PROVOKASI SEBAGAI ANCAMAN BAGI PERSATUAN BANGSA DAN STRATEGI UNTUK MENGATASINYA

Authors

  • Selvi Sanjaya Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara
  • Raja Oloan Tumanggor Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara
  • Maulidina Nabila Putri Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara
  • Christian Wijaya Limas Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara
  • Innara Kelisha Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara
  • Ersa Zahwa Kirana Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i4.8110

Keywords:

codependency, loneliness, Generation Z

Abstract

Indonesia is a country rich in diversity, encompassing various ethnic groups, cultures, religions, and languages. This diversity is one of the nation’s main strengths, providing unique color and identity. However, on the other hand, such diversity also presents significant challenges in maintaining national unity and cohesion. One of the greatest threats currently faced is the widespread digital provocation circulating on social media, especially in the form of hate speech and the spread of hoaxes. This digital provocation is highly dangerous as it can undermine the spirit of Bhinneka Tunggal Ika and the noble values of Pancasila, which serve as the foundation of the state and a guide for national life. This journal article thoroughly discusses the negative impact of digital provocation on national unity, the role of legal regulations in addressing harmful content, and various efforts by the government and security forces to maintain social harmony and national stability. Furthermore, the article emphasizes the importance of internalizing and practicing the values of Pancasila as moral and ethical guidelines in facing the challenges of the digital era. A synergy between digital literacy, law enforcement, and strengthening national character is key to countering and reducing the destructive influence of provocation in the rapidly expanding digital public sphere.

ABSTRAK

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa. Keanekaragaman ini merupakan salah satu kekuatan utama bangsa yang memberikan warna dan identitas tersendiri. Namun, disisi lain, keberagaman tersebut juga menghadirkan tantangan besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan nasional. Salah satu ancaman terbesar yang saat ini sedang dihadapi adalah maraknya provokasi digital yang tersebar melalui media sosial, terutama dalam bentuk ujaran kebencian dan penyebaran hoaks. Provokasi digital ini sangat berbahaya karena dapat menggoyahkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar negara serta panduan kehidupan berbangsa dan bernegara. Artikel jurnal ini membahas secara mendalam dampak negatif provokasi digital terhadap persatuan bangsa, peran regulasi hukum yang ada dalam menanggulangi konten-konten negatif tersebut, serta berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga harmoni sosial dan stabilitas nasional. Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya internalisasi dan pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman moral dan etika dalam menghadapi tantangan di era digital. Sinergi antara literasi digital, penegakan hukum, dan penguatan karakter kebangsaan menjadi kunci utama untuk membendung dan mengurangi pengaruh destruktif dari provokasi di ruang publik digital yang semakin berkembang pesat.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriyani, N., Yuspiani, Y., & Wahyuddin, W. (2025). Hakikat manusia sebagai makhluk pedagogik: Tinjauan filosofis dan implikasinya dalam pendidikan. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 347. https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4520

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2025). Provokasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/provokasi

Baehaqi, S., Rakhmawati, R., Ramidi, R., & Purwoko, P. (2025). Problematika pembelajaran PAI berbasis multikultural. Manajerial: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(1), 1. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i1.4754

BBC News Indonesia. (2025). Siapa aktivis hingga TikToker yang jadi tersangka penghasutan demo Agustus?. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c3e791jdpx8o.amp

GoodStats. (2025). Indonesia digital report 2025: Social media use - GoodStats. GoodStats. https://goodstats.id/publication/indonesia-digital-report-2025-social-media-use-9yFMD

Grant, M. J., & Booth, A. (2009). A typology of reviews: an analysis of 14 review types and associated methodologies. Health Information & Libraries Journal, 26(2), 91?108.

Hartoyo, A., Prasodjo, B., Izudin, M. I., Safiranty, N., & Muskania, R. T. (2025). Intervensi nilai berkeadilan sosial pada pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 5(1), 30. https://doi.org/10.51878/science.v5i1.4343

Himawan, E. M. (2025). Serba salah menjadi Tionghoa: Isu diskriminasi di tengah demonstrasi. The Conversation. https://theconversation.com/serba-salah-menjadi-tionghoa-isu-diskriminasi-di-tengah-demonstrasi-264361

Irawan, A. P., Irawatie, A., & Mulyana, P. D. (2024). Ujaran kebencian dalam penyimpangan sila ke-2 Pancasila. IKRAITH-Humaniora, 8(1), 1–10. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v8i1

Jiwandono, I. S. (2020). Dinamika sosial sikap narcisstic aksi demonstrasi mahasiswa dalam prospek demokrasi Indonesia. Equilibrium Jurnal Pendidikan, 8(1), 34. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v8i1.3012

Komdigi. (2025). Komdigi identifikasi 1.923 konten hoaks sepanjang tahun 2024. Komdigi. https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/komdigi-identifikasi-1923-konten-hoaks-sepanjang-tahun-2024

Lumenta, S. J. S. (2024). Peran hukum dalam mengatasi media massa yang menyebarluaskan berita provokatif yang menimbulkan kegaduhan masyarakat ditinjau dari pasal 28 Ayat 3 Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik. LEX PRIVATUM, 14(2). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexprivatum/article/view/54316

Najib, M., Maftuh, B., & Malihah, E. (2023). Peranan penggunaan media sosial untuk meminimalisasi konflik isu sara di Indonesia. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 5(2), 127-136. https://doi.org/10.24198/jkrk.v5i2.45520

Nurhaliza, S. D. (2024). Dampak negatif hoax di media sosial ditinjau dari sila ketiga Pancasila. Abdi Implementasi Pancasila: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 70–75. https://jurnal.workcenter.id/index.php/aip/article/view/290

Perdana, A. P. (2023). Dampak politik identitas pada pemilihan umum 2024 mendatang. Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 11(2), 225. https://doi.org/10.35450/jip.v11i02.400

Rahmadifa, A. F., Yuliana, D., Sarah, A., Ananda, A. D., Sahrani, S., & Wulandari. (2025). Pancasila sebagai kunci menjaga keberagaman dalam persatuan Indonesia. Antropocene: Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora, 5(1), 7–11. https://jurnal-stiepari.ac.id/index.php/antropocene/article/view/970

Sianturi, Y. R., & Dewi, D. A. (2021). Penerapan nilai nilai pancasila dalam kehidupan sehari hari dan sebagai pendidikan karakter. Jurnal Kewarganegaraan, 5(1), 222-231. https://doi.org/10.31316/jk.v5i1.1452

Sihati, A., Rohmah, A. N., Masturoh, S., & Rauv, M. (2022). Kebhinekaan dan keberagaman (integrasi agama di tengah pluralitas). Jurnal Inovasi Penelitian, 2(9), 2945–2956. https://doi.org/10.47492/jip.v2i9.1169

Soecipto. (2019). Penanganan konten provokatif di media sosial dalam pendekatan hukum siber. Teknologi Nusantara, 1(1), 17–27. https://doi.org/10.30641/dejure.2019.V19.169-188

Sulistyo, M. R. D., & Najicha, F. U. (2022). Pengaruh berita hoax terhadap kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.31316/jk.v6i1.2201

Thahir, M. (2023). Tantangan dan strategi dalam mengatasi perbedaan budaya dan agama di Indonesia. Dakwatun: Jurnal Manajemen Dakwah, 2(1). https://doi.org/10.58194/jdmd.v2i1.757

Washilah, W., ?amzah, A., & Aminah, S. (2025). Persepsi siswa MTs Nurul Huda Desa Masaran tahun ajaran 2024/2025 tentang implementasi nilai kebhinekaan tunggal ika dalam kehidupan sehari-hari. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1229. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.7035

Yulianie, P., Anjani, M., Dotrimensi, D., & Triyani, T. (2025). Membangun identitas nasional melalui pendidikan kewarganegaraan di SMP Kristen Rehobot Palangka Raya. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 105. https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4626

Zuyina, R., Saputra, W. N. E., & Santosa, H. (2025). Keterampilan asertif: Upaya mereduksi perilaku agresif siswa. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 850. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.4349

Downloads

Published

2025-12-16

How to Cite

Sanjaya, S., Tumanggor, R. O. ., Putri, M. N. ., Limas, C. W. ., Kelisha, I. ., & Kirana, E. Z. . (2025). PROVOKASI SEBAGAI ANCAMAN BAGI PERSATUAN BANGSA DAN STRATEGI UNTUK MENGATASINYA. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 5(4), 1755-1763. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i4.8110

Issue

Section

Articles