GAMES BASED LEARNING DETECTIVE CONFLICT DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGELOLA KONFLIK SISWA SMP

Authors

  • Brillian Vilingga Pasati Pendidikan Profesi Guru, Universitas Negeri Malang
  • M. Ramli Pendidikan Profesi Guru, Universitas Negeri Malang
  • Arilla Ainda Ubak Pendidikan Profesi Guru, Universitas Negeri Malang
  • Ficaria Arsinita Rahma Pendidikan Profesi Guru, Universitas Negeri Malang
  • Frizka Erkurnia Pendidikan Profesi Guru, Universitas Negeri Malang
  • Aflah Aufa Shafara Imron Pendidikan Profesi Guru, Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.51878/secondary.v7i1.16361

Abstract

Peer conflict represents a natural facet of adolescent social dynamics that can impair interpersonal relationships if left unmanaged. This study aimed to describe the implementation of group guidance utilizing a games-based learning approach through the Detective Conflict game and to identify differences in conflict management skill scores among seventh-grade students before and after the intervention. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed with eight students of class VII C at SMP Negeri 11 Malang, selected via purposive sampling based on student needs assessment data. Data were gathered through a 40-item conflict management skill scale administered at pre-test and post-test sessions and analyzed using the Wilcoxon signed rank test. The results demonstrated a statistically significant increase in mean scores from 131.75 (SD = 7.03) to 138.88 (SD = 5.38) with Z = −2.457 and p = 0.014, indicating a significant difference in student scores following the intervention. In conclusion, active student participation in the Detective Conflict game exhibits viable potential as an alternative group guidance medium, although the limitations of a single-group pre-experimental design preclude definitive causal claims.

ABSTRAK

Konflik dengan teman sebaya merupakan bagian wajar dari dinamika interaksi sosial remaja yang dapat memicu kerenggangan relasi sosial apabila tidak dikelola secara konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan bimbingan kelompok dengan metode games-based learning melalui permainan Detective Conflict serta mengetahui perbedaan skor keterampilan mengelola konflik siswa kelas VII sebelum dan sesudah perlakuan. Pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest diterapkan pada delapan siswa kelas VII C SMP Negeri 11 Malang yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil asesmen kebutuhan. Pengumpulan data menggunakan skala keterampilan mengelola konflik 40 butir pada sesi pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon signed rank test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 131,75 (SD = 7,03) menjadi 138,88 (SD = 5,38) dengan nilai Z = −2,457 dan signifikansi p = 0,014, yang membuktikan terdapat perbedaan skor yang signifikan setelah pelaksanaan layanan. Simpulannya, keterlibatan aktif siswa dalam permainan Detective Conflict berpotensi menjadi media alternatif bimbingan kelompok, meskipun keterbatasan desain tanpa kelompok kontrol menuntut kehati-hatian dalam menarik kesimpulan kausal langsung.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisahara, C., Makbuloh, D., & Mustofa, M. (2026). POE (Predict, Observe, Explain): Efektivitas model pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 6(2), 577–587. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i2.9875

Aisyah, S. M., Elake, G. L., & Supli, N. A. (2025). Peningkatan pemahaman pemuda dalam gaya manajemen konflik untuk pencegahan kekerasan. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 6(1), 252–266. https://doi.org/10.38048/jailcb.v6i1.4544

Alfons, A., Ritiauw, S. P., & Ritiauw, L. (2026). Implementasi model resolusi konflik pada pembelajaran IPS untuk meningkatkan keterampilan resolusi konflik siswa kelas V SD. EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 6(3), 1848–1861. https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.10396

Corey, G. (2022). Theory and practice of group counseling (10th ed.). Cengage Learning.

Febryanti, Y. A., Syauqila, G., Adenika, R., Aulia, S. Z. N., Alfiya, F., Haryandinny, S. I. R., & Kristiana, I. F. (2025). Tinjauan komprehensif terhadap gaya penyelesaian konflik dalam keluarga: Identifikasi strategi yang adaptif. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 12(2), 160–173. https://doi.org/10.21009/JKKP.122.04

Gea, P. R., Damanik, H. R., Lase, F., & Lase, J. F. (2026). Efektivitas layanan mediasi dalam meningkatkan hubungan interpersonal peserta didik. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 7(2), 2257–2268. https://doi.org/10.54373/imeij.v7i2.5169

Hendricks, W. (1992). Bagaimana mengelola konflik: Petunjuk praktis untuk manajemen konflik yang efektif. Bumi Aksara.

Ilhamuddin, M. F., Suyanto, K. D., Santoso, O., & Fitriani, D. N. (2024). Tahapan bimbingan kelompok: Landasan teoritis dan praktis dalam fasilitasi pengembangan individu dan kelompok. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(1), 107–115. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i1.5967

Johnson, D. W., & Johnson, F. P. (2012). Joining together: Group theory and group skills (11th ed.). Pearson.

Khovivah, W. V., Sholehah, M., Saleh, M. A., & Jamilah, A. U. (2024). Definisi konflik dan pentingnya manajemen konflik dalam pendidikan. MASMAN: Master Manajemen, 2(4), 40–51. https://doi.org/10.55606/masman.v2i4.238

Korlefura, C., Hutagalung, E., Alkatiri, M., & Samsudin, T. (2026). Kecerdasan emosional siswa SMA: Studi komparatif berdasarkan jenis kelamin di Kota Ambon. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 6(2), 1599–1607. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i2.11755

Low, A. Y. T. (2023). Parent–adolescent conflict: Adolescents' coping strategies and preferred parenting styles during the social movements in Hong Kong, 2019. Behavioral Sciences, 13(9), Article 756. https://doi.org/10.3390/bs13090756

Mulyasa, E. (2004). Manajemen berbasis sekolah: Konsep, strategi, dan implementasi. Remaja Rosdakarya.

Nadya. (2020). Kemampuan resolusi konflik interpersonal dan urgensinya pada siswa. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 10(1), 748–754. https://doi.org/10.17509/sosietas.v10i1.24641

Nawantara, R. D. (2017). Interpersonal conflict resolution skill (solusi konstrukstif bagi konflik interpersonal siswa). Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan, 2, 74–78. https://doi.org/10.12928/snbkuad.v2i1.74

Nuraidah, L. F., Atok, A. R. A., Untari, S., & Awaliyah, S. (2026). Pengembangan media pembelajaran monopoli digital komitmen menjaga keutuhan wilayah NKRI untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa kelas IX SMPN 1 Karangploso. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(3), 2041–2051. https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.12822

Nurwanto, N., & Habiby, W. N. (2020). Penyemaian sikap hidup damai di sekolah: Tinjauan pendidikan perdamaian dan multi-dimensi kurikulum. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(1), 1–11. https://doi.org/10.24246/j.js.2020.v10.i1.p1-11

Olarte, J. V., Fetalvero, E. G., & Blancia, G. V. V. (2024). Consensus classroom climate inventory: Scale development and validation. Problems of Education in the 21st Century, 82(5), 708–722. https://doi.org/10.33225/pec/24.82.708

Prensky, M. (2007). Digital game-based learning. Paragon House.

Purnamasari, I., Prasetyo, M. A., Muzdalifah, E., Aslamiah, A., & Amelia, R. (2025). Pengaruh penggunaan media sosial dalam sudut pandang landasan sosiologi terhadap pola pikir siswa SMKN 2 Pelaihari sebagai generasi Z. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1675–1684. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8559

Rakhmat, J. (2007). Psikologi komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Riskiani, R., & Suryadi, Y. (2026). Analisis penerapan problem based learning dalam menstimulus berpikir kritis IPS di SMP. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 669–680. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.9916

Sa’odah, S., Maftuh, B., & Sapriya, S. (2021). Model resolusi konflik membangun kemampuan penyelesaian konflik siswa sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 7(2), Article 2881. https://doi.org/10.31949/jcp.v7i2.2881

Safarina, N. A., Pratama, M. F. J., Safitri, Y. N., Farhan, M. N., Situmorang, F., Aurelia, Z., & Azmi, S. (2024). Psikoedukasi manajemen emosi pada siswa SMA di daerah pesisir untuk mengurangi konflik antar teman sebaya di sekolah SMA Negeri 7 Lhokseumawe. Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 2(5), 1518–1524. https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i5.1358

Salmiati, & Amiruddin. (2017). Penerapan permainan simulasi sebagai teknik bimbingan kelompok untuk menyelesaikan konflik. JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.31100/jurkam.v1i1.35

Salwa, J., Nur, M., & Resta, M. (2025). Mencari jati diri: Peran peer group dalam membentuk identitas remaja. Sabana: Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara, 4(1), 164–170. https://doi.org/10.55123/sabana.v4i1.4999

Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Saragih, J., Philia, I. T., Situmeang, T. A., & Yunita, S. (2025). Nilai musyawarah dalam PKn sebagai basis pembentukan modal kultural kolektif: Sebuah tinjauan pustaka tentang demokrasi deliberatif di sekolah. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1462–1472. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.7996

Sembiring, R. A., Setiawan, A., & Subekti, T. (2025). Pelajar cerdas tanpa kekerasan: Membangun keterampilan resolusi konflik di Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Kota Malang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 5(1), 185–193. https://doi.org/10.29407/dimastara.v5i1.27342

Septian, E., Wulandari, S., Islamiyah, D. T., & Nurizzakiya, E. L. (2024). Pelatihan manajemen konflik dalam pemecahan masalah secara konstruktif melalui pengembangan Organisasi Siswa Intra Sekolah. Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 4(2), 172–184. https://doi.org/10.53621/jippmas.v4i2.362

Singh, R., & Jena, L. K. (2023). Holiday planning in Indian families: A dual path model linking family type and conflict resolution. International Journal of Conflict Management, 34(4), 668–691. https://doi.org/10.1108/IJCMA-09-2022-0146

Sosialisman, S., Suharto, S., & Junanto, T. (2023). Pengoptimalan peran kepala sekolah sebagai mediator konflik di SMA Negeri 2 Dedai. Manajemen Pendidikan, 18(2), 177–190. https://doi.org/10.23917/jmp.v18i2.23290

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tanaem, E., & Saingo, Y. A. (2025). Eksistensi guru PAK dalam penguatan karakter musyawarah mufakat kepada siswa di sekolah. Jurnal Ilmiah dan Karya Mahasiswa, 3(1), 259–273. https://doi.org/10.54066/jikma.v3i1.3080

Walgito, B. (2010). Psikologi sosial: Suatu pengantar. Andi Offset.

Wonga, M. Y., Lohmay, I., Korohama, K. E. P., & Nalle, A. P. (2024). Hubungan antara regulasi emosi dengan penerimaan kelompok teman sebaya pada siswa di SMAN 7 Kupang. Jurnal Bimbingan Konseling Flobamora, 2(2), 65–72. https://doi.org/10.35508/jbkf.v2i2.115

Zhai, C., Wibowo, S., & Li, L. D. (2024). The effects of over-reliance on AI dialogue systems on students’ cognitive abilities: A systematic review. Smart Learning Environments, 11(1), Article 28. https://doi.org/10.1186/s40561-024-00316-7

Downloads

Published

2026-11-02

How to Cite

Pasati, B. V., Ramli, M., Ubak, A. A., Rahma, F. A., Erkurnia, F., & Imron, A. A. S. (2026). GAMES BASED LEARNING DETECTIVE CONFLICT DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGELOLA KONFLIK SISWA SMP. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah , 7(1), 10–19. https://doi.org/10.51878/secondary.v7i1.16361

Issue

Section

Articles