa yang dipilih secara purposive untuk merepresentasikan karakteristik kemampuan belajar yang berbeda. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa hambatan literasi sains muncul pada kemampuan menjelaskan fenomena ilmiah, melakukan penyelidikan sederhana, dan menafsirkan data berbasis bukti. Kesulitan tersebut tampak ketika siswa menghubungkan konsep dengan fenomena sehari-hari, menyusun langkah penyelidikan secara mandiri, serta memahami informasi yang disajikan dalam tabel atau grafik untuk menghasilkan kesimpulan yang tepat. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ketiga aspek tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dalam membentuk kemampuan berpikir ilmiah siswa. Oleh karena itu, penguatan literasi sains memerlukan pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada pengalaman ilmiah agar siswa mampu menggunakan pengetahuan sains secara lebih bermakna dalam berbagai situasi nyata.
Downloads
References
Angelia, Y., Supeno, S., & Suparti, S. (2022). Keterampilan proses sains siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran inkuiri. Jurnal Basicedu, 6(5), 8296–8303. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3692
Astria, F. P., Khair, B. N., Oktaviyanti, I., & Hasnawati, H. (2024). Pengembangan bahan ajar IPA berbasis kontekstual untuk melatih kemampuan literasi sains siswa SD. BIOCHEPHY: Journal of Science Education, 4(2), 1177–1182. https://doi.org/10.52562/biochephy.v4i2.1434
Barus, R. A., Rusilowati, A., & Ridlo, S. (2024). Analisis kebutuhan pengembangan instrumen tes penilaian literasi sains berorientasi TIMSS siswa SD kelas V. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD), 12(1), 68–85. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/jp2sd/article/view/32712
Bukhari, H. B., Prayogi, S., & Muhali, M. (2023). Profil literasi sains siswa sekolah dasar pada pembelajaran ilmu pengetahuan alam dan sosial. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 11(2), 2005–2014.
https://ojspanel.undikma.ac.id/index.php/bioscientist/article/view/14448
Farooq, A., & Islam, M. U. (2023). Effect of inquiry method on scientific inquiry skills of elementary school students. Pakistan Languages and Humanities Review, 7(2), 127–139. https://doi.org/10.47205/plhr.2023(7-II)11
Hartina, S., Faradita, M. N., & Afiani, K. D. A. (2025). Analysis of elementary school students’ science literacy in learning natural and social sciences (IPAS). Widyagogik: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 13(4), 320–337. https://journal.trunojoyo.ac.id/widyagogik/article/view/32308
Ifdaniyah, N., & Sukmawati, W. (2024). Analysis of changes in students’ science literacy ability in class V elementary school science learning using the RADEC model. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(2), 681–688. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i2.3952
Ilmiati, A. (2024). Penerapan model discovery learning terhadap literasi sains pada pembelajaran fisika. Jurnal Citra Pendidikan, 4(2), 1768–1776. https://jurnal.citrabakti.ac.id/index.php/jcp/article/view/2989
Irsan, I. (2021). Implementasi literasi sains dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 5631–5639. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i6.1682
Juniawan, E. R., Salsabila, V. H., Prasetya, A. T., & Rengga, W. D. P. (2023). Studi literatur: Analisis media pembelajaran IPA untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar. Cokroaminoto Journal of Primary Education, 6(2), 82–94. https://e-journal.my.id/cjpe/article/view/2608
Martir, L., Sayangan, Y. V., & Beku, V. Y. (2024). Penerapan model pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada pembelajaran IPAS. Jurnal Pendidikan MIPA, 14(3), 757–766. https://doi.org/10.37630/jpm.v14i3.1829
Nida, S., Pratiwi, N., & Eilks, I. (2021). A case study on the use of contexts and socio-scientific issues-based science education by pre-service junior high school science teachers in Indonesia during their final year teaching internship. Frontiers in Education, 5, 1–8. https://doi.org/10.3389/feduc.2020.592870
Nigussie, K. T., Semahagn, B. K., Mersha, B. S., & Tamiru, A. B. (2025). Effects of paper-based problem scenarios on high school biological problem-solving skills and academic achievement. Disciplinary and Interdisciplinary Science Education Research, 7(1). https://doi.org/10.1186/s43031-025-00138-8
Novianti, B. A., Lasmawan, I. W., & Suharta, I. G. P. (2023). Efek STEM dalam pembelajaran sains terhadap keterampilan abad 21: Meta analisis. Kappa Journal, 7(2), 307–312. https://doi.org/10.29408/kpj.v7i2.18630
Nurâ, S., Jumyati, J., Yuliyanti, Y., Nulhakim, L., & Leksono, S. M. (2023). Scientific approach to learning science in elementary schools. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(8), 6659–6666. https://jppipa.unram.ac.id/index.php/jppipa/article/view/3680
Nurjanah, I., Fauzi, A., & Widia, W. (2025). Profil literasi sains siswa sekolah dasar pada Kurikulum Merdeka: Analisis fenomena, penyelidikan dan interpretasi data. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2(4), 32–40. https://doi.org/10.56842/jpk.v2i4.676
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2023). PISA 2022 results (Volume I and II): Country note—Indonesia. OECD Publishing. https://www.oecd.org/en/publications/pisa-2022-results-volume-i-and-ii-country-notes_ed6fbcc5-en/indonesia_c2e1ae0e-en.html
Shofia, R. N., Rakhmawan, A., Tamam, B., Wahyuni, E. A., & Hadi, W. P. (2024). Peningkatan literasi sains peserta didik melalui pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbantuan e-magazine Eco Explorer. Natural Science Education Research, 7(2), 111–117. https://journal.trunojoyo.ac.id/nser/article/view/26383
Sinyanyuri, S., Utomo, E., Sumantri, M. S., & Iasha, V. (2022). Literasi sains dan asesmen kompetensi minimum (AKM): Integrasi bahasa dalam pendidikan sains. Jurnal Basicedu, 6(1), 1331–1340.
https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/4273693
Suparya, I. K., Suastra, I. W., & Arnyana, I. B. P. (2022). Rendahnya literasi sains: Faktor penyebab dan alternatif solusinya. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 9(1), 153–166. https://jurnal.citrabakti.ac.id/index.php/jil/article/view/580
Ulumiyah, D., Sumantri, M. S., Rahmawati, Y., & Iasha, V. (2022). An analysis of science literacy ability elementary school students. Jurnal Basicedu, 6(3), 3544–3553. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2623
Utami, S. H. A., Marwoto, P., & Sumarni, W. (2022). Analisis kemampuan literasi sains pada siswa sekolah dasar ditinjau dari aspek konten, proses, dan konteks sains. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 10(2), 380–390.
https://jurnal.usk.ac.id/JPSI/article/view/23802
Yusmar, F., & Fadilah, R. E. (2023). Analisis rendahnya literasi sains peserta didik Indonesia: Hasil PISA dan faktor penyebab. LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 13(1), 11–19. https://doi.org/10.24929/lensa.v13i1.283
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












