PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM KEBIJAKAN POLITIK (STUDI KETERLIBATAN PEREMPUAN PAPUA DI KABUPATEN SORONG)

Authors

  • Gustrianti M Ali Universitas Nani Bili Nusantara Sorong

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10835

Keywords:

Partisipasi Perempuan, Kebijakan Politik, Perempuan Papua

Abstract

Papua Has Complex Socio-Cultural Characteristics With The Dominance Of Patriarchal Values Influencing The Construction Of Gender Roles Within Society. In Many Cases, Papuan Women Are Placed In The Domestic Sphere And Have Limited Access To Public And Political Spaces. This Condition Impacts The Low Level Of Both Numerical And Substantive Representation Of Papuan Women In Formal Political Institutions. From The Perspective Of Political Communication, The Low Political Participation Of Papuan Women Is Closely Related To The Patterns Of Political Communication That Develop Within Society. Political Communication Plays A Central Role In Transmitting Political Values And Shaping Public Opinion. However, In Practice, The Involvement Of Women, Especially Indigenous Papuan Women, Still Faces Various Challenges In Terms Of Cultural, Social, Educational, And Political Structural Aspects That Have Not Fully Provided Equal Opportunities. This Study Employs A Qualitative Research Method With A Descriptive Approach To Gain An In-Depth Understanding Of The Forms Of Papuan Women’s Participation In Political Processes And The Obstacles They Encounter. Data Collection Techniques Were Carried Out Through Interviews, Observation, And Documentation. The Findings Indicate That The Participation Of Papuan Women In Political Policymaking In Sorong Regency Has Begun To Develop, Marked By Increased Involvement Of Women In Political Organizations, Government Institutions, And Local Decision-Making Activities. However, Such Participation Remains Suboptimal Due To Low Political Representation, The Persistence Of Patriarchal Culture, Limited Human Resource Capacity, And Minimal Institutional Support For Women’s Political Empowerment. Therefore, Greater Efforts Are Needed From The Government, Political Parties, And Society To Enhance Capacity-Building And Provide Broader Access For Papuan Women To Actively Engage In Political Policymaking Processes.

ABSTRAK

Papua memiliki karakteristik sosial budaya yang cukup kompleks dengan dominasi nilai-nilai patriarki yang mempengaruhi konstruksi peran gender dalam masyarakat. Dalam banyak kasus yang ditemui misalnya perempuan Papua ditempatkan pada rana domestik dan memiliki akses terbatas terhadap ruang publik dan politik Hal ini berimplikasi pada rendanya tingkat representasi numerik maupun substantive perempuan Papua dalam lembaga-lembaga politik formal.  Dalam prespektif komunikasi politik, rendanya partisipasi politik perempuan Papua erat kaitannya dengan pola komunikasi politik yang berkembang. Komunikasi politik memainkan peran sentral dalam mentransisikan nilai-nilai politik, membentuk opini public Namun, dalam praktiknya keterlibatan perempuan, khususnya perempuan asli Papua, masih menghadapi berbagai tantangan baik dari aspek budaya, sosial, pendidikan, maupun struktur politik yang belum sepenuhnya memberikan ruang yang setara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami secara mendalam bentuk partisipasi perempuan Papua dalam proses politik serta hambatan yang dihadapi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan Papua dalam kebijakan politik di Kabupaten Sorong mulai mengalami perkembangan, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan perempuan dalam organisasi politik, lembaga pemerintahan, serta kegiatan pengambilan keputusan di tingkat lokal. Namun demikian, partisipasi tersebut masih belum optimal karena dipengaruhi oleh rendahnya representasi politik, kuatnya budaya patriarki, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, dan minimnya dukungan kelembagaan terhadap pemberdayaan politik perempuan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih serius dari pemerintah, partai politik, dan masyarakat dalam mendorong peningkatan kapasitas serta membuka akses yang lebih luas bagi perempuan Papua untuk terlibat aktif dalam proses kebijakan politik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andriani, H. (2023). Partisipasi bermakna sebagai wujud asas keterbukaan dalam pembentukan undang-undang. UNES Journal of Swara Justisia, 7(1), 306. https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i1.337

Arief, S. A., Ridho, M. R., & Erawan, M. A. (2020). Tarik-ulur keterwakilan perempuan sebagai menteri dalam kabinet pemerintahan. Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal), 9(3), 507. https://doi.org/10.24843/jmhu.2020.v09.i03.p04

Azis, A. U., & Siscawati, M. (2021). Janus faced of women’s parliament family line: Representation of women in politics and party oligarchy. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 8(2), 117. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v8i2.2404

Disher, N., Guerra, A. L., & Haeffel, G. J. (2021). Men have ability, women are lucky: A pre?registered experiment examining gender bias in knowledge attribution. British Journal of Social Psychology, 60(3), 808–825. https://doi.org/10.1111/bjso.12443

Dzinnun, Y., Jubba, H., Azhar, M. A., & Qodir, Z. (2024). From global trends to local realities: Understanding women’s political involvement for Indonesia’s democratic progress. Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 14(1), 180–193. https://doi.org/10.26618/ojip.v14i1.14181

Efendi, M., & Rahayu, A. (2021). Analisis keterwakilan perempuan dalam pemilihan legislatif. Qawwam: The Leader's Writing, 2(1), 28–44. https://doi.org/10.32939/qawwam.v2i1.87

Erick, B., & Masyitah, M. (2020). Keterwakilan perempuan dalam partai politik perspektif siyasah syar’iyyah. Jurnal Sosial Humaniora Sigli, 3(2), 200–212. https://doi.org/10.47647/jsh.v3i2.312

Erlando, B. M. B., Cornelis, V. I., Soekorini, N., Astutik, S., & Hartoyo, H. (2025). Legal review of local government institutions in Papua under Government Regulation No. 106/2021. Journal of International Multidisciplinary Research, 3(9), 82–95. https://doi.org/10.62504/jimr1368

Fatem, S. M., Samber, A. O., Marwa, J., & Boseren, M. B. (2023). Dinamika kebijakan dan aktor dalam pembentukan Papua Barat sebagai provinsi konservasi. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(4), 888–900. https://doi.org/10.14710/jil.21.4.888-900

Fauzi, F. Z., Mayor, D., & Liauw, G. (2023). The direction of Papua development: Is a new autonomous region the answer? Policy & Governance Review, 7(1), 1. https://doi.org/10.30589/pgr.v7i1.609

Ferazia, I., Prayudi, P., & Afifi, S. (2020). Analysis of communication networks among political elites in the formation of party coalitions. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1), 95. https://doi.org/10.31315/jik.v18i1.3709

Firdaus, F. R. (2022). Public participation after the law-making procedure law of 2022. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 16(3), 495–514. https://doi.org/10.30641/kebijakan.2022.v16.495-514

Halalia, M. R. (2020). Pemenuhan hak politik penyandang disabilitas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta. Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 6(2). https://doi.org/10.14421/sh.v6i2.2016

Karimah, E. N. (2021). Partisipasi perempuan dalam perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan menengah di DPRD DIY. Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan, 9(3), 297–306. https://doi.org/10.21831/sakp.v9i3.17209

Karwati, L. (2021). Menolak subordinasi gender berdasarkan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan nasional menjelang bonus demografi 2035. Jendela PLS, 5(2), 122–130. https://doi.org/10.37058/jpls.v5i2.2713

Larasati, A. M., & Ayu, N. P. (2020). The education for gender equality and human rights in Indonesia: Contemporary issues and controversial problems. The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education, 2(1), 73–84. https://doi.org/10.15294/ijicle.v2i1.37321

Mahyus, M., Wahida, N., Putriani, P., Fatima, S., & Faisal, M. (2025). Promosi kesetaraan gender dan penghapusan diskriminasi. Journal Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1). https://doi.org/10.55638/sosial.v2i1.376

Manalu, Y. B., Simatupang, R. H., & Silaen, C. F. B. (2024). Kesetaraan gender dalam bingkai kebinekaan Indonesia. Journal of Law and Social Society, 1(1), 27–40. https://doi.org/10.70656/jolasos.v1i1.81

Mandasari, N. (2022). Analisis pengarusutamaan gender dalam kebijakan publik (Studi kasus di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DP3AP2 Provinsi Jambi). Ebisma (Economics Business Management & Accounting Journal), 2(2), 50–59. https://doi.org/10.61083/ebisma.v2i2.17

Meo, E. N., & Boro, V. I. A. (2021). Kesetaraan gender dalam perekrutan Aparatur Sipil Negara menempati jabatan struktural di Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. PERSPEKTIF, 10(1), 204–210. https://doi.org/10.31289/perspektif.v10i1.4274

Nasution, A. I., & Sapii, R. B. S. (2022). Aktualisasi konsep meaningful participation dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan, 9(2), 202. https://doi.org/10.32493/skd.v9i2.y2022.26207

Nursyifa, A., Tamala, O. T., Zakiah, R., Rachamani, S. A., & Mutmainah, S. M. (2023). Partisipasi perempuan dalam politik. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, 9(1). https://doi.org/10.37058/jipp.v9i1.4120

Nurussa’adah, E. (2020). Perempuan dan komunikasi politik pada pemilihan umum Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1), 111. https://doi.org/10.31315/jik.v18i1.3236

Oktaviani, A., & Megawati, M. (2021). Quo vadis kebijakan affirmative action dalam sistem demokrasi di Indonesia. Ahmad Dahlan Legal Perspective, 1(2), 90–111. https://doi.org/10.12928/adlp.v1i2.4730

Permatasari, M. I., & Harirah, Z. (2025). Analysis of women’s representation in various positions and roles within the public sector. Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN), 13(2), 104–112. https://doi.org/10.31629/juan.v13i2.6535

Rahmadani, N. D., & Agustina, I. F. (2024). Pengembangan berbasis gender: Mengubah dinamika desa di Indonesia. Indonesian Culture and Religion Issues, 1(1), 20. https://doi.org/10.47134/diksima.v1i1.34

Rahmanto, F., Purnomo, E. P., Kasiwi, A. N., & Salsabila, L. (2021). Women’s representation through political parties in parliament period of general election 2019-2024. Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review, 6(3), 336–359. https://doi.org/10.15294/ipsr.v6i1.22666

Safriyanto, R., Ningsih, F., Frederick, J. R., & Isyanawulan, G. (2024). Analisis budaya patriarki terhadap kesetaraan gender perempuan dalam rumah tangga. Jurnal Ilmiah Publika, 12(2), 166–174. https://doi.org/10.33603/publika.v12i2.10182

Salfa, H. N. (2023). Peran sosial perempuan dalam masyarakat dan implikasinya terhadap penempatan perempuan anggota legislatif pada komisi-komisi di DPR RI periode 2019-2024. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional, 13(2), 162–181. https://doi.org/10.22212/jp.v13i2.3163

Sibarani, R., & Gulo, Y. (2020). Subordinasi kepemimpinan perempuan dalam budaya Batak Toba. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 6(1), 73. https://doi.org/10.24114/antro.v6i1.16636

Silaban, R. G., Mahyuni, I. A. P., & Sidemen, I. A. W. (2021). Perempuan Bali dalam dunia politik (Studi kasus pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Kabupaten Badung tahun 2009, 2014 dan 2019). HUMANIS, 25(4), 551. https://doi.org/10.24843/jh.2021.v25.i04.p14

Suharno, S. (2021). Public policy and special autonomy in Papua and West Papua. NATAPRAJA, 9(2), 121–130. https://doi.org/10.21831/jnp.v9i1.43789

Susanti, Y., & Patonah, R. (2020). Peran perempuan terhadap penguatan ekonomi keluarga di Kabupaten Ciamis. Jurnal Edukasi (Ekonomi Pendidikan Dan Akuntansi), 8(2), 107. https://doi.org/10.25157/je.v8i2.4324

Triadi, I., & Maryanto, M. (2024). Pengaruh politik hukum terhadap kesetaraan gender di dunia kerja. Begawan Abioso, 15(1), 29–40. https://doi.org/10.37893/abioso.v15i1.987

Wardana, D. J., Sukardi, S., & Salman, R. (2023). Public participation in the law-making process in Indonesia. Jurnal Media Hukum, 30(1), 66–77. https://doi.org/10.18196/jmh.v30i1.14813

Wedhatami, B., Damayanti, R., & Prasasi, C. A. (2023). Navigating regional regulatory changes in Indonesia: An in-depth analysis of post-amendment implementation of Law Number 12 of 2011 on legislation formation. Unnes Law Journal, 9(2), 237–264. https://doi.org/10.15294/ulj.v9i2.78642

Downloads

Published

2026-05-16

How to Cite

Ali, G. M. (2026). PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM KEBIJAKAN POLITIK (STUDI KETERLIBATAN PEREMPUAN PAPUA DI KABUPATEN SORONG) . SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 917–927. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10835

Issue

Section

Articles