DIALEKTIKA OTONOMI PENDIDIKAN DAN TATA KELOLA DAERAH: ANALISIS YURIDIS-SOSIOLOGIS KONFLIK KEWENANGAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN MENENGAH DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i2.9632Keywords:
Otonomi Pendidikan, Tata Kelola Daerah, Konflik Kewenangan, Pendidikan Menengah, Analisis Yuridis-SosiologisAbstract
This study aims to analyze the conflict of authority in the management of secondary education in Indonesia following the enactment of Law Number 23 of 2014 on Regional Government. This research employs a socio-legal approach with a qualitative method based on normative-empirical analysis through literature review and policy document analysis. The focus of the study lies in the dynamics of the transfer of authority from district/city governments to provincial governments and its implications for educational governance and service quality. The findings indicate that juridically, this policy is intended to enhance efficiency and standardization of education quality; however, in practice, it generates various sociological issues such as administrative distance, regional ego, and the unpreparedness of local bureaucracies. From a pedagogical perspective, the centralization of authority risks limiting local innovation if not accompanied by strong school-level autonomy. Furthermore, strategic issues such as the abolition of honorary teachers and the discourse on re-centralizing teacher management further complicate governance dynamics. Therefore, this study recommends regulatory harmonization and strengthened intergovernmental collaboration to establish an effective, adaptive, and equitable education system.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik kewenangan dalam pengelolaan pendidikan menengah di Indonesia pasca pemberlakuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Kajian ini menggunakan pendekatan yuridis-sosiologis dengan metode kualitatif berbasis normatif-empiris melalui studi literatur dan analisis dokumen kebijakan. Fokus penelitian terletak pada dinamika peralihan kewenangan dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi serta implikasinya terhadap tata kelola pendidikan dan kualitas layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara yuridis kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan standardisasi mutu pendidikan, namun dalam praktiknya menimbulkan berbagai persoalan sosiologis seperti kejauhan pelayanan, ego kedaerahan, serta ketidaksiapan birokrasi daerah. Selain itu, secara pedagogis, sentralisasi kewenangan berpotensi menghambat inovasi berbasis kearifan lokal apabila tidak diimbangi dengan penguatan otonomi satuan pendidikan. Isu strategis terkait penghapusan guru honorer dan wacana sentralisasi pengelolaan tenaga pendidik semakin memperumit dinamika tata kelola pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya harmonisasi regulasi serta penguatan kolaborasi antar level pemerintahan guna menciptakan sistem pendidikan yang efektif, adaptif, dan berkeadilan.
Downloads
References
Adiyanti, A., & Afandi, M. N. (2023). Model perencanaan strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar di pemerintahan daerah. Konferensi Nasional Ilmu Administrasi, 7(1), 16-22.
https://knia.stialanbandung.ac.id/index.php/knia/article/view/968
Akbar, A. (2025). Menakar Ide Sentralisasi Tata Kelola Guru di Revisi UU Sisdiknas. Tirto.id.
Amin, M. (2017). Rivalitas di Balik Pengalihan Kewenangan Pendidikan Menengah. Universitas Airlangga.
Amtu, O. (2011). Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah: Konsep, Strategi dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.
Arlen, Syafitri, A., & Ridwal Trisoni. (2024). Dampak Desentralisasi Pendidikan terhadap Mutu Pendidikan. Jurnal Dirosah Islamiyah, 6(2), 308–317.
https://doi.org/10.47467/jdi.v6i2.1356
Dewantara, K. H. (2014). Bagian Pertama: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
Dewi, R. K., Sari, A. F., & Rahayu, S. S. (2025). Desentralisasi pengelolaan pendidikan menengah di Indonesia: Dampak, tantangan, dan implikasi kebijakan. Jurnal Ilmiah Edukatif, 11(1), 296-310. https://doi.org/10.37567/jie.v11i1.3793
DPR RI. (2025). Kebijakan Penghapusan Status Guru Honorer 2025 Jangan Ciptakan Ketidakpastian Baru. Jakarta: Biro Humas DPR.
Erdayani, R., Afandi, M., & Afandi, S. A. (2023). Analisis Kebijakan Desentralisasi Pendidikan Indonesia. Jurnal Birokrasi & Pemerintahan Daerah, 5(3), 55-68. https://doi.org/10.15575/jbpd.v5i3.29265
Faisal, A. F. (2022). Analisis Pengalihan Kewenangan Pengelolaan Pendidikan Menengah dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi di Kabupaten Maros. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 2(3), 96-102.
https://doi.org/10.51577/ijipublication.v2i3.329
Friedman, L. M. (1975). The Legal System: A Social Science Perspective. New York: Russell Sage Foundation.
Ghozali, I. (2010). Manajemen Mutu Sekolah di Era Otonomi Pendidikan. Yogyakarta: IRCiSoD.
Harahap, E. K. (2016). Manajemen otonomi pendidikan di Indonesia. Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 1(02), 137-151.
https://e-journal.metrouniv.ac.id/riayah/article/view/manajemen-otonomi-pendidikan-di-indonesia
Hasbullah. (2006). Otonomi Pendidikan: Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya. Jakarta: Grafindo Persada.
Hestiana, S. D., Diva, F. W., Haryanti, M., Yantoro, Y., & Setiyadi, B. (2023). Efektivitas Desentralisasi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SDN 34/I Teratai. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(8), 5624-5629.
https://doi.org/10.54371/jiip.v6i8.2554
Ishak, D. (2022). Tinjauan Kebijakan Desentralisasi Pendidikan Di Indonesia. PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik, 5(1), 30-36. https://doi.org/10.54783/japp.v5i1.497
Iskandar, S., Nurhidayati, S., Anwar, S., & Salahuddin, M. (2020). Pelaksanaan Pengalihan Kewenangan Pengelolaan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan dari Pemerintah Kabupaten ke Pemerintah Provinsi (Studi Kasus di SMKN 2 Sumbawa Besar). Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities, 1(4), 242-245. https://journal.publication-center.com/index.php/ijssh/article/view/195
Kuswandi, A. (2021). Manajemen Pemerintahan Daerah. Bekasi: Unisma Bekasi Press.
Maisaroh, S., & A'yun, D. Q. (2024). Pendidikan dalam Perspektif Ki Hajar Dewantara: Antara Kebebasan, Kemandirian, Kebudayaan. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(12). https://doi.org/10.62281/v2i12.1178
Mardiasmo. (2021). Otonomi & Manajemen Keuangan Daerah: Edisi Terbaru. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Mulyasa, E. (2014). Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasihah, D., Fauzi, A., & Muin, A. (2023). Pelaksanaan Kebijakan Otonomi Daerah Dalam Bidang Pendidikan. Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan, 12(1), 19-27. https://doi.org/10.33506/jq.v12i1.2238
Ngongira, S. O., & Iriani, A. (2020). Evaluasi implementasi kebijakan pendelegasian wewenang dinas pendidikan provinsi ke cabang dinas pendidikan kabupaten dalam mengelola pendidikan menengah. JMSP (Jurnal Manajemen Dan Supervisi Pendidikan), 4(3), 173-181.
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jmsp/article/view/2085
Partini, R. I., Nurti, S., & Fadriati, F. (2023). Analisis dan Dampak Kebijakan Pendidikan Nasional Tentang Desentralisasi Pendidikan. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP), 6(4), 3332-3339. https://doi.org/10.31004/jrpp.v6i4.22645
Ridwan, I., & Sumirat, I. R. (2021). Kebijakan desentralisasi pendidikan di era otonomi daerah. Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel), 7(1). https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JAWARA/article/view/11611
Rizka, A. F., Ramadhan, L. S., Zulaikha, S., & Takdir, M. (2025). Manajemen Pendidikan Nasional dalam Era Desentralisasi: Analisis Systematic Literature Review terhadap Pelaksanaan Otonomi Daerah di Sektor Pendidikan: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 5452-5466.
https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1436
Salma, C. D., & Rizky, M. C. (2024). Strategi manajemen unggul dalam mengelola human capital management untuk meningkatkan kinerja pendidikan. Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajemen), 12(3), 55-69. https://doi.org/10.35126/ilman.v12i3.776
Silmi, F. I., & Kusumadewi, R. F. (2025). Implementasi Nilai-Nilai Tri Pusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dan Dampaknya Terhadap Karakter Siswa Kelas V Di SDN Sayung 01. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 5(3), 3225-3232. https://doi.org/10.37081/jipdas.v5i3.2992
Sofiani, N., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Wahyuni, Y. S. (2024). Kebijakan Desentralisasi Pendidikan Serta Implmentasi Dalam Pendidikan Di Indonesia. Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 18(1). https://doi.org/10.31869/mi.v18i1.5273
Sumarsyah, W., Jendrius, J., & Putera, R. E. (2021). Implementasi kebijakan pengalihan kewenangan pendidikan menengah dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi (Studi di Provinsi Sumatera Barat). Jurnal Niara, 13(2), 37-45. https://doi.org/10.31849/niara.v13i2.4745
Sumpena, S., Nurhamidah, S., & Hilman, C. (2022). Kebijakan Desentralisasi Pendidikan dan Implementasinya dalam Pendidikan di Indonesia. Jurnal Inovasi, Evaluasi Dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 2(2), 41–51.
https://doi.org/10.54371/jiepp.v2i2.222
Sumuweng, I. O. (2021). Dampak Beralihnya Kewenangan Penyelenggara Urusan Pendidikan Sekolah Menengah Atas Dari Pemerintah Kabupaten Ke Pemerintah Provinsi. Politico: Jurnal Ilmu Politik, 1-14.
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/politico/article/view/31497
Tilaar, H. A. R. (2002). Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa Depan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Zakarya, M. A., & Suwadi, S. (2025). Optimalisasi Pendidikan Digital Nasional: Telaah Dan Rekomendasi Kebijakan Bagi Kemendikbud Dalam Bingkai Uu Sisdiknas Pasal 12 & 41. PEMA, 5(2), 476–492. https://doi.org/10.56832/pema.v5i2.1110
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













