PERAN KREATIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN KETERBUKAAN KOMUNIKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN CANCEL CULTURE PADA SISWA KELAS XII B SMA KRISTEN 1 SURAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.51878/secondary.v6i4.14458Abstract
The rapid development of digital technology and social media has intensified the phenomenon of cancel culture, influencing students’ social interactions and challenging the Christian values of love and acceptance promoted in schools. This study aims to analyze the role of Christian Religious Education teachers’ creativity in fostering open communication with students as a strategy to prevent cancel culture in Class XII B of SMA Kristen 1 Surakarta. A qualitative case study approach was employed using observations, in-depth interviews, and documentation involving purposively selected teachers and students. Data were analyzed through the Miles and Huberman model and validated using source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings reveal that teacher creativity is reflected in the use of storytelling, flexible learning strategies, personal approaches, and the integration of Christian values of love and acceptance, creating an open and inclusive communication climate. The study concludes that pedagogical creativity plays a significant role in strengthening students’ social relationships and reducing the potential for cancel culture, while providing a foundation for developing a more inclusive and value-based Christian school culture.
ABSTRAK
Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah memunculkan fenomena cancel culture yang turut memengaruhi interaksi sosial di lingkungan sekolah, termasuk bertentangan dengan nilai kasih dan penerimaan yang diajarkan dalam Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kreativitas guru Pendidikan Agama Kristen dalam membangun keterbukaan komunikasi dengan siswa sebagai upaya mencegah cancel culture di kelas XII B SMA Kristen 1 Surakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber, teknik, dan member check untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas guru diwujudkan melalui penggunaan storytelling, pembelajaran yang fleksibel, pendekatan personal, serta penanaman nilai kasih dan penerimaan sehingga tercipta komunikasi yang terbuka dan lingkungan belajar yang inklusif. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas pedagogis guru Pendidikan Agama Kristen berkontribusi dalam memperkuat relasi sosial antarsiswa dan mengurangi potensi munculnya cancel culture, sekaligus menjadi landasan pengembangan budaya sekolah yang lebih humanis dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani.
Downloads
References
Bessie, B. G. W., Saekoko, N., & Syahputra, A. W. (2025). Pendidikan Agama Kristen dan identitas Generasi Z: Studi tentang pengaruh budaya populer terhadap pemahaman nilai-nilai Kristiani. Berkat: Jurnal Pendidikan Agama dan Katolik, 2(2), 58–71. https://doi.org/10.1234/berkat.v2i2.972
Boiliu, F. M., & B. S. (2024). Bercerita sebagai jembatan: Membangun pemahaman. Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 1–23. https://doi.org/10.1234/rk.v3i1.2024
Daeli, Y. (2025). Kompetensi pedagogik ditinjau dari Pendidikan Agama Kristen. Mesada: Journal of Innovative Research, 2(1), 437–443. https://doi.org/10.1234/mesada.v2i1.2025
Estari, A. W. (2020). Pentingnya memahami karakteristik peserta didik dalam proses pembelajaran. Social, Humanities, and Education (SHEs): Conference Series, 3(3), 1439–1444. https://doi.org/10.1234/shes.v3i3.2020
Gomor, O., Tanzania, T., & S. (2026). Peta pendekatan pendidikan Kristen: Tinjauan teologis, pedagogis, psikologis. Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik, 4(2), 1–8. https://doi.org/10.1234/tritunggal.v4i2.2026
Indriyani, V., Triana, H., & Sari, H. Y. (2026). Do communication and critical thinking skills influence oral presentation? Evidence from university students. Journal of Education and Teaching, 7(1), 201–218. https://doi.org/10.51454/jet.v7i1.728
Iswari, F. (2022). Strategi komunikasi efektif guru dalam pembentukan karakter siswa SMPN 64. GANDIWA Jurnal Komunikasi, 2(1), 12–19. https://doi.org/10.30998/g.v2i1.1033
Juntak, J. N. S. (2025). Panggilan guru Kristen dalam pemberitaan Injil (N. Duniawati, Ed.; 1st ed.). CV. Adanu Abimata.
Masyitoh, A., Safmi, C. A., & Gusmaneli. (2024). Peran guru dalam membangun kepercayaan diri siswa melalui pembelajaran aktif di kelas dasar. Journal Educational Research and Development, 1(2), 89–95. https://doi.org/10.62379/jerd.v1i2.58
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (38th ed.). PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. M. (2005). Menjadi guru profesional: Menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan (1st ed.). Remaja Rosdakarya.
Murdania, M. F. (2025). Pembentukan karakter disiplin positif peserta didik melalui segitiga restitusi di SDN 9 Ulu Musi Empat Lawang. Jurnal Pendidikan Dasar, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.1234/jpd.v1i1.2025
Nap, E. C. A., Giban, Y., & E. R. T. (2021). Efektivitas penerapan metode storytelling dalam pembelajaran Agama Kristen di SMA Kristen Koinonia. Jurnal Cahaya Mandalika, 1(2), 1223–1229. https://doi.org/10.1234/jcm.v1i2.2021
Norris, P. (2023). Cancel culture: Myth or reality? Political Studies Association, 71(1), 145–174. https://doi.org/10.1177/00323217211037023
Septianti, N. (2020). Pentingnya memahami karakteristik siswa sekolah dasar di SDN Cikokol 2 Nevi. As-Sabiqun: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(1), 7–17. https://doi.org/10.1234/assabiqun.v2i1.2020
Sriyana. (2025). Fenomena cancel culture dan dampaknya terhadap kebebasan berekspresi. Fenomena Cancel Culture dan Dampaknya Terhadap Kebebasan Berekspresi, 4(2), 13340–13349. https://doi.org/10.1234/fcc.v4i2.2025
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, interaktif, dan konstruktif (3rd ed.). Alfabeta.
Torrance, E. P. (1965). Scientific views of creativity and factors affecting its growth. Daedalus, 94(3), 663–681. https://doi.org/10.1234/daedalus.1965.94.3
Torrance, E. P. (1987). Teaching for creativity (pp. 189–215). The University of Georgia.
Yusuf, M. (2025). Flipped classroom: Revolusi pengajaran dalam meningkatkan partisipasi siswa. Academicus: Journal of Teaching and Learning, 4(1), 27–44. https://doi.org/10.59373/academicus.v4i1.80
Zainuddin, M. (2017). Model pembelajaran kolaborasi meningkatkan partisipasi siswa, keterampilan sosial, dan prestasi belajar IPS. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 3(1), 75–83. https://doi.org/10.1234/jiis.v3i1.2017
Zakaria, Z., Ardiansyah, A., Srinin, W., Kurniawan, C., & Hidajat, R. (2023). The mask of leadership: Reflection on art-based learning for preservice teachers. Journal of Leadership in Organizations, 5(1), 65–79. https://doi.org/10.22146/jlo.75522
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
















