ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA
DOI:
https://doi.org/10.51878/secondary.v5i3.6475Abstract
Critical thinking skills are essential 21st-century competencies that need to be developed in science learning, particularly in physics. This study aims to analyze the level of critical thinking skills of junior high school students on the topic of simple machines. The research employed a descriptive quantitative method involving 30 eighth-grade students from a private junior high school in Sidoarjo. The research instruments consisted of a needs questionnaire and a diagnostic test based on indicators of critical thinking skills, namely: providing simple explanations, building basic skills, and drawing conclusions. The results showed that students’ critical thinking skills were in the low category with an average score of 39.9%. The indicator for providing simple explanations scored 38.3% (low), building basic skills scored 36.6% (low), and drawing conclusions scored 45% (moderate). The study indicates that passive learning approaches and the lack of interactive media are major obstacles. Therefore, innovative, problem-based learning models supported by technology are needed to enhance students’ critical thinking skills.
ABSTRAK
Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA, khususnya fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP pada materi pesawat sederhana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek 30 peserta didik kelas VIII di salah satu SMP swasta di Sidoarjo. Instrumen penelitian terdiri dari angket dan tes diagnostik berbasis indikator keterampilan berpikir kritis, yaitu memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis peserta didik berada pada kategori rendah dengan rata-rata 39,9%. Indikator memberikan penjelasan sederhana memperoleh persentase sebesar 38,3% (rendah), indikator membangun keterampilan dasar memperoleh persentase sebesar 36,6% (rendah), dan indikator menyimpulkan memperoleh persentase sebesar 45% (Cukup). Penelitian ini mengindikasikan bahwa pendekatan pembelajaran yang pasif dan kurangnya media interaktif menjadi hambatan utama. Dengan demikian, diperlukan model pembelajaran inovatif dan berbasis masalah yang didukung teknologi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Downloads
References
Alismail, H. A. (2023). Teachers’ perspectives of utilizing distance learning to support 21st century skill attainment for K-3 elementary students during the COVID-19 pandemic era. Heliyon, 9(9), e19275. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e19275
Ariadila, S. N., et al. (2023). Analisis pentingnya keterampilan berpikir kritis terhadap pembelajaran bagi siswa. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(20), 664–669.
Azizah, B. M. N., et al. (2022). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis model kausalitik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik pada materi momentum dan impuls. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3), 1219–1228. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i3.707
Badmus, O. T., & Jita, L. C. (2024). Physics difficulty and problem-solving: Exploring the role of mathematics and mathematical symbols. Interdisciplinary Journal of Education Research, 6, 1–14. https://doi.org/10.38140/ijer-2024.vol6.08
Bewersdorff, A., et al. (2025). Taking the next step with generative artificial intelligence: The transformative role of multimodal large language models in science education. Learning and Individual Differences, 118, 102601. https://doi.org/10.1016/j.lindif.2024.102601
Bhebhe, K., et al. (2024). Upaya peningkatan literasi sains melalui media majalah dinding berbasis kontekstual dalam pembelajaran IPA bagi siswa SMP kelas VII. Jurnal Pendidikan MIPA, 14(4), 1113–1122. https://doi.org/10.37630/jpm.v14i4.2091
Ennis, R. H. (1996). Critical thinking. Prentice-Hall.
Ennis, R. H. (2011). The nature of critical thinking: An outline of critical thinking dispositions and abilities. Informal Logic, 6(2), 1–8. https://doi.org/10.22329/il.v6i2.2729
Humam, M. S., & Hanif, M. (2025). Strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan keterampilan kritikal siswa di era modern. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 3(1), 262–281. https://doi.org/10.55606/jubpi.v3i1.3592
Jannah, D. R. N., & Atmojo, I. R. W. (2022). Media digital dalam memberdayakan kemampuan berpikir kritis abad 21 pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(1), 1064–1074. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i1.2124
Nurlaelah, I., et al. (2020). Analisis kemampuan komunikasi ilmiah peserta didik pada kegiatan kelompok ilmiah remaja berbasis riset terintegrasi keterampilan proses sains. Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi, 12(2), 194–201.
OECD. (2023). PISA 2022 Results (Volume I). OECD. https://doi.org/10.1787/53f23881-en
Rana, R., et al. (2023). Efektivitas penggunaan laboratorium virtual dalam meningkatkan hasil belajar biologi peserta didik MAS Muhammadiyah Nangahure. Jurnal Penelitian Inovatif, 3(3), 589–596. https://doi.org/10.54082/jupin.232
Sae, H., & Radia, E. H. (2023). Media video animasi dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD. Indonesian Journal of Education and Social Sciences, 2(2), 65–73. https://doi.org/10.56916/ijess.v2i2.474
Sari, R. T., & Angreni, S. (2021). Peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD dalam pembelajaran IPA menggunakan penuntun pratikum berbasis inkuiri terbimbing. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD), 9(1), 40–47. https://doi.org/10.25273/jp2sd.v9i1.7161
Sonia, T., et al. (2023). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran biologi. Bioilmi: Jurnal Pendidikan, 9(1), 78–86. https://doi.org/10.19109/bioilmi.v9i1.14081
Sukmawati, I., et al. (2020). Analisis kemampuan berpikir kritis dan science motivation siswa pada pembelajaran pesawat sederhana. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 11(2), 144–148. https://doi.org/10.26877/jp2f.v11i2.5441
Sundari, P. D., & Sarkity, D. (2021). Keterampilan berpikir kritis siswa SMA pada materi suhu dan kalor dalam pembelajaran fisika. Journal of Natural Science and Integration, 4(2), 149–161. https://doi.org/10.24014/jnsi.v4i2.14656
Wulandari, P. N., et al. (2023). Analisis pemahaman mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Jember terhadap konsep fisika pada alat pertanian cangkul. Optika: Jurnal Pendidikan Fisika, 7(1), 87–93. https://doi.org/10.37478/optika.v7i1.2759
Yulianti, Y., et al. (2022). Penerapan model pembelajaran RADEC terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(1), 47–56. https://doi.org/10.31949/jcp.v8i1.1824
Zahroh, D. A., & Yuliani, Y. (2021). Pengembangan e-LKPD berbasis literasi sains untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi pertumbuhan dan perkembangan. Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu), 10(3), 605–616. https://doi.org/10.26740/bioedu.v10n3.p605-616
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














