HABITUASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMK

Authors

  • Dony Kurniawan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Palangka Raya
  • Eli Karliani Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Palangka Raya
  • Asep Ikbal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5366

Keywords:

Habituasi, Pancasila, Pembelajaran, Sikap

Abstract

This study aims to determine how the habituation of Pancasila values in the learning process and the school environment at SMK YPSEI Palangka Raya in shaping student character. The method used in this research is descriptive research with a qualitative approach. The data collection techniques used by the author in this research are observation, interview and documentation. The results of this study indicate that the habituation of Pancasila values such as in the Learning Process which uses lecture and discussion methods, in-depth questions and answers, group discussions and project methods, as well as strategies used experiential learning, social service activities and authentic assessment. There are two approaches in character building to strengthen the habituation of Pancasila values, namely by giving rewards and punishments. Student Literacy Movement (GLS) which is carried out every morning, Art Activities on Thursdays, Spirituality on Fridays, and Discipline during the learning process. Habituation can change attitudes, both in terms of discipline, activeness, and respect for friends and teachers. The habituation process that is carried out consistently is able to shape the character of students who are more responsible and independent. Students become more disciplined in attending on time, following instructions well, and showing an empathic attitude in their social environment. Obstacles in instilling Pancasila values such as parental factors, student environment, and economic conditions. The learning process cannot be separated from the obstacles in the habituation of Pancasila values such as students who are engrossed in their own world because Civics subjects are often scheduled in the final hours. Distraction from cellphones also has an effect, making students unfocused in participating in learning. Differences in the learning process and the inconsistency of teachers in instilling Pancasila values can hinder the habituation of Pancasila values to students.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana habituasi nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran serta lingkungan sekolah di SMK YPSEI Palangka Raya dalam membentuk karakter siswa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa habituasi nilai-nilai Pancasila seperti pada Proses Pembelajaran yang menggunakan metode ceramah dan diskusi, tanya jawab mendalam, diskusi kelompok dan metode projek, serta strategi yang digunakan berbasis pengalaman (experiential learning), kegiatan bakti sosial dan penilaian autentik. Terdapat dua pendekatan dalam pembentukan karakter untuk memperkuat habituasi nilai-nilai Pancasila yaitu dengan pemberian reward dan punishment. Gerakan Literasi Siswa (GLS) yang dilakukan setiap pagi, Kegiatan Kesenian pada hari kamis, Kerohanian pada hari jumat, dan Kedisiplinan saat proses pembelajaran. Habituasi dapat merubah sikap, baik dalam hal kedisiplinan, keaktifan, maupun rasa hormat terhadap teman dan guru. Proses habituasi yang dilakukan secara konsisten mampu membentuk karakter siswa yang lebih bertanggung jawab dan mandiri. Siswa menjadi lebih disiplin hadir tepat waktu, mengikuti instruksi dengan baik, serta menunjukkan sikap empatik dalam lingkungan sosialnya. Kendala dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila seperti faktor orang tua, lingkungan siswa, dan keadaan ekonomi. Proses pembelajaran tak lepas terjadi kendala dalam habituasi nilai-nilai Pancasila seperti siswa yang asyik dengan dunianya sendiri karena mata pelajaran PPKn sering dijadwalkan pada jam-jam akhir. Distraksi terhadap handphone turut berpengaruh sehingga membuat siswa tidak focus dalam mengikuti pembelajaran. Perbedaan dalam proses pembelajaran dan tidak konsistennya guru dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dapat menghambat habituasi nilai-nilai Pancasila kepada siswa

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alviolita, D. E., et al. (2024). Pancasila dan etika profesi: Penerapan nilai-nilai moral dalam kehidupan. 4, 44–55.

Amalia, G., & Maknun, L. (2021). Peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar. Jurnal Pendididkan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 4(1), 21–36.

Asmoro, D. P. (2024). Menanamkan nilai-nilai pancasila pada investigation of pancasila values in the millennial generation.

Baginda, M. (2018). Nilai-nilai pendidikan berbasis karakter pada pendidikan dasar dan menengah. Jurnal Ilmiah Iqra’, 10(2), 1–12. https://doi.org/10.30984/jii.v10i2.593

Bialangi, S. S., et al. (2023). Program habituasi dalam penguatan karakter siswa di SMA Negeri 4 Gorontalo [Habituation program in strengthening student character at SMA Negeri 4 Gorontalo]. Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 09(01), 244. http://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/Aksara%0AProgram

Dwi Anargya, F., et al. (2023). Lunturnya Pancasila pada kewarganegaraan Indonesia. Humantech Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Indonesia, 2(5).

Faiz, A., et al. (2021). Tinjauan analisis kritis terhadap faktor penghambat pendidikan karakter di Indonesia. Jurnal Basicedu, 5(4), 1766–1777. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1014

Gulo, M. F. J., et al. (2024). Pengaruh lingkungan terhadap pembentukan karakter anak. Scientificum Journal, 1(3), 150–161.

Hadian, V. A., et al. (2022). Peran lingkungan keluarga dalam pembentukan karakter. Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 10(1), 240–246. https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/3365/2189

Handayani, R. (2020). Metode penelitian sosial.

Hudiarini, S. (2019). Internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam penguatan kepribadian. Jurnal Qolamuna, 5, 147–166.

Irwan, I., et al. (2021). Penyuluhan makna nilai-nilai Pancasila sebagai perwujudan integrasi bangsa. Jurnal Abdidas, 2(3), 512–520. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i3.313

Lestari, I. D. (2020). Peranan guru PPKN dalam menumbuhkan sikap nasionalisme dan pembentukan karakter peserta didik di SMK Ganesa Satria 2 Depok. Sosio E-Kons, 12(1), 44. https://doi.org/10.30998/sosioekons.v12i1.5071

Lubis, D. T. A. (2023). Pembentukan karakter melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila di SMPN 28 Medan. Krepa: Kreativitas Pada Abdimas, 1(8), 1–10.

Lukkensari, T. R., et al. (2024). Analisis dampak kurangnya penanaman nilai Pancasila pada kalangan anak remaja. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 37–47.

Mappasere, S. A., & Suyuti, N. (2019). Pengertian penelitian pendekatan kualitatif. Dalam Metode Penelitian Sosial (h. 33)

Masyithoh, D., et al. (2021). Pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila pada remaja di era society 5.0. Jurnal Sumbangsih, 2(1), 156–163. https://doi.org/10.23960/jsh.v2i1.48

Moleong, L. J. (2006). Metode penelitian. PT Remaja Rosdakarya.

Moral, M., et al. (2023). Effects of class schedules on the focus and punctuality of senior high school students. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 2(3), 204–221. https://doi.org/10.56916/ejip.v2i3.403

Muhlisin, M., & Nurhidin, E. (2020). Konstruksi kedisiplinan melalui habituasi kegiatan keagamaan. Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES), 3(2), 236–251.

Muhlisin, M., & Nurhidin, E. (2021). Konstruksi kedisiplinan melalui habituasi kegiatan keagamaan. Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES), 3(2), 236–251. https://doi.org/10.33367/ijies.v3i2.1395

Narita, A., & Kusdarini, E. (2024). Hambatan dan upaya guru pendidikan Pancasila dalam penanaman karakter melalui kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul. 13(04), 384–394.

Nugraha, M. D., et al. (2025). Internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam penguatan kepribadian mahasiswa Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang.

Nuraliyah, E., et al. (2022). Penggunaan handphone dan dampaknya bagi aktivitas belajar. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 8(4), 1585. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i4.961

Nurgiansah, T. H. (2022). Pendidikan Pancasila sebagai upaya membentuk karakter religius. Jurnal Basicedu, 6(4), 7310–7316. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3481

Nurhidayah. (2021). [Judul artikel tidak disebutkan]. Peguruang: Conference Series, 3, 10–14.

Putri, A. S. M., et al. (2022). Implementasi nilai Pancasila pada generasi Z. Jurnal Evaluasi Dan Pembelajaran, 4(1), 17–24. https://doi.org/10.52647/jep.v4i1.35

Purwanza, S. W., et al. (2022). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi. Media Sains Indonesia.

Risdiany, H., & Anggraeni Dewi, D. (2021). Penguatan karakter bangsa sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila. Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(04), 696–711. https://doi.org/10.59141/japendi.v2i04.140

Roziq, M. A. (2016). Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter dan budaya bangsa yang berbasis pada lingkungan sekolah. Jurnal Rontal Keilmuan, 2(1), 1–23.

Sahuroh, N., et al. (2024). Peran pendidikan seni budaya terhadap karakter anak usia remaja. [Nama Jurnal Tidak Disebutkan], 3(2).

Saylendra, N. P., & Danial, E. (2015). Implementasi pendekatan saintifik dan penilaian otentik dalam pembelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan di Sman 7 Bogor. Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, 15(1), 17–41. https://doi.org/10.21009/jimd.v15i1.9109

Singh, B., et al. (2024). Time to form a habit: A systematic review and meta-analysis of health behaviour habit formation and its determinants. Healthcare, 12(23), 2488.

Siswanto, J. (2019). Analisis dampak pemberian reward and punishment bagi siswa SD Negeri Kaliwiru Semarang.

Subakti, A., et al. (2024). Pemberian punishment sebagai wujud pembentukan karakter disiplin siswa Agung.

Sulaiman, I., & Hasan, M. (2023). Pengaruh metode ceramah dan metode tanya jawab terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an hadis di MAN Bangkalan. Ar-Rusyd: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 12–26. https://doi.org/10.61094/arrusyd.2830-2281.121

Sunan, U., et al. (2024). Menjadi teladan; Guru agama Islam sebagai inspirasi moral bagi siswa. 4, 8–21.

Tegar, F. M. (2024). Implementasi habituasi tausiah dalam membangun civic responsibility peserta didik (studi fenomenologi di SMK Negeri 4 Bandung) [Disertasi/Tesis tidak dipublikasikan]. FKIP UNPAS.

Velicia, P., et al. (2024). Pemberdayaan diri anak melalui kegiatan bakti sosial bersama panti Vistos Kasih Ikhlas., 5(4), 8162–8166.

Waruwu, A. S. M., et al. (2022). Pentingnya pendidikan karakter anak di zaman serba digital. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 2587–2595. https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/3057

Windasari, R., et al. (2024). Strategi efektif untuk mengatasi permasalahan pembelajaran IPS bagi guru sekolah dasar. 7, 54–68.

Yani, D., & Anggraeni Dewi, D. (2021). Aktualisasi nilai-nilai Pancasila dan tantangan di arus globalisasi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 952–961.

Downloads

Published

2025-06-13

How to Cite

Kurniawan, D., Karliani, E. ., & Ikbal, A. . (2025). HABITUASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMK. SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 326-341. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5366

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)