KONTRIBUSI FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DAN SELF-EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA KELAS X SMK

Authors

  • Raynal Fira Ramadlan Program Studi Bimbingan dan KonselingFakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang
  • Arbin Janu Setiyowati Program Studi Bimbingan dan KonselingFakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang
  • Herlina Effendi SMKN 1 Malang

DOI:

https://doi.org/10.51878/secondary.v6i4.12980

Abstract

ABSTRACT

Changes in adolescent interaction patterns resulting from the increasing use of social media have raised questions about the psychological factors that contribute to the development of interpersonal communication skills in school settings. Within this context, Fear of Missing Out (FoMO) and self-efficacy are positioned as two constructs that may contribute to students’ ability to communicate effectively. Conducted in May at SMKN 1 Malang, this study aimed to analyze the contribution of these two variables to the interpersonal communication skills of tenth-grade students. A quantitative approach with a correlational ex post facto design was employed with 127 students selected through simple random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire adapted from standardized instruments and subsequently analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS. The findings indicate that self-efficacy made a significant contribution to students’ interpersonal communication skills, whereas Fear of Missing Out (FoMO) did not make a significant contribution when examined partially. Nevertheless, the two variables simultaneously made a significant contribution to explaining variations in interpersonal communication skills, with self-efficacy emerging as the more dominant predictor. These findings suggest that guidance and counseling services should place greater emphasis on strengthening self-efficacy as a strategy for improving students’ interpersonal communication skills while remaining attentive to the dynamics of social media use that shape their interaction experiences.

ABSTRAK

Perubahan pola interaksi remaja akibat meningkatnya penggunaan media sosial memunculkan pertanyaan mengenai faktor psikologis yang berperan dalam membentuk kemampuan komunikasi interpersonal di lingkungan sekolah. Dalam konteks tersebut, Fear of Missing Out (FoMO) dan self-efficacy diposisikan sebagai dua konstruk yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap kemampuan siswa dalam membangun komunikasi secara efektif. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Mei di SMKN 1 Malang ini bertujuan menganalisis kontribusi kedua variabel tersebut terhadap kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas X. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional ex post facto digunakan terhadap 127 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang diadaptasi dari instrumen terstandar, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda berbantuan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa self-efficacy memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal siswa, sedangkan Fear of Missing Out (FoMO) tidak menunjukkan kontribusi yang signifikan ketika diuji secara parsial. Meskipun demikian, kedua variabel secara simultan memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjelaskan variasi kemampuan komunikasi interpersonal, dengan self-efficacy sebagai prediktor yang lebih dominan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling perlu lebih diarahkan pada penguatan self-efficacy sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa, tanpa mengabaikan dinamika penggunaan media sosial yang turut membentuk pengalaman interaksi mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asmarani, Z., & Wahyuni, S. (2023). Konsep diri individu pengguna media sosial terhadap komunikasi interpersonal remaja. Journal of Education Research, 4(3), 1548–1558. https://jer.or.id/index.php/jer/article/view/563

Damayanti, N. M., Kholili, M. R. I., & Dewantoro, A. (2023). Hubungan antara kepercayaan diri dengan komunikasi interpersonal siswa. Jurnal Psikoedukasi dan Konseling, 7(1), 9–17. https://jurnal.uns.ac.id/jpk/article/view/71319

Fatoni, F. (2026). Keterkaitan antara self-efficacy dalam berolahraga dengan tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI), 6(1), 40–52. https://doi.org/10.54284/jopi.v6i1.639

Gunur, B., Ramda, A. H., Ningsi, G. P., Pantaleon, K. V., & Sugiarti, L. (2023). Dampak self-regulation dan self-efficacy terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 132–142. https://doi.org/10.32938/jpm.v5i1.4763

Halim, G. J. (2024). Self-efficacy dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada remaja. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(4), 234–244.

https://journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/5066

Hasanah, U., Habibah, S., Tirmizi, A., & RA, R. R. M. (2024). Hubungan perilaku Fear of Missing Out (FoMO) dengan interaksi sosial siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 14 Pekanbaru. Tarbiyah Suska Conference Series, 3(1), 270–279. https://jom.uin-suska.ac.id/index.php/TSCS/article/view/3697

Hengki, H., & Ratna, R. (2025). Self-efficacy and self-confidence strengthening training for high school students and equivalent in activating transactional and interpersonal communication. NEAR: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 180–189. https://doi.org/10.32877/nr.v4i2.2368

Imaniyati, N., & Fadhilah, D. A. (2023). Pengaruh self-efficacy terhadap komunikasi interpersonal. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 8(2), 217–228. https://ejournal.upi.edu/index.php/jpmanper/article/view/56501

Khaira, A. A., Aisyah, G., Dewi, H. N. K., Aulia, R. A., & Laksana, A. (2024). Pengaruh media digital dalam penggunaan media sosial terhadap pola komunikasi interpersonal pada remaja. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 2(4), 357–366. https://doi.org/10.47861/tuturan.v2i4.1376

Komariah, K., Tayo, Y., & Utamidewi, W. (2022). Pengaruh penggunaan jejaring sosial terhadap perilaku fear of missing out (FoMO) pada remaja. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(9), 3463–3471. https://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/view/8146

Maghfira, E. R., Lathifah, M., Apriliyanti, H., & Alfachroini, H. R. (2025). Peningkatan komunikasi interpersonal melalui bimbingan kelompok teknik role playing pada siswa SMKN 1 Surabaya. Indonesian Journal of Counseling and Development, 7(1), 40–55. https://doi.org/10.32939/ijcd.v7i1.5028

Marpaung, D. R., & Rahmi, K. H. (2024). Pengaruh Fear of Missing Out terhadap perilaku phubbing pada remaja pengguna smartphone di Kota Bekasi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(22), 267–277.

https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/8695

Martanti, S. F., Diel, M. M., & Pratiwi, A. (2025). Hubungan self-efficacy dan self-esteem dengan kemampuan interaksi sosial siswa-siswi SMK Garuda. Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses Kajian Keperawatan), 4(2), 325–331. https://doi.org/10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i2.1260

Meradaputhi, K., Nadhirah, N. A., & Saripah, I. (2022). Analysis of fear of missing out phenomena in adolescent social interaction in the digital era. Journal of Education and Counseling (JECO). https://doi.org/10.32627/jeco.v3i1.654

Nasution, A., & Siregar, A. (2024). Efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa MTsN 1 Medan. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(3), 1653–1664. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i3.6148

Perdana, D. D., Widiayanti, W., & Gushevinalti, G. (2024). Fenomena fear of missing out (FOMO) pada generasi Z pengguna media sosial Instagram. SOURCE: Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 54–64. http://jurnal.utu.ac.id/jsource/article/view/8381

Sari, D. P., Ferdiansyah, M., Surtiyoni, E., & Arizona, A. (2022). Kemampuan komunikasi interpersonal guru bimbingan konseling dalam menumbuhkan self-efficacy siswa di sekolah menengah pertama. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(3), 533–539. https://doi.org/10.51214/bocp.v4i2.277

Song, H. Y., & Kim, J. H. (2022). Smartphone use type, fear of missing out, social support, and smartphone screen time among adolescents in Korea: Interactive effects. Frontiers in Public Health, 10, 822741. https://www.frontiersin.org/journals/public-health/articles/10.3389/fpubh.2022.822741/full

Suherik, O. A., & Hildayani, R. (2024). Memahami keyakinan diri ibu berusia remaja: Studi kualitatif mengenai maternal self-efficacy. Psyche 165 Journal, 17(3), 172–180. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v17i3.375

Suzanna, E., Anastasya, Y. A., & Amalia, I. (2022). Meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa SMKN 5 Lhokseumawe. Gotong Royong: Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan dan Penyuluhan kepada Masyarakat, 1(2), 43–49. https://doi.org/10.51849/jp3km.v1i2.11

Zahra, S. A., Khotimah, S., Pratama, R. A., Yuberti, Y., Hamid, A. R., & Baharudin, B. (2026). Internalisasi nilai-nilai akhlak Islami pada remaja Muslim di era budaya Fear of Missing Out (FOMO). Action Research Journal Indonesia (ARJI), 8(2), 685–695. https://doi.org/10.61227/arji.v8i2.747

Zhang, G., Feng, W., Zhao, L., Zhao, X., & Li, T. (2024). The association between physical activity, self-efficacy, stress self-management and mental health among adolescents. Scientific Reports, 14(1), 5488. https://www.nature.com/articles/s41598-024-56149-4

Downloads

Published

2026-08-14

How to Cite

Ramadlan, R. F., Setiyowati, A. J., & Effendi, H. (2026). KONTRIBUSI FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DAN SELF-EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA KELAS X SMK. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah , 6(4), 2440–2449. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i4.12980

Issue

Section

Articles