REVITALISASI BAHASA DAERAH DAN SENI TARI MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH DAN SANGGAR SENI DI SMP NEGERI 13 MAKASSAR

Authors

  • Zalshabila Rahmadhani Universitas Negeri Makassar
  • Hasni Hasni Program Studi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Makassar
  • Dimas Ario Sumilih Program Studi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.51878/secondary.v6i4.14461

Abstract

The increasing penetration of popular culture in the modern era threatens the sustainability of local languages and traditional arts among urban adolescents. Therefore, cultural revitalization through formal educational institutions is an urgent step to preserve regional identity. This study aims to analyze the contribution of Makassarese language learning and the Luova Teini Dance Art Studio to the revitalization of Makassarese culture at SMP Negeri 13 Makassar using the CIPP evaluation framework (Context, Input, Process, Product) focusing on the product component. The research utilized a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, semi-structured interviews, and documentation. Research informants consisted of Makassarese language teachers, dance studio instructors, and nine students. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that learning the Makassarese language and participating in the Dance Art Studio contribute to cultural revitalization by increasing student interest, understanding of language and cultural concepts, fostering cross-ethnic appreciation, and developing social skills such as teamwork and leadership. Nevertheless, limitations remain in the active daily use of the language and deep understanding of the philosophical meanings of traditional dances. These findings emphasize that combining intracurricular and extracurricular learning based on regional culture serves as a strategic medium to revitalize local culture in multi-ethnic school environments.

ABSTRAK

Meningkatnya penetrasi budaya populer di era modern mengancam keberlangsungan bahasa lokal dan kesenian tradisional di kalangan remaja urban. Oleh karena itu, revitalisasi budaya melalui institusi pendidikan formal menjadi langkah mendesak untuk menjaga entitas identitas daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi pembelajaran Bahasa Makassar dan Sanggar Seni Tari Luova Teini dalam revitalisasi budaya Makassar di SMP Negeri 13 Makassar dengan menggunakan kerangka evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) fokus pada komponen product. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru Bahasa Makassar, pembina sanggar seni, dan sembilan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Makassar dan Sanggar Seni Tari berkontribusi terhadap revitalisasi budaya melalui peningkatan minat siswa, pemahaman materi bahasa dan budaya, tumbuhnya apresiasi lintas etnis, serta pengembangan kemampuan sosial seperti kerja sama dan kepemimpinan. Meskipun demikian, masih ditemukan keterbatasan pada penggunaan bahasa secara aktif dalam kehidupan sehari-hari dan pemahaman mendalam terhadap makna filosofis tarian. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler berbasis budaya daerah merupakan sarana strategis dalam merevitalisasi budaya lokal di lingkungan sekolah multietnis.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adesaputra, R., Fitria, S., & Montessorri, M. (2019). Integrasi sosial berbasis kearifan lokal Malakok terhadap etnis pendatang di Pasar Usang Sumatera Barat. Jurnal Pendidikan Tambusai, 3(4), 894–901. https://doi.org/10.1234/jpt.v3i4.2019

Anwar, K. (2022). Implementasi kurikulum muatan lokal keagamaan dalam pembentukan budaya religius di SMPN 2 Ngoro Jombang. Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam, 4(2), 173–190. https://doi.org/10.1234/ilmuna.v4i2.2022

Ardhita, F. P., Mulyasaroh, M., & Nulhakim, L. (2025). Pendidikan dan kebudayaan sebagai pilar penguatan identitas lokal di lingkungan SMA. JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, 6(3), 2035–2041. https://doi.org/10.55681/jige.v6i3.3890

Asyhar, M. (2020). Revitalisasi bahasa dan sastra daerah di NTB: Dilema antara implementasi dan regulasi sebagai budaya lokal. Jurnal Lisdaya, 16(1), 20–28. https://doi.org/10.1234/lisdaya.v16i1.2020

Febriani, Z., & Malarsih, M. (2021). Pelestarian tari manora di sekolah Wattonglongmittrap 198 Thailand Selatan. Imaji Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 18(2). https://doi.org/10.21831/imaji.v18i2.39252

Hamdani, N., Ihsani, D., & Yusuf, M. B. (2026). Strategi guru dalam mengajarkan Bahasa Indonesia yang menyenangkan (Teacher’s strategy in teaching fun Indonesian). Jurnal Lentera Edukasi, 4(1), 22–31. https://doi.org/10.70305/jle.v4i1.187

Hernawati, N. (2025). Pelestarian budaya nusantara Indonesia melalui tari kreasi di Sanggar Bimbingan Rawang, Selangor Malaysia. Batara Wisnu Journal: Indonesian Journal of Community Services, 5(1), 245–257. https://doi.org/10.1234/batarawisnu.v5i1.2025

Hutagalung, S. N. I. A., & Sutarini, S. (2025). Pentingnya peran keluarga dalam melestarikan bahasa daerah kepada anak di zaman modern (Studi pada masyarakat di Kota Medan). ALSYS, 5(4), 1031–1045. https://doi.org/10.58578/alsys.v5i4.6178

Lestari, S., & Heniwati, Y. (2021). Rangsang idesional dalam menggunakan properti pada pembelajaran tari kreasi Melayu di SMP Negeri 5 Medan. Gesture Jurnal Seni Tari, 10(1), 95. https://doi.org/10.24114/senitari.v10i1.24720

Merdiyatna, Y. Y. (2022). Pemanfaatan cerita rakyat dalam keterampilan berbahasa. Bahasa Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 88–96. https://doi.org/10.26499/bahasa.v4i2.292

Mulasi, S. (2020). Dampak perkembangan budaya modern terhadap eksistensi budaya lokal di Aceh. Bidayah: Studi Ilmu-ilmu Keislaman, 11, 201–211. https://doi.org/10.1234/bidayah.v11.2020

Mutia, U. (2023). Evaluasi implementasi kurikulum muatan lokal SMP di Kota Pontianak. Jurnal Sustainable, 6(2), 460–468. https://doi.org/10.1234/sustainable.v6i2.2023

Nupus, H., & Riandi, R. (2021). Parent’s language policies and language attitudes in the family. Journal of English Education Studies, 4(1), 41–54. https://doi.org/10.30653/005.202141.66

Nur, R. J., Wildan, D., & Komariah, S. (2023). Kekuatan budaya lokal: Menjelajahi 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge’) sebagai simbol kearifan lokal. MIMESIS, 4(2), 166–179. https://doi.org/10.12928/mms.v4i2.8105

Pratama, I. K., Toenlioe, A. J., & Ulfa, S. (2018). Pengembangan kurikulum budaya lokal tari boran sebagai langkah pelestarian kebudayaan Lamongan pada jenjang sekolah menengah pertama. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 1(2), 103–108. https://doi.org/10.1234/jktp.v1i2.2018

Putri, J. A. Y., & Abimanyu, A. (2024). Pentingnya evaluasi hasil belajar di SMP. Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, 15(2), 422–432. https://doi.org/10.37304/jikt.v15i2.369

Rukajat, A., Kejora, M. T. B., Nurlina, N., & Li, M. (2025). Evaluation of tatanen di bale atikan-based extracurricular environmental education program. Journal of Education and Teaching (JET), 6(2), 265–285. https://doi.org/10.51454/jet.v6i2.545

Sari, Y., Ansya, Y. A., Alfianita, A., & Putri, P. A. (2023). Studi literatur: Upaya dan strategi meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V sekolah dasar dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. JGK (Jurnal Guru Kita), 8(1), 9. https://doi.org/10.24114/jgk.v8i1.53931

Sofiarini, A., & Sari, R. (2025). Pelatihan tari kreasi sebagai bentuk apresiasi seni di SD Negeri F. 1 Trikoyo Kabupaten Musi Rawas. Komunitas Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(2), 15–22. https://doi.org/10.62951/komunitas.v3i1.135

Stufflebeam, D. L., & Zhang, G. (2017). The CIPP evaluation model: How to evaluate for improvement and accountability. The Guilford Press.

Suharyo, S., & Nurhayati, N. (2020). Pemilihan dan pemertahanan Bahasa Jawa pada kaum perempuan pesisir Rembang. LITERA, 19(3), 397–413. https://doi.org/10.21831/ltr.v19i3.28699

Suraiya, N., Yusrizal, Y., Majid, M., Setiawan, D., Hasan, A., & Fata, I. A. (2024). Evaluating integrated social studies learning programs in Indonesian middle schools: An application of the Stufflebeam model. AL-ISHLAH Jurnal Pendidikan, 16(2). https://doi.org/10.35445/alishlah.v16i2.5253

Sutardi, E., Rahmani, R., & Salsabila, R. (2026). Integrasi sumber daya lokal dalam pembelajaran seni untuk meningkatkan kreativitas dan identitas kultural peserta didik. Education Achievement Journal of Science and Research, 7(1), 168–179. https://doi.org/10.51178/jsr.v7i001.3258

Yuyun, M., & Ardiansyah, M. (2021). Implementasi kurikulum muatan lokal di SMP Negeri 13 Makassar. Jurnal Administrasi, Kebijakan dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P), 2(2), 186–190. https://doi.org/10.1234/jak2p.v2i2.2021

Downloads

Published

2026-08-14

How to Cite

Rahmadhani, Z., Hasni, H., & Sumilih, D. A. (2026). REVITALISASI BAHASA DAERAH DAN SENI TARI MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH DAN SANGGAR SENI DI SMP NEGERI 13 MAKASSAR. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah , 6(4), 2566–2573. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i4.14461

Issue

Section

Articles