SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://jurnalp4i.com/index.php/secondary <p><strong>SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12405">Terakreditasi Sinta 5</a></strong> yang diterbitkan 4 kali setahun (Januari, April, Juli dan Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal Ilmiah ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.<br /><strong>e-ISSN : 2774-5791 | p-ISSN : 2774-8022</strong></p> Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia en-US SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah 2774-8022 KARAKTERISTIK KAIDAH KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR DALAM APLIKASI COOKPAD: RESEP MASAKAN HARIAN https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/8759 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The linguistic features of procedural texts, particularly in the context of daily cooking recipes, have a highly specific communicative function, namely providing step-by-step guidance to readers so that an activity can be carried out with the expected results. The main objective of this study is to describe and analyze the characteristics of the linguistic features of procedural texts found in daily cooking recipes on the Cookpad application. Specifically, this study aims to identify and describe the use of procedural text linguistic features in selected Cookpad recipe samples. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design to analyze the characteristics of procedural text linguistic features in the Cookpad application: Daily Cooking Recipes. The qualitative approach was chosen because the study seeks to describe and analyze linguistic phenomena in depth in order to obtain accurate data. The research stages involved collecting procedural text data from cooking recipes on the Cookpad application, followed by qualitative data analysis through the processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the linguistic features of procedural texts include the use of numbering as indicators of stages or sequence, imperative verbs or command forms, temporal conjunctions, technical terms, and persuasive statements. The study concludes that the linguistic features of procedural texts in daily cooking recipes on the Cookpad application are simple and straightforward, making them easy for readers to understand and follow. These findings contribute to the field of education by serving as a reference for teachers and students in learning procedural texts in Indonesian language instruction at the secondary and upper-secondary education levels.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kaidah kebahasaan teks prosedur Teks prosedur dalam konteks resep masakan terutama masakan harian memiliki fungsi komunikatif yang sangat khusus atau khas, yaitu memberikan panduan langkah demi langkah kepada pembaca agar dapat melakukan suatu kegiatan dengan hasil yang diharapkan. Tujuan utama penelitian ini untuk mendeskripsikan serta menganalisis karakteristik kaidah kebahasaan teks prosedur dalam aplikasi <em>cookpad</em>: resep masakan harian. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan penggunaan kaidah kebahasaan teks prosedur dalam sampel resep <em>cookpad</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menganalisis karakteristik kaidah kebahasaan teks prosedur dalam aplikasi <em>Cookpad</em>: Resep Masakan Harian. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena kebahasaan secara mendalam sehingga menghasilkan data yang akurat. Tahapan penelitian dilakukan melalui pengumpulan data teks prosedur resep masakan dari aplikasi <em>Cookpad</em>, dilanjutkan dengan analisis data secara kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini berkaitan dengan penggunaan kaidah kebahasaan teks prosedur yang meliputi penggunaan penomoran sebagai petunjuk tahapan atau urutan, penggunaan kata perintah atau kata kerja imperatif, konjungsi temporal, kata-kata teknis, serta pernyataan persuasif. Penelitian menunjukkan bahwa kaidah kebahasaan teks prosedur dalam resep masakan harian pada aplikasi Cookpad bersifat sederhana dan lugas sehingga mudah dipahami serta diikuti oleh pembaca, dan temuan ini memberikan kontribusi bagi guru dan pelajar sebagai referensi pembelajaran teks prosedur dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang pendidikan menengah dan atas.</p> Siti Arifah Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-06 2026-01-06 6 1 1 11 10.51878/secondary.v6i1.8759 STUDI LITERATUR: TANTANGAN DAN SOLUSI PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI INDONESIA (2020–2025) https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/8363 <p>This study aims to comprehensively examine the dynamics of challenges and solutions in the implementation of Distance Learning (DL) at the primary and secondary education levels in Indonesia during the period of 2020–2025. A narrative literature review approach was employed by analyzing 30 credible sources, including reputable national and international journal articles as well as official reports from relevant institutions. The synthesis of the literature reveals that the challenges of distance learning are multidimensional, encompassing limited technological access and infrastructure, insufficient digital pedagogical readiness among educators, declining student motivation and engagement, and disparities in family support, particularly in rural and disadvantaged (3T) areas. The findings also indicate significant learning loss resulting from the low quality of interaction in online learning environments. In response to these challenges, several solutions and best practices were identified, such as strengthening teachers’ digital literacy, implementing microlearning and project-based learning approaches, utilizing low-cost interactive media, and enhancing collaboration between schools and families. The study concludes that the effectiveness of distance learning is highly dependent on synergy among policy frameworks, teacher readiness, infrastructure support, and students’ learning environments. These findings are expected to serve as a foundation for the development of more inclusive, adaptive, and equitable digital education policies in the future.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif dinamika tantangan dan solusi dalam implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia selama periode 2020–2025. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur naratif dengan menganalisis 30 sumber kredibel yang terdiri atas artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi serta laporan resmi lembaga terkait. Hasil sintesis menunjukkan bahwa tantangan PJJ bersifat multidimensional, mencakup keterbatasan akses dan infrastruktur teknologi, ketidaksiapan pedagogis digital pendidik, penurunan motivasi dan keterlibatan siswa, serta ketimpangan dukungan keluarga, khususnya pada wilayah pedesaan dan daerah 3T. Temuan juga mengungkap adanya indikasi learning loss yang signifikan akibat rendahnya kualitas interaksi pembelajaran daring. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, berbagai solusi dan praktik baik diidentifikasi, antara lain penguatan literasi digital guru, penerapan microlearning dan pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan media interaktif berbiaya rendah, serta penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas PJJ sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan, kesiapan pendidik, dukungan infrastruktur, dan lingkungan belajar siswa. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pendidikan digital yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan di masa depan.</p> Ahmad Kosim Eny Ermawati Sarwiyanti Sarwiyanti Dirgantara Wicaksono Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-08 2026-01-08 6 1 12 23 10.51878/secondary.v6i1.8363 IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENGATASI PERILAKU NEGATIF PADA SISWA KELAS XII DI MADRASAH ALIYAH 3 PIDIE https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/6769 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Negative student behaviors, such as tardiness, truancy,classroom disruptions, use of harsh language, and low learning motivation, remain a challenge at Madrasah Aliyah 3 Pidie and require systematic handling through individual counseling services. This study aims to describe the implementation of individual counseling services in addressing the negative behavior of class XII students and evaluate its effectiveness in changing student behavior. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews with the principal, Guidance and Counseling (BK) teachers, and students, supported by documentation studies. The individual counseling process is carried out through stages of problem identification, exploration, intervention, follow-up planning, evaluation, and monitoring of progress. The results showed that individual counseling services are effective in reducing students' negative behavior. This is indicated by an increase in student discipline from 40% to 75% and a decrease in undisciplined behavior from 60% to 25%. These findings are in line with the client-centered counseling approach which emphasizes empathy, unconditional acceptance, and the counselor's authenticity in helping students understand and manage their behavior. This research confirms that individual counseling services not only function curatively, but also have a preventive and developmental role in shaping student character.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perilaku negatif siswa, seperti keterlambatan, membolos, keributan di kelas, penggunaan bahasa kasar, serta rendahnya motivasi belajar, masih menjadi tantangan di Madrasah Aliyah 3 Pidie (MAN 3 Pidie) dan memerlukan penanganan yang sistematis melalui layanan konseling individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi layanan konseling individu dalam menangani perilaku negatif pada siswa kelas XII, serta mengevaluasi efektifitasnya terhadap perubahan perilaku siswa. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif menggunakan teknik <em>purposive sampling.</em> Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), dan siswa kelas XII yang telah mengikuti layanan konseling individu, serta di dukung oleh studi dokumentasi. Proses layanan konseling individu di laksanakan meluli tahapan identifikasi masalah, eksplorasi, interfensi, perencanaan tindak lanjut, evaluasi, dan pemantauan perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu efektif dalam mengurangi perilaku negatif siswa. Hal ini di tunjukkan oleh peningkatan kedisiplinan siswa dari 40% menjadi 75% serta perubahan perilaku tidak disiplin dari 60% menjadi 25%. Temuan ini sejalan dengan pendekatan <em>client-centered counsiling </em>yang menekankan empati, penerimaan tanpa syarat, dan keaslian konselor dalam membantu siswa memahami dan mengelola perilakunya. Penelitian ini menegaskan bahwa layanan konseling individu tidak hanya berfokus secara kuratif, tetapi juga memiliki peran preventif dan <em>developmental </em>dalam membentuk karakter siswa.</p> Urfia Akmili Jarnawi Jarnawi Azhari Azhari Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-12 2026-01-12 6 1 24 33 10.51878/secondary.v6i1.6769 KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI POLYNOMIAL https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/8849 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan matematika memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai bagian dari kompetensi abad ke-21, namun pada praktiknya kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal. Matematika, khususnya materi aljabar seperti polinomial, menuntut siswa untuk menganalisis informasi, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta menarik kesimpulan secara logis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika pada materi polinomial di kelas XI SMA Negeri 6 Baubau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian dipilih secara purposive dari siswa kelas XI pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis berbasis indikator kemampuan berpikir kritis matematis dan dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 70%, sementara kategori tinggi masih relatif rendah dan kategori rendah masih memerlukan perhatian khusus. Pada indikator interpretasi, siswa menunjukkan capaian yang cukup baik, namun pada indikator analisis, evaluasi, dan inferensi capaian siswa tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa belum konsisten dalam mengorganisasi informasi, mengevaluasi ketepatan strategi, serta menarik kesimpulan secara logis dalam menyelesaikan masalah polinomial. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa belum optimal, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang lebih menekankan aktivitas pemecahan masalah dan penguatan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran aljabar.</p> <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Mathematics education plays a strategic role in developing students’ critical thinking skills as an essential component of 21st-century competencies; however, in practice, these skills have not been optimally developed. Mathematics learning, particularly algebraic topics such as polynomials, requires students to analyze information, evaluate solution strategies, and draw logical conclusions. This study aims to analyze students’ critical thinking skills in mathematical problem solving on polynomial material in Grade XI of SMA Negeri 6 Baubau. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects were Grade XI students selected purposively during the first semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through written tests designed based on indicators of mathematical critical thinking skills and supported by documentation of students’ work. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the majority of students are in the moderate category of critical thinking ability, accounting for 70% of the participants, while the high category remains relatively low and the low category still requires special attention. In terms of indicators, students demonstrated adequate achievement in interpretation; however, low achievement was found in analysis, evaluation, and inference. These findings indicate that students have not been consistent in organizing information, critically evaluating solution strategies, and drawing logical conclusions when solving polynomial problems. It can be concluded that students’ mathematical critical thinking skills are not yet optimal, highlighting the need for learning strategies that emphasize problem-solving activities and the development of higher-order thinking skills in algebra instruction.</p> Rizal Rizal Wa Ode Nining Setiyawan La Sahija Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-13 2026-01-13 6 1 34 41 10.51878/secondary.v6i1.8849 PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SPLTV https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/8604 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The low level of students’ critical thinking skills is partly influenced by the selection of inappropriate learning models in the instructional process. This study aims to develop a mathematics learning module based on Problem-Based Learning (PBL) that meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness for the topic of Systems of Linear Equations in Three Variables (SLETV) for Grade X students. The study employed a Research and Development (R&amp;D) method using the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were 20 Grade X students of SMK Wijaya Putra Surabaya. The research instruments included validity sheets, practicality sheets, and effectiveness sheets. Based on the results of the mathematics learning module trial, the module was declared (1) valid based on expert validation with a percentage score of 95.5%, categorized as very valid; (2) practical based on teacher and student response questionnaires with a percentage of 83.75%, categorized as very good; and (3) effective, as evidenced by a limited trial involving 20 students at SMK Wijaya Putra, which showed an increase in test scores from 50.6 to 77.1. These results indicate that the developed learning module meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness and can be used in teaching the topic of SLETV.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik salah satunya dipengaruhi oleh pemilihan model pembelajaran yang kurang sesuai dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul pembelajaran matematika berbasis <em>Problem-Based Learning</em> (PBL) yang memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan keefektifan pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) untuk siswa kelas X. Penelitian ini menerapkan metode <em>Research and Development</em> (R&amp;D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Subjek penelitian ini yaitu 20 siswa kelas X SMK Wijaya Putra Surabaya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kevalidan, lembar kepraktisan, dan lembar keefektifan. Berdasarkan hasil uji coba modul pembelajaran matematika, modul dinyatakan (1) valid berdasarkan penilaian validator dengan hasil persentase sebesar 95,5% yang berkategori sangat valid; (2) praktis berdasarkan angket respon guru dan siswa sebesar 83,75% yang berkategori sangat baik dan (3) efektif sebagaimana dibuktikan oleh uji coba terbatas pada 20 siswa di SMK Wijaya Putra, yang menunjukkan peningkatan skor tes dari 50,6 menjadi 77,1. Hasil ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif yang dapat digunakan dalam pembelajaran pada materi SPLTV.</p> Denok Julianingsih Nur Cholifah Indaria Tri Hariyani Indri Dwi Isnaini Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-14 2026-01-14 6 1 42 54 10.51878/secondary.v6i1.8604 PERSEPSI GURU PAI TENTANG TANTANGAN DAN PELUANG PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI MAS PP DARUL MUKHLISIN https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/8958 <p>Digital transformation in education demands adaptation of Islamic Religious Education (PAI) learning strategies, particularly in Islamic boarding schools (pesantren), which must balance technological advancements with character development. This study focuses on describing Islamic Religious Education (PAI) teachers' perceptions regarding the challenges and opportunities of utilizing digital technology as a learning medium at the Darul Mukhlisin Islamic Boarding School (MAS). Through a qualitative approach with descriptive methods, data was collected comprehensively using observation, documentation, and in-depth interviews with Islamic Religious Education (PAI) teachers. The results indicate that teachers generally have positive perceptions and believe technology can increase the effectiveness and appeal of learning through visualization of abstract material, expanded access to learning resources, and efficient evaluation. However, the reality on the ground reveals significant structural barriers, including limited device and network infrastructure, a digital competency gap among teachers, and restrictive Islamic boarding school policies regarding student device use. This study concludes that the integration of technology into Islamic Religious Education (PAI) learning at Islamic boarding schools (pesantren) has not been optimal, and its success depends heavily on the synergy between teacher competency enhancement, adequate facility support, and adaptive institutional regulations to bridge digital innovation with Islamic boarding school values.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut adaptasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya di lingkungan pesantren yang harus menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pembentukan karakter. Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan persepsi guru PAI terkait tantangan dan peluang pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Pondok Pesantren Darul Mukhlisin. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan secara komprehensif menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru memiliki persepsi positif dan menganggap teknologi mampu meningkatkan efektivitas serta daya tarik pembelajaran melalui visualisasi materi abstrak, perluasan akses sumber belajar, dan efisiensi evaluasi. Kendati demikian, realitas di lapangan memperlihatkan adanya hambatan struktural yang signifikan, meliputi keterbatasan infrastruktur perangkat dan jaringan, kesenjangan kompetensi digital antar guru, serta kebijakan restriktif pesantren terkait penggunaan gawai oleh santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI di madrasah berbasis pesantren belum berjalan optimal dan keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara peningkatan kompetensi guru, dukungan fasilitas yang memadai, serta regulasi institusional yang adaptif untuk menjembatani inovasi digital dengan nilai-nilai kepesantrenan.</p> <p> </p> Lisna Wati Sella Harian Sinta Ramadhani Siti Wardani Hasibuan Yuli Yuli Mirza Syadat Rambe Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-15 2026-01-15 6 1 55 66 10.51878/secondary.v6i1.8958 DAMPAK FEAR OF MISSING OUT (FOMO) TERHADAP INTERAKSI SOSIAL DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 GATAK PROGRAM KHUSUS https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/8957 <p>This research explores the impact of Fear of Missing Out (FOMO) on social interactions and academic performance among students at SMP Muhammadiyah 1 Gatak Program Khusus. The rapid growth of social media platforms like Instagram, TikTok, and WhatsApp has led to increased anxiety among students who fear missing out on social trends and activities, which in turn affects their social behavior and academic engagement. This qualitative study, using interviews, classroom observations, and document analysis, reveals that FOMO significantly disrupts face-to-face interactions and decreases focus on academic tasks. However, FOMO also has a positive aspect when students apply it to competitive extracurricular activities. The study emphasizes the need for schools to implement educational programs that promote healthy social media use, improve offline social interactions, and create policies to help students balance online engagement with academic focus. The findings underline the importance of managing FOMO for both social well-being and academic success.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengeksplorasi dampak Fear of Missing Out (FOMO) terhadap interaksi sosial dan prestasi akademik siswa di SMP Muhammadiyah 1 Gatak Program Khusus. Pertumbuhan pesat platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp telah menyebabkan kecemasan di kalangan siswa yang takut ketinggalan tren dan aktivitas sosial, yang pada gilirannya memengaruhi perilaku sosial dan keterlibatan akademik mereka. Penelitian kualitatif ini, yang menggunakan wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumentasi, mengungkapkan bahwa FOMO secara signifikan mengganggu interaksi tatap muka dan mengurangi fokus pada tugas akademik. Namun, FOMO juga memiliki sisi positif ketika siswa mengarahkannya pada kegiatan ekstrakurikuler kompetitif. Penelitian ini menekankan perlunya sekolah untuk mengimplementasikan program pendidikan yang mempromosikan penggunaan media sosial yang sehat, meningkatkan interaksi sosial offline, dan menciptakan kebijakan yang membantu siswa menyeimbangkan keterlibatan online dengan fokus akademik. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mengelola FOMO untuk kesejahteraan sosial dan kesuksesan akademik.</p> <p> </p> Yassir Hafidh Fitriyan Mahasri Shobahiya Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-15 2026-01-15 6 1 67 76 10.51878/secondary.v6i1.8957 PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN MELALUI MEDIA KARTU BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IX SMP https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9003 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study was conducted to address the low level of short story writing skills among ninth-grade students at SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif, Lhokseumawe, which has been influenced by the limited use of varied instructional media and students’ low motivation to write. The research focuses on strengthening students’ short story writing ability through the use of picture cards as visual learning aids. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design carried out in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages, involving 23 students as research participants. Data were collected through classroom observations and assessments of students’ written work, which were then analyzed using both quantitative and qualitative approaches. The findings indicate that the use of picture cards significantly improved students’ short story writing skills, as reflected in the increase in the average score from 71.22% in Cycle I to 86.65% in Cycle II. In addition to academic improvement, students also demonstrated positive growth in terms of engagement, focus, and enthusiasm during the writing process. These results suggest that picture cards function not only as visual supports but also as effective stimuli that foster students’ creativity and involvement. Therefore, picture cards can be considered an effective alternative instructional strategy for enhancing short story writing skills at the junior secondary school level.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi rendahnya kemampuan menulis cerpen siswa kelas IX SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Kota Lhokseumawe yang selama ini dipengaruhi oleh minimnya penggunaan media pembelajaran yang variatif serta rendahnya motivasi menulis. Penelitian ini memfokuskan upaya pada penguatan keterampilan menulis cerpen melalui pemanfaatan kartu bergambar sebagai sarana visual yang menunjang kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi, serta melibatkan 23 siswa sebagai subjek penelitian. Data penelitian dikumpulkan melalui pengamatan terhadap aktivitas belajar serta evaluasi terhadap tulisan siswa, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan media kartu bergambar secara signifikan meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa, yang terlihat dari peningkatan nilai rata-rata dari 71,22% pada siklus I menjadi 86,65% pada siklus II. Di samping meningkatnya capaian akademik, siswa juga menunjukkan kemajuan yang positif dalam tingkat keterlibatan, fokus, dan semangat selama proses penulisan berlangsung. Hasil ini menegaskan bahwa kartu bergambar tidak sekadar menjadi media visual pendukung, tetapi juga berperan sebagai pemicu yang efektif dalam meningkatkan kreativitas dan keterlibatan siswa. Dengan demikian, penggunaan kartu bergambar dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa di tingkat SMP.</p> Husina Humaira Sujinah Sujinah Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-17 2026-01-17 6 1 77 87 10.51878/secondary.v6i1.9003 UPAYA MENGATASI KETERGANTUNGAN SISWA TERHADAP CHATGPT DALAM PEMBELAJARAN CERPEN KELAS XI DI SMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEER REVIEW DISCUSSION https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9004 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The development of artificial intelligence, particularly ChatGPT, has provided convenience in writing instruction; however, its uncontrolled use has the potential to create dependency and reduce students’ creativity. This study aims to reduce students’ reliance on ChatGPT in short story writing instruction through the implementation of the Peer Review Discussion method among eleventh-grade students at SMA Negeri 02 Bombana. The study employed a Classroom Action Research design based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. In Cycle I, students were still allowed to use ChatGPT as a stimulus for generating initial ideas, whereas in Cycle II the use of ChatGPT was completely eliminated to encourage independent thinking. The findings indicate that in Cycle I, students’ short stories were still dominated by uniform language patterns and low levels of originality, and participation in peer review activities had not yet been optimal. In Cycle II, the strengthened implementation of Peer Review Discussion increased students’ active engagement in providing feedback, deepened their understanding of the intrinsic elements of short stories, and resulted in more varied and original written works. Overall, the quality of students’ short stories improved, and their dependence on ChatGPT decreased significantly. Thus, the Peer Review Discussion method proved effective in enhancing students’ creativity, independence, and short story writing skills amid the challenges posed by the use of AI technology in education.</p> <p>Perkembangan kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, memberikan kemudahan dalam pembelajaran menulis, namun penggunaannya yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan ketergantungan dan menurunkan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap ChatGPT dalam pembelajaran menulis cerpen melalui penerapan metode <em>Peer Review Discussion</em> pada siswa kelas XI SMA Negeri 02 Bombana. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I, siswa masih diperkenankan memanfaatkan ChatGPT sebagai pemicu ide awal, sedangkan pada siklus II penggunaan ChatGPT ditiadakan sepenuhnya untuk mendorong kemandirian berpikir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I cerpen siswa masih didominasi pola bahasa yang seragam dan tingkat orisinalitas yang rendah, serta partisipasi dalam kegiatan <em>peer review</em> belum optimal. Pada siklus II, penguatan <em>Peer Review Discussion</em> mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam memberikan umpan balik, memperdalam pemahaman unsur intrinsik cerpen, serta menghasilkan karya yang lebih variatif dan orisinal. Secara keseluruhan, kualitas cerpen siswa meningkat dan ketergantungan terhadap ChatGPT menurun secara signifikan. Dengan demikian, metode <em>Peer Review Discussion</em> terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas, kemandirian, dan kemampuan menulis cerpen siswa di tengah tantangan penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran.</p> Nora Elmirna Sujinah Sujinah Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-20 2026-01-20 6 1 88 96 10.51878/secondary.v6i1.9004 PEMANFAATAN MEDIA ERROR CARDS DALAM MENGATASI KESALAHAN PENULISAN BAHASA INDONESIA YANG DIPENGARUHI BAHASA TOLAKI PADA SISWA KELAS IX SMP https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9005 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The dominant use of local languages in students’ daily lives often leads to linguistic interference in Indonesian language learning, particularly in writing skills. This study aims to identify the types of Indonesian writing errors influenced by the Tolaki language and to describe the use of error cards as a pedagogical strategy to address these errors among ninth-grade students at SMP Negeri 1 Uluiwoi. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through analysis of students’ written work, classroom observations, and interviews. The research stages included identifying writing errors, implementing error cards in the learning process, and analyzing changes in students’ writing ability and language awareness. The findings reveal that the dominant writing errors involve spelling, word choice, affix usage, and sentence structure, which are influenced by interference from the Tolaki language. The implementation of error cards enables students to recognize errors concretely, understand their underlying causes, and revise their writing in accordance with standard Indonesian language conventions, while also enhancing students’ engagement and accuracy in learning. Therefore, error cards are effective as a contextual instructional medium for reducing the influence of local languages and improving Indonesian writing skills in bilingual school settings.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penggunaan bahasa daerah yang dominan dalam kehidupan sehari-hari siswa sering menimbulkan interferensi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada keterampilan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kesalahan penulisan Bahasa Indonesia yang dipengaruhi oleh Bahasa Tolaki serta mendeskripsikan pemanfaatan media <em>error cards</em> sebagai upaya pedagogis untuk mengatasi kesalahan tersebut pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Uluiwoi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui analisis hasil tulisan siswa, observasi proses pembelajaran, dan wawancara. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kesalahan penulisan, penerapan media <em>error cards</em> dalam pembelajaran, serta analisis perubahan kemampuan dan kesadaran berbahasa siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penulisan yang dominan meliputi kesalahan ejaan, pilihan kata, penggunaan imbuhan, dan struktur kalimat yang dipengaruhi oleh interferensi Bahasa Tolaki. Penerapan media <em>error cards</em> membantu siswa mengenali kesalahan secara konkret, memahami penyebab kesalahan, serta memperbaiki penulisan sesuai kaidah Bahasa Indonesia, sekaligus meningkatkan keaktifan dan ketelitian siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, media <em>error cards</em> efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran kontekstual untuk meminimalkan pengaruh bahasa daerah dan meningkatkan keterampilan menulis Bahasa Indonesia di lingkungan sekolah bilingual.</p> Ulfa Rahma Sujinah Sujinah Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-20 2026-01-20 6 1 97 105 10.51878/secondary.v6i1.9005 DINAMIKA PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN PELAJAR DALAM KONTEKS DOMINASI BAHASA DAERAH DI MAN https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9006 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Indonesian plays a strategic role in national education as both an academic language and a medium for fostering national character. However, within the reality of a multilingual society, its use among students often coexists with local languages that continue to function strongly in social interaction. This study aims to describe patterns of Indonesian language use among students of MAN 1 Merangin in the context of the dominance of local languages, to identify factors influencing students’ language choices, and to analyze the implications for Indonesian language proficiency. The study employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through classroom and interactional observations, semi-structured interviews with students and teachers, and analysis of students’ written documents. Data analysis involved stages of data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of students’ linguistic dynamics. The findings indicate that Indonesian is predominantly used in instructional settings and formal communication, while local languages are more frequently employed in non-academic interactions due to social closeness, cultural identity, and a sense of solidarity. Code-switching and code-mixing emerge contextually as adaptive communication strategies. These findings suggest that the continued use of local languages does not necessarily weaken mastery of formal Indonesian; rather, it requires appropriate pedagogical management so that both languages can function harmoniously within the educational environment.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Bahasa Indonesia berperan strategis dalam pendidikan nasional sebagai bahasa akademik sekaligus sarana pembentukan karakter kebangsaan. Namun, dalam realitas masyarakat multibahasa, penggunaannya di kalangan pelajar kerap berdampingan dengan bahasa daerah yang masih kuat berfungsi dalam interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan Bahasa Indonesia oleh siswa MAN 1 Merangin dalam konteks dominasi bahasa daerah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pilihan bahasa, serta menganalisis implikasinya terhadap kemampuan berbahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran dan interaksi siswa, wawancara semi terarah dengan siswa dan guru, serta analisis dokumen tertulis siswa. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai dinamika kebahasaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia digunakan secara dominan dalam ranah pembelajaran dan komunikasi formal, sedangkan bahasa daerah lebih sering dimanfaatkan dalam interaksi nonakademik karena faktor kedekatan sosial, identitas kultural, dan rasa kebersamaan. Praktik alih kode dan campur kode muncul secara kontekstual sebagai strategi komunikasi yang adaptif. Temuan ini menegaskan bahwa keberlangsungan bahasa daerah tidak serta-merta melemahkan penguasaan Bahasa Indonesia formal, melainkan memerlukan pengelolaan pedagogis yang tepat agar kedua bahasa dapat berfungsi secara harmonis dalam lingkungan pendidikan.</p> Siti Aminah R. Panji Hermoyo Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-20 2026-01-20 6 1 106 114 10.51878/secondary.v6i1.9006 PENGARUH REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SISWA KELAS VII B MTSN KOTA SURABAYA https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9061 <p>This study aims to examine the effect of rewards on the motivation to learn Arabic in class VII B MTsN 4 Surabaya City and to assess the extent to which rewards contribute to increasing that motivation. This study used a quantitative approach with a correlational design, and data were collected through a Likert-scale questionnaire that had previously been tested for validity and reliability. The results showed that rewards have a very strong relationship with learning motivation, indicated by a Pearson correlation value of r = 0.82. Simple linear regression analysis also showed an R² value of 0.67, which means that 67% of changes in student learning motivation were influenced by rewards. The regression equation Learning Motivation = 22.39 + 0.57 × Reward confirms the positive influence of rewards on increasing student motivation. Rewards have been shown to support cognitive development, such as the courage to read texts and the ability to memorize vocabulary, while also providing psychological impacts in the form of increased self-confidence, participation, and decreased anxiety in learning. These findings demonstrate that rewards are a practical yet effective learning strategy implemented in madrasah environments. Although this study has limitations in the number of samples and the scope of the research location, the results still provide valuable contributions in developing strategies to increase motivation to learn Arabic.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas VII B MTsN 4 Kota Surabaya sekaligus menilai sejauh mana reward berkontribusi dalam meningkatkan motivasi tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, dan data dikumpulkan melalui angket berskala Likert yang sebelumnya telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward memiliki hubungan yang sangat kuat dengan motivasi belajar, ditandai dengan nilai korelasi Pearson r = 0,82. Analisis regresi linear sederhana juga menunjukkan nilai R² sebesar 0,67, yang berarti bahwa 67% perubahan motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh pemberian reward. Persamaan regresi <em>Motivasi Belajar = 22,39 + 0,57 × Reward</em> menegaskan adanya pengaruh positif reward terhadap peningkatan motivasi siswa. Reward terbukti mendukung perkembangan kognitif, seperti keberanian membaca teks dan kemampuan menghafal mufradat, sekaligus memberikan dampak psikologis berupa meningkatnya kepercayaan diri, partisipasi, dan menurunnya kecemasan dalam belajar. Temuan ini memperlihatkan bahwa reward merupakan strategi pembelajaran yang praktis namun efektif diterapkan di lingkungan madrasah. Meskipun penelitian ini memiliki batasan pada jumlah sampel dan lingkup lokasi penelitian, hasilnya tetap memberikan kontribusi berharga dalam pengembangan strategi peningkatan motivasi belajar Bahasa Arab.</p> Hafiza Fajar Ubaidah Mohammad Nu’man Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-22 2026-01-22 6 1 115 123 10.51878/secondary.v6i1.9061 MODEL INSTRUMEN PENILAIAN HOTS PADA KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI KELAS IX SMP DALAM KURIKULUM MERDEKA https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9037 <p>Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based assessment is a key requirement in the implementation of the Merdeka Curriculum, particularly in Indonesian language learning at the junior secondary school level. However, writing assessment practices for descriptive texts in schools still tend to emphasize final products and have not fully accommodated the measurement of students’ higher-order thinking skills. This study aims to describe and formulate a HOTS-based assessment instrument model for descriptive text writing skills in Grade IX junior high school, integrating the domains of attitudes, knowledge, and skills. This research employed a descriptive qualitative approach through a conceptual review and document analysis. The data sources included the Indonesian Language Learning Outcomes of the Merdeka Curriculum Phase D, instructional documents for descriptive text writing, and relevant scholarly literature on HOTS-based and authentic assessment. Data analysis was conducted by mapping learning indicators to HOTS cognitive levels (C4–C6), followed by the formulation of appropriate assessment instruments and analytic scoring rubrics. The findings indicate that the developed assessment instrument model is capable of measuring students’ abilities to analyze, evaluate, and create descriptive texts, while also providing a comprehensive depiction of both learning processes and outcomes. This model is practical, contextual, and aligned with the principles of authentic assessment, making it a useful reference for Indonesian language teachers in implementing HOTS-based assessment in junior high schools.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penilaian berbasis <em>Higher Order Thinking Skills</em> (HOTS) merupakan salah satu tuntutan utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Namun, praktik penilaian menulis teks deskripsi di sekolah masih cenderung berfokus pada produk akhir dan belum sepenuhnya mengakomodasi pengukuran kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan merumuskan model instrumen penilaian HOTS pada keterampilan menulis teks deskripsi kelas IX SMP yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian konseptual dan analisis dokumen. Sumber data meliputi dokumen Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka fase D, perangkat pembelajaran menulis teks deskripsi, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan penilaian autentik dan penilaian berbasis HOTS. Analisis data dilakukan dengan memetakan indikator pembelajaran ke dalam level kognitif HOTS (C4–C6), kemudian merumuskan bentuk instrumen dan rubrik penilaian analitik. Hasil kajian menunjukkan bahwa model instrumen yang dikembangkan mampu mengukur kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dalam kegiatan menulis teks deskripsi, serta memberikan gambaran komprehensif mengenai proses dan hasil belajar peserta didik. Model instrumen ini bersifat aplikatif, kontekstual, dan selaras dengan prinsip asesmen autentik, sehingga dapat dijadikan referensi praktis bagi guru Bahasa Indonesia dalam mengimplementasikan penilaian HOTS di SMP.</p> Wuri Handayani Kuntoro Kuntoro Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-22 2026-01-22 6 1 124 132 10.51878/secondary.v6i1.9037 LINGUISTIK PENDIDIKAN: PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA SMP https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9010 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The limited ability of students to use the Indonesian language appropriately reflects a mismatch between the expected language competencies and classroom learning practices. This study aims to evaluate the effectiveness of developing Indonesian language teaching materials based on a thematic approach for eighth-grade students at SMP Negeri 3 Satu Atap Tabona, Pulau Taliabu Regency. The research employed a Research and Development (R&amp;D) method, which included needs analysis, product design, expert validation, and limited field testing with students. The research subjects consisted of expert validators and eighth-grade students, while data were collected through learning achievement tests, response questionnaires, and classroom observations. The results indicate a significant improvement in students’ understanding of the proper use of the Indonesian language, as reflected in the shift of learning outcomes from a low category prior to the implementation of the teaching materials to a high category afterward. These findings confirm that thematic-based Indonesian language teaching materials are not only feasible but also effective in improving the quality of language learning and in linking linguistic content with students’ learning experiences in a more contextual and meaningful manner.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keterbatasan kemampuan peserta didik dalam menggunakan Bahasa Indonesia secara tepat mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara tuntutan kompetensi berbahasa dan praktik pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis pendekatan tematik pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Tabona, Kabupaten Pulau Taliabu. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&amp;D) yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan produk, validasi oleh ahli, serta uji coba terbatas kepada peserta didik. Subjek penelitian melibatkan validator dan siswa kelas VIII, dengan teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar, angket respon, dan observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terhadap penggunaan Bahasa Indonesia sesuai kaidah, ditandai dengan pergeseran capaian belajar dari kategori rendah sebelum penggunaan bahan ajar menjadi kategori tinggi setelah implementasi. Temuan ini menegaskan bahwa bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis pendekatan tematik tidak hanya layak digunakan, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mampu mengaitkan materi kebahasaan dengan pengalaman belajar siswa secara lebih kontekstual dan bermakna.</p> La Sahara R. Panji Hermoyo Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-24 2026-01-24 6 1 133 140 10.51878/secondary.v6i1.9010 EXPLORING SEVENTH GRADE STUDENTS’ PERCEPTIONS OF READING STRATEGIES IN ENGLISH READING https://jurnalp4i.com/index.php/secondary/article/view/9124 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The problem of low English reading comprehension among EFL students at the junior secondary school level highlights the importance of using effective reading strategies in learning. This study focuses on seventh-grade students’ perceptions of reading strategies in English learning at MTs Nurul Huda Grogol Masangan and employed a qualitative descriptive design involving 35 students. Data were collected through open-ended questionnaires and semi-structured interviews and were analyzed descriptively and thematically to ensure depth and credibility of findings. The findings indicate that students predominantly used cognitive reading strategies, such as identifying main ideas, guessing word meanings from context, rereading difficult parts of the text, and relating the text to prior knowledge, which were perceived as helpful in improving reading comprehension. However, the study also revealed major challenges, including limited vocabulary mastery, low reading confidence, and students’ difficulties in applying reading strategies independently without teacher guidance. In addition, a gap was identified between the reading strategies taught by teachers and those consistently practiced by students during classroom activities. Therefore, this study concludes that explicit and structured instruction in reading strategies is necessary to bridge this gap and to improve the quality of English reading instruction in similar school contexts.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Masalah rendahnya pemahaman membaca bahasa Inggris pada siswa EFL di tingkat sekolah menengah pertama menunjukkan pentingnya penggunaan strategi membaca yang efektif dalam pembelajaran. Penelitian ini berfokus pada persepsi siswa kelas VII terhadap strategi membaca dalam pembelajaran bahasa Inggris di MTs Nurul Huda Grogol Masangan dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif yang melibatkan 35 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka dan wawancara semi terstruktur, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih dominan menggunakan strategi membaca kognitif, seperti mengidentifikasi ide pokok, menebak makna kosakata berdasarkan konteks, membaca ulang bagian teks yang sulit, serta mengaitkan isi teks dengan pengetahuan sebelumnya, yang dipersepsikan membantu meningkatkan pemahaman membaca. Namun, penelitian ini juga mengungkap permasalahan utama berupa keterbatasan penguasaan kosakata, rendahnya kepercayaan diri dalam membaca, serta kesulitan siswa dalam menerapkan strategi membaca secara mandiri tanpa bimbingan guru. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara strategi membaca yang diajarkan oleh guru dan strategi yang secara konsisten dipraktikkan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengajaran strategi membaca yang eksplisit dan terstruktur diperlukan untuk menjembatani kesenjangan tersebut serta meningkatkan kualitas pembelajaran membaca bahasa Inggris pada konteks sekolah yang serupa.</p> Fauziyatun Ni’mah Anita Budi Rahayu Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2026-01-24 2026-01-24 6 1 141 148 10.51878/secondary.v6i1.9124