HUBUNGAN SELF ESTEEM DENGAN BYSTANDER BULLYING DI PONDOK PESANTREN

Authors

  • Arfin Nurma Halida Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Surabaya
  • Siti Jaro’ah Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya
  • Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya
  • Adiwignya Nugraha Widhi Harita Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya
  • Davina Firzia Aurellyn Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya
  • Kevinda Satriatama Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.12976

Keywords:

Bullying, Bystander, Self Esteem, Pondok

Abstract

Bullying is a serious problem that remains prevalent in educational settings, including Islamic boarding schools. The complex dynamics of life in these schools can give rise to bullying in various forms, where the role of bystanders is often overlooked. This study aims to examine the relationship between bystander bullying and self-esteem among students in Islamic boarding schools. The study employs a quantitative approach using a cross-sectional survey. The sample consisted of 448 middle school students (SMP/MTs/equivalent) from Islamic boarding schools in the Banyuwangi region, selected through purposive sampling. The instruments used were the Self-Liking Competence Scale-Revised (SLC-R) and the Student Bystander Behavior Scale (SBSS). Data analysis was conducted using descriptive statistics, normality tests, linearity tests, and Spearman’s rank correlation. The results indicate a significant and strong relationship between bystander bullying and self-esteem (r = 0.759; p = 0.000). Students who act as passive observers or supporters of bullying tend to have lower self-esteem, while those who actively defend victims demonstrate higher self-esteem. These findings emphasize the importance of strengthening the role of bystanders (bystander bullying) through interventions based on pesantren values to prevent bullying and improve psychological well-being.

ABSTRAK

Bullying merupakan permasalahan serius yang masih banyak ditemukan di lingkungan pendidikan, termasuk di pondok pesantren. Kompleksitas dinamika kehidupan di pesantren dapat memunculkan perilaku bullying dalam berbagai bentuk, di mana peran bystander (pengamat) sering kali luput dari perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bystander bullying dengan self esteem santri di pondok pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Partisipan penelitian berjumlah 448 santri tingkat menengah Pertama (SMP/MTs/sederajat) di pondok pesantren wilayah Banyuwangi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Self-Liking Competence Scale Recides (SLC-R) dan Student Bystander Behavior Scale (SBSS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara bystander bullying dan self esteem (r = 0,759; p = 0,000). Santri yang berperan sebagai pengamat pasif atau pendukung bullying cenderung memiliki tingkat harga diri yang lebih rendah, sementara santri yang berperan aktif membela korban menunjukkan harga diri yang lebih tinggi. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan peran pengamat (bystander bullying) melalui intervensi berbasis nilai-nilai pesantren guna mencegah bullying dan meningkatkan kesejahteraan psikologis santri.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adani, E. F., Nuryananda, T. F., Mukminin, M. N., Halida, A. N., Nurwidawati, D., Kusnanda, R. R. B., & Ulimazeta, A. (2026). Psikoedukasi peningkatan peran bystander untuk mengurangi bullying di pondok pesantren. COMMUNITY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 497–507. https://doi.org/10.51878/community.v6i1.8166

Andreansyach, D. A., Rokhman, A., & Aris, A. (2024). Pengaruh terapi kognitif terhadap harga diri remaja korban bullying. JOURNAL OF Mental Health Concerns, 3(2), 45–52. https://doi.org/10.56922/mhc.v3i2.893

Arif, M., Aziz, M. K. N. A., & Abdurakhmonovich, Y. A. (2024). Trend strategy to prevent bullying in Islamic boarding schools (pesantren). Jurnal Ilmiah Peuradeun, 12(2), 639–670. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v12i2.1087

Arifin, M. Z., Hikam, A. B., & Cahyani, R. G. (2025). Qur’anic resilience and self-esteem of bullying victims at SMPN 23 Tangerang. Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah, 22(2), 354–373. https://doi.org/10.22373/jim.v22i2.31982

Bhoki, M. D., Oka, G. P. A., Juita, A. K., & Meka, M. (2026). Persepsi orang tua pada perkembangan sosial emosional terhadap anak usia dini melalui program parenting. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(3), 2069–2084. https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.10606

Darmawan, A. I., & Huriah, T. (2020). Is the spiritual intelligence of parents related to youth’s emotional status and sexual behavior? Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(4), 443–450. https://doi.org/10.26714/jkj.8.4.2020.443-450

Fahruddin, M. (2025). Manajemen pendidikan karakter religius. Peradaban: Journal of Interdisciplinary Educational Research, 3(1), 32–45. https://doi.org/10.59001/pjier.v3i1.299

Firdaus, D., Aminuddin, A. T., Alamsyah, F. F., Sariswara, V., Jayawinangun, R., & Soleha, N. I. (2025). A legal and psychosocial communication analysis to end silence around sexual harassment inside Islamic boarding schools. Udayana Journal of Law and Culture, 9(2), 156–168. https://doi.org/10.24843/ujlc.2025.v09.i02.p02

Hermawan, R., Istikhori, I., Cacang, C., Komarudin, E., & Alfauzi, H. K. (2025). Dinamika bullying di lingkungan pesantren perspektif psikososial dan pendidikan Islam yang holistik. Reflection: Islamic Education Journal, 2(3), 272–286. https://doi.org/10.61132/reflection.v2i3.1193

Mujahid, I. (2021). Islamic orthodoxy-based character education: Creating moderate Muslim in a modern pesantren in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 11(2), 185–212. https://doi.org/10.18326/ijims.v11i2.185-212

Muntolib, M., Sidik, S., Zuhdi, M., & Arief, A. (2024). Model pesantren tanpa perundungan dalam pembentukan santri milenial. Edu Society: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 1863–1874. https://doi.org/10.56832/edu.v4i3.579

Nazilah, E. A., & Maftuh, M. (2026). Kepemimpinan spiritual kepala sekolah dalam penguatan moderasi beragama di sekolah berbasis pesantren. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(3), 2178–2188. https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.11674

Nuriyah, F., Masnawati, E., & Abror, S. (2026). Pengaruh perhatian orang tua, lingkungan sekolah, dan media sosial terhadap pembentukan karakter islami siswa. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(2), 1297–1312. https://doi.org/10.51878/learning.v6i2.9950

Oktaviani, P., Syahid, A., & Moormann, P. (2020). Santri's emotional intelligence and Big Five personalities on bullying behaviors in pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 179–192. https://doi.org/10.15575/jpi.v6i2.9916

Pratiwi, M. M. S., Subandi, S., & Adiyanti, M. G. (2020). Faktor eksternal dari orangtua atau faktor internal diri sendiri yang memprediksi emosi moral remaja? Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 12(1), 1–17. https://doi.org/10.15294/intuisi.v12i1.24080

Rahman, E. Y., & Maulana, A. D. (2024). Addressing sexual violence in Islamic boarding schools: A study on santri perceptions and institutional responses. Journal of Social Knowledge Education (JSKE), 5(3), 113–124. https://doi.org/10.37251/jske.v5i3.1086

Rahmatullah, A. S., Suud, F. M., & Azis, N. (2022). Penyehatan perilaku bullying pada kaum santri di “pesantren minoritas” Tanah Toraja Sulawesi Selatan. Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan, 20(2), 240–258. https://doi.org/10.21154/cendekia.v20i2.4872

Raudhah, G., Candra, M. I., Aprilia, Q. A., & Saputra, D. N. (2025). Mekanisme perlindungan korban kekerasan seksual pondok pesantren Yayasan Manarul Huda Bandung. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 5(1), 444–457. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v5i1.6050

Salau, T. L., Keo, G. D., Labre, B., & Fanggitasik, D. D. (2023). Pelatihan asertif bagi remaja: Upaya preventif tindakan kekerasan di sekolah. Warta LPM, 26(4), 453–461. https://doi.org/10.23917/warta.v26i4.2455

Supriyadi, D. S. D. (2024). Strategi pengembangan alat evaluasi kinerja wali asrama dalam meningkatkan kualitas pendidikan santri di Lembaga Pendidikan Islam Pesantren Terpadu Alkahfi Bogor. Jurnal Manajemen Dayasaing, 25(2), 79–101. https://doi.org/10.23917/dayasaing.v25i2.22105

Syarifah, L., Latifah, N., & Puspitasari, D. (2021). Keteladanan pengasuh dan peran orang tua dalam pembentukan karakter santri Tarbiyatul Athfal Tegalrejo Magelang. DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik, 5(1), 97–106. https://doi.org/10.20961/jdc.v5i1.51324

Wahyuningsih, Z., Mujidin, M., & Yuzarion. (2021). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan diri pada santri pondok pesantren. Psyche 165 Journal, 14(2), 186–191. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v14i2.61

Winarno, E. P., Islah, I., Giyoto, G., Suharto, T., & Muharom, F. (2025). Investigasi investigasi Islam terhadap kuasa otoritas kekerasan seksual di pesantren. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 19(2), 958–968. https://doi.org/10.35931/aq.v19i2.4795

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Halida, A. N., Jaro’ah, S., Puspitadewi, N. W. S., Harita, A. N. W., Aurellyn, D. F., & Satriatama, K. (2026). HUBUNGAN SELF ESTEEM DENGAN BYSTANDER BULLYING DI PONDOK PESANTREN. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 6(3), 2876–2883. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.12976

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)