TRADISI CHENG BENG DAN IMPLIKASINYA DALAM PERSPEKTIF PSIKIATRI BUDAYA
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i1.8212Keywords:
Cheng Beng, Tionghoa, Tradisi, PsikologisAbstract
ABSTRACT
Cheng Beng tradition is an ancestral ritual performed by the Chinese community, aiming to maintain a spiritual connection with ancestors and preserve cultural values and Chinese ethnic identity. The background of this tradition is rooted in the importance of honoring ancestors in Chinese culture, which is carried out through rituals such as prayers, grave cleaning, and offering sacrifices. This study aims to analyze the psychological and social significance of the Cheng Beng tradition and its implications from a cultural psychiatry perspective. The research method employed is a literature review, examining various sources related to the Cheng Beng tradition, symbolism theory, and psychological motivation in cultural practices. The research stages involve collecting data from journals, books, and related articles, which are analyzed to understand the psychological, social, and spiritual aspects embedded in this tradition. The findings suggest that the Cheng Beng tradition strengthens cultural identity, enhances family solidarity, and fulfills spiritual and emotional needs. The Cheng Beng tradition is not merely a cultural ritual but also a practice with profound meaning in the lives of the Chinese community, serving as a form of ancestor veneration as well as a mechanism for maintaining mental health and strengthening family relationships. From the perspective of cultural psychiatry, this tradition functions as a symbolic space that helps individuals and families maintain psychological balance and ensure the continuity of cultural values across generations.
ABSTRAK
Tradisi Cheng Beng adalah ritual penghormatan leluhur yang telah lama dilaksanakan oleh masyarakat Tionghoa, yang bertujuan untuk menjaga hubungan spiritual dengan leluhur serta melestarikan nilai-nilai budaya dan menjadi identitas etnis Tionghoa. Latar belakang dari tradisi ini terkait dengan pentingnya menghormati leluhur dalam budaya Tionghoa, yang dilakukan melalui ritual sembahyang, pembersihan makam, dan pemberian persembahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna psikologis dan sosial dari tradisi Cheng Beng, serta implikasinya dalam perspektif psikiatri budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review yang mengkaji berbagai sumber mengenai tradisi Cheng Beng, teori simbolisme, dan motivasi psikologis dalam praktik budaya. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data dari jurnal, buku, dan artikel terkait, yang dianalisis untuk memahami aspek psikologis, sosial, dan spiritual yang terkandung dalam tradisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Cheng Beng berfungsi untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan solidaritas keluarga, dan memenuhi kebutuhan spiritual serta emosional. Tradisi Cheng Beng tidak hanya sekadar ritual budaya, tetapi juga merupakan praktik yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat Tionghoa sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus mekanisme pemeliharaan kesehatan mental dan penguatan relasi keluarga. Dalam perspektif psikiatri budaya, tradisi ini berperan sebagai ruang simbolik yang membantu individu dan keluarga menjaga keseimbangan psikologis serta kesinambungan nilai-nilai budaya lintas generasi.
References
Annisa, S. K. N., Purnama, D. H., Reftantia, G., & Oktanedi, A. (2025). Makna simbolik pada tradisi Cheng Beng di Kompleks Perkuburan Sentosa Kota Pangkalpinang. Jurnal Empirika, 10(1), 52–78. https://doi.org/10.47753/je.v10i1.185
Asatsa, S., Lew-Levy, S., & Ngaari Mbugua, S. (2025). Regulating community well-being through traditional mourning rituals. Evolution, Medicine, and Public Health, 13(1), 140–150. https://doi.org/10.1093/emph/eoaf013
Ayyubi, I., Jannah, M., Ulinuha, A., Alfinuha, S., Nurina, P., Tyas, D., Maulidia, A., Apriyanti, N., Minarsih, Y., Martini, S., Ledang, I., Sadijah, N., & Saepulloh. (2024). Psikologi pendidikan. CV. Future Science.
Chen, Y., & Huang, J. (2023). Symbolism and sacred meaning in Chinese ancestral rituals. Journal of Ritual Studies, 37(2), 45–60.
https://www.jstor.org/stable/48765432
Christian, S. A. (2017). Identitas budaya orang tionghoa Indonesia. Jurnal Cakrawala Mandarin, 1(1), 11-22. http://dx.doi.org/10.36279/apsmi.v1i1.11
Harianto, J., Rahyono, F. X., & Suratminto, L. (2025). Pemertahanan wujud kebudayaan tradisi ritual Ceng Beng pada masyarakat Cina Benteng di Karawaci dan Pasar Lama. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 7(2), 193–202. https://doi.org/10.23887/jabi.v7i2.92492
Ivory, I., & Tondok, M. S. (2024). The Cheng Beng Tradition in Indonesian Chinese Ethnic Communities: The Psychological Construct of Spirituality, Emotional Well-Being, and Social Identity. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 8(2), 12643-12652. https://doi.org/10.36526/santhet.v8i2.4068
Koentjaraningrat, K. (2019). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Kristin, V. F. (2017). Makna Simbolik Pada Tradisi Cheng Beng Etnis Tionghoa. Koneksi, 1(1), 186-190. https://journal.untar.ac.id/index.php/koneksi/article/view/1382
Kristiono, M. J. (2018). Dari Tionghoa ke Tjina: Telaah sejarah terhadap demonisasi etnis Tionghoa di Indonesia [From Tionghoa to China: A historical review of the demonization of Chinese ethnicity in Indonesia]. Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal), 10(19), 34-48. https://doi.org/10.19166/verity.v10i19.1309
Li, D., Sallam, M. H., & He, Z. (2024). Forming national identity with televised cultural rituals: Qingming as cultural symbolism. Frontiers in Psychology, 15, 1471431.
https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1471431
Lixeri, V., & Simangunsong, B. A. (2022). Pewarisan Makna Nonverbal Upacara Cheng Beng Pada Masyarakat Tionghoa Pontianak Di Jabodetabek. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 65-75. https://doi.org/10.32509/wacana.v21i1.1872
Muazaroh, S., & Subaidi, S. (2019). Kebutuhan Manusia dalam Pemikiran Abraham Maslow (Tinjauan Maqasid Syariah). Almazahib: Jurnal Filsafat dan Ilmu Sosial, 2(1), 45–61. https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/almazahib/article/view/1877
Prastika, V. A., Mundayat, A. A., & Karono, D. T. K. (2025). Adaptation of Cheng Beng tradition in Chinese Confucian society at the Surakarta Confucian Religious Assembly (MAKIN). Ilomata International Journal of Social Science, 6(3), 1178–1188. https://doi.org/10.61194/ijss.v6i3.1795
Simanjuntak, B. A. (2016). Tradisi, Agama, dan Akseptasi Modernisasi Pada Masyarakat Pedesaan Jawa (Edisi Revisi). Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Suharyanto, A., Matondang, A., & Walhidayat, T. (2018). Makna upacara Cheng Beng pada masyarakat etnis Tionghoa di Medan. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pakar 2018. Lembaga Penelitian Universitas Trisakti.
https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/778964
Tanaka, S. (2025). Practice and understanding of Cheng Beng tradition practices according to five Chinese students in Yogyakarta. Jurnal Atma Sosiologika, 1(2), 199–229. https://ojs.uajy.ac.id/index.php/jas/article/view/9259
Tanggok, M. I. (2017). Agama dan Kebudayaan Orang Hakka di Singkawang: Memuja Leluhur dan Menanti Datangnya Rezeki. Jakarta: Kompas Gramedia.
Veronica, T., Rudiansyah, R., & Julina, J. (2023). Analisis komperatif pelaksanaan Cheng Beng di Medan, Sumatera Utara dan Bengkalis, Riau. Wen Chuang: Journal of Foreign Language Studies, Linguistics, Education, Literatures, Cultures, and Sinology, 2(2). https://doi.org/10.26858/wenchuang.v2i2.38888
Yeremia, B. (2017). Tradisi Cheng Beng pada etnis Tionghoa di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Medan). https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/24300
Zhibin, B., Li, Q., Yulin, C., & Wu, C. (2025). Dual effects of family ritual communication on Chinese adolescents’ well-being: Supportive and constraining mechanisms. Frontiers in Psychology, 16. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1523315
Zhou, S., Liu, G., Huang, Y., Huang, T., Lin, S., Lan, J., ... & Lin, R. (2023). The contribution of cultural identity to subjective well-being in collectivist countries: a study in the context of contemporary Chinese culture. Frontiers in Psychology, 14, 1170669. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1170669
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mikael Aditya, Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Ni Ketut Putri Ariani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













