PENGARUH METODE SIMULASI PARLEMEN PADA MATERI SUPERSEMAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH TERHADAP KEMAMPUAN DELIBERATIF SISWA
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i3.13450Keywords:
Kemampuan Deliberatif, Metode Simulasi Parleme, Pembelajaran Sejarah, Quasi-Experimental, SupersemarAbstract
ABSTRACT
Deliberative competence is an essential outcome of history education because it equips students to construct reasoned arguments, engage in constructive dialogue, and make decisions through collective consideration. Nevertheless, history instruction remains largely teacher-centered, limiting opportunities for students to debate, exchange perspectives, and develop shared decision-making skills, particularly in learning about the Supersemar event. This study examines the effectiveness of the parliamentary simulation method in strengthening students' deliberative competence at SMKS Sejahtera Surabaya. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental design with a nonequivalent control group. The participants comprised 52 students selected through purposive sampling, including 26 students in the experimental class and 26 in the control class. Data were collected through tests, questionnaires, observations, and documentation, and subsequently analyzed using normality and homogeneity tests, an Independent Samples t-test, and Cohen's d effect size analysis. The findings revealed a highly significant difference between the two groups, with a significance value of 0.000 (p < 0.05). Moreover, the intervention demonstrated a large effect size, indicated by a Cohen's d value of 1.7. These results suggest that the parliamentary simulation method effectively enhances students' ability to analyze historical issues, formulate rational arguments, and reach collective decisions, making it a promising instructional strategy for promoting active participation and strengthening democratic competencies in history learning.
ABSTRAK
Pembelajaran sejarah tidak hanya ditujukan untuk memperluas pemahaman terhadap peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk membangun kemampuan berdialog, menyusun argumentasi yang berlandaskan alasan, dan menghasilkan keputusan melalui proses musyawarah. Kondisi tersebut belum sepenuhnya terwujud karena proses pembelajaran masih cenderung berorientasi pada penyampaian materi oleh guru, sehingga interaksi deliberatif peserta didik, terutama pada pembahasan materi Supersemar, belum berkembang secara optimal. Penelitian ini mengkaji efektivitas penerapan metode simulasi parlemen dalam memperkuat kemampuan deliberatif peserta didik di SMKS Sejahtera Surabaya. Kajian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui rancangan quasi-experimental dengan desain nonequivalent control group. Sebanyak 52 peserta didik dipilih melalui purposive sampling dan dibagi ke dalam kelas eksperimen (26 peserta didik) serta kelas kontrol (26 peserta didik). Pengumpulan data memanfaatkan tes, angket, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, Independent Samples t-test, dan perhitungan effect size Cohen's d. Analisis menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Besarnya pengaruh perlakuan juga tergolong tinggi, ditunjukkan oleh nilai Cohen's d sebesar 1,7. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa simulasi parlemen mampu memperkuat kemampuan peserta didik dalam menganalisis persoalan, menyampaikan argumentasi secara rasional, serta merumuskan keputusan bersama, sehingga layak dipertimbangkan sebagai strategi pembelajaran sejarah yang mendukung partisipasi aktif dan pengembangan kompetensi demokratis.
Downloads
References
Afrilihadi, A. R., Permatasari, B. D., Ibrahim, M. M., Japar, M., & Kardiman, Y. (2025). Strategi role playing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. PARAMETER: Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, 37(1), 41–56. https://doi.org/10.21009/parameter.371.04
Amanah, L., Ardani, A., & Purwaningsih, D. (2023). Efektivitas model pembelajaran simulasi berbantuan PhET simulation terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT), 9(2), 185–198. https://doi.org/10.25134/jes-mat.v9i2.8527
Arditya, P. (2022). Telaah konseptual pendekatan kuantitatif dalam sejarah. Kalpataru Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 8(1), 76–85. https://repository.uingusdur.ac.id/915/
Bramantya, A., Pujiati, E., Azmi, S., Untari, S., & Nafsiyah, F. (2024). Penerapan model pembelajaran parliamentary sessions simulation untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam pelajaran Pendidikan Pancasila. Civics Education and Social Science Journal (CESSJ), 6(2), 205–220. https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/cessj/article/view/6017
Chafshah, N. A., Asy-Syauqi, I. M., Syafe’i, I., Hadiati, E., & Rahmatika, R. V. (2025). Efektivitas metode simulasi dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa pendidikan dasar di era digital. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 723–732. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/23687
Fathoni, A. B., Nuryadi, M. H., Muchtarom, M., & Suryaningsih, A. (2026). Penguatan demokrasi deliberatif sebagai bentuk civic disposition: Studi SMK Negeri 2 Karanganyar. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 5640–5651. http://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/4930
Gulo, J., Ginting, D. B., & Prayuda, M. S. (2025). Pengaruh metode simulasi terhadap motivasi belajar siswa SD Negeri 067244. Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode, 181–187. https://ejournal.pustakakaryamandiri.com/ojs/index.php/jpmsm/article/view/131
Hasani, M. M. J., Kamuli, S., & Lukum, R. (2026). Penerapan model kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran PPKn untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas X di Sekolah SMAN 3 Kota Gorontalo. EDUKASI, 14(1), 11–26. https://ejournal-fkip.unisi.ac.id/judek/article/view/3475
Huda, K., & Djono, D. (2025). Mengintegrasikan teori pembelajaran bermakna dan konstruktivisme dalam pembelajaran sejarah di era digital. Jurnal Artefak, 12(1), 137–146. https://jurnal.unigal.ac.id/artefak/article/view/18462
Jalil, D. M., Handayani, S., & Wasliman, E. D. (2026). Manajemen pembelajaran SKI di MTs berbasis meaning maker dalam upaya menghidupkan makna dan nilai sejarah Islam. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (MANAPI), 5(1), 1–10. https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/manapi/article/view/16386
Kalsum, U. (2025). Penerapan metode pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sejarah kebudayaan Islam di MTs Nurul Islam Pasenggerahan. Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(1), 35–46. https://publikasi.abidan.org/index.php/edusiana/article/view/1100
Khasanah, U. N. (2026). Analisis berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Sukoharjo. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(2), 2561–2571. https://doi.org/10.62710/x7jr3531
Knowles, R. T., & Camicia, S. P. (2026). Controversial for whom? Reconsidering controversial issue discussion and deliberation in education for democracy. Journal of Curriculum Studies, 58(1), 146–164. https://doi.org/10.1080/00220272.2025.2563201
Kurniawan, T., Ngawan, R., Alno, Y., & Herianto, A. (2022). Cancel culture and academic freedom: A perspective from democratic-deliberative education philosophy. Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter, 6(1), 1–13. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2022.006.01.1
Muttaqien, M. E., & Ramdan, D. (2023). Konsep komunikasi Jurgen Habermas dalam ide demokrasi deliberatif dan tindakan komunikatif. Linimasa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1), 51–64. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3280862
Rendianto, F. A., Suprijono, A., Khotimah, K., & Sarmini, S. (2024). Pengaruh pembelajaran kooperatif berbasis demokrasi deliberatif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMPN 25 Surabaya. Jurnal Dialektika Pendidikan IPS, 4(3), 179–186. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/PENIPS/article/view/63126
Sugianto, E., & Faridah, E. S. (2026). Analisis strategi pembelajaran sejarah kebudayaan Islam dalam mengembangkan berpikir kritis siswa jenjang Tsanawiyah. AZKIA: Journal of Islamic Education in Asia, 3(1), 1–18. https://publicajournal.com/index.php/azkia/article/view/41
Susmilawati, M. A., Yudaparmita, G. N. A., & Suparya, I. K. (2026). Dari representasi ke praktik: Kerangka konseptual integrasi komik edukatif dan diskusi deliberatif untuk sikap demokratis siswa sekolah dasar. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 14(1), 495–500. https://www.jurnal.konselingindonesia.com/index.php/jkp/article/view/1994
Varga, B. A., & Adams, E. C. (2024). Theorizing mimesis across social studies contexts of mimicry, imitation, and simulation. Theory & Research in Social Education, 52(3), 325–349. https://doi.org/10.1080/00933104.2023.2258087
Velasco Pufleau, M., & Gil Besada, L. (2025). Who is who in privacy and personal data protection: A case-based analysis of the parliamentary diplomacy of national delegations to the Parliamentary Assembly of the Council of Europe. In Proceedings of the 4th Global Conference on Parliamentary Studies. https://orbilu.uni.lu/handle/10993/65491
Wulandari, A. (2025). Transformasi pembelajaran PKn berbasis inovasi dalam pembentukan karakter peserta didik sekolah dasar melalui kurikulum pembelajaran mendalam. Jurnal Pendidikan, Kepelatihan, Olahraga, dan Kesehatan, 1(2), 209–222. https://jurnal.yayasanmeisyarainsanmadani.com/index.php/SPORTIKA/article/view/533
Yunita, V., & Lubis, M. N. (2026). Optimalisasi metode diskusi dalam pembelajaran sejarah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 3(1), 8–14. https://doi.org/10.56211/toga.v3i1.1623
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














