SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://jurnalp4i.com/index.php/secondary <p><strong>SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12405">Terakreditasi Sinta 4</a></strong> yang diterbitkan 4 kali setahun (Januari, April, Juli dan Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal Ilmiah ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.<br /><strong>e-ISSN : 2774-5791 | p-ISSN : 2774-8022</strong></p> en-US randi.popo@gmail.com (Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd) ardhysmart7@gmail.com (Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd) Wed, 04 Feb 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 INOVASI ALAT PERAGA FISIKA BERBAHAN LIMBAH UNTUK MEMBANGUN KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN FISIKA https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9231 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Various challenges are still encountered in physics learning at the senior high school level, particularly related to students’ low conceptual understanding and higher order thinking skills (Higher Order Thinking Skills/HOTS). This condition highlights the need for instructional innovations that are able to provide more contextual and meaningful learning experiences for students. This study aims to develop and implement an instructional medium in the form of an interactive physics teaching aid simulation based on waste materials, integrated with the Problem Based Learning (PBL) model and the Teaching at the Right Level (TaRL) approach. The research was conducted using the Classroom Action Research (CAR) method at SMAN 2 Gunungputri Bogor, involving eleventh-grade students as the research subjects. The research process was carried out through several cycles consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages.The findings indicate that the use of innovative instructional media based on waste materials contributes to improving students’ conceptual understanding while also fostering the development of higher order thinking skills through contextual problem-solving activities. The implementation of the PBL model combined with the TaRL approach allows learning to be tailored to students’ ability levels, thereby providing more meaningful learning experiences. Thus, it can be concluded that physics instructional media innovations based on waste materials, integrated with PBL and TaRL, are effective in enhancing students’ conceptual understanding and HOTS in senior high school physics learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Berbagai permasalahan masih ditemukan dalam pembelajaran fisika di tingkat SMA, khususnya terkait rendahnya pemahaman konsep dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (<em>Higher Order Thinking Skills</em>/HOTS) siswa. Situasi ini menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menerapkan media ajar berupa simulasi alat peraga fisika interaktif berbasis bahan limbah yang dipadukan dengan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) dan pendekatan <em>Teaching at the Right Level</em> (TaRL). Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SMAN 2 Gunungputri Bogor dengan melibatkan siswa kelas XI sebagai subjek penelitian. Proses penelitian dilakukan melalui beberapa siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media ajar inovatif berbasis bahan limbah berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konseptual siswa sekaligus mendorong pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui aktivitas pemecahan masalah kontekstual. Penerapan model PBL yang dikombinasikan dengan pendekatan TaRL memungkinkan pembelajaran berlangsung sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa inovasi media ajar fisika berbasis bahan limbah yang terintegrasi dengan PBL dan TaRL efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan HOTS siswa pada pembelajaran fisika di SMA.</p> Parihin Parihin, Anas Younis Abd Almaoula, Zulfitria Zaidi Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9231 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA GAYA BELAJAR VARK DENGAN PREFERENSI MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS XII SMA NEGERI DI KOTA SINGARAJA https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9299 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to examine the relationship between VARK learning styles and digital media preferences in biology learning, considering the limited empirical evidence linking these two variables among senior high school students. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. Data were collected using a VARK learning styles questionnaire and a digital media preference questionnaire. Data analysis was conducted descriptively using cross-tabulation and inferentially using Pearson’s Chi-Square test and the contingency coefficient (C). The results indicate that students’ learning styles vary, with the majority classified as multimodal learners, while the read/write learning style showed the lowest percentage. Students’ digital media preferences also demonstrated diversity, with most students categorized as Multimodal Digital Learners, whereas e-module showed the lowest preference level. Although students tend to be flexible in utilizing various types of digital media, each learning style group still exhibits specific tendencies in selecting media that align with their learning characteristics. Hypothesis testing revealed a significant relationship between VARK learning styles and digital media preferences (Sig. = 0.013), with a weak strength of association (C = 0.32). These findings indicate that learning styles contribute to students’ digital media preferences; however, they are not the sole determining factor in the selection of learning media.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara gaya belajar VARK dan preferensi media digital dalam pembelajaran biologi, mengingat masih terbatasnya bukti empiris yang mengaitkan kedua variabel tersebut pada konteks siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner gaya belajar VARK dan kuesioner preferensi media digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan tabulasi silang, serta secara inferensial menggunakan uji <em>Pearson’s Chi-Square</em> dan koefisien kontingensi (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar siswa bervariasi, dengan mayoritas siswa termasuk dalam kategori multimodal, sedangkan gaya belajar <em>read/write</em> memiliki persentase terendah. Preferensi media digital siswa juga menunjukkan keragaman, di mana sebagian besar siswa tergolong sebagai <em>Multimodal Digital Learner</em>, sementara media e-modul memiliki tingkat preferensi terendah. Meskipun siswa cenderung fleksibel dalam memanfaatkan berbagai jenis media digital, setiap kelompok gaya belajar tetap memperlihatkan kecenderungan tertentu dalam memilih media yang selaras dengan karakteristik belajarnya. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya belajar VARK dan preferensi media digital (Sig. = 0,013) dengan kekuatan hubungan yang tergolong lemah (C = 0,32). Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya belajar berkontribusi terhadap preferensi media digital siswa, namun bukan merupakan satu-satunya faktor penentu dalam pemilihan media pembelajaran.</p> Ni Kadek Yun Yun Rosita Dewi, Putu Budi Adnyana, Ida Bagus Putu Arnyana Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9299 Sun, 08 Feb 2026 00:00:00 +0000 PERBEDAAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN TWO STAY TWO STRAY https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9296 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>This study investigates differences in students’ learning motivation and critical thinking skills arising from the implementation of the Team Assisted Individualization (TAI) and Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning models in mathematics instruction. The study is grounded in the need to strengthen learning motivation and critical thinking skills as essential components of 21st-century higher-order thinking competencies. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, in which learning outcomes were measured through post-tests administered to two experimental groups. The participants consisted of 70 eleventh-grade students of MAS PAB 2 Helvetia, selected from a population of 106 students using cluster random sampling. One group received instruction using the TAI model, while the other was taught using the TSTS model. Data were collected through a validated critical thinking skills test and a mathematics learning motivation questionnaire. Statistical analysis was conducted using an independent samples t-test after the assumptions of normality and homogeneity were met at a significance level of α = 0.05. The findings reveal significant differences in students’ learning motivation and critical thinking skills on sequences and series topics, indicating that variations in cooperative learning models influence the quality of mathematics learning processes and outcomes.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji perbedaan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa yang muncul akibat penerapan model pembelajaran kooperatif <em>Team Assisted Individualization </em>(TAI) dan <em>Two Stay Two Stray</em> (TSTS) dalam pembelajaran matematika. Kajian ini didasarkan pada kebutuhan untuk memperkuat motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi yang esensial pada abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, di mana pengukuran hasil belajar dilakukan melalui pemberian postes pada dua kelompok eksperimen. Subjek penelitian melibatkan 70 siswa kelas XI MAS PAB 2 Helvetia yang dipilih dari populasi sebanyak 106 siswa menggunakan teknik <em>cluster random sampling</em>. Satu kelompok memperoleh pembelajaran dengan model TAI, sedangkan kelompok lainnya menggunakan model TSTS. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan angket motivasi belajar matematika yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>t</em> setelah terpenuhinya asumsi normalitas dan homogenitas pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi barisan dan deret, yang mengindikasikan bahwa perbedaan karakteristik model pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap kualitas proses dan hasil belajar matematika.</p> Nazri Maulana Khani, Wardyatul Fuady Harahap, Rizky Septian Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9296 Fri, 13 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KECAMATAN TOMPASOBARU KABUPATEN MINAHASA SELATAN https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9442 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>This study aims to analyze students’ learning interest and to identify the factors influencing it at SMP Negeri 3 Raraatean, Tompasobaru District, South Minahasa Regency. Students’ learning interest is an essential aspect of the learning process, as it directly affects students’ levels of engagement and the achievement of learning outcomes at the junior high school level. This research employed a qualitative approach with a case study design, focusing on an in-depth understanding of students’ learning experiences, perceptions, and learning conditions.Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation, involving students, teachers, parents, and the school principal as the main data sources. The collected data were analyzed using the interactive analysis model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data reduction, data display, and iterative conclusion drawing and verification. The findings indicate that students’ learning interest is at a moderate level and tends to be situational in nature. Learning interest increases when teachers apply varied, contextual, and interactive teaching methods, but tends to decrease in monotonous learning situations that provide limited opportunities for active student involvement.Internal factors influencing learning interest include intrinsic motivation, self-confidence, and students’ learning readiness, while external factors encompass teacher roles, parental support, the availability of learning facilities, and students’ social environment. These findings emphasize that enhancing students’ learning interest requires synergy among innovative instructional strategies, family involvement, and the creation of a supportive learning environment to foster sustainable development of students’ learning interest.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di SMP Negeri 3 Raraatean, Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan. Minat belajar siswa merupakan aspek penting dalam pembelajaran karena berperan langsung terhadap tingkat keterlibatan siswa dan pencapaian hasil belajar pada jenjang sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap pengalaman, persepsi, dan kondisi belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan siswa, guru, orang tua, serta kepala sekolah sebagai sumber data utama. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan secara berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa berada pada kategori sedang dan cenderung bersifat situasional. Minat belajar meningkat ketika guru menerapkan metode pembelajaran yang variatif, kontekstual, dan interaktif, namun cenderung menurun pada pembelajaran yang monoton dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Faktor internal yang memengaruhi minat belajar meliputi motivasi intrinsik, kepercayaan diri, dan kesiapan belajar siswa, sedangkan faktor eksternal mencakup peran guru, dukungan orang tua, ketersediaan fasilitas belajar, serta lingkungan sosial siswa. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan minat belajar siswa memerlukan sinergi antara strategi pembelajaran inovatif, keterlibatan keluarga, dan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif agar minat belajar dapat dikembangkan secara berkelanjutan.</p> Jeremi Hendro Assa, Shelty Deity Meity Sumual, Allen A. Ch. Manongko Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9442 Fri, 13 Feb 2026 00:00:00 +0000 PERAN BIMBINGAN KONSELING PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK AKHLAK PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9433 <p>The complexity of students' moral and psychological challenges in the modern era demands integrative educational services. This study aims to analyze the strategic role of Islamic Education in the implementation of Islamic Guidance and Counseling (BKPI) and its contribution to the formation of students' morals in Islamic Junior High Schools (Madrasah Tsanawiyah). Using a descriptive qualitative approach, the study involved counselors and students as subjects, with data collection through observation, in-depth interviews, and documentation. Analysis was carried out systematically, starting from data reduction to drawing conclusions. The findings indicate that the implementation of BKPI based on Islamic values, such as faith and morals, through a humanist-religious approach has proven effective in shaping students' personalities. Counselors who act as good role models are able to instill the values ​​of honesty, patience, and responsibility, thus positively impacting students' religious discipline and emotional control. Despite technical obstacles such as time constraints, the counseling approach based on the Qur'an and Hadith successfully creates psychological calm and corrects deviant behavior. The main conclusion confirms that the substantial integration of Islamic Education Science in BKPI services is crucial to produce a generation that is not only intellectually intelligent, but also has spiritual maturity and noble character in facing the dynamics of life.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kompleksitas tantangan moral dan psikologis siswa di era modern menuntut layanan pendidikan yang integratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis Ilmu Pendidikan Islam dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) serta kontribusinya terhadap pembentukan akhlak peserta didik di Madrasah Tsanawiyah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian melibatkan konselor dan siswa sebagai subjek, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara sistematis mulai dari reduksi data hingga penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa implementasi BKPI yang berlandaskan nilai-nilai Islam, seperti akidah dan akhlak, melalui pendekatan humanis-religius terbukti efektif membentuk kepribadian siswa. Konselor yang berperan sebagai uswah hasanah mampu menanamkan nilai kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab, sehingga berdampak positif pada peningkatan kedisiplinan ibadah dan kontrol emosi siswa. Meskipun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan waktu, pendekatan konseling berbasis Al-Qur’an dan Hadis berhasil menciptakan ketenangan psikologis dan memperbaiki perilaku menyimpang. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi substansial Ilmu Pendidikan Islam dalam layanan BKPI sangat krusial untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga memiliki kematangan spiritual dan berakhlakul karimah dalam menghadapi dinamika kehidupan.</p> Mirza Syahdat Rambe, Abdillah Hakam, M. Firas Samudera Zaira, Abdul Hamid Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9433 Tue, 17 Feb 2026 00:00:00 +0000 CLASSROOM DYNAMICS AND SPEAKING MASTERY IN AI-INTEGRATED MOBILE-ASSISTED LANGUAGE LEARNING: A STUDY IN INDONESIAN EFL CONTEXT https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9484 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to empirically examine the effect of the implementation of Artificial Intelligence (AI)-integrated Mobile-Assisted Language Learning (MALL) on classroom dynamics and students’ speaking proficiency in the Indonesian EFL context. The study is grounded in the persistent issues of low oral participation and high speaking anxiety in conventional classroom instruction. Addressing these challenges requires instructional approaches that promote interactive engagement while providing individualized learning support. An explanatory sequential mixed-method design was employed, involving 96 eleventh-grade students from the Explore Program at SMA NU 1 Gresik. Quantitative data were collected through pre- and post-speaking tests assessed using an analytic rubric covering fluency, accuracy, pronunciation, and vocabulary, while qualitative data were gathered through semi-structured interviews and classroom observations. The experimental group participated in AI-supported speaking activities for eight weeks, whereas the control group received conventional instruction with limited AI integration. The findings indicate that the experimental group demonstrated greater improvement in speaking scores compared to the control group, particularly in pronunciation and vocabulary development. Qualitative results reveal increased student engagement, more participatory classroom interaction patterns, a shift in the teacher’s role toward facilitation, and reduced speaking anxiety associated with individualized AI-generated feedback. These findings suggest that AI-supported learning environments may foster more responsive and interactive speaking instruction within classroom settings. Thus, the implementation of AI-integrated MALL contributed positively to classroom dynamics and students’ speaking proficiency within the eight-week intervention period, without extending claims beyond the duration of the study.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh penerapan <em>Mobile-Assisted Language Learning</em> (MALL) terintegrasi kecerdasan buatan (AI) terhadap dinamika kelas dan penguasaan berbicara siswa dalam konteks EFL di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi lisan dan tingginya kecemasan berbicara siswa dalam pembelajaran konvensional. Studi ini menggunakan desain <em>mixed-method</em> eksplanatori berurutan dengan melibatkan 96 siswa kelas XI Program Kelas Explore di SMA NU 1 Gresik. Data kuantitatif diperoleh melalui tes berbicara sebelum dan sesudah perlakuan yang dinilai menggunakan rubrik analitik mencakup kefasihan, ketepatan, pengucapan, dan kosakata, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi kelas. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran berbicara berbasis AI selama delapan minggu, sementara kelompok kontrol menjalani pembelajaran konvensional dengan pemanfaatan AI yang terbatas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor berbicara yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, terutama pada aspek pengucapan dan pengayaan kosakata. Temuan kualitatif memperlihatkan adanya peningkatan keterlibatan siswa, perubahan pola interaksi kelas yang lebih partisipatif, pergeseran peran guru sebagai fasilitator, serta penurunan kecemasan berbicara yang dikaitkan dengan umpan balik AI yang bersifat individual. Dengan demikian, penerapan MALL terintegrasi AI memberikan kontribusi positif terhadap dinamika kelas dan peningkatan penguasaan berbicara siswa dalam konteks intervensi delapan minggu, tanpa menggeneralisasi dampak jangka panjang di luar periode penelitian.</p> Nur Fitri Yana Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9484 Wed, 18 Feb 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA SMA KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/7528 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Academic achievement at the secondary school level is influenced by various interacting factors, including psychological aspects such as self-concept. Academic self-concept plays a role in shaping how students evaluate their abilities and learning potential, which in turn can affect their academic performance. This study aimed to examine the relationship between self-concept and academic achievement among eleventh-grade students at SMA Negeri 2 Rangkasbitung. The research employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 198 students were randomly selected from a population of 393 students. Self-concept data were collected using the Tennessee Self Concept Scale, Second Edition (TSCS-2), while academic achievement was measured based on the students’ average report card scores for the first semester of the 2024/2025 academic year. Data were analyzed using Pearson’s correlation test. The findings revealed a positive and statistically significant relationship between self-concept and academic achievement (r = 0.156; p = 0.028), although the strength of the correlation was low. These results indicate that self-concept contributes to academic performance, but not as a dominant factor. This study provides empirical evidence in the context of Indonesian secondary school students that improving academic achievement requires a comprehensive approach that integrates psychological reinforcement, learning motivation, and supportive school environments.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Prestasi akademik pada jenjang sekolah menengah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, termasuk aspek psikologis seperti konsep diri. Konsep diri akademik berperan dalam membentuk cara siswa menilai kemampuan dan potensi belajarnya, yang pada akhirnya dapat memengaruhi capaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara konsep diri dan prestasi akademik siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Rangkasbitung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 198 siswa yang dipilih secara acak dari populasi 393 siswa. Data konsep diri diperoleh melalui <em>Tennessee Self Concept Scale</em> versi dua (TSCS-2), sedangkan prestasi akademik diukur menggunakan nilai rata-rata rapor semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Analisis dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan prestasi akademik (r = 0,156; p = 0,028), dengan kekuatan hubungan tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep diri berkontribusi terhadap capaian akademik, meskipun bukan sebagai faktor dominan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam konteks siswa sekolah menengah di Indonesia bahwa peningkatan prestasi belajar perlu dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif dengan memadukan penguatan aspek psikologis, motivasional, dan dukungan lingkungan sekolah.</p> Rafa Ghiyats Fitri Setiani Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/7528 Thu, 19 Feb 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA NEGERI 1 GIDO https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9511 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Bullying behavior in the school environment remains a serious issue affecting students’ social and emotional development. This study aims to analyze the effectiveness of behavioral counseling in reducing bullying among eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Gido. The study employed a quantitative approach using a one-group pretest–posttest experimental design. The sample consisted of 90 students from class XI-1 selected through cluster random sampling. The intervention was conducted in six group counseling sessions, each lasting 60 minutes over three weeks. Data were collected using a bullying behavior questionnaire that had met validity and reliability standards. The data were analyzed using a paired sample t-test and N-Gain analysis to measure the effectiveness of the intervention. The results showed a significant decrease after the intervention, with an N-Gain value of 88.36% (effective category) and a significance value of 0.000 &lt; 0.05. These findings indicate that behavioral counseling is effective as an intervention strategy in guidance and counseling services to reduce aggressive behavior in schools. Practically, the results provide empirical evidence for school counselors in designing structured and sustainable counseling programs to foster more adaptive and positive student behavior.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perilaku bullying di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada perkembangan sosial dan emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konseling behavioral dalam menurunkan tingkat bullying pada peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Gido. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen <em>one group pretest–posttest</em>. Sampel penelitian berjumlah 90 peserta didik kelas XI-1 yang dipilih melalui teknik <em>cluster random sampling</em>. Intervensi dilaksanakan dalam enam sesi konseling kelompok, masing-masing berdurasi 60 menit selama tiga minggu. Pengumpulan data menggunakan angket perilaku bullying yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan <em>paired sample t-test</em> dan uji N-Gain untuk mengukur efektivitas perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan yang signifikan setelah pemberian layanan, dengan nilai N-Gain sebesar 88,36% (kategori efektif) dan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling behavioral efektif sebagai strategi intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling untuk menekan kecenderungan perilaku agresif di sekolah. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan dasar empiris bagi guru BK dalam merancang program konseling yang terstruktur dan berkelanjutan guna membentuk perilaku peserta didik yang lebih adaptif dan positif.</p> Yatisama Halawa, Justin Foera-era Lase, Famahato Lase, Hosianna Rodearni Damanik Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9511 Sun, 22 Feb 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI COPING UNTUK MENGURANGI STRES BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 3 BAWOLATO https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9512 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>This study was motivated by the increasing academic pressure that affects students’ emotional conditions, concentration, and learning motivation, thereby requiring effective guidance and counseling interventions to help students manage academic stress. The purpose of this study was to examine the effectiveness of group counseling services using coping strategies in reducing students’ learning stress. The research employed a quantitative method with an experimental approach using a Pretest-Posttest Control Group Design. The population consisted of all students of SMP Negeri 3 Bawolato in the 2024/2025 academic year, with samples selected through purposive sampling, namely class VIII-A as the experimental group and class VIII-B as the control group, based on preliminary observations indicating relatively high levels of learning stress. The research instrument was a closed-ended questionnaire using a five-point Likert scale that met validity and reliability requirements, with a Cronbach’s Alpha value of 0.909, indicating high reliability. Data were collected through pretest and posttest procedures and analyzed using normality tests, homogeneity tests, and an independent t-test with the assistance of SPSS version 25 at a significance level of 0.05. The results revealed a significant difference between the experimental and control groups after the intervention, indicating that group counseling services with coping strategies are effective in reducing students’ learning stress.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tekanan akademik yang berdampak pada kondisi emosional, konsentrasi, dan motivasi belajar siswa, sehingga diperlukan intervensi bimbingan dan konseling yang efektif untuk membantu siswa mengelola stres belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan konseling kelompok dengan strategi coping dalam menurunkan stres belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen menggunakan desain <em>Pretest-Posttest Control Group Design</em>. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 3 Bawolato Tahun Pelajaran 2024/2025, dengan sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-B sebagai kelompok kontrol berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan tingkat stres belajar relatif tinggi. Instrumen penelitian berupa angket tertutup skala Likert lima tingkat yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,909, sehingga dinyatakan reliabel. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t-test dengan bantuan SPSS versi 25 pada taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah perlakuan diberikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan strategi coping efektif dalam menurunkan stres belajar siswa.</p> Murniati Lase, Hosianna Rodearni Damanik, Justin Foera-era Lase, Famahato Lase Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9512 Sun, 22 Feb 2026 00:00:00 +0000 PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN MELALUI KOMPETENSI, KETELADANAN, DAN KEPEMIMPINAN HUMANIS DI SEKOLAH https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9449 <p>The challenges of 21st-century education demand the strengthening of teacher professionalism beyond academic aspects, especially in schools with limited resources such as SMA Negeri 1 Waigete. This study aims to analyze the implementation of teacher professionalism in improving the quality of learning through competence, exemplary behavior, and humanistic leadership. Using a descriptive qualitative approach, the research stages, conducted in January 2026, included in-depth interviews, observations, and documentation with the principal and teachers selected through purposive sampling. The research findings indicate that professionalism is reflected in teacher involvement in school development and the management of emotional and social intelligence. The use of lectures, small group discussions, and practicums has been shown to increase active participation and student discipline. Despite facing obstacles such as low learning motivation and diverse student characters, teachers implement adaptive strategies through personal approaches and individual dialogue. The main conclusion confirms that the synergy between pedagogical competence, emotional maturity, and supportive leadership support is a determining factor in educational quality. Humanistic teacher professionalism has been proven to create a conducive learning ecosystem and serve as a primary foundation for character formation and student academic success amidst various resource limitations in a comprehensive, equitable, and sustainable manner.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tantangan pendidikan abad ke-21 menuntut penguatan profesionalisme guru yang melampaui aspek akademik, terutama di sekolah dengan keterbatasan sarana seperti SMA Negeri 1 Waigete. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi profesionalisme guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kompetensi, keteladanan, dan kepemimpinan humanis. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, tahapan penelitian yang dilaksanakan pada Januari 2026 ini meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah serta guru yang dipilih melalui <em>purposive sampling</em>. Temuan penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme tercermin dari keterlibatan guru dalam pengembangan sekolah serta pengelolaan kecerdasan emosional dan sosial. Penggunaan metode ceramah, diskusi kelompok kecil, serta praktikum terbukti meningkatkan partisipasi aktif dan disiplin siswa. Meskipun menghadapi kendala berupa rendahnya motivasi belajar dan keberagaman karakter peserta didik, guru menerapkan strategi adaptif melalui pendekatan personal dan dialog individual. Simpulan utama menegaskan bahwa sinergi antara kompetensi pedagogik, kematangan emosi, dan dukungan kepemimpinan suportif merupakan faktor penentu mutu pendidikan. Profesionalisme guru yang humanis terbukti mampu menciptakan ekosistem belajar kondusif sekaligus menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter serta kesuksesan akademik siswa di tengah berbagai keterbatasan sumber daya secara komprehensif, merata dan juga berkelanjutan.</p> Chusnul Mar’iyah Mahmud, Kartini Rahman Nisa Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9449 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN MODEL EXPERIENTAL LEARNING TERHADAP KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 SIROMBU https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9540 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The low level of student creativity and learning achievement in Integrated Social Studies among eighth-grade students at UPTD SMP Negeri 2 Sirombu is reflected in the percentage of mastery that has not reached the minimum standard and the limited active participation of students in the learning process. This study focuses on examining the effectiveness of implementing the Experiential Learning model in improving the quality of the learning process and outcomes. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages, involving 20 students as research subjects. The learning model was applied through the stages of concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, and active experimentation. Data were collected through observation sheets on learning implementation, student creativity observation sheets, documentation, and learning achievement tests. The data were analyzed descriptively using percentages and mean scores, with a minimum mastery criterion (MMC) of 70 and a success indicator of at least 80%. The findings revealed improvements across all indicators: the implementation of learning increased from 48.33% to 85.83%, student creativity from 43.74% to 85.70%, the average score from 74.28 to 79.90, and learning mastery from 65% to 90%. Therefore, the implementation of Experiential Learning proved effective in strengthening student engagement and academic achievement in Social Studies instruction.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya kreativitas dan capaian hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VIII UPTD SMP Negeri 2 Sirombu ditunjukkan oleh persentase ketuntasan yang belum mencapai standar minimal serta kurangnya partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini berfokus pada efektivitas penerapan model Experiential Learning dalam memperbaiki kualitas proses dan capaian pembelajaran. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, dengan subjek sebanyak 20 siswa. Model pembelajaran diterapkan melalui tahapan pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi kreativitas siswa, dokumentasi, serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan persentase dan nilai rata-rata dengan acuan KKM 70 dan indikator keberhasilan minimal 80%. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan pada seluruh indikator, yaitu keterlaksanaan pembelajaran meningkat dari 48,33% menjadi 85,83%, kreativitas siswa dari 43,74% menjadi 85,70%, rata-rata nilai dari 74,28 menjadi 79,90, serta ketuntasan belajar dari 65% menjadi 90%. Dengan demikian, penerapan Experiential Learning terbukti efektif dalam memperkuat keterlibatan siswa dan capaian akademik pada pembelajaran IPS.</p> Charles Sanjaya Daeli, Arianto Lahagu, Wahyutra Adilman Telaumbanua, Yearning Harefa Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9540 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS TEKNIK ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 4 IDANOGAWO https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9542 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The quality of education is strongly influenced by learning processes that encourage active student engagement. Teacher-centered instruction at SMP Negeri 4 Idanogawo has contributed to the low learning motivation of seventh-grade students. This study aims to analyze the effectiveness of the role-playing technique in enhancing students’ learning motivation. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design (pretest–posttest control group design). The sample consisted of 32 students divided into an experimental class and a control class. Data were collected using a learning motivation questionnaire that had met validity and reliability requirements and were analyzed using the N-gain test to measure the level of improvement in motivation. The findings revealed that the experimental class achieved an average N-gain score of 0.68, categorized as moderate to high (effective), while the control class obtained an N-gain score of 0.29, categorized as low (ineffective). This difference indicates that the implementation of the role-playing technique resulted in a more significant increase in learning motivation compared to conventional instruction. Therefore, the role-playing technique is recommended as an alternative instructional strategy to enhance students’ learning motivation in junior high schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa. Pembelajaran yang masih berpusat pada guru di SMP Negeri 4 Idanogawo berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa kelas VII. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik <em>role playing</em> dalam memperkuat motivasi belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (<em>pretest–posttest control group design</em>). Sampel penelitian berjumlah 32 siswa yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji N-gain untuk mengukur tingkat peningkatan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-gain kelas eksperimen sebesar 0,68 yang berada pada kategori sedang–tinggi (efektif), sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai N-gain sebesar 0,29 yang berada pada kategori rendah (tidak efektif). Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknik <em>role playing</em> memberikan peningkatan motivasi belajar yang lebih signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, teknik <em>role playing</em> dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran alternatif untuk mendukung peningkatan motivasi belajar siswa di sekolah menengah pertama.</p> Iman Kristiani Harefa, Hosianna Rodearni Damanik, Famahato Lase, Justin Foera-era Lase Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9542 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS SOLUTION FOCUSED BRIEF THERAPY (SFBT) UNTUK MENGURANGI PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA DI SMK NEGERI 1 LOLOMATUA https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9543 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Academic procrastination is a tendency to delay completing tasks despite being aware of its negative impact on learning outcomes, and it remains a significant issue among students at SMK Negeri 1 Lolomatua, affecting academic achievement and learning discipline. Although various counseling approaches have been implemented to address this behavior, experimental studies specifically examining the effectiveness of Solution Focused Brief Therapy (SFBT) in vocational school settings remain limited, highlighting the need for more measurable and context-specific investigation. This study aimed to examine the effectiveness of SFBT in reducing students’ academic procrastination. The research employed a quasi-experimental design using a Pretest–Posttest Control Group Design involving 30 students selected purposively and proportionally assigned to experimental and control groups, where the experimental group received structured SFBT counseling sessions focusing on strength identification, goal setting, and solution formulation, while the control group received no intervention. Data were analyzed using an independent samples t-test at a 0.05 significance level after meeting the prerequisite statistical assumptions. The results showed that the posttest mean score of the experimental group (77.73) was lower than that of the control group (87.73), with a t-value of 3.12 and p &lt; 0.05, indicating a statistically significant difference. These findings confirm that SFBT is an effective strength-based, brief, and practical intervention for reducing academic procrastination in vocational school contexts and is relevant for implementation in school counseling services.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan menunda penyelesaian tugas meskipun menyadari dampak negatifnya terhadap hasil belajar dan masih menjadi permasalahan nyata pada siswa SMK Negeri 1 Lolomatua sehingga memengaruhi capaian akademik serta kedisiplinan belajar. Meskipun berbagai pendekatan konseling telah diterapkan untuk mengatasi perilaku tersebut, penelitian eksperimental yang secara khusus menguji efektivitas <em>Solution Focused Brief Therapy</em> (SFBT) pada konteks sekolah kejuruan masih terbatas, sehingga diperlukan kajian yang lebih terukur dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas SFBT dalam menurunkan prokrastinasi akademik siswa. Penelitian menggunakan desain eksperimen semu dengan model Pretest–Posttest Control Group Design terhadap 30 siswa yang dipilih secara purposive dan dibagi secara proporsional ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol, di mana kelompok eksperimen memperoleh layanan konseling SFBT melalui sesi terstruktur yang menekankan identifikasi kekuatan, penetapan tujuan, dan perumusan solusi, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji t pada taraf signifikansi 0,05 setelah memenuhi asumsi prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelompok eksperimen (77,73) lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (87,73) dengan nilai t hitung 3,12 dan p &lt; 0,05, yang menunjukkan perbedaan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa SFBT efektif sebagai intervensi berbasis kekuatan yang singkat dan aplikatif dalam menurunkan prokrastinasi akademik di sekolah kejuruan serta relevan untuk diimplementasikan dalam layanan bimbingan dan konseling.</p> Nurven Intan Sari Ndruru, Hosianna Rodearni Damanik, Famahato Lase, Justin Foera-era Lase Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9543 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 2 GIDO https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9544 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study is grounded in the importance of peer conformity in shaping adolescents’ academic behavior at the junior high school level, where peer group pressure may function adaptively or maladaptively toward academic achievement. The focus of this research is to analyze the effect of peer conformity on students’ academic achievement at SMP Negeri 2 Gido. The study employed a quantitative approach using an explanatory correlational design, which is methodologically more appropriate than the term causal-comparative because the study examines the relationship and direction of influence between variables without manipulating treatment conditions. The sample consisted of 30 students from class VIII-C selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had met validity and reliability requirements. Data analysis included prerequisite tests (normality, homogeneity, and linearity) followed by simple linear regression to examine the predictive relationship model between variables. The results indicate that peer conformity has a negative and significant effect on academic achievement (p = 0.015 &lt; 0.05), meaning that the higher the conformity to non-academic group norms, the lower the students’ academic performance. These findings highlight the importance of strengthening a positive academic culture and fostering constructive peer group dynamics as preventive strategies to enhance students’ academic achievement.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran konformitas teman sebaya dalam membentuk perilaku akademik remaja pada jenjang sekolah menengah pertama, di mana tekanan kelompok dapat berdampak adaptif maupun maladaptif terhadap capaian belajar. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pengaruh konformitas teman sebaya terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 2 Gido. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional eksplanatori, yang secara metodologis lebih tepat dibandingkan istilah kausal komparatif karena penelitian ini menguji hubungan dan arah pengaruh antarvariabel tanpa manipulasi perlakuan. Sampel berjumlah 30 siswa kelas VIII-C yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data mencakup uji prasyarat (normalitas, homogenitas, dan linearitas) serta regresi linear sederhana sebagai teknik untuk menguji model hubungan prediktif antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prestasi belajar (p = 0,015 &lt; 0,05), yang berarti semakin tinggi konformitas pada norma kelompok non-akademik maka semakin rendah capaian belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan budaya akademik positif dan pembinaan dinamika kelompok sebaya sebagai strategi preventif dalam meningkatkan prestasi belajar.</p> Magdalena Mey Lianta Debora Gulo, Hosianna Rodearni Damanik, Famahato Lase, Justin Foera-era Lase Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9544 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9607 <p>The lack of optimization of student learning outcomes at SMA Negeri 10 Kupang is suspected to be rooted in the principal's leadership pattern that is not optimal in supporting the productivity of educators. This study aims to empirically test the influence of principal leadership and teacher performance on student academic achievement, both partially and simultaneously. Through a quantitative approach, 52 respondents were involved as samples with a structured questionnaire as the data collection instrument. The data analysis stages include multiple linear regression tests, t-tests, F-tests, and coefficient of determination analysis using SPSS 27 software. The results of the study indicate that leadership has a significant influence with a p-value of 0.017, while teacher performance also contributes significantly with a p-value of 0.012. Collectively, both independent variables have a positive effect on learning outcomes as evidenced by the acquisition of a significance value of 0.000 and a t-statistic of 3.923. Quantitative findings confirm the large contribution of influence of 43% through the regression equation Y = 44.573 + 0.174X1 + 0.322X2, while the remaining 57% is influenced by other external factors. The main conclusion confirms that the synergy between leadership policies and teaching competencies is a crucial determinant of educational success. Therefore, school principals are advised to improve managerial effectiveness to achieve the vision of quality education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kurangnya optimalisasi hasil belajar siswa di SMA Negeri 10 Kupang ditengarai berakar pada pola kepemimpinan kepala sekolah yang belum maksimal dalam menunjang produktivitas tenaga pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap prestasi akademik siswa, baik secara parsial maupun simultan. Melalui pendekatan kuantitatif, sebanyak 52 responden dilibatkan sebagai sampel dengan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur. Tahapan analisis data mencakup uji regresi linear berganda, uji t, uji F, serta analisis koefisien determinasi menggunakan perangkat lunak SPSS 27. Hasil studi menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan dengan nilai p 0,017, sementara kinerja guru turut berkontribusi signifikan dengan nilai p 0,012. Secara kolektif, kedua variabel independen tersebut berpengaruh positif terhadap hasil belajar yang dibuktikan oleh perolehan nilai signifikansi 0,000 dan statistik t hitung sebesar 3,923. Temuan kuantitatif mengonfirmasi besarnya kontribusi pengaruh sebesar 43% melalui persamaan regresi Y = 44,573 + 0,174X1 + 0,322X2, sedangkan 57% sisanya dipengaruhi faktor eksternal lainnya. Kesimpulan utama menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan pemimpin dan kompetensi mengajar merupakan determinan krusial keberhasilan pendidikan. Oleh sebab itu, kepala sekolah disarankan meningkatkan efektivitas manajerial demi pencapaian visi pendidikan berkualitas.</p> Putri Jeaklin Wadu, Markus U. K. Yewang, Rolland E. Fanggidae Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9607 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KOMPARATIF EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA ANTARA SEKOLAH PENGGERAK DAN SEKOLAH NON PENGGERAK JENJANG SMP https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9608 <p>The implementation of the Independent Curriculum has resulted in differences in treatment between Driving Schools (SP) receiving intensive mentoring and Non-Driving Schools (SNP) implementing the curriculum independently. This study aims to comprehensively analyze the differences in the effectiveness of the curriculum's implementation at the junior high school level in Kupang City. The research focuses on three main determinants: principal management (MKS), teacher performance (KG), and student learning outcomes (HBS). Using an observational approach with 18 principals, 36 teachers, and 483 students, data were processed through unpaired t-tests and regression analysis. Quantitative findings indicate a significant advantage (p&lt;0.05) in Driving Schools with an average MKS score of 92.13, KG 90.83, and HBS 84.31, surpassing Non-Driving Schools which recorded MKS scores of 80.78, KG 79.63, and HBS 65.32. Data analysis demonstrates that principal management positively contributes to teacher performance and academic achievement, with the influence of principal leadership on HBS being more pronounced in the SP environment. The main conclusion of the study confirms that the effectiveness of the Independent Curriculum implementation in the Leading Schools is significantly better than in the Non-Leading Schools. This indicates that systematic training support and additional operational assistance funds in the Leading Schools program have successfully created a higher-quality learning ecosystem that is more adaptable to change.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Implementasi Kurikulum Merdeka memunculkan perbedaan perlakuan antara Sekolah Penggerak (SP) yang menerima pendampingan intensif dan Sekolah Non Penggerak (SNP) yang melaksanakan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif perbedaan efektivitas implementasi kurikulum tersebut pada jenjang SMP di Kota Kupang. Fokus penelitian diarahkan pada tiga determinan utama: manajerial kepala sekolah (MKS), kinerja guru (KG), dan hasil belajar siswa (HBS). Menggunakan pendekatan observasi terhadap 18 kepala sekolah, 36 guru, serta 483 siswa, data diolah melalui uji-t tidak berpasangan dan analisis regresi. Temuan kuantitatif menunjukkan keunggulan signifikan (p&lt;0,05) pada Sekolah Penggerak dengan rata-rata skor MKS sebesar 92,13, KG 90,83, dan HBS 84,31, melampaui Sekolah Non Penggerak yang mencatatkan skor MKS 80,78, KG 79,63, dan HBS 65,32. Analisis data membuktikan bahwa manajerial kepala sekolah berkontribusi positif terhadap kinerja guru dan prestasi akademik, dengan pengaruh KG terhadap HBS yang lebih nyata di lingkungan SP. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak jauh lebih baik dibandingkan Sekolah Non Penggerak. Hal ini mengindikasikan bahwa dukungan pelatihan sistematis dan dana bantuan operasional tambahan pada program sekolah penggerak berhasil menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih berkualitas dan adaptif terhadap perubahan.</p> <p> </p> Naomi Dillak, Tans Feliks, Marsel Robot Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9608 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMA https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9609 <p>The degradation of national character due to the flow of technology demands an educational solution through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) to build students' moral values. This study aims to evaluate the implementation of P5 in character building at SMAN 6 Kupang, with a focus on module development and the implementation of character dimensions. Using a qualitative evaluation paradigm, data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Marshall and Rossman model. The research steps included five planning stages: theme selection, time allocation, goal setting, module development, and assessment. The findings indicate that module development followed standard procedures, with an emphasis on the theme of Local Wisdom. Character implementation was analyzed through Albert Bandura's four stages of social learning theory: attention, retention, reproduction, and motivation. The results confirmed that ten intensive meetings on one theme were able to increase students' active participation and understanding of gratitude, environmental conservation, and cultural diversity. Although not optimal, this project had a positive impact on students' interpersonal development. The main conclusion confirms that the effectiveness of P5 is highly dependent on the systematic planning and students' ability to embody the six profile dimensions in their daily lives. The integration of Bandura's theory has been proven to help internalize characters that are in line with the school's vision and national ideology in a sustainable manner to create a superior, competent, innovative, religious, responsible, disciplined, honest, and tolerant generation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Degradasi karakter bangsa akibat arus teknologi menuntut solusi edukatif melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) guna membangun nilai moral peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan P5 dalam pembentukan karakter di SMAN 6 Kupang, dengan fokus pada penyusunan modul serta implementasi dimensi karakter. Menggunakan paradigma kualitatif jenis evaluasi, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Marshall dan Rossman. Langkah penelitian mencakup lima tahapan perencanaan: pemilihan tema, alokasi waktu, penentuan tujuan, pembuatan modul, dan asesmen. Temuan menunjukkan bahwa penyusunan modul telah mengikuti prosedur standar, dengan penekanan pada tema Kearifan Lokal. Implementasi karakter dianalisis melalui empat tahapan teori belajar sosial Albert Bandura, yakni perhatian, retensi, reproduksi, dan motivasi. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa sepuluh pertemuan intensif pada satu tema mampu meningkatkan partisipasi aktif serta pemahaman siswa mengenai rasa syukur, pelestarian alam, dan keragaman budaya. Meskipun belum optimal, projek ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan interpersonal peserta didik. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas P5 sangat bergantung pada sistematika perencanaan dan kemampuan siswa mengejawantahkan enam dimensi profil dalam keseharian. Integrasi teori Bandura terbukti membantu internalisasi karakter yang selaras dengan visi sekolah dan ideologi nasional secara berkelanjutan demi mewujudkan generasi yang unggul, kompeten, inovatif, religius, bertanggung jawab, disiplin, jujur, serta toleran.</p> Yoti S F Faot, Simon Sabon Ola, Ari Data Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9609 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS MODEL PBL MATERI LARUTAN PENYANGGA UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK FASE F SMA https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9610 <p>Buffer solutions are a chemistry topic in Grade XI Phase F senior high school that students often find difficult due to their abstract nature and the involvement of acid–base and equilibrium concepts. Interviews with chemistry teachers in two senior high schools in Pasaman Regency and an initial test showed that 85% of 40 students scored below the Minimum Mastery Criteria (80). These difficulties are caused by weak prior knowledge and the limited use of Student Worksheets (LKPD) that are not based on macroscopic, submicroscopic, and symbolic representations or the Problem Based Learning (PBL) model. This study aimed to develop PBL-based LKPD to train students’ critical thinking skills. The research used an Education Design Research (EDR) approach with the Plomp model, limited to the preliminary research and prototyping stages. The results showed that the developed LKPD was valid (0.94292) and very practical, with practicality scores of 94% from teachers and 88% from students. Therefore, the PBL-based LKPD is feasible for chemistry learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Larutan penyangga merupakan salah satu materi kimia kelas XI fase F SMA yang bersifat abstrak dan melibatkan konsep asam–basa serta kesetimbangan kimia, sehingga sulit dipahami oleh peserta didik. Hasil wawancara dengan guru kimia di dua SMA Kabupaten Pasaman menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi ini, yang diperkuat oleh hasil tes awal di mana 85% dari 40 peserta didik memperoleh nilai di bawah KKTP (80). Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh lemahnya pengetahuan awal peserta didik serta keterbatasan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang belum memuat representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik serta belum berbasis <em>Problem Based Learning</em> (PBL). Padahal, LKPD berbasis PBL berpotensi melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik yang merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis model PBL pada materi larutan penyangga guna melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik fase F. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>Education Design Research</em> (EDR) dengan model Plomp yang dibatasi sampai tahap <em>preliminary research</em> dan <em>prototyping stage</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki nilai validitas sebesar 0,94292 dengan kategori valid. Hasil uji praktikalitas menunjukkan nilai sebesar 94% oleh guru dan 88% oleh peserta didik dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, LKPD berbasis PBL layak digunakan sebagai bahan ajar alternatif dalam pembelajaran kimia.</p> <p> </p> Santri Deffa, Dwi Finna Syolendra Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9610 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 SELF-REGULATION, SELF-EFFICACY, FEAR OF MISSING OUT (FOMO), DAN HASIL BELAJAR IPA: ANALISIS KORELASIONAL DAN KOMPARATIF PADA SISWA SMP https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9611 <p>The success of students' science learning is not only determined by cognitive abilities, but also related to psychological factors and individual characteristics. This study aims to analyze the relationship between self-regulation, self-efficacy, Fear of Missing Out (FoMO), and science learning outcomes in pairs, as well as to examine the differences in these four variables based on gender in junior high school students. This study uses a non-experimental quantitative approach with a correlational-comparative design. The research subjects were 287 eighth-grade students at SMP Negeri 33 Semarang in the 2025/2026 academic year, selected using total sampling technique. Data were collected through a Likert scale questionnaire for the variables of self-regulation, self-efficacy, and FoMO, as well as documentation of final semester exam scores for science learning outcomes. Data analysis was performed using Spearman's correlation and the Mann–Whitney U test. The results showed a strong and significant positive relationship between self-regulation and self-efficacy (r = 0.654; p &lt; 0.05). There was a weak but significant positive relationship between self-regulation and science learning outcomes (r = 0.137; p &lt; 0.05), as well as between self-efficacy and FoMO (r = 0.131; p &lt; 0.05). No significant relationship was found between self-regulation and FoMO, self-efficacy and science learning outcomes, or FoMO and science learning outcomes. The results of the comparative analysis showed significant differences in self-regulation and self-efficacy based on gender, with female students having higher self-regulation and male students having higher self-efficacy. However, there were no significant differences in FoMO and science learning outcomes based on gender. This study shows that the relationship between psychological and academic variables in junior high school students is diverse and influenced by specific contexts.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keberhasilan belajar IPA siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif, tetapi juga berkaitan dengan faktor psikologis dan karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara <em>self-regulation</em>, <em>self-efficacy</em>, <em>Fear of Missing Out</em> (FoMO), dan hasil belajar IPA secara berpasangan, serta mengkaji perbedaan keempat variabel tersebut berdasarkan jenis kelamin pada siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimen dengan desain korelasional dan komparatif. Subjek penelitian adalah 287 siswa kelas VIII SMP Negeri 33 Semarang tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert untuk variabel <em>self-regulation</em>, <em>self-efficacy</em>, dan FoMO, serta dokumentasi nilai Ujian Akhir Semester untuk hasil belajar IPA. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman dan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara<em> self-regulation</em> dan <em>self-efficacy</em> (r = 0,654; p &lt; 0,05). Terdapat hubungan positif yang lemah namun signifikan antara <em>self-regulation </em>dan hasil belajar IPA (r = 0,137; p &lt; 0,05), serta antara <em>self-efficacy</em> dan FoMO (r = 0,131; p &lt; 0,05). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara <em>self-regulation</em> dan FoMO, <em>self-efficacy</em> dan hasil belajar IPA, maupun FoMO dan hasil belajar IPA. Hasil analisis komparatif menunjukkan adanya perbedaan signifikan<em> self-regulation</em> dan <em>self-efficacy </em>berdasarkan jenis kelamin, dengan siswa perempuan memiliki <em>self-regulation</em> lebih tinggi dan siswa laki-laki memiliki <em>self-efficacy</em> lebih tinggi. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan pada FoMO dan hasil belajar IPA berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antarvariabel psikologis dan akademik pada siswa SMP bersifat beragam dan dipengaruhi oleh konteks tertentu.</p> Tristantia Kinanti Paramitha, Septiko Aji Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9611 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000