REGULASI EMOSI PESERTA DIDIK SMA DAN SMK DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN JENIS SEKOLAH

Authors

  • Muhammad Ridho Nuruddin Universitas Negeri Surabaya
  • Retno Tri Hariastuti Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/secondary.v6i3.11196

Abstract

ABSTRACT

Emotion regulation is an important ability for adolescents in dealing with various pressures and changes during their developmental period, considering that poor emotional management can trigger negative behaviors such as bullying and violence in the school environment. This study aims to determine differences in students’ emotion regulation based on gender and school type. The study employed a quantitative approach with a comparative design. The subjects consisted of 181 senior high school and vocational high school students in Lakarsantri District, including 83 male students and 98 female students, selected using a saturated sampling technique. The research instrument was an emotion regulation scale based on the aspects proposed by Gratz and Roemer, consisting of 38 items with a Cronbach’s Alpha reliability coefficient of 0.865. Data were analyzed using the Two Way ANOVA technique after fulfilling the assumptions of normality and homogeneity. The results showed no significant differences in emotion regulation based on gender (Sig. = 0.470), school type (Sig. = 0.412), or the interaction between both variables (Sig. = 0.920). The R Squared value of 0.006 indicates that emotion regulation is more strongly influenced by factors other than gender and school type. These findings suggest that guidance and counseling services in schools should focus on developing students’ emotion regulation skills comprehensively through preventive services and strengthening socio emotional skills for all students.

ABSTRAK

Regulasi emosi merupakan kemampuan penting bagi remaja dalam menghadapi berbagai tekanan dan perubahan yang terjadi selama masa perkembangan, mengingat lemahnya pengelolaan emosi dapat memicu perilaku negatif seperti bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan regulasi emosi peserta didik ditinjau dari jenis kelamin dan jenis sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Subjek penelitian berjumlah 181 peserta didik SMA dan SMK di Kecamatan Lakarsantri yang terdiri atas 83 siswa laki-laki dan 98 siswa perempuan, dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa skala regulasi emosi berdasarkan aspek Gratz dan Roemer yang terdiri atas 38 item dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,865. Data dianalisis menggunakan teknik Two-Way ANOVA setelah memenuhi uji asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan regulasi emosi berdasarkan jenis kelamin (Sig. = 0,470), jenis sekolah (Sig. = 0,412), maupun interaksi keduanya (Sig. = 0,920). Nilai R Squared sebesar 0,006 menunjukkan bahwa regulasi emosi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar jenis kelamin dan jenis sekolah. Temuan ini mengindikasikan bahwa layanan bimbingan dan konseling di sekolah perlu difokuskan pada pengembangan keterampilan regulasi emosi secara menyeluruh melalui layanan preventif dan penguatan keterampilan sosial emosional bagi seluruh peserta didik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chaplin, T. M. (2015). Gender and Emotion Expression : A Developmental Contextual Perspective. Emotion Review, 7(1). https://doi.org/10.1177/1754073914544408

Choirunissa, R., & Ediati, A. (2020). Hubungan antara komunikasi interpersonal remaja-orangtua dengan regulasi emosi pada siswa SMK. Jurnal empati, 7(3), 1068-1075. https://doi.org/10.14710/empati.2018.21856

Fahham, A. M. (2024). Kekerasan pada anak di satuan pendidikan. Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Setjen DPR RI, 1, 1-2. https://berkas.dpr.go.id/pusaka/files/isu_sepekan/Isu%20Sepekan---I-PUSLIT-Februari-2024-190.pdf

Gross, J. J., & Ford, B. Q. (Eds.). (2024). Handbook of emotion regulation (3rd ed.). The Guilford Press.

Hasmarlin, H., & Hirmaningsih. (2019). Self-Compassion dan Regulasi Emosi pada Remaja. Jurnal Psikologi, 2012, 148–156. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24014/ jp.v14i2.7740

Husnianita, V. M., & Jannah, M. (2021). Perbedaan regulasi emosi di tinjau dari jenis kelamin pada kelas X Sekolah Menengah Atas boarding school. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 8(5), 229-238. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41335

Pamungkas, D. S., Nimas, D., Sumardiko, Y., & Makassar, E. F. (2024). Dampak-Dampak yang terjadi Akibat Disregulasi Emosi pada Remaja Akhir : Kajian Sistematik. Jurnal Psikologi, 1(4), 1–10. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2598

Prasetio, N., Daud, M., & Hamid, A. N. (2021). Hubungan Regulasi Emosi Dengan Bullying Pada Siswa Kelas Xii Sma Negeri 2 Makassar. JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health, 2(1). https://dx.doi.org/10.30984/jiva.v2i1.1527

Prasetya, M. R., & Hidayah, N. (2023). Pelatihan regulasi emosi sebagai strategi meningkatkan kemampuan remaja dalam mengelola emosi negatif. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(12), 10102–10108. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.2432

Putri, A. (2025). Hubungan regulasi emosi dan empati dengan agresivitas pada remaja binaan LPKA (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung). https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37801

Ratnasari, S., & Suleeman, J. (2017). Perbedaan Regulasi Emosi Perempuan dan Laki-laki di Perguruan Tinggi. Jurnal Psikologi Sosial, 15(01), 35–46. https://doi.org/10.7454/jps.2017.4

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Sanchis-Sanchis, A., Grau, M. D., Moliner, A. R., & Morales-Murillo, C. P. (2020). Effects of age and gender in emotion regulation of children and adolescents. Frontiers in psychology, 11, 946. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.00946

Santoso, A. (2021). Mengontrol Emosi Menjadi Seni (F. Rohman (ed.)). CV. Global Aksara Pres.

Sari, W. S., Hidayat, H., Yanre, M. A., Gusman, R., Rahmadhani, S., & Maryulis. (2024). Perkembangan pribadi dan sosial masa remaja. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 48489–48492. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/23342

Sulhan, N. A. A. (2024). Periodisasi perkembangan anak pada masa remaja: Tinjauan psikologi. Behavior: Jurnal Pendidikan Bimbingan Konseling dan Psikologi, 1(1), 9–36. https://jurnal.stainmajene.ac.id/index.php/bkpi/article/view/1332

Suryana, E., Hasdikurniati, A. I., Harmayanti, A. A., & Harto, K. (2022). Perkembangan remaja awal, menengah dan implikasinya terhadap pendidikan. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(3), 1917–1928. https://doi.org/10.58258/jime.v8i3.3494

Swastika, G. M., & Prastuti, E. (2021). Perbedaan Regulasi Emosi Berdasarkan Jenis Kelamin dan Rentang Usia pada Remaja dengan Orangtua Bercerai. Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 26, 19–34. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol26.iss1.art2

Tria Yunita, S., & Naqiyah, N. (2023). Pengembangan Instrumen Skala Regulasi Emosi Pada Peserta Didik SMK. Jurnal BK UNESA, 13(3), 345–349. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/53358

Waras, S., Isnawati, I. A., & Sriyono, G. H. (2023). Hubungan parenting dan komunikasi orang tua dengan regulasi emosi remaja pada siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Gending. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 2(11), 89–97. https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/688

Widyadari, R., & Fitriani, Y. (2023). Regulasi Emosi Ditinjau Berdasarkan Jenis Kelamin pada Siswa SMP. Journal on Education, 06(01), 7225–7233. https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.2810

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Nuruddin, M. R., & Hariastuti, R. T. (2026). REGULASI EMOSI PESERTA DIDIK SMA DAN SMK DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN JENIS SEKOLAH. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah , 6(3), 1443–1452. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i3.11196

Issue

Section

Articles