IMPLEMENTASI PENYETARAAN JABATAN DI PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

Authors

  • Gupita Mar Attanisaa Magister Ilmu Pemerintahan, STPMD”APMD”
  • Sugiyanto Sugiyanto Magister Ilmu Pemerintahan, STPMD”APMD

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9200

Keywords:

Penyederhanaan birokrasi, penyetaraan jabatan, Pemerintah Kota Yogyakarta

Abstract

This study aims to examine the implementation of job reclassification as part of the bureaucratic simplification policy in the Government of Yogyakarta City. The national bureaucratic simplification policy, mandated through the Regulation of the Minister of Administrative and Bureaucratic Reform No. 25 of 2021 and the President’s instruction in 2019, requires changes in organizational structure, job adjustments, and work systems across government institutions, including the Yogyakarta City Government. This research employs a qualitative method with a descriptive approach through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis is conducted using the model of Miles, Huberman, and Saldana, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of job reclassification was carried out through three main stages: structural simplification, conversion of administrative positions into functional positions, and adjustments to a cross-sector team-based work system. The Yogyakarta City Government reclassified 177 officials in 2021 and continued the process in 2022 with an additional five officials. The study identifies several challenges, including the limited readiness of human resources, concerns about credit points, mismatch between technical competencies and job requirements, and worries related to income changes. Nevertheless, the reclassification also provides benefits such as improved organizational efficiency, faster decision-making, greater work system flexibility, and strengthened collaborative work culture. Overall, job reclassification in the Yogyakarta City Government has been carried out effectively and aligns with national bureaucratic reform objectives. However, further efforts are required to enhance ASN competencies, develop more accurate functional position planning, and strengthen the work system to ensure that the goals of bureaucratic simplification can be fully achieved.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi penyetaraan jabatan dalam rangka penyederhanaan birokrasi di Pemerintah Kota Yogyakarta. Kebijakan nasional penyederhanaan birokrasi yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2021 dan instruksi Presiden tahun 2019 menuntut perubahan struktur, penyesuaian jabatan, serta sistem kerja di berbagai instansi pemerintah, termasuk Pemerintah Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penyetaraan jabatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu penyederhanaan struktur organisasi, konversi jabatan administrasi menjadi jabatan fungsional, serta penyesuaian sistem kerja berbasis tim lintas bidang. Pemerintah Kota Yogyakarta menyetarakan 177 pejabat pada tahun 2021 dan melanjutkan proses tersebut pada tahun 2022 dengan tambahan lima pejabat. Penelitian menemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan kesiapan sumber daya manusia, kecemasan terkait angka kredit, ketidaksesuaian kompetensi teknis, serta kekhawatiran tentang pendapatan. Meskipun demikian, penyetaraan jabatan juga memberikan manfaat berupa peningkatan efisiensi kerja, percepatan proses pengambilan keputusan, fleksibilitas sistem kerja, dan penguatan budaya kolaboratif. Secara keseluruhan, penyetaraan jabatan di Pemerintah Kota Yogyakarta telah berjalan cukup baik dan selaras dengan arah reformasi birokrasi nasional. Namun masih diperlukan peningkatan kompetensi ASN, perencanaan formasi jabatan fungsional yang lebih matang, serta penguatan sistem kerja agar tujuan penyederhanaan birokrasi dapat tercapai secara optimal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al, B. (2025). Hybrid work and sustainable employment: A study on female employees in Türkiye. DergiPark. https://dergipark.org.tr/en/pub/romaya-journal/issue/94393/1774857

Andhika, L. R. (2021). Tata kelola adaptif wilayah pesisir: Meta teori analisis. Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 9(1), 87. https://doi.org/10.35450/jip.v9i01.173

Aneta, A., Solihin, D. I. Y., Aneta, Y., Podungge, A. M., Podungge, A. W., & Hunawa, R. (2025). Problematics of state civil apparatus productivity towards bureaucracy streamliness. Hulondalo: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi, 4(1), 314. https://doi.org/10.59713/jipik.v4i1.1163

Aneta, Y., Prahara, S., Aneta, A., & Ahmad, J. (2023). Bureaucratic transformation optimizing village bureaucracy transformation: Gorontalo, Indonesia. Policy & Governance Review, 7(3), 211. https://doi.org/10.30589/pgr.v7i3.775

Ayuningtyas, D. W. (2020). Penerapan good governance dalam meningkatkan pelayanan publik keimigrasian. Journal of Administration and International Development, 1(1), 1. https://doi.org/10.52617/jaid.v1i1.223

Dewi, F. G. (2022). Mutations of position and performance of local government public officers: An experimental study. Journal of Governance and Accountability Studies, 2(2), 93. https://doi.org/10.35912/jgas.v2i2.1062

Dorisman, A., Muhammad, A. S., & Setiawan, R. (2021). Kolaborasi antar stakeholder dalam penanggulangan kecelakaan lalu lintas. JIANA (Jurnal Ilmu Administrasi Negara), 19(1), 71. https://doi.org/10.46730/jiana.v19i1.7966

Guliakin, I. I., & Vytrykhovskyi, Y. A. (2024). Organization of the work of startup specialists in the modern business environment. Business Inform, 11(562), 339. https://doi.org/10.32983/2222-4459-2024-11-339-348

Hanjani, A., & Muslim, M. A. (2024). Implementasi reformasi birokrasi melalui penyetaraan jabatan fungsional di Kementerian Pertanian Republik Indonesia. JIAP (Jurnal Ilmu Administrasi Publik), 12(1), 1. https://doi.org/10.31764/jiap.v12i1.21257

Hidayat, A. F. (2022). Towards bureaucratic reform to achieve good governance. Journal of Governance, 7(4). https://doi.org/10.31506/jog.v7i4.17743

Ibrahim, M. (2020). Reformasi birokrasi pada lingkungan peradilan agama di Indonesia. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 11(2), 31. https://doi.org/10.14421/ahwal.2018.11203

Kardiat, Y., Ibrahim, M. A., Ahmad, B., & Susanti, G. (2023). Public sector human resources capacity development in equivalent administrative positions into functional positions in the city of Makassar. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v8i17.14175

Kurniati, P., Kelmaskouw, A. L., Deing, A., Bonin, B., & Haryanto, B. A. (2022). Model proses inovasi kurikulum merdeka implikasinya bagi siswa dan guru abad 21. Jurnal Citizenship Virtues, 2(2), 408. https://doi.org/10.37640/jcv.v2i2.1516

Nasrulhaq, N. (2020). Nilai dasar collaborative governance dalam studi kebijakan publik. Kolaborasi: Jurnal Administrasi Publik, 6(3), 395. https://doi.org/10.26618/kjap.v6i3.2261

Nasution, A. F., Sihombing, M., & Ridho, H. (2024). The impact of bureaucratic reform policy on public services at the Population and Civil Registration Service of North Padang Lawas Regency. Perspektif, 13(1), 231. https://doi.org/10.31289/perspektif.v13i1.11035

Permatasari, C., & Ariani, F. (2021). Penyetaraan pola karier pasca jabatan administrasi ke jabatan fungsional. Jurnal Transformasi Administrasi, 11(2), 151. https://doi.org/10.56196/jta.v11i02.180

Purba, S. D., Nilawati, L., Nugroho, Y. A. B., Budianto, E., & Geat, J. L. K. (2024). Unlocking work autonomy: A hybrid approach for sustainable job satisfaction in the post-Covid era. Jurnal Dinamika Manajemen, 15(1), 144. https://doi.org/10.15294/jdm.v15i1.50277

Putra, L. S. (2022). Pelaksanaan reformasi birokrasi di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 24(2), 643. https://doi.org/10.26623/jdsb.v24i2.3683

Rahimallah, M. T. A., & Ricky, R. (2023). Keterbukaan informasi publik: Holistikasi dan akselerasi good governance. Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja, 12(2), 62. https://doi.org/10.33701/jiwbp.v12i2.2911

Rakhman, F. A. (2020). Pengalihan jabatan struktural ke jabatan fungsional: Suatu analisa kompensasi atas penghapusan jabatan eselon III dan IV di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur. Jurnal Aparatur, 4(2), 53. https://doi.org/10.52596/ja.v4i2.12

Sarbaini, S. (2020). Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah secara langsung dan demokratis sebagai bentuk perwujudan hak asasi politik masyarakat di Indonesia. Legalitas: Jurnal Hukum, 12(1), 107. https://doi.org/10.33087/legalitas.v12i1.197

Satibi, I. (2023). Charting the course for bureaucratic reform: The path to progress in Purwakarta Regency. Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah, 5(3), 46. https://doi.org/10.15575/jbpd.v5i3.29285

Setiawan, I., Sururama, R., & Nurdin, I. (2022). Implementasi kebijakan penyederhanaan organisasi di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Jurnal Terapan Pemerintahan Minangkabau, 2(1), 12. https://doi.org/10.33701/jtpm.v2i1.2380

Suartini, N. K. (2023). Problematika pelaksanaan PermenPANRB Nomor 17 Tahun 2021 tentang penyetaraan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(2), 388. https://doi.org/10.37329/ganaya.v6i2.2409

Suryani, E., & Diniawaty, S. A. (2024). Penyederhanaan birokrasi: Wujud nyata langkah pemerintah Indonesia menuju agile governance. Jurnal Publik, 18(1), 11. https://doi.org/10.52434/jp.v18i01.325

Watdi, V. V., & Rahardjo, M. (2022). Pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan PT Mangala Jaya Utama. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, 6(6), 577. https://doi.org/10.24912/jmbk.v6i6.20658

Zahran, W. S., Terada, A., & Saengsroi, J. (2023). Implementation of good governance principles in improving public services: A case study of the Ministry of Education and Culture. Ilomata International Journal of Social Science, 4(1), 119. https://doi.org/10.52728/ijss.v4i1.651

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Attanisaa, G. M., & Sugiyanto, S. (2026). IMPLEMENTASI PENYETARAAN JABATAN DI PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA . SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 1-11. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9200

Issue

Section

Articles