FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA DI ERA DIGITAL : STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 WORI MINAHASA UTARA
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4586Keywords:
motivasi belajar, akses teknologi, self-efficacy, era digitalAbstract
This study aims to analyze in depth the factors that influence students' learning motivation in the digital era, with a special emphasis on the crucial role of technology access and self-efficacy. Using a quantitative method with a correlational approach, this study involved 95 grade XI students at SMA N 1 Wori as a representative sample. Data were obtained through a questionnaire instrument that had been tested for validity and reliability, then analyzed using multiple regression techniques. The results of the analysis showed that both technology access and self-efficacy had a significant influence on students' learning motivation, both partially and simultaneously. The resulting regression model indicated that 69.1% of the variability in students' learning motivation could be explained by the combination of these two factors. The implications of these findings underscore the importance of comprehensive efforts in increasing students' access to quality learning technology resources, as well as the development of pedagogical strategies that focus on strengthening students' self-confidence in their learning abilities. Thus, it is hoped that a conducive learning environment will be created to improve students' motivation and learning achievement in this digital era.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa di era digital, dengan penekanan khusus pada peran krusial akses teknologi dan self-efficacy. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional, penelitian ini melibatkan 95 siswa kelas XI di SMA N 1 Wori sebagai sampel yang representatif. Data diperoleh melalui instrumen angket yang teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik akses teknologi maupun self-efficacy memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa, baik secara parsial maupun simultan. Model regresi yang dihasilkan mengindikasikan bahwa 69,1% variabilitas dalam motivasi belajar siswa dapat dijelaskan oleh kombinasi kedua faktor ini. Implikasi dari temuan ini menggarisbawahi pentingnya upaya komprehensif dalam meningkatkan akses siswa terhadap sumber daya teknologi pembelajaran yang berkualitas, serta pengembangan strategi pedagogis yang berfokus pada penguatan keyakinan diri siswa dalam kemampuan belajar mereka. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang kondusif untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa di era digital ini.
Downloads
References
Adirestuty, F. (2019). Pengaruh self-efficacy guru dan kreativitas guru terhadap motivasi belajar siswa dan implikasinya terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi. Jurnal Wahana Pendidikan, 4(1), 54–67.
Alfi, A. M., Febriasari, A., & Azka, J. N. (2023). Transformasi pendidikan agama islam melalui teknologi. Religion: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 2(4), 511–522.
Asmaroini, M. P. (2023). Internalisasi nilai-nilai Pancasila di Sanggar Belajar Sentul Malaysia. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 8(2), 136–145.
Amelia, U. (2023). Tantangan pembelajaran era society 5.0 dalam perspektif manajemen pendidikan. Al-Marsus: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 68–82.
Azri, A., & Raniyah, Q. (2024). Peran Teknologi Dan Pelatihan Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 3(4), 4859–4884.
Creswell, J. W. (2009). Research design-qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE, Ca; Ofprnia.
Gintulangi, S. O., & Arsana, I. K. S. (2021). Pengaruh Kemampuan Manajemen Konflik, Kontrol Stres Kerja Dan Self-Efficacy Pada Kinerja Guru. Aksiologi: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(1), 40–46.
Hartati, L. E., et al. (2021). Parental Support and Nationalism Identity Among Indonesian Migrant Workers' Children. Journal of Psychology, 01(01), 23–32.
Miftah, Z., & Rozi, F. (2022). Digitalisasi dan disparitas pendidikan di sekolah dasar. IBTIDA’, 3(02), 149–163.
Naibaho, L., & Rantung, D. A. (2024). Peran Teknologi dalam Proses Pembelajaran. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(1), 444–448.
Sahin, A., Ernawati, R., Amalia, R., Dalimunthe, R. Z., Pautina, A. R., Chairunnisa, D., & AlfayyadI, A. F. (2024). Self-Efficacy Pada Siswa: Systematic Literatur Review. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(2), 627–639.
Sari, D. A. P., & Fajar, I. M. (2025). Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Kepercayaan Diri Mahasiswa Dalam Penggunaan Artificial Intelligence Untuk Pengelolaan Pendidikan Islam. Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 11(1), 12–23.
Schunk, D. H., & Zimmerman, B. (2011). Handbook of self-regulation of learning and performance. Taylor & Francis.
Sholeh, M. I., & Efendi, N. (2023). Integrasi teknologi dalam manajemen pendidikan islam: meningkatkan kinerja guru di era digital. Jurnal Tinta: Jurnal Ilmu Keguruan Dan Pendidikan, 5(2), 104–126.
Subaidi, A. (2016). Self-efficacy siswa dalam pemecahan masalah matematika. Sigma, 1(2), 64–68.
Subroto, D. E., Supriandi, S., Wirawan, R., & Rukmana, A. Y. (2023). Implementasi teknologi dalam pembelajaran di era digital: Tantangan dan peluang bagi dunia pendidikan di Indonesia. Jurnal Pendidikan West Science, 1(07), 473–480.
Umaña-Taylor, A. J., et al. (2014). Ethnic and racial identity during adolescence and into young adulthood: An integrated conceptualization. Child Development Perspectives, 8(2), 89–94.
Warschauer, M. (2004). Technology and social inclusion: Rethinking the digital divide. MIT press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













