SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://jurnalp4i.com/index.php/secondary <p><strong>SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12405">Terakreditasi Sinta 4</a></strong> yang diterbitkan 4 kali setahun (Januari, April, Juli dan Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal Ilmiah ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.<br /><strong>e-ISSN : 2774-5791 | p-ISSN : 2774-8022</strong></p> Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia en-US SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah 2774-8022 INOVASI ALAT PERAGA FISIKA BERBAHAN LIMBAH UNTUK MEMBANGUN KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN FISIKA https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9231 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Various challenges are still encountered in physics learning at the senior high school level, particularly related to students’ low conceptual understanding and higher order thinking skills (Higher Order Thinking Skills/HOTS). This condition highlights the need for instructional innovations that are able to provide more contextual and meaningful learning experiences for students. This study aims to develop and implement an instructional medium in the form of an interactive physics teaching aid simulation based on waste materials, integrated with the Problem Based Learning (PBL) model and the Teaching at the Right Level (TaRL) approach. The research was conducted using the Classroom Action Research (CAR) method at SMAN 2 Gunungputri Bogor, involving eleventh-grade students as the research subjects. The research process was carried out through several cycles consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages.The findings indicate that the use of innovative instructional media based on waste materials contributes to improving students’ conceptual understanding while also fostering the development of higher order thinking skills through contextual problem-solving activities. The implementation of the PBL model combined with the TaRL approach allows learning to be tailored to students’ ability levels, thereby providing more meaningful learning experiences. Thus, it can be concluded that physics instructional media innovations based on waste materials, integrated with PBL and TaRL, are effective in enhancing students’ conceptual understanding and HOTS in senior high school physics learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Berbagai permasalahan masih ditemukan dalam pembelajaran fisika di tingkat SMA, khususnya terkait rendahnya pemahaman konsep dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (<em>Higher Order Thinking Skills</em>/HOTS) siswa. Situasi ini menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menerapkan media ajar berupa simulasi alat peraga fisika interaktif berbasis bahan limbah yang dipadukan dengan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) dan pendekatan <em>Teaching at the Right Level</em> (TaRL). Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SMAN 2 Gunungputri Bogor dengan melibatkan siswa kelas XI sebagai subjek penelitian. Proses penelitian dilakukan melalui beberapa siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media ajar inovatif berbasis bahan limbah berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konseptual siswa sekaligus mendorong pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui aktivitas pemecahan masalah kontekstual. Penerapan model PBL yang dikombinasikan dengan pendekatan TaRL memungkinkan pembelajaran berlangsung sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa inovasi media ajar fisika berbasis bahan limbah yang terintegrasi dengan PBL dan TaRL efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan HOTS siswa pada pembelajaran fisika di SMA.</p> Parihin Parihin Anas Younis Abd Almaoula Zulfitria Zaidi Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-02-06 2026-02-06 6 2 226 235 10.51878/secondary.v6i2.9231 HUBUNGAN ANTARA GAYA BELAJAR VARK DENGAN PREFERENSI MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS XII SMA NEGERI DI KOTA SINGARAJA https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9299 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to examine the relationship between VARK learning styles and digital media preferences in biology learning, considering the limited empirical evidence linking these two variables among senior high school students. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. Data were collected using a VARK learning styles questionnaire and a digital media preference questionnaire. Data analysis was conducted descriptively using cross-tabulation and inferentially using Pearson’s Chi-Square test and the contingency coefficient (C). The results indicate that students’ learning styles vary, with the majority classified as multimodal learners, while the read/write learning style showed the lowest percentage. Students’ digital media preferences also demonstrated diversity, with most students categorized as Multimodal Digital Learners, whereas e-module showed the lowest preference level. Although students tend to be flexible in utilizing various types of digital media, each learning style group still exhibits specific tendencies in selecting media that align with their learning characteristics. Hypothesis testing revealed a significant relationship between VARK learning styles and digital media preferences (Sig. = 0.013), with a weak strength of association (C = 0.32). These findings indicate that learning styles contribute to students’ digital media preferences; however, they are not the sole determining factor in the selection of learning media.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara gaya belajar VARK dan preferensi media digital dalam pembelajaran biologi, mengingat masih terbatasnya bukti empiris yang mengaitkan kedua variabel tersebut pada konteks siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner gaya belajar VARK dan kuesioner preferensi media digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan tabulasi silang, serta secara inferensial menggunakan uji <em>Pearson’s Chi-Square</em> dan koefisien kontingensi (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar siswa bervariasi, dengan mayoritas siswa termasuk dalam kategori multimodal, sedangkan gaya belajar <em>read/write</em> memiliki persentase terendah. Preferensi media digital siswa juga menunjukkan keragaman, di mana sebagian besar siswa tergolong sebagai <em>Multimodal Digital Learner</em>, sementara media e-modul memiliki tingkat preferensi terendah. Meskipun siswa cenderung fleksibel dalam memanfaatkan berbagai jenis media digital, setiap kelompok gaya belajar tetap memperlihatkan kecenderungan tertentu dalam memilih media yang selaras dengan karakteristik belajarnya. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya belajar VARK dan preferensi media digital (Sig. = 0,013) dengan kekuatan hubungan yang tergolong lemah (C = 0,32). Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya belajar berkontribusi terhadap preferensi media digital siswa, namun bukan merupakan satu-satunya faktor penentu dalam pemilihan media pembelajaran.</p> Ni Kadek Yun Yun Rosita Dewi Putu Budi Adnyana Ida Bagus Putu Arnyana Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-02-08 2026-02-08 6 2 236 247 10.51878/secondary.v6i2.9299 PERBEDAAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN TWO STAY TWO STRAY https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9296 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>This study investigates differences in students’ learning motivation and critical thinking skills arising from the implementation of the Team Assisted Individualization (TAI) and Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning models in mathematics instruction. The study is grounded in the need to strengthen learning motivation and critical thinking skills as essential components of 21st-century higher-order thinking competencies. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, in which learning outcomes were measured through post-tests administered to two experimental groups. The participants consisted of 70 eleventh-grade students of MAS PAB 2 Helvetia, selected from a population of 106 students using cluster random sampling. One group received instruction using the TAI model, while the other was taught using the TSTS model. Data were collected through a validated critical thinking skills test and a mathematics learning motivation questionnaire. Statistical analysis was conducted using an independent samples t-test after the assumptions of normality and homogeneity were met at a significance level of α = 0.05. The findings reveal significant differences in students’ learning motivation and critical thinking skills on sequences and series topics, indicating that variations in cooperative learning models influence the quality of mathematics learning processes and outcomes.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji perbedaan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa yang muncul akibat penerapan model pembelajaran kooperatif <em>Team Assisted Individualization </em>(TAI) dan <em>Two Stay Two Stray</em> (TSTS) dalam pembelajaran matematika. Kajian ini didasarkan pada kebutuhan untuk memperkuat motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi yang esensial pada abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, di mana pengukuran hasil belajar dilakukan melalui pemberian postes pada dua kelompok eksperimen. Subjek penelitian melibatkan 70 siswa kelas XI MAS PAB 2 Helvetia yang dipilih dari populasi sebanyak 106 siswa menggunakan teknik <em>cluster random sampling</em>. Satu kelompok memperoleh pembelajaran dengan model TAI, sedangkan kelompok lainnya menggunakan model TSTS. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan angket motivasi belajar matematika yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>t</em> setelah terpenuhinya asumsi normalitas dan homogenitas pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi barisan dan deret, yang mengindikasikan bahwa perbedaan karakteristik model pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap kualitas proses dan hasil belajar matematika.</p> Nazri Maulana Khani Wardyatul Fuady Harahap Rizky Septian Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-02-13 2026-02-13 6 2 248 256 10.51878/secondary.v6i2.9296 ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KECAMATAN TOMPASOBARU KABUPATEN MINAHASA SELATAN https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9442 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>This study aims to analyze students’ learning interest and to identify the factors influencing it at SMP Negeri 3 Raraatean, Tompasobaru District, South Minahasa Regency. Students’ learning interest is an essential aspect of the learning process, as it directly affects students’ levels of engagement and the achievement of learning outcomes at the junior high school level. This research employed a qualitative approach with a case study design, focusing on an in-depth understanding of students’ learning experiences, perceptions, and learning conditions.Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation, involving students, teachers, parents, and the school principal as the main data sources. The collected data were analyzed using the interactive analysis model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data reduction, data display, and iterative conclusion drawing and verification. The findings indicate that students’ learning interest is at a moderate level and tends to be situational in nature. Learning interest increases when teachers apply varied, contextual, and interactive teaching methods, but tends to decrease in monotonous learning situations that provide limited opportunities for active student involvement.Internal factors influencing learning interest include intrinsic motivation, self-confidence, and students’ learning readiness, while external factors encompass teacher roles, parental support, the availability of learning facilities, and students’ social environment. These findings emphasize that enhancing students’ learning interest requires synergy among innovative instructional strategies, family involvement, and the creation of a supportive learning environment to foster sustainable development of students’ learning interest.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di SMP Negeri 3 Raraatean, Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan. Minat belajar siswa merupakan aspek penting dalam pembelajaran karena berperan langsung terhadap tingkat keterlibatan siswa dan pencapaian hasil belajar pada jenjang sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap pengalaman, persepsi, dan kondisi belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan siswa, guru, orang tua, serta kepala sekolah sebagai sumber data utama. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan secara berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa berada pada kategori sedang dan cenderung bersifat situasional. Minat belajar meningkat ketika guru menerapkan metode pembelajaran yang variatif, kontekstual, dan interaktif, namun cenderung menurun pada pembelajaran yang monoton dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Faktor internal yang memengaruhi minat belajar meliputi motivasi intrinsik, kepercayaan diri, dan kesiapan belajar siswa, sedangkan faktor eksternal mencakup peran guru, dukungan orang tua, ketersediaan fasilitas belajar, serta lingkungan sosial siswa. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan minat belajar siswa memerlukan sinergi antara strategi pembelajaran inovatif, keterlibatan keluarga, dan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif agar minat belajar dapat dikembangkan secara berkelanjutan.</p> Jeremi Hendro Assa Shelty Deity Meity Sumual Allen A. Ch. Manongko Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-02-13 2026-02-13 6 2 257 264 10.51878/secondary.v6i2.9442