FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN IPS

Authors

  • Erric Kondo Program Studi Manajemen Pendidikan S-3 Universitas Negeri Manado
  • Herman Philips Dolonseda Program Studi Manajemen Pendidikan S-3 Universitas Negeri Manado
  • Dhea Jessica Sendiang Program Studi Manajemen Pendidikan S-3 Universitas Negeri Manado
  • Verry Ronny Palilingan Program Studi Manajemen Pendidikan S-3 Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9380

Keywords:

Deep Learning, Berpikir Kritis, Strategi Pedagogik, Motivasi Intrinsik

Abstract

This study aims to explore the factors influencing deep learning in developing critical thinking skills among students in the Social Studies Education Department at Manado State University. Using a qualitative approach with a case study design, this study involved five students (M1-M5) and three lecturers (D1-D3) as participants. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The findings revealed four main factors influencing deep learning: (1) the lecturer's pedagogical strategy as a facilitator of higher-order thinking, with an emphasis on Socratic questioning, problem-based learning, and contextual case analysis; (2) students' intrinsic motivation and self-regulation, which demonstrate the crucial role of individual initiative in the construction of deep understanding; (3) the learning environment and social interactions, which create a zone of proximal development through collaborative discussions and peer feedback; and (4) structural and cultural barriers, including large class sizes, conventional assessment systems, and a culture of shyness that limits the expression of critical thinking. This study concludes that deep learning is a systemic phenomenon resulting from a complex interaction between pedagogical, psychological, social, and contextual factors. Theoretical implications point to the need to adapt Western learning theories to the Indonesian sociocultural context, while practical implications emphasize the importance of multi-level interventions to optimize deep learning and the development of critical thinking in higher education.

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran deep learning dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS Universitas Negeri Manado. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan lima mahasiswa (M1-M5) dan tiga dosen (D1-D3) sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan mengungkap empat faktor utama yang mempengaruhi pembelajaran mendalam: (1) strategi pedagogik dosen sebagai fasilitator berpikir tingkat tinggi, dengan penekanan pada pertanyaan Socratic, problem-based learning, dan analisis kasus kontekstual; (2) motivasi intrinsik dan regulasi diri mahasiswa, yang menunjukkan peran krusial inisiatif individu dalam konstruksi pemahaman mendalam; (3) lingkungan pembelajaran dan interaksi sosial, yang menciptakan zona perkembangan proksimal melalui diskusi kolaboratif dan peer feedback; serta (4) hambatan struktural dan kultural, termasuk ukuran kelas besar, sistem asesmen konvensional, dan budaya malu berpendapat yang membatasi ekspresi berpikir kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran mendalam merupakan fenomena sistemik yang dihasilkan dari interaksi kompleks antara faktor pedagogik, psikologis, sosial, dan kontekstual. Implikasi teoretis menunjukkan perlunya adaptasi teori pembelajaran Barat ke konteks sosiokultural Indonesia, sementara implikasi praktis menekankan pentingnya intervensi multi-level untuk mengoptimalkan pembelajaran mendalam dan pengembangan berpikir kritis di pendidikan tinggi.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anugraheni, I. (2020). Analisis kesulitan mahasiswa dalam menumbuhkan berpikir kritis melalui pemecahan masalah. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 261. https://doi.org/10.31004/cendekia.v4i1.197

Darnawati, D., Amalik, A., Putri, P., Risna, R., Riski, R. A., & Lili, W. (2025). Optimalisasi pembelajaran melalui implementasi flipped classroom berbasis blended learning di pendidikan tinggi. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 951. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6935

Faridli, E. M., Abidin, N., Sutama, S., Sutopo, A., & Murtiyasa, B. (2024). Tantangan menuju pendidikan unggul: Membangkitkan produktivitas institusi pendidikan untuk kualitas pendidikan yang lebih baik di Indonesia. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(1), 186. https://doi.org/10.29210/1202423797

Fouché, I. (2022). “Stop bombarding us with work we don’t even need”: Reconceptualising a first-year course for increased relevance through action learning. Educational Research for Social Change, 11(2), 76. https://doi.org/10.17159/2221-4070/2021/v11i2a5

Haq, M. D., & Prasetiyo, N. T. (2025). Deep learning sebagai pendekatan transformasional dalam pendidikan: Sebuah tinjauan literatur. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran. https://doi.org/10.30605/jsgp.8.3.2025.7021

Huda, M. B., Faizi, A., Saputra, B. B., & Dzarna, D. (2025). Studi komparatif strategi pembelajaran inovatif: CRL., TaRL., dan DL. Jurnal Onoma: Pendidikan Bahasa dan Sastra, 11(1), 563. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i1.5236

Kurniawan, M., Pardjono, P., & Hadi, S. (2021). Tingkat kesiapan kampus MBKM dalam bertransformasi menuju industri 4.0: Studi kasus self assessment pusat pengembangan KKN UNNES. Jurnal Penelitian Pendidikan, 38(1), 1. https://doi.org/10.15294/jpp.v38i1.34212

Kusrianto, W., Lasmawan, I. W., Suharta, I. G. P., & Widiana, I. W. (2025). Transforming science learning with digital-based deep learning for junior high school students. SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 5(3), 1223. https://doi.org/10.51878/science.v5i3.6681

Madeleine, K. M., Pierre, M. W., & Elen, J. (2023). Students approaches to learning: Towards a context-specific learning approaches instrument. International Journal of Higher Education, 12(3), 68. https://doi.org/10.5430/ijhe.v12n3p68

Manalu, A., Silaban, W., Rajagukguk, T. P., & Purba, I. D. (2025). Penguatan pemahaman awal guru tentang pendekatan deep learning. AJAD: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 273. https://doi.org/10.59431/ajad.v5i2.583

Mandjarama, F. I., Ina, A. T., & Matulessy, Y. M. (2025). Peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model jigsaw berbantuan media buku saku di SMP Negeri 3 Waingapu. SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 5(4), 1692. https://doi.org/10.51878/science.v5i4.7534

Manja, M., Zakso, A., & Chalimi, I. R. (2024). Analisis kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran sejarah berbasis materi sejarah lokal kelas XI IPS SMA Negeri 3 Kota Pontianak. Jurnal Simki Pedagogia, 7(2), 586. https://doi.org/10.29407/jsp.v7i2.812

Masni, H., Rahima, A., & Hutabarat, Z. S. (2021). Implementasi penanaman kesadaran pentingnya keterampilan soft skills entrepreneurship wadah pengembangan FKIP UNBARI. PROMOSI (Jurnal Pendidikan Ekonomi), 9(2). https://doi.org/10.24127/pro.v9i2.4512

Nhat, T. N. M., & Le, T. V. (2023). Effects of reflective thinking on deep learning in theoretical linguistics classes. International Journal of Instruction, 16(4), 101. https://doi.org/10.29333/iji.2023.1647a

Nurhasanah, S., Sutiana, D., Nabil, F., Fauji, I., Hendriyan, S., & Dian, D. (2025). Bridging the gap: A systematic review of deep learning pedagogy for Indonesia’s curriculum reform. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 11(2), 277. https://doi.org/10.32678/tarbawi.v11i02.11368

Paleenud, I., Tanprasert, K., & Waleeittipat, S. (2024). Lecture-based and project-based approaches to instruction, classroom learning environment, and deep learning. European Journal of Educational Research, 13(2), 531. https://doi.org/10.12973/eu-jer.13.2.531

Rahmadi, M. T., Nurman, A., Yuniastuti, E., Pinem, M., Berutu, N., Maulia, T., Ginting, M. R. P., & Saqina, D. (2022). Analisis penerapan case method dan team based project dalam kebijakan jurusan di Universitas Negeri Medan. Publikauma: Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 10(2), 137. https://doi.org/10.31289/publika.v10i2.8348

Rahman, R. N., Suja’i, I. S., & Anasrulloh, M. (2025). Analisis implementasi profil pelajar pancasila dimensi bernalar kritis dan kreatif dalam pembelajaran IPAS. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1107. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6518

Rosardi, R. G., & Widiastuti, A. (2025). Asesmen pembelajaran IPS dalam pendekatan deep learning: Tinjauan konsep dan implementatif. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2(1), 67. https://doi.org/10.64277/fc1z2n84

Ross, M. R. V. D., Olckers, C., & Schaap, P. (2022). Student engagement and learning approaches during COVID-19: The role of study resources, burnout risk, and student leader–member exchange as psychological conditions. Higher Learning Research Communications, 12. https://doi.org/10.18870/hlrc.v12i0.1330

Sudarmono, M. A., Hasan, & Halima, H. (2025). Deep learning approach in improving critical thinking skills of elementary school students. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(8), 60. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i8.11708

Suriaman, S., Hariati, S., Salim, I. A., & Haris, H. (2024). Pengaruh team-based project terhadap keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis mahasiswa. Jurnal Kewarganegaraan, 21(1), 47. https://doi.org/10.24114/jk.v21i1.53057

Susanti, W., Sukrianto, D., & Ramadhani, D. (2020). Pengaruh model discovery learning dalam kemampuan berpikir kritis dan cognitif mahasiswa program studi sistem informasi. INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, 20(3), 53. https://doi.org/10.24036/invotek.v20i3.742

Sutamrin, S., & Khadijah, K. (2021). Analisis kemampuan berpikir kritis dalam project based learning aljabar elementer. Equals: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 4(1), 28. https://doi.org/10.46918/equals.v4i1.892

Utami, M. P. (2024). Pengaruh interaksi sosial dalam pergaulan terhadap pengembangan sikap kepedulian sosial siswa madrasah ibtidaiyah. Jurnal Basicedu, 8(1), 71. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6298

Wang, Q., & Newell, G. E. (2025). Teaching and learning argumentative writing as critical thinking in an EFL composition classroom. Learning, Culture and Social Interaction, 51, 100891. https://doi.org/10.1016/j.lcsi.2025.100891

Widyastuti, W., Widyasari, C., Rahmawati, F., & Minsih, M. (2025). Implementasi prinsip pengelolaan meaningful, mindful, dan joyful learning dalam proses pembelajaran mendalam: Studi kasus di sekolah dasar islam terpadu. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5), 2172. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.7339

Winje, Ø., & Løndal, K. (2020). Bringing deep learning to the surface. Nordic Journal of Comparative and International Education (NJCIE), 4(2), 25. https://doi.org/10.7577/njcie.3798

Yuwono, G. R., Sunarno, W., & Aminah, N. S. (2020). Pengaruh kemampuan berpikir analitis pada pembelajaran berbasis masalah (PBL) terhadap hasil belajar ranah pengetahuan. EDUSAINS, 12(1), 106. https://doi.org/10.15408/es.v12i1.11659

Downloads

Published

2026-02-16

How to Cite

Kondo, E. ., Dolonseda, H. P. ., Sendiang, D. J. ., & Palilingan, V. R. . (2026). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN IPS . SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 24-35. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9380

Issue

Section

Articles