https://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/issue/feedMANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan2026-02-22T03:33:27+00:00Randi Pratama Murtikusuma, M.Pdrandi.popo@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12497">Terakreditasi Sinta 5 </a></strong>yang diterbitkan 4 kali setahun (Maret, Juni, September, dan Desember) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia.. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan manajemen dan supervisi pendidikan.<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2797-5606 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2797-5592</strong></p>https://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8689ANALISIS ADOPSI DAN DIFUSI INOVASI ASESMEN: STUDI KASUS IMPLEMENTASI TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) DI SMAN 2 TAMBUN UTARA2026-01-05T03:59:32+00:00Bahrul Alambahrullalam@gmail.comSarwiyanti Sarwiyantisarwie15@gmail.comAhmad Kosimahmadkosim.iibs@gmail.comEny Ermawatiearthgirl@rocketmail.com<p>This study aims to analyze the adoption and diffusion dynamics of the Academic Ability Test (TKA) policy mandated by Permendikdasmen Number 9 of 2025 at SMAN 2 Tambun Utara. This research is urgent considering the transition from conventional evaluation to digital-based assessment with high-stakes testing often faces technical and psychological barriers. Using a descriptive quantitative approach within Everett M. Rogers' Diffusion of Innovation framework, the study highlights three main attributes: Relative Advantage, Compatibility, and Complexity. Data were collected through surveys of the 12th-grade student population (N=276) and teachers/technical teams (N=11). Findings reveal an adoption paradox: (1) High value acceptance (Relative Advantage), where 81.8% of students view TKA as a strategic opportunity for university admission; (2) Critical infrastructure gap (Compatibility), with 63.6% of teachers stating school hardware unreadiness and 39.4% of students having unsupported personal devices; (3) Procedural complexity, where 54.5% of teachers feel significantly increased administrative burden. The study concludes that SMAN 2 Tambun Utara possesses human resource readiness (brainware) but suffers from an infrastructure deficit (hardware), potentially triggering academic anxiety.</p> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika adopsi dan difusi inovasi kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diamanatkan oleh Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 di SMAN 2 Tambun Utara. Penelitian ini urgen dilakukan mengingat transisi dari evaluasi konvensional menuju asesmen berbasis digital dengan konsekuensi tinggi (high-stakes testing) seringkali menghadapi hambatan teknis dan psikologis. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kerangka teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers, penelitian menyoroti tiga atribut utama: Relative Advantage, Compatibility, dan Complexity. Data dikumpulkan melalui survei terhadap populasi siswa kelas XII (N=276) dan guru/tim teknis (N=11). Temuan menunjukkan paradoks adopsi: (1) Tingkat penerimaan nilai (Relative Advantage) sangat tinggi, di mana 81,8% siswa memandang TKA sebagai peluang strategis masuk PTN; (2) Kesenjangan infrastruktur (Compatibility) yang kritis, dengan 63,6% guru menyatakan ketidaksiapan perangkat keras sekolah dan 39,4% siswa memiliki perangkat pribadi yang tidak mendukung; (3) Kompleksitas prosedur (Complexity) yang membebani, di mana 54,5% guru merasa beban administrasi meningkat signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa SMAN 2 Tambun Utara memiliki kesiapan SDM (brainware) namun mengalami defisit kesiapan infrastruktur (hardware), yang berpotensi memicu kecemasan akademik.</p>2026-01-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8750SUPERVISI BERBASIS KOLABORATIF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN2026-01-04T12:54:50+00:00Hariadi Hariadiadihariadi827@gmail.comAli Akbaradihariadi827@gmail.comSupriandi Supriandiadihariadi827@gmail.comHerman Hermanadihariadi827@gmail.comRawati Rawatiadihariadi827@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study discusses collaborative supervision as a means of improving educational quality at SMP Negeri 27 Makassar. The author formulates a sub-problem concerning how collaborative supervision is implemented at SMP Negeri 27 Makassar. This research employs a qualitative design with a phenomenological approach to gain a comprehensive understanding of the situation from the perspectives of the subjects involved in supervision activities, namely the principal, teachers, and school supervisors. Data were collected through documentation, interviews, and observations. The data analysis techniques included data reduction, comparative analysis, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the principal plays a role as a facilitator in organizing supervision and in providing observation instruments collaboratively with teachers and school supervisors. School supervisors also participate by providing guidance and support related to the supervision program, which helps strengthen relationships between teachers and school leadership. Supervision results are then used to formulate improvement strategies. The improvement steps identified include enhancing teachers’ competencies in digital literacy for instructional presentation, developing teachers’ competencies in their respective fields of expertise, and fostering collaboration within subject-area groups for the development of teaching materials.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini membahas supervisi kolaboratif sebagai sarana peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 27 Makassar. Penulis kemudian membagi ke dalam submasalah, yaitu bagaimana supervisi kolaboratif di implementasikan di SMP Negeri 27 Makassar. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi untuk memahami keadaan secara menyeluruh dari sudut pandang subjek yang terlibat dalam kegiatan supervisi, yaitu kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Metode pengumpulan data lainnya yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data, penggalian data, teknik analisis komparatif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala sekolah berperan sebagai fasilitator dalam mengorganisir supervisi, menyediakan alat observasi bersama guru, dan pengawas sekolah. Pengawas sekolah turut serta memberikan bimbingan dan dukungan terkait program supervisi akan membantu memperkuat hubungan antara guru dan pimpinan. Hasil supervisi dan merumuskan langkah-langkah perbaikan. Adapun langkah perbaikan yang dihasilkan ialah pengembangan kompetensi guru dalam penguasaan digitalisasi dalam penyajian materi pengajaran, pengembangan kompetensi guru di masing-masing bidang keahlian, membangun kerjasama dalam rumpun keilmuan dalam pembuatan bahan ajar.</p>2026-01-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8690LANDASAN TEORITIS DAN FILOSOFIS MUTU PENDIDIKAN2026-01-11T14:07:27+00:00Budiman Hafidbudimanhafid0@gmail.comFatihul Fauzifatihulfauzi@gmail.comMasduki Duryatmasdukiduryat86@gmail.com<p>The quality of education in Indonesia continues to face fundamental challenges, including disparities in teacher quality, limited educational facilities and infrastructure, as well as unequal access to education across regions, all of which affect equity and the effectiveness of learning. The main objective of this study is to analyze the theoretical and philosophical foundations of educational quality and to identify factors influencing the implementation of quality education in Indonesia. This study employs a qualitative research method with a literature review approach, collecting data from various journals, books, and policy documents related to educational quality management. The findings highlight the importance of implementing integrated quality management, including Total Quality Management (TQM) and the utilization of digital technology, as key strategies for improving educational quality in a sustainable and equitable manner. In addition, the study reveals the need for multisectoral collaboration and equity-oriented policies that are adaptive to socio-economic dynamics. The contribution of this research strengthens the theory of educational quality management and provides empirical insights within the context of Indonesian education, with significant implications in social, cultural, and academic domains. This study recommends further exploration using mixed-methods approaches to capture empirical data and examine the impact of ongoing digital transformation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Mutu pendidikan di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan mendasar, termasuk ketimpangan kualitas guru, keterbatasan sarana prasarana, serta disparitas akses pendidikan antar wilayah yang memengaruhi kesetaraan dan efektivitas pembelajaran. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis landasan teoritis dan filosofis mutu pendidikan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi mutu pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, mengumpulkan data dari berbagai jurnal, buku, dan dokumen kebijakan terkait pengelolaan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan pentingnya penerapan manajemen mutu terpadu, termasuk Total Quality Management (TQM) dan pemanfaatan teknologi digital, sebagai strategi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan dan merata. Selain itu, penelitian ini mengungkap kebutuhan kolaborasi multisektoral dan kebijakan pemerataan yang adaptif terhadap dinamika sosial-ekonomi. Kontribusi penelitian ini memperkuat teori manajemen mutu pendidikan dan memberikan gambaran empiris dalam konteks pendidikan Indonesia, dengan implikasi signifikan di bidang sosial, budaya, dan akademik. Penelitian ini merekomendasikan eksplorasi lebih lanjut dengan pendekatan campuran untuk menangkap data empiris dan pengaruh transformasi digital yang sedang berlangsung. Abstrak harus mencerminkan keseluruhan substansi isi artikel dan mampu membantu pembaca untuk menentukan relevansinya dengan minat serta memutuskan apakah akan membaca dokumen secara keseluruhan.</p>2026-01-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8692IMPLEMENTASI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM STRATEGI BRANDING LEMBAGA PENDIDIKAN2026-01-11T14:08:58+00:00Tiara Listaritiaralistari90@gmail.comSaipul Annursaipulannur_uin@radenfatah.ac.idBaharuddin Baharuddinbaharudin@pap.ac.id<p>Islamic education is an educational system grounded in the values of the Qur’an and the Sunnah, aiming to develop individuals who are faithful, knowledgeable, and possess noble character through a balanced integration of spiritual, intellectual, social, and moral dimensions. In the era of globalization and modernization, Islamic educational institutions face challenges such as increasing competition in educational quality, growing public demands for excellent educational services, and the need to build a positive and trustworthy institutional image. These conditions require Islamic educational institutions not only to excel in internalizing Islamic values but also to implement professional <em>branding</em> strategies without compromising their Islamic identity. This study aims to examine the concept of Islamic education and analyze relevant and applicable <em>branding</em> strategies for Islamic educational institutions in the modern era. The research employs a qualitative approach using library research by analyzing various literature sources, including books, scholarly journals, and academic articles related to Islamic education and educational <em>branding</em>. The findings indicate that integrating Islamic educational concepts with <em>branding</em> strategies grounded in Islamic values can enhance institutional image, strengthen public trust, and improve the sustainable competitiveness of Islamic educational institutions.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan Islam merupakan sistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan tujuan membentuk insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia secara seimbang antara aspek spiritual, intelektual, sosial, dan moral. Di era globalisasi dan modernisasi, lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan berupa persaingan mutu, tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan, serta kebutuhan membangun citra lembaga yang positif dan terpercaya. Kondisi ini menuntut lembaga pendidikan Islam untuk tidak hanya unggul dalam internalisasi nilai-nilai keislaman, tetapi juga mampu menerapkan strategi <em>branding</em> yang profesional tanpa menghilangkan identitas keislamannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan Islam serta menganalisis strategi <em>branding</em> yang relevan dan aplikatif bagi lembaga pendidikan Islam di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan <em>branding</em> pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi konsep pendidikan Islam dengan strategi <em>branding</em> yang berlandaskan nilai-nilai Islam mampu meningkatkan citra lembaga, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam secara berkelanjutan.</p>2026-01-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8677DESAIN KURIKULUM BERBASIS CAPAIAN (OUTCOME-BASED CURRICULUM): DARI TUJUAN HINGGA IMPLEMENTASI EFEKTIF2026-01-09T01:09:39+00:00Hilmiyatul Latifahhilmilatifah@gmail.comAbdul Rozakhilmilatifah@gmail.comMuhammad Zuhdihilmilatifah@gmail.com<p>This study examines the implementation of Outcome-Based Curriculum (OBC) at SMP Raudlotul Muta’allimin, a religious-based school that is undergoing transformation toward more measurable and structured education. OBC is considered relevant in preparing students with competencies required to face global challenges, yet its application in a religious school context presents unique dynamics. The purpose of this study is to explore the experiences, perceptions, and challenges faced by teachers and students in the implementation of OBC, using a qualitative approach based on a case study. Data was collected through in-depth interviews with 10 teachers and 20 students, as well as participatory observation of teaching and learning activities. Data analysis was performed using thematic analysis, which allowed the researcher to identify patterns of meaning in participants' experiences. The main findings indicate that although OBC has a positive impact on increasing student engagement and achieving more measurable competencies, challenges remain regarding time constraints, limited resources, and resistance to change. This study contributes to the development of outcome-based education theory by highlighting the importance of teacher involvement in the curriculum design process and maintaining a balance between global standards and local values. Practically, the findings can serve as a reference for curriculum development in religious-based schools and provide insights for policymakers in effectively integrating OBC.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji penerapan Outcome-Based Curriculum (OBC) di SMP Raudlotul Muta’allimin, sebuah sekolah berbasis agama yang tengah bertransformasi menuju pendidikan yang lebih terukur dan terstruktur. OBC dianggap relevan dalam mempersiapkan siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global, namun penerapannya di sekolah dengan latar belakang agama menghadirkan dinamika tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman, persepsi, dan tantangan yang dihadapi oleh para guru dan siswa dalam menghadapi implementasi OBC, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 guru dan 20 siswa, serta observasi partisipatif terhadap kegiatan belajar mengajar. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis tematik, yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola-pola makna dalam pengalaman partisipan. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun OBC membawa dampak positif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pencapaian kompetensi yang lebih terukur, terdapat tantangan terkait dengan keterbatasan waktu, sumber daya, dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan berbasis capaian dengan menyoroti pentingnya keterlibatan guru dalam proses desain kurikulum dan mempertahankan keseimbangan antara standar global dan nilai-nilai lokal. Praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum di sekolah-sekolah berbasis agama, serta memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan pendidikan dalam mengintegrasikan OBC secara lebih efektif.</p> <p> </p> <p> </p>2026-01-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8934PERAN LINGKUNGAN DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN ANAK: PERSPEKTIF PEMIKIRAN IBNU KHALDUN2026-01-09T01:08:56+00:00Nurul Asma Khoiriyah01000250023@student.ums.ac.idMutohharun Jinano100230051@student.ums.ac.id<p>Education in the modern era serves not only as a means of transferring knowledge but also as a primary tool in building individual character and advancing society. Ibn Khaldun's thinking emphasizes that education is strongly influenced by the family, school, and community environments, which shape children's mindsets, behaviors, and moral values. A religious and communicative family environment, a school that encourages intellectual development, and a society that upholds the values ??of justice, equality, and cooperation are important factors in creating a holistic education. This article examines Ibn Khaldun's educational thinking, which emphasizes the balance between naqli (the natural) and aqli (the rational) knowledge, as well as the importance of instilling adab (good manners) in the educational process. This research demonstrates that good education must pay attention to the interaction between individuals and their social environment and focus on building strong character. In the context of globalization and technological advancement, the influence of social media and the social environment is a determining factor in children's character development. The conclusion of this study is that children's education must involve synergy between families, schools, and communities to shape a generation that is intellectually intelligent, has noble character, and cares about social life.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan di era modern tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai alat utama dalam membangun karakter individu dan kemajuan masyarakat. Pemikiran Ibnu Khaldun menekankan bahwa pendidikan sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, yang membentuk pola pikir, perilaku, serta nilai-nilai moral anak. Lingkungan keluarga yang religius dan komunikatif, sekolah yang mendorong perkembangan intelektual, serta masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kesetaraan, dan kerja sama, merupakan faktor penting dalam menciptakan pendidikan yang holistik. Artikel ini mengkaji pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun, yang menekankan keseimbangan antara ilmu naqli dan aqli, serta pentingnya penanaman adab dalam proses pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan yang baik harus memperhatikan interaksi antara individu dan lingkungan sosialnya, serta berfokus pada pembentukan karakter yang kuat. Dalam konteks globalisasi dan kemajuan teknologi, pengaruh media sosial dan lingkungan sosial menjadi faktor penentu dalam perkembangan karakter anak. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pendidikan anak harus melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, berakhlak mulia, dan peduli terhadap kehidupan sosial.</p> <p> </p>2026-01-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8691DEFINISI DAN KONSEP MANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN2026-01-11T14:08:16+00:00Ayu Sofyaayusofya576@gmail.comSaipul Annursaipulannur_uin@radenfatah.ac.idBaharuddin Baharuddinbaharudin@pap.ac.id<p>Educational marketing management is an important strategy for educational institutions in building a positive image, enhancing public trust, and strengthening long-term relationships with students and parents. This article aims to examine the concepts, objectives, functions, and marketing mix strategies in educational marketing management through a literature review approach. Data were obtained by analyzing various books and scholarly articles relevant to the topic of educational marketing management. The findings indicate that the objectives of educational marketing management include improving service quality, strengthening institutional reputation, fostering service innovation, increasing operational efficiency, and enhancing public satisfaction and loyalty. The functions of educational marketing management encompass planning, implementation, control, evaluation, human resource management, and institutional branding. Educational marketing mix strategies integrate elements of product, price, promotion, place, service processes, human resources, and physical evidence to create high-quality learning experiences and sustainable institutional competitiveness. The systematic implementation of educational marketing management has been shown to improve service quality, attract new students, and maintain institutional sustainability and public trust. This article is expected to serve as a conceptual reference for the development of effective and adaptive educational marketing strategies in response to changing societal needs.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Manajemen pemasaran pendidikan merupakan strategi penting bagi lembaga pendidikan dalam membangun citra positif, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memperkuat hubungan jangka panjang dengan peserta didik dan orang tua. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, tujuan, fungsi, dan strategi bauran pemasaran pendidikan berdasarkan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui analisis berbagai buku dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik manajemen pemasaran pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tujuan manajemen pemasaran pendidikan mencakup peningkatan kualitas layanan, penguatan reputasi lembaga, pengembangan inovasi layanan, efisiensi operasional, serta peningkatan kepuasan dan loyalitas masyarakat. Fungsi manajemen pemasaran pendidikan meliputi perencanaan, implementasi, pengendalian, evaluasi, pengelolaan sumber daya manusia, dan penguatan branding lembaga. Strategi bauran pemasaran pendidikan mengintegrasikan unsur produk, harga, promosi, lokasi, proses layanan, sumber daya manusia, dan bukti fisik guna menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas dan berdaya saing. Penerapan manajemen pemasaran pendidikan secara sistematis terbukti mampu meningkatkan mutu layanan, menarik peserta didik baru, serta menjaga keberlanjutan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Artikel ini diharapkan menjadi referensi konseptual dalam pengembangan strategi pemasaran pendidikan yang efektif dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.</p>2026-01-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9201PEMANFAATAN PERANGKAT DIGITAL DALAM MANAJEMEN SEKOLAH: LITERATURE REVIEW2026-01-24T06:44:25+00:00Adrianus TH. Mahulaeadrianusthmahulae@gmail.comBinur Panjaitanadrianusthmahulae@gmail.com<p>Digital transformation in education has changed the way schools manage operations, administration, and strategic decision-making. Digital tools such as school management information systems, cloud-based platforms, and mobile applications are increasingly being adopted to improve the efficiency and effectiveness of education management. This study aims to identify, analyze, and synthesize literature on the use of digital tools in school management, including the types of technology used, benefits, challenges, and best practices for implementation. The literature review was conducted through a comprehensive search of 10 articles in the Google Scholar database. The analysis identified five main categories of digital tools: (1) School Management Information Systems, (2) Web portals and cloud platforms, (3) Communication and community tools, (4) Governance and planning dashboards, and (5) Mobile and hybrid applications. The main benefits include increased operational efficiency, data-driven decision making, better stakeholder communication, and professionalization of school leadership.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi digital dalam pendidikan telah mengubah cara sekolah mengelola operasional, administrasi, dan pengambilan keputusan strategis. Perangkat digital seperti sistem informasi manajemen sekolah, platform berbasis cloud, dan aplikasi mobile semakin banyak diadopsi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis literatur tentang pemanfaatan perangkat digital dalam manajemen sekolah, termasuk jenis teknologi yang digunakan, manfaat, tantangan, dan praktik terbaik implementasi. Literature Review dilakukan dengan pencarian komprehensif di database Google Scholar sebanyak 10 artikel. Analisis mengidentifikasi lima kategori utama perangkat digital: (1) Sistem Informasi Manajemen Sekolah, (2) Portal web dan platform cloud, (3) Alat komunikasi dan komunitas, (4) Dashboard tata kelola dan perencanaan, dan (5) Aplikasi mobile dan hybrid. Manfaat utama meliputi peningkatan efisiensi operasional, pengambilan keputusan berbasis data, komunikasi stakeholder yang lebih baik, dan profesionalisasi kepemimpinan sekolah.</p> <p> </p>2026-01-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9142ANALISIS TANTANGAN DAN PELUANG IMPLEMENTASI AI KE DALAM SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH ATAS (SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW)2026-01-21T13:43:32+00:00Yovan Juanuariyovanjuanuari@gmail.comLukmanul Hakimyovanjuanuari@gmail.comRudi Hariawanyovanjuanuari@gmail.comMuhammad Iqbalyovanjuanuari@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to systematically analyze the challenges and opportunities in implementing Artificial Intelligence (AI) within Learning Management Systems (LMS) at the senior high school level in Indonesia. Employing a qualitative approach through a Systematic Literature Review (SLR), the research followed the guidelines of Kitchenham & Charters and the PRISMA framework. Data were collected from peer-reviewed journal articles indexed in Sinta 1–3 published between 2024 and 2025, and screened using Rayyan.ai. The extracted data from 31 selected studies were synthesized through thematic and narrative analysis. The findings reveal that AI implementation in LMS for Indonesian high schools takes various forms, including adaptive learning systems, educational chatbots, learning analytics, and generative AI tools for personalized instruction. Major challenges identified include unequal technological infrastructure, limited digital literacy among teachers and students, policy and funding constraints, and ethical and data privacy issues. Conversely, key opportunities involve enhancing personalized and effective learning, automating assessment and administrative processes, improving learning analytics for pedagogical decision-making, and supporting the implementation of the Merdeka Curriculum. The study underscores that integrating AI into LMS holds significant potential to improve the quality and efficiency of education at the high school level, provided it is accompanied by inclusive implementation strategies, enabling policies, and capacity building for educational human resources.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis berbagai tantangan dan peluang implementasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam Sistem Manajemen Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Studi Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR), yang dilaksanakan mengikuti pedoman Kitchenham & Charters serta pelaporan PRISMA. Sumber data penelitian diperoleh dari artikel-artikel terakreditasi Sinta 1–3 yang dipublikasikan pada periode 2024–2025, dan diseleksi menggunakan perangkat Rayyan.ai. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik dan naratif terhadap data hasil ekstraksi dari 31 studi terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi AI dalam LMS di SMA Indonesia mencakup berbagai bentuk, seperti sistem pembelajaran adaptif, chatbot pendidikan, analitik pembelajaran, dan dukungan AI generatif untuk personalisasi belajar; 2) Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur dan konektivitas internet, kesiapan guru dan siswa dalam literasi digital, aspek kebijakan dan pendanaan, serta isu etika dan privasi data; dan 3) Peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain peningkatan personalisasi dan efektivitas pembelajaran, otomatisasi penilaian dan administrasi, penguatan analitik pembelajaran untuk pengambilan keputusan pedagogis, serta dukungan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka. Integrasi AI ke dalam LMS berpotensi besar untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pendidikan di jenjang SMA, jika disertai dengan strategi implementasi yang inklusif, kebijakan pendukung, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendidikan.</p>2026-01-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9073KOHERENSI KEBIJAKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DAN DAMPAKNYA PADA MUTU PENDIDIKAN2026-01-20T04:49:34+00:00Ririn Riantiningrumririnriantiningrum59@admin.paud.belajar.idWinahyu Dwi Artantiririnriantiningrum59@admin.paud.belajar.idUlunna Sikhahririnriantiningrum59@admin.paud.belajar.id<p>School-Based Management (SBM) is a decentralization policy aimed at improving educational quality by strengthening school autonomy, stakeholder participation, and accountability mechanisms. However, its implementation has not always been aligned with the normative objectives of the policy. This article examines the coherence of School-Based Management implementation in relation to educational quality improvement, focusing on the interrelationship between school autonomy, stakeholder participation, and accountability systems. The study employs a qualitative approach using a multiple case study design, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis across selected schools. The findings reveal that SBM implementation remains largely administrative in nature, characterized by limited school authority over human resource and financial management, as well as accountability practices oriented toward procedural compliance rather than student learning outcomes. In addition, stakeholder participation, particularly that of school committees, tends to be symbolic, while instructional leadership capacity among principals varies considerably. These conditions indicate a lack of policy coherence between delegated autonomy and the supporting institutional framework. The study concludes that strengthening instructional leadership, aligning regulatory frameworks, and developing learning-outcome-based accountability systems are critical prerequisites for enhancing the effectiveness of School-Based Management in a sustainable manner.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan kebijakan desentralisasi pendidikan yang bertujuan meningkatkan mutu melalui pemberian otonomi, penguatan partisipasi, dan penerapan akuntabilitas di tingkat sekolah. Namun, dalam praktiknya, implementasi MBS sering kali belum sepenuhnya selaras dengan tujuan normatif kebijakan. Artikel ini bertujuan menganalisis koherensi pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah dalam konteks peningkatan mutu pendidikan, dengan fokus pada keterkaitan antara otonomi sekolah, partisipasi pemangku kepentingan, dan sistem akuntabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel yang melibatkan beberapa sekolah, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS masih didominasi oleh kepatuhan administratif, ditandai dengan keterbatasan kewenangan sekolah dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan, serta akuntabilitas yang lebih berorientasi pada pelaporan prosedural dibandingkan capaian pembelajaran. Selain itu, partisipasi masyarakat dan komite sekolah belum berkembang secara substantif, sementara kapasitas kepemimpinan instruksional kepala sekolah masih bervariasi. Temuan ini menegaskan bahwa rendahnya koherensi antara kebijakan otonomi dan sistem pendukung menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas MBS. Oleh karena itu, penguatan kepemimpinan sekolah, penyelarasan regulasi, dan pengembangan sistem akuntabilitas berbasis hasil belajar menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan implementasi MBS secara berkelanjutan.</p>2026-01-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9072ANALISIS PENERAPAN SERTA IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI MI NU BASYIRUL ANAM KUDUS2026-01-21T14:19:40+00:00Muhammad Uchaida Sabilil Matinmuchaidasm@ms.iainkudus.ac.id<p>Educational management plays a fundamental role in shaping the quality, direction, and sustainability of educational institutions, particularly Islamic elementary schools. In faith-based madrasahs, management practices are not solely oriented toward administrative efficiency but also toward the integration of Islamic values and contextual institutional needs. This study aims to examine the application and implementation of educational management at MI NU Basyirul Anam Kudus by focusing on actual managerial practices within the madrasah. A qualitative research approach was employed, with data collected through in-depth interviews with the head of the madrasah and supported by relevant literature review. Data analysis was conducted through systematic processes of data reduction, organization, and contextual interpretation. The findings reveal that educational management at MI NU Basyirul Anam Kudus has been implemented in an integrated and adaptive manner despite limitations in facilities and financial resources. The madrasah relies on strong human resource commitment, participatory leadership, and the internalization of Islamic values to support learning quality and institutional development. This study concludes that contextual and humanistic educational management serves as a crucial foundation for achieving sustainable improvement in Islamic elementary education institutions.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Manajemen pendidikan merupakan unsur kunci dalam menentukan arah, mutu, dan keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah. Dalam konteks madrasah swasta berbasis keagamaan, pengelolaan lembaga tidak hanya dituntut efektif secara administratif, tetapi juga responsif terhadap nilai-nilai keislaman dan kondisi nyata madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penerapan serta implementasi manajemen pendidikan di MI NU Basyirul Anam Kudus dengan menitikberatkan pada praktik lapangan yang dijalankan oleh pengelola madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan kepala madrasah serta telaah literatur pendukung. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, pengorganisasian, dan penafsiran data secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI NU Basyirul Anam Kudus telah mengimplementasikan fungsi-fungsi manajemen pendidikan secara terpadu, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan pendanaan. Praktik manajemen dijalankan secara adaptif dengan mengandalkan komitmen sumber daya manusia, kepemimpinan partisipatif, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam kegiatan pembelajaran dan kelembagaan. Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen pendidikan yang kontekstual dan humanis mampu menjadi fondasi penting dalam mendukung peningkatan mutu dan keberlanjutan madrasah.</p>2026-01-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9019PENGARUH PERSEPSI SISWA TERHADAP TES KOMPETENSI AKADEMIK (TKA) DAN CAPAIAN MUTU PENDIDIKAN DI SMAIT BUNYAN INDONESIA2026-01-21T03:38:28+00:00Rendi Faturohman24110200028@student.umj.ac.idAngwar Sadat24110200028@student.umj.ac.idMasyadi Masyadi24110200028@student.umj.ac.id<p>This study aims to analyze the influence of students' perceptions of the Academic Competency Test (TKA) on the achievement of national education quality at SMAIT Bunyan Indonesia. The research background stems from the importance of student perceptions in determining the effectiveness of educational assessments as instruments for quality improvement. The study employed a quantitative correlational approach involving 30 students as respondents. Data were collected through Likert scale questionnaires measuring students' perceptions of TKA and national education quality achievement. Data analysis used descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality test, Pearson correlation, and simple linear regression. The results showed a positive and significant relationship between students' perceptions of TKA and national education quality achievement (r = 0.56; p < 0.01). Regression analysis indicated that students' perceptions of TKA had a positive and significant effect on national education quality achievement (p < 0.01) with a coefficient of determination R² = 0.31, meaning that 31% of the variation in education quality achievement can be explained by students' perceptions of TKA. These findings confirm that assessment functions not only as an academic measurement tool but also as a strategic instrument in building a quality culture in integrated Islamic schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi siswa terhadap Tes Kompetensi Akademik (TKA) terhadap capaian mutu pendidikan nasional di SMAIT Bunyan Indonesia. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya persepsi siswa dalam menentukan efektivitas asesmen pendidikan sebagai instrumen peningkatan mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 30 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mengukur persepsi siswa terhadap TKA dan capaian mutu pendidikan nasional. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap TKA dengan capaian mutu pendidikan nasional (r = 0,56; p < 0,01). Analisis regresi menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap TKA berpengaruh positif dan signifikan terhadap capaian mutu pendidikan nasional (p < 0,01) dengan koefisien determinasi R² = 0,31, yang berarti 31% variasi capaian mutu pendidikan dapat dijelaskan oleh persepsi siswa terhadap TKA. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur akademik, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membangun budaya mutu di sekolah Islam terpadu.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9405PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN DAN KESADARAN KEBERLANJUTAN MELALUI STUDENT COMPANY: STUDI DESKRIPTIF INSTURESC 2026-02-07T03:05:58+00:00Janitrana Nafisa Djatmikojanitrana.nafisa@saim.sch.idKevin Aviery Putra Nugrohoanitrana.nafisa@saim.sch.idBimadhia Zafri Ramadhanjanitrana.nafisa@saim.sch.idAnanda Adjie Octavian Rasyajanitrana.nafisa@saim.sch.idSekar Anggun Lukitasarijanitrana.nafisa@saim.sch.idNadia Ramadhani Nugroho Putrijanitrana.nafisa@saim.sch.id<p>This study examines the contribution of student-managed business programs to the development of entrepreneurial competencies and their alignment with the Sustainable Development Goals (SDGs). The focus of the research is <strong>InstureSC</strong>, a student company program founded by senior high school students at Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) as part of an annual entrepreneurship initiative organized by Prestasi Junior Indonesia. The program implements a stock-selling model to finance the production of Frobag, an environmentally friendly and multifunctional bag designed to reduce plastic waste. This study aims to explore how participation in the program influences students’ entrepreneurial skills, soft skills, and environmental sustainability awareness. A qualitative descriptive approach was employed, supported by survey data from 21 members who responded to open-ended questionnaires. The findings indicate a significant improvement in entrepreneurial competencies, particularly in communication, risk management, teamwork, leadership, and business understanding. In addition, the program demonstrates a tangible contribution to sustainable practices through environmentally responsible production and a mangrove-planting initiative that reflects the principles of responsible consumption, climate action, decent work, and partnerships for sustainable development. Overall, the study affirms that integrating experiential entrepreneurship education into the school curriculum not only strengthens students’ practical business skills but also fosters a sustainability-oriented mindset and long-term entrepreneurial motivation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji kontribusi program bisnis yang dikelola oleh siswa terhadap pengembangan kompetensi kewirausahaan serta kesesuaiannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (<em>Sustainable Development Goals</em>). Fokus penelitian ini adalah InstureSC, <em>student company program</em> yang didirikan oleh siswa Secondary dari Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) sebagai bagian dari program kewirausahaan tahunan yang diselenggarakan oleh Prestasi Junior Indonesia. Program ini menerapkan model penjualan saham untuk mendanai produksi Frobag, tas ramah lingkungan dan multifungsi yang dirancang untuk mengurangi limbah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana partisipasi dalam program tersebut memengaruhi keterampilan kewirausahaan, <em>soft skills</em>, serta kesadaran siswa dalam keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data survei yang melibatkan 21 anggota yang menjawab kuesioner terbuka. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kompetensi kewirausahaan, khususnya dalam aspek komunikasi, manajemen risiko, kerja tim, kepemimpinan, dan pemahaman bisnis. Selain itu, program ini juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap praktik berkelanjutan melalui produksi yang bertanggung jawab secara lingkungan dan inisiatif penanaman mangrove yang mencerminkan prinsip konsumsi bertanggung jawab, aksi iklim, pekerjaan layak, serta kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman ke dalam kurikulum sekolah tidak hanya memperkuat keterampilan bisnis praktis siswa, tetapi juga menumbuhkan pola pikir berorientasi keberlanjutan serta motivasi kewirausahaan jangka panjang.</p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9402PENGUATAN BUDAYA ORGANISASI BERBASIS NILAI LOKAL DI PKBM SEBAGAI PILAR PENDIDIKAN BERKELANJUTAN2026-02-07T03:08:44+00:00Astuti Astutiastutialkarim41@gmail.comSuparjo Suparjoastutialkarim41@gmail.com<p>Continuing education is a vital element in inclusive community development, where Community Learning Centers (PKBM) play a strategic role as non-formal educational institutions. However, the effectiveness of PKBM is often hampered by a weak organizational culture that is not aligned with local wisdom, thus reducing community participation and program sustainability. This study aims to analyze the urgency and mechanisms for strengthening an organizational culture based on local values as the main foundation of continuing education in PKBM. Using a qualitative method with a case study approach on various PKBM characteristics, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. The research findings indicate that a strong organizational culture rooted in local values, such as mutual cooperation and deliberation, can increase manager motivation, strengthen social relations, and create a learning climate that is conducive and relevant to local needs. The implementation of these values in all managerial aspects, from planning to evaluation, has proven effective in boosting active community participation and ensuring program sustainability. It is concluded that strengthening an organizational culture based on local values is the most effective strategy for optimizing the role of PKBM. Therefore, PKBM is recommended to proactively internalize local values in all operational activities and establish close strategic partnerships with community leaders and the government to ensure the sustainability of relevant, impactful, and adaptive educational programs.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan berkelanjutan merupakan elemen vital dalam pembangunan masyarakat inklusif, di mana Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memegang peran strategis sebagai lembaga pendidikan non-formal. Kendati demikian, efektivitas PKBM sering terhambat oleh lemahnya budaya organisasi yang tidak selaras dengan kearifan lokal, sehingga menurunkan partisipasi masyarakat serta keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi serta mekanisme penguatan budaya organisasi berbasis nilai lokal sebagai fondasi utama pendidikan berkelanjutan di PKBM. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada berbagai karakteristik PKBM, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang kokoh dan berakar pada nilai lokal, seperti gotong royong dan musyawarah, mampu meningkatkan motivasi pengelola, mempererat relasi sosial, serta menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan relevan terhadap kebutuhan setempat. Implementasi nilai-nilai tersebut dalam seluruh aspek manajerial, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, yang terbukti efektif mendongkrak partisipasi aktif masyarakat sekaligus menjamin keberlanjutan program. Disimpulkan bahwa penguatan budaya organisasi berbasis nilai lokal adalah strategi paling efektif untuk mengoptimalkan peran PKBM. Oleh karena itu, PKBM direkomendasikan untuk secara proaktif menginternalisasi nilai-nilai lokal dalam seluruh aktivitas operasional serta menjalin kemitraan strategis yang erat dengan tokoh masyarakat dan pemerintah guna memastikan keberlangsungan program pendidikan yang relevan, berdampak positif, dan adaptif.</p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8652ANALISIS STRATEGI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENGINTERNALISASI KARAKTER RELIGIUS DAN DISIPLIN DI SMP2026-02-07T03:22:17+00:00Imanda Restavianaimandarestaviana@gmail.comSri RahayuImandarestaviana@gmail.comRia ChintyaImandarestaviana@gmail.comNeta Dian LestariImandarestaviana@gmail.comAhmad ZulintoImandarestaviana@gmail.com<p>The implementation of religious and disciplinary character education is a fundamental pillar in the national education reform agenda, yet the challenges posed by the social environment and technology in central Palembang are potentially eroding these noble values. This research aims to deeply analyze the managerial strategy applied by the Principal of SMP Negeri 21 Palembang in internalizing religious and disciplinary character values using the POAC approach (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling). This study uses a qualitative approach with a descriptive case study design, focusing on SMP Negeri 21 Palembang. Primary data was collected through in-depth interviews, participant observation, and questionnaires distributed to key informants, including the Principal, Vice Principal, Islamic Religious Education Teacher, Counseling Teacher, and student representatives. Data analysis was performed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, and the validity was ensured through source, technique, and theory triangulation. The results show that the Principal's managerial strategy has been implemented comprehensively. In the Planning stage, character values are explicitly integrated into the school's vision, mission, and supported by specific budget allocations in the RKS/RKAS. Organizing is realized through the formation of a Character Task Force Team with clear functional and coordinative duties. The Actuating phase is strengthened by strong leadership through example (<em>modeling</em>) and routine habituation activities (congregational Dhuha prayers, 5S). However, a competence gap was found, with about 20% of teachers struggling to integrate character values into their lesson plans (RPP). Controlling is formally effective through the Daily Control Book and PKKS, although there is inconsistency in sanction enforcement among the implementing teachers, which may reduce the credibility of the disciplinary system. Overall, the strategy is highly effective in building a character-based school ecosystem, but its success will be optimized with continuous teacher competency improvement and strengthened consistency in applying <em>reward</em> and <em>punishment</em> at all levels.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan karakter religius dan disiplin telah menjadi isu sentral dalam agenda reformasi pendidikan nasional, didorong oleh kesadaran bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat, namun krisis moralitas dan peningkatan perilaku indisipliner memerlukan strategi manajerial yang matang. Penelitian ini berfokus pada Analisis Strategi Manajerial Kepala Sekolah dalam Menginternalisasi Nilai Karakter Religius dan Disiplin di SMP Negeri 21 Palembang melalui fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif yang dilaksanakan di SMP Negeri 21 Palembang. Sumber data primer diperoleh dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan angket kepada Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, serta diverifikasi melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajerial telah terlaksana secara komprehensif: Perencanaan diwujudkan dengan integrasi nilai dalam visi/misi dan alokasi anggaran spesifik (RKS/RKAS). Pengorganisasian efektif melalui pembentukan Tim Satgas Disiplin dan pendelegasian tugas fungsional yang jelas. Pelaksanaan diperkuat oleh keteladanan Kepala Sekolah (<em>modeling</em>) dan pembiasaan rutin (Salat Dhuha, 5S). Namun, teridentifikasi kesenjangan pada tahap <em>Actuating</em> (20% guru kesulitan integrasi kurikulum) dan <em>Controlling</em> (inkonsistensi penegakan sanksi oleh guru pelaksana). Simpulan utamanya adalah strategi manajerial Kepala Sekolah menunjukkan efektivitas tinggi dalam membangun ekosistem sekolah yang berkarakter, namun perlu ditingkatkan melalui penguatan kompetensi guru dan konsistensi penerapan <em>reward</em> dan <em>punishment</em> di semua tingkatan agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan.</p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9399INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN PAI MELALUI MADRASAH ALIYAH PROGRAM KHUSUS (MAPK)2026-02-07T03:17:07+00:00Ahiel Ahdi Besariahielahdibesari24@mhs.uinjkt.ac.id<p>Islamic religious education (PAI) plays a crucial role in shaping students' character, morals, and spiritual intelligence amidst global change and advances in information technology. However, PAI teaching approaches often face challenges due to traditional methods that are less responsive to modern demands.As a solution to address these challenges, the Islamic Senior High School Special Program (MAPK) emerged as an innovation in Islamic education that combines an in-depth religious curriculum with a modern teaching approach. This article aims to explore innovations in Islamic Religious Education and Learning through MAPK, focusing on curriculum elements, methods, media, and the relevance of graduate outcomes. The research method used is a literature study by analyzing the latest literature related to Islamic Religious Education development and the MAPK education model in Indonesia. The results show that MAPK can function as an innovative laboratory for Islamic education, as it combines strengthening religious understanding with digital literacy, project-based learning, and character development through a comprehensive approach. Furthermore, MAPK also supports the creation of a generation that is not only intellectually and spiritually skilled but also able to adapt to various social, cultural, and technological challenges at the global level. This article concludes that Islamic Religious Education innovations implemented through MAPK can be used as a strategic model for building quality Islamic education that is relevant to the modern context and remains grounded in Islamic values. These findings are expected to serve as a reference in curriculum development, learning design, and Islamic education policies in the future.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, akhlak, dan kecerdasan spiritual peserta didik di tengah perubahan global dan kemajuan teknologi informasi. Namun, pendekatan pengajaran PAI sering kali menghadapi hambatan karena metode tradisional yang kurang responsif terhadap tuntutan zaman. Sebagai solusi untuk menghadapi tantangan ini, Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) muncul sebagai salah satu inovasi dalam pendidikan Islam yang mengkolaborasikan kurikulum agama yang mendalam dengan pendekatan pengajaran modern. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi dalam pendidikan dan pembelajaran PAI melalui MAPK dengan fokus pada elemen kurikulum, metode, media, serta relevansi hasil lulusan. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi pustaka dengan menganalisis literatur terkini terkait pengembangan PAI dan model pendidikan MAPK di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAPK dapat berfungsi sebagai laboratorium inovatif pendidikan Islam, karena mengkombinasikan penguatan pemahaman agama dengan literasi digital, pembelajaran berbasis proyek, serta pengembangan karakter melalui pendekatan yang komprehensif. Selain itu, MAPK juga mendukung terciptanya generasi yang tidak hanya terampil secara intelektual dan spiritual, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan sosial, budaya, serta teknologi tingkat global. Artikel ini menyimpulkan bahwa inovasi PAI yang dilakukan melalui MAPK dapat dijadikan sebagai model strategis untuk membangun pendidikan Islam yang berkualitas, relevan dengan konteks modern, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum, perancangan pembelajaran, dan kebijakan pendidikan Islam di masa depan.</p> <p> </p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9400STUDI LITERATUR: METODE SIGNIFIKAN DAN OBYEK PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM KEBIJAKAN PEMERINTAH 2026-02-07T03:15:36+00:00Dewi Lestari Kristiyaningsihdewiyaning194@gmail.comEti RohayatiDewiniaa18@gmail.comReni Palupi Ida Rusanadewisartikasiregar036@gmail.comFuad Abdillahdewiast8181@gmail.com<p>Inclusive education has emerged as a global priority in the pursuit of equitable, quality education for all students, regardless of their background or abilities. However, implementation in Indonesia faces significant challenges due to its decentralized governance structure, leading to regional variations and a narrow policy perspective in practice. This research aims to analyze Indonesia's inclusive education policy, focusing specifically on how the object (target) is defined, the decentralized policy process, and its urgency toward achieving national educational justice. The study employed a qualitative library research method, utilizing a content and analytic review approach. Data collection involved the critical and systematic review of officially documented policies (such as Permendiknas No. 70/2009) and relevant secondary literature. Data analysis utilized thematic and content analysis, involving data reduction, thematic categorization, and deep interpretation to construct a cohesive scientific narrative. Principal results reveal that the policy's narrow, disability centric definition of the inclusion object and significant systemic gaps in teacher preparedness and resource distribution compromise the effectiveness of implementation methods. The study concludes that proper inclusive education requires a transition from mere physical placement to comprehensive systemic reform, supported by continuous investment and fundamental attitudinal change. This research contributes to the discourse on educational equity by highlighting the need to combine centralized guidance with decentralized flexibility to ensure national policy coherence and practical implementation across diverse contexts.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan inklusif telah muncul sebagai prioritas global untuk memastikan pendidikan yang adil dan berkualitas bagi semua peserta didik. Namun, implementasi kebijakan di Indonesia menghadapi tantangan karena pendekatan desentralisasi dan perspektif sempit yang sering menyamakan inklusi dengan akomodasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) saja, mengabaikan kelompok rentan lain. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia, dengan fokus pada obyek sasaran, proses kebijakan yang terdesentralisasi, dan urgensinya terhadap keadilan pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data melibatkan penelaahan kritis dan sistematis terhadap sumber-sumber tertulis yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik yang dikombinasikan dengan analisis isi, melibatkan tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi kritis. Temuan menunjukkan bahwa fokus kebijakan yang sempit (ABK sentris) dan kesenjangan kapasitas sistemik dalam implementasi (seperti kurangnya pelatihan guru dan sumber daya) menghambat efektivitas metode inklusif yang signifikan. Disimpulkan bahwa inklusi yang sesungguhnya membutuhkan transisi dari sekadar penempatan fisik menuju reformasi struktural, didukung oleh investasi berkelanjutan dan perubahan sikap budaya, untuk mencapai keadilan pendidikan. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus ekuitas pendidikan regional dengan memperkuat pentingnya koherensi sistemik dan strategi implementasi yang sensitif terhadap konteks sosio-kultural.</p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9404MANAJEMEN STRATEGIS KEPALA SEKOLAH DALAM PERENCANAAN BERBASIS DATA DI SD2026-02-07T03:06:47+00:00Seni Fitrianisenifitriani08@gmail.comEva Dianawati Waslimanseniaza@gmail.com<p><strong><br />ABSTRAK</strong>The transformation of education policy through the Merdeka Belajar Program, the National Assessment, and the use of the Education Report positions Data-Based Planning (PBD) as a key instrument for improving school quality. At the same time, the principal is positioned as a strategic actor who drives the functions of planning, organizing, actuating, and controlling in school management, as widely discussed in educational management literature. However, in practice particularly in public elementary schools PBD is still often perceived as an administrative obligation focused on document compliance, and therefore has not been fully integrated into the principal’s strategic management, as also reported in various studies. This study analyzes the principal’s strategic management of PBD to enhance school performance and effectiveness at SDN Loa 1, Paseh District. Using a qualitative approach with an intrinsic case study design, the participants included the principal, teachers involved in the planning team, and a purposively selected representative of the school committee. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis (Education Report, RKJM, RKT, and RKAS), and were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings indicate that the principal has initiated PBD implementation through school quality profile analysis and the formulation of priority programs, yet data use remains concentrated on learning outcome indicators. POAC functions are evident, but are not fully supported by teachers’ data literacy and an adequate data documentation system as also indicated by previous studies.</p> <p>Transformasi kebijakan pendidikan melalui Program Merdeka Belajar, Asesmen Nasional, dan pemanfaatan Rapor Pendidikan menempatkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) sebagai instrumen utama peningkatan mutu satuan pendidikan. Kepala sekolah diposisikan sebagai aktor strategis yang menggerakkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian dalam pengelolaan sekolah, sebagaimana banyak dibahas dalam kajian manajemen pendidikan. Namun, di sekolah dasar negeri PBD masih kerap dipahami sebagai kewajiban administratif yang berorientasi pada pemenuhan dokumen, sehingga belum sepenuhnya terintegrasi dalam manajemen strategis, sebagaimana juga ditemukan dalam berbagai kajian. Penelitian ini menganalisis manajemen strategis kepala sekolah dalam pengelolaan PBD melalui kerangka POAC untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas sekolah di SDN Loa 1 Kecamatan Paseh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Subjek meliputi kepala sekolah, guru tim perencanaan, dan perwakilan komite sekolah yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi (Rapor Pendidikan, RKJM, RKT, RKAS), lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan implementasi PBD telah berjalan melalui analisis profil mutu dan penetapan program prioritas, tetapi pemanfaatan data masih dominan pada indikator hasil belajar. Fungsi POAC tampak, namun belum ditopang literasi data guru dan sistem dokumentasi yang memadai sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian sebelumnya.</p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9263PENGARUH SUPERVISI PENDIDIKAN TERHADAP PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU2026-02-07T03:18:32+00:00Miftachul Jannahmiftachuljannah26juni@gmail.comTaufiq Harrismiftahulalfarishi6@gmail.comAhmad Faizinmiftahulalfarishi6@gmail.com<p>Teacher professionalism is a crucial element in determining the quality of education, requiring ongoing development through planned, systematic, and effective supervision activities. This study aims to comprehensively analyze the impact of educational supervision implementation on efforts to improve teacher professionalism in schools. The research method used was a literature review using a qualitative approach, by examining secondary data from various relevant academic sources over the past five years, involving school principals as supervisors and teachers as objects of supervision. Key stages of the study included library data collection, in-depth thematic analysis, and narrative synthesis of supervisory practices. Key findings indicate that educational supervision plays a significant role in optimizing aspects of planning, implementation, and evaluation of learning outcomes. Collaborative and reflective supervision has been proven to motivate teachers to develop pedagogical and professional competencies, and encourage the creation of learning innovations through the provision of constructive feedback. The main conclusion emphasizes that educational supervision is not merely an administrative oversight tool, but rather a continuous development process that is essential for improving the quality of teaching. Synergy between supervisors and teachers through a humanistic approach is the main key to realizing the professionalism of educators, which has an impact on improving the overall quality of national education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Profesionalisme guru merupakan elemen krusial penentu mutu pendidikan yang memerlukan pembinaan berkelanjutan melalui kegiatan supervisi yang terencana, sistematis, serta efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana pengaruh implementasi supervisi pendidikan terhadap upaya peningkatan profesionalisme guru di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi literatur review menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mengkaji data sekunder dari berbagai sumber akademik relevan dalam kurun waktu lima tahun terakhir yang melibatkan kepala sekolah sebagai supervisor dan guru sebagai objek supervisi. Tahapan penting penelitian mencakup pengumpulan data pustaka, analisis tematik mendalam, serta sintesis naratif mengenai praktik supervisi. Temuan utama menunjukkan bahwa supervisi pendidikan memiliki peran signifikan dalam mengoptimalkan aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil pembelajaran. Supervisi yang dijalankan secara kolaboratif dan reflektif terbukti mampu memotivasi guru untuk mengembangkan kompetensi pedagogik maupun profesional, serta mendorong terciptanya inovasi pembelajaran melalui pemberian umpan balik yang konstruktif. Simpulan utama menegaskan bahwa supervisi pendidikan bukan sekadar alat pengawasan administratif semata, melainkan sebuah proses pembinaan berkelanjutan yang esensial untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Sinergi antara supervisor dan guru melalui pendekatan yang humanis menjadi kunci utama dalam mewujudkan profesionalisme tenaga pendidik yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan nasional secara keseluruhan.</p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8845IMPLEMENTASI DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SD2026-02-07T03:21:00+00:00Sutinah Sutinahsutinahnur@gmail.comSuyanto Suyantosuyanto@unigres.ac.idA Faizinfaizin@unigres.ac.id<p>This study aims to describe the implementation of work discipline and its impact on teachers’ performance at SDN Kalirejo Bangil. The background of this research is based on the importance of work discipline as a determining factor in improving teacher performance, which directly influences the quality of education. The focus of this study includes the forms of work discipline implementation, supporting and inhibiting factors, as well as its influence on teachers’ performance in carrying out their professional duties and responsibilities. This research employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal and teachers. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of work discipline at SDN Kalirejo Bangil has been fairly well-executed, as reflected in punctuality, adherence to regulations, and responsibility in task performance. Supporting factors include the principal’s firm leadership, teachers’ internal motivation, and a conducive work environment, while inhibiting factors consist of limited facilities and high administrative workload. The study concludes that good work discipline positively influences the improvement of teachers’ performance, particularly in time discipline, teaching quality, and professional responsibility.</p> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi disiplin kerja terhadap kinerja guru di SDN Kalirejo Bangil. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya kedisiplinan sebagian guru yang berdampak pada efektivitas proses pembelajaran dan pencapaian hasil kerja yang optimal. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk penerapan disiplin kerja, faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kedisiplinan, serta pengaruhnya terhadap kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi disiplin kerja di SDN Kalirejo Bangil dilakukan melalui pengawasan kehadiran, ketepatan waktu, tanggung jawab terhadap tugas, serta kepatuhan terhadap tata tertib sekolah. Faktor pendukung meliputi kepemimpinan kepala sekolah yang tegas dan teladan, serta budaya kerja yang kondusif, sedangkan faktor penghambat berasal dari motivasi individu yang fluktuatif dan pengawasan yang belum konsisten. Secara keseluruhan, penerapan disiplin kerja yang baik berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja guru, ditandai dengan meningkatnya tanggung jawab, produktivitas, dan kualitas pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa disiplin kerja merupakan elemen penting dalam membangun profesionalisme dan kinerja guru secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dasar.</p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9407ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN2026-02-07T02:51:11+00:00Elmiya Sarielmiyasari01@gmail.comA. Faizinelysaakbariah12@yahoo.comAhmad Thohirinema.maesaroh1988@gmail.comSuyitno Suyitnoelmiyasari01@gmail.com<p>Improving the quality of education is crucial for developing intelligent, competent, and character-based citizens who are ready to engage as individuals and members of society. The challenge in improving the quality of education is the disparity between urban and rural schools, with varying conditions, characteristics, and problems. A leadership style and POAC management strategy are needed for the principal and driving teacher as appropriate agents of change in managing school assets, including input, process, and product. This study examines in depth the implementation of the leadership style of the driving teacher principal in improving the quality of education. This study uses a qualitative descriptive method with a multi-case approach with important stages of data collection, namely interviews, observations, and documentation studies. The research subjects consisted of 2 principals, 8 teachers, 2 school committees, and 6 students. The main findings indicate that the implementation of transformational, servant, and democratic leadership styles can improve the quality of education at Muhammadiyah Bangil Creative Elementary School. Meanwhile, the implementation of situational, visionary leadership styles can improve the quality of education at Candi Binagun II Sukorejo Elementary School. Further findings indicate that the factors that influence the leadership style of the principal of the driving teacher are the values, roles, visions, and characters embedded in the principal of the driving teacher so that they can successfully implement the POAC management strategy by forming a school that fosters and improves the quality of education. It can be concluded that the values, roles, and visions of the driving teacher can shape the character of the leadership style in implementing the POAC management strategy. And transformational, visionary, servant, and democratic leadership styles can improve the quality of education in elementary schools with different school characteristics and cultures. </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peningkatan mutu pendidikan sangat penting untuk membentuk warganegara yang cerdas, berkompetensi dan berkarakter yang siap terjun sebagai individu dan masyarakat. Tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu adanya kesenjangan sekolah di perkotaan dan pedesaan dengan berbagai kondisi, karakter dan permasalahn yang dihadapi. Dibutuhkan gaya kepemimpinan dan strategi manajemen POAC kepala sekolah guru penggerak sebagai agen perubahan yang tepat dalam mengelola aset sekolah baik input, proses maupun produk. Penelitian ini mengkaji secara mendalam implementasi gaya kepemimpinan kepala sekolah guru penggerak dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pendekatan multikasus dengan tahapan penting pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 2 kepala sekolah, 8 guru, 2 komite sekolah dan 6 siswa. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi gaya kepemimpinan transformasional, servant dan demokratif dapat meningkatkan mutu pendidikan di SD Kreatif Muhammadiyah Bangil. Sedangkan implementasi gaya kepemimpinan situasional, visioner dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDN Candi Binagun II Sukorejo. Temuan selanjutnya menunjukkan faktor -faktor yang memengaruhi gaya kepemimpinan kepala sekolah guru penggerak yaitu nilai, peran, visi dan karakter yang tertanam pada diri kepala sekolah guru penggerak sehingga berhasil melaksanakan startegi manajemen POAC dengan membentuk sekolah yang menumbuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dapat disimpulkan bahwa nilai, peran, visi guru penggerak dapat membentuk karakter gaya kepemimpinan dalam melaksanakan strategi manajemen POAC. Dan gaya kepemimpinan transformasional, visioner, servant, demokratif dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar dengan karakteristik sekolah dan budaya yang berbeda.</p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9409KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PEMANFAATAN RAPOR PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH DASAR 2026-02-07T02:49:28+00:00Yuyun Yuningsihyuningsihyuyun480@gmail.comEva Dianawati Waslimanyunitasulastri08@gmail.com<p>Improving the quality of primary schools requires principals to optimally use data in planning, implementing, evaluating, and following up school improvement programs. The Educational Report Card (Rapor Pendidikan) developed by the Ministry of Education provides a comprehensive picture of students’ learning outcomes, learning processes, school climate, and school management, and therefore has the potential to become the basis for data-based planning at the school level. However, preliminary findings at SDN Malabenghar indicated that the principal had not yet fully utilized the Educational Report Card as an instrument for diagnosis and decision making, so that quality improvement programs were not always directed at the identified root problems. This study aims to analyze principal leadership in utilizing the Educational Report Card to improve the quality of primary schools at SDN Malabenghar, focusing on four aspects: planning, implementation, evaluation, and follow-up. The research employed a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews with the principal and teachers, and documentation study of planning documents, reports, and the school’s Educational Report Card. Data were analyzed descriptively by reducing, presenting, and drawing conclusions from emerging patterns within the case context. The findings show that the principal has begun to develop more systematic planning based on the Educational Report Card by analyzing priority indicators, determining improvement focus, formulating goals, and integrating programs into medium- and annual-term school plans. In the implementation stage, the principal acts as an instructional and transformational leader by communicating the importance of data, mobilizing teachers in literacy and numeracy programs, and conducting supervision based on Report Card findings. Evaluation is carried out through regular monitoring, joint reflection with teachers, and re-using data to review progress, although documentation remains inconsistent. Follow-up is evident in program adjustment, teacher capacity building, and integration of evaluation results into subsequent planning. Overall, the use of the Educational Report Card at SDN Malabenghar shows a positive trend but still requires strengthening of data literacy, documentation culture, and consistency in implementing continuous improvement cycles.</p> <p><strong>BSTRAK </strong></p> <p>Peningkatan mutu sekolah dasar menuntut kepala sekolah mengoptimalkan pemanfaatan data mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut. Rapor Pendidikan yang dikembangkan Kemendikbudristek menyajikan gambaran komprehensif capaian hasil belajar, proses pembelajaran, iklim belajar, dan tata kelola sekolah, sehingga berpotensi menjadi dasar perencanaan berbasis data. Namun, temuan awal di SDN Malabenghar menunjukkan bahwa pemanfaatan Rapor Pendidikan oleh kepala sekolah belum optimal sebagai instrumen diagnosis dan pengambilan keputusan, sehingga program peningkatan mutu belum sepenuhnya menyasar akar masalah. Penelitian ini bertujuan mengkaji kepemimpinan kepala sekolah dalam memanfaatkan Rapor Pendidikan untuk meningkatkan mutu sekolah dasar di SDN Malabenghar, dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta telaah dokumen perencanaan, pelaporan, dan Rapor Pendidikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mulai menerapkan perencanaan berbasis Rapor Pendidikan secara sistematis melalui analisis indikator prioritas dan integrasi program ke dalam RKJM, RKS, dan RKAS. Pelaksanaan ditunjukkan melalui peran kepemimpinan instruksional dan transformasional, evaluasi melalui monitoring dan refleksi, serta tindak lanjut berupa penyesuaian program. Secara umum, pemanfaatan Rapor Pendidikan menunjukkan tren positif, namun masih memerlukan penguatan literasi data, dokumentasi, dan konsistensi perbaikan berkelanjutan.</p> <p> </p> <p> </p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9408IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK PERILAKU PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN2026-02-07T02:50:23+00:00Muh Yudha Llaksanayudha44@gmail.comAhmad Thohirinmuhyidin12@upi.eduSuyitno Suyitnolailinurfadilah58@gmail.com<p>The urgency of balancing technical competence and professional attitudes in health vocational education is the primary background of this research. This study aims to analyze the implementation of character education-based curriculum management in shaping student behavior at Bakti Indonesia Medika Tulungagung Health Vocational School. This research applies a qualitative approach with a case study design, where data were collected through participant observation, in-depth interviews with school leaders, teachers, and students, and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The research findings indicate that curriculum management is carried out systematically through planning stages that include a character vision, integrated implementation in learning, habituation programs, and fieldwork practices, as well as ongoing evaluation. The routine habituation program has proven effective in instilling the values of discipline, responsibility, and empathy in students. Despite facing time constraints, supporting factors such as the principal's leadership, educator commitment, and synergy with parents and the industrial world are very dominant in the program's success. The main conclusion confirms that character-based curriculum management contributes significantly to producing graduates who are not only medically competent but also possess moral integrity and professional readiness to face the world of health work.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Urgensi keseimbangan antara kompetensi teknis dan sikap profesional dalam pendidikan vokasi kesehatan menjadi latar belakang utama penelitian ini. Studi ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen kurikulum berbasis pendidikan karakter dalam membentuk perilaku peserta didik di SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Tulungagung. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pimpinan sekolah, guru, serta siswa, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dijalankan secara sistematis melalui tahapan perencanaan yang memuat visi karakter, pelaksanaan yang terintegrasi dalam pembelajaran, program pembiasaan, dan praktik kerja lapangan, serta evaluasi berkelanjutan. Program pembiasaan rutin terbukti efektif menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan empati pada siswa. Meskipun menghadapi kendala keterbatasan waktu, faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, komitmen pendidik, serta sinergi dengan orang tua dan dunia industri sangat dominan dalam keberhasilan program. Simpulan utama menegaskan bahwa manajemen kurikulum berbasis karakter berkontribusi signifikan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesiapan profesional untuk menghadapi dunia kerja kesehatan.</p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9401OPTIMALISASI MOTIVASI BELAJAR IPAS MELALUI MEDIA INTERAKTIF ARTICULATE STORYLINE 3: STUDI KASUS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD2026-02-07T03:14:31+00:00Muhammad Reza Yulizarmuhammadrezayulizar@gmail.comSiswadi Siswadimuhammadhilmi86@gmail.com<p>Although the implementation of the <em>Merdeka Curriculum</em> has introduced Natural and Social Sciences (IPAS) as a holistic subject in elementary schools, research that specifically examines the dynamics of students’ intrinsic motivation through interactive technology in rural contexts remains very limited. This study aims to analyze the role and effectiveness of interactive media based on <em>Articulate Storyline 3 </em>in fostering learning motivation among sixth-grade students at SDN 2 Cikawung, Banyumas. A qualitative approach was employed using a case study design, involving teachers, sixth-grade students, and the school principal as participants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth participant observation, semi-structured interviews, and documentation studies, and then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that prior to the intervention, teacher-centered learning led to significant student passivity. However, the integration of <em>Articulate Storyline 3 </em>provided visual and interactive stimuli that fulfilled students’ psychological needs for autonomy and competence. The results demonstrate a transformation of the learning atmosphere into a more participatory environment, with consistent increases in students’ persistence and curiosity. This study concludes that interactive media play a crucial role in bridging the gap between abstract scientific concepts and the concrete operational cognitive stage of elementary school students.</p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Meskipun implementasi Kurikulum Merdeka telah memperkenalkan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) sebagai mata pelajaran holistik di sekolah dasar, penelitian yang secara khusus membahas dinamika motivasi intrinsik siswa melalui teknologi interaktif dalam konteks pedesaan masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas media interaktif berbasis <em>Articulate Storyline 3 </em>dalam mendorong motivasi belajar siswa Kelas VI di SDN 2 Cikawung, Banyumas. Pendekatan kualitatif digunakan dengan desain studi kasus, melibatkan guru, siswa kelas VI, dan kepala sekolah sebagai partisipan yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan yang mendalam, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, pembelajaran yang berpusat pada guru memicu pasivitas siswa yang signifikan. Namun, integrasi <em>Articulate Storyline 3 </em>memberikan stimulus visual dan interaktif yang memenuhi kebutuhan psikologis siswa akan otonomi dan kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi atmosfer belajar menjadi lebih partisipatif, di mana indikator ketekunan dan rasa ingin tahu siswa meningkat secara konsisten. Studi ini menyimpulkan bahwa media interaktif berperan krusial dalam menjembatani kesenjangan antara konsep ilmiah yang abstrak dengan tahapan kognitif operasional konkret siswa sekolah dasar.</p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9406MODEL MANAJEMEN PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU MELALUI COACHING2026-02-07T02:51:51+00:00Mujiati MujiatiMjatie34@gmail.comTaufiq HarrisMjatie34@gmail.comFurqon WahyudiMjatie34@gmail.com<p>Human resource management in education plays a strategic role in the continuous development of teacher competencies. However, teacher competency development in schools often faces obstacles in the form of suboptimal needs assessments and generic development programs. This study aims to examine the management of teacher pedagogical competency development through coaching-based needs assessment at SMPN 2 Kandangan, Kediri Regency. The study uses a qualitative approach with a focus on the implementation of coaching as a strategy for professional teacher assistance. The results show that the coaching-based needs assessment implemented since 2024 has become the basis for the preparation of the Work Plan (RHK) for teacher competency development. The HARMONI coaching innovation has proven to help teachers plan, implement, and reflect on their competency development in a more focused manner. Despite several challenges in its implementation, this approach is effective in increasing teacher engagement and supporting continuous pedagogical competency development.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Manajemen sumber daya manusia (SDM) pendidikan memiliki peran strategis dalam pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan. Namun, pengembangan kompetensi guru di sekolah masih sering menghadapi kendala berupa asesmen kebutuhan yang belum optimal dan program pengembangan yang bersifat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen pengembangan kompetensi pedagogik guru melalui asesmen kebutuhan berbasis coaching di SMPN 2 Kandangan, Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada implementasi coaching sebagai strategi pendampingan profesional guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen kebutuhan berbasis coaching yang diterapkan sejak tahun 2024 menjadi dasar penyusunan Rencana Hasil Kerja (RHK) pengembangan kompetensi guru. Inovasi coaching dengan alur HARMONI terbukti membantu guru merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan pengembangan kompetensinya secara lebih terarah. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, pendekatan ini efektif dalam meningkatkan keterlibatan guru dan mendukung pengembangan kompetensi pedagogik secara berkelanjutan.</p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9403MANAJEMEN KOMUNITAS BELAJAR GURU DALAM MENINGKATKAN KINERJADAN PROFESIONALISME PENDIDIK DI SD 2026-02-07T03:07:40+00:00Rati Supriatindzulfatea@gmail.comEva Dianawati Waslimandzurrotulmuntasyiroh07@gmail.com<p>Changes in the education system through the implementation of the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka) position teacher learning communities as one of the main strategies for continuous professional development in educational units. However, the implementation of learning communities at the elementary school level is still often sporadic, unstructured, and not fully managed as a systematic managerial process. This study aims to describe the management of Kombel at SDN Sukalaksana 02 and examine its contribution to improving teacher performance and professionalism. The research focuses on G.R. Terry's management functions: planning, organizing, implementing, monitoring, and evaluating, as well as the impact on teacher performance and professionalism. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model with triangulation to ensure data validity. The results of the study indicate that: Kombel planning is prepared in a participatory manner and is based on learning reflection data and Education Reports, Kombel organization has a clear structure, Kombel implementation takes place routinely through reflective discussions and lesson studies, supervision and evaluation are carried out through monitoring and follow-up reflection and Kombel has a positive impact on improving teacher performance and professionalism, which is seen in discipline, the ability to design innovative learning, reflective practice, and commitment to self-development. These findings confirm that well-planned and well-managed learning community management contributes significantly to strengthening the performance and professionalism of educators in elementary schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perubahan sistem pendidikan melalui implementasi Kurikulum Merdeka menempatkan komunitas belajar guru sebagai salah satu strategi utama pengembangan keprofesian berkelanjutan di satuan pendidikan. Namun pelaksanaan komunitas belajar di tingkat sekolah dasar masih kerap berjalan sporadis, kurang terstruktur, dan belum sepenuhnya terkelola sebagai proses manajerial yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen Kombel di SDN Sukalaksana 02 serta menelaah kontribusinya terhadap peningkatan kinerja dan profesionalisme pendidik. Fokus penelitian mencakup fungsi manajemen G.R. Terry yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta dampak terhadap kinerja dan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi untuk menjamin validitas data Hasil penelitian menunjukkan bahwa: perencanaan Kombel disusun secara partisipatif dan berbasis data refleksi pembelajaran serta Rapor Pendidikan, pengorganisasian Kombel memiliki yang jelas, pelaksanaan Kombel berlangsung rutin melalui diskusi reflektif dan <em>lesson study</em>, pengawasan dan evaluasi dilakukan melalui monitoring dan refleksi tindak lanjut dan Kombel berdampak positif pada peningkatan kinerja dan profesionalisme guru, yang tampak pada kedisiplinan, kemampuan merancang pembelajaran inovatif, praktik reflektif, dan komitmen terhadap pengembangan diri. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen komunitas belajar yang terencana dan terkelola dengan baik berkontribusi signifikan terhadap penguatan kinerja dan profesionalisme pendidik di sekolah dasar.</p>2026-02-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9531REKONSILIASI PENDIDIKAN VOKASI DAN SINERGI LINK-AND-MATCH 2.0: STUDI SINKRONISASI KURIKULUM SMK DENGAN KEBUTUHAN INDUSTRI EKONOMI NASIONAL DI ERA DIGITAL2026-02-18T12:48:25+00:00Yudhi Hertantoyudhihertanto@gmail.com<p>This study aims to analyze the transformation of vocational education through the <em>Link-and-Match 2.0</em> policy and the effectiveness of curriculum synchronization in Vocational High Schools (SMK) with the needs of the national economic industry in the digital era. This research employs a descriptive qualitative approach using literature review and document analysis of government regulations, previous studies, and labor market statistics. The analysis is conducted from philosophical, sociological, and pedagogical perspectives to identify structural problems in Indonesia’s vocational education system. The findings indicate that although regulations such as Presidential Instruction No. 9 of 2016 and Presidential Regulation No. 68 of 2022 provide a strong legal framework, the unemployment rate of SMK graduates remains the highest, reaching 8.63% in 2025. This condition is mainly caused by skills mismatch, limited educator capacity, and slow curriculum adaptation to digital technological developments. The implementation of the <em>8+i</em> concept has proven to be a key strategy in strengthening substantive collaboration between schools and industry. Adaptive curriculum synchronization, enhancement of teachers’ competencies in artificial intelligence and programming, and the strengthening of ICT infrastructure are essential factors in developing relevant and competitive vocational education toward Indonesia Emas 2045.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan vokasi melalui kebijakan <em>Link-and-Match 2.0</em> serta efektivitas sinkronisasi kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan industri ekonomi nasional di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen terhadap regulasi pemerintah, hasil penelitian terdahulu, serta data statistik ketenagakerjaan. Analisis dilakukan dari perspektif filosofis, sosiologis, dan pedagogis untuk mengidentifikasi problem struktural pendidikan vokasi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi seperti Inpres No. 9 Tahun 2016 dan Perpres No. 68 Tahun 2022 telah memberikan landasan hukum yang kuat, tingkat pengangguran lulusan SMK masih menjadi yang tertinggi, yaitu 8,63% pada tahun 2025. Kondisi ini disebabkan oleh <em>skill mismatch</em>, keterbatasan kapasitas pendidik, serta lambatnya adaptasi kurikulum terhadap perkembangan teknologi digital. Implementasi konsep <em>8+i</em> terbukti menjadi strategi kunci dalam memperkuat kolaborasi substantif antara sekolah dan industri. Sinkronisasi kurikulum yang bersifat adaptif, peningkatan kompetensi guru dalam bidang kecerdasan artifisial dan pemrograman, serta penguatan infrastruktur TIK menjadi faktor utama dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang relevan dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.</p>2026-02-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9565MODEL KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS NILAI ORGANISASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA PENDIDIK SERTA MUTU PENDIDIKAN 2026-02-22T03:32:29+00:00Mukhtar Khulukmukhtarkhuluk@gmail.com<p>Improving educational quality requires school leadership that is not only managerially effective but also grounded in organizational values as the foundation of school work culture. However, studies examining the construction of a value-based leadership model and its implications for teacher performance and educational quality remain limited, particularly in faith-based secondary schools. This study aims to analyze and formulate a principal leadership model based on organizational values and its implications for teacher performance and educational quality at SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik. The research employed a qualitative approach using a case study design. The research subjects included the principal, vice principals, teachers, and educational staff selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, with triangulation techniques employed to ensure validity. The findings indicate that the values of religiosity, togetherness, responsibility, and professionalism serve as the foundation of the principal’s leadership practices in decision-making, teacher development, and the strengthening of school work culture. The internalization of these values fosters more disciplined, collaborative, and professional teacher performance, which in turn contributes to the improvement of instructional quality and the academic climate of the school. This study proposes a value-based leadership model that positions organizational values as the foundation, teacher performance as the strategic process, and educational quality as the systemic outcome.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peningkatan mutu pendidikan menuntut kepemimpinan kepala sekolah yang tidak hanya efektif secara manajerial, tetapi juga berakar pada nilai organisasi sebagai fondasi budaya kerja sekolah. Namun, kajian mengenai konstruksi model kepemimpinan berbasis nilai organisasi dan implikasinya terhadap kinerja pendidik serta mutu pendidikan masih relatif terbatas, khususnya pada sekolah menengah berbasis organisasi keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan model kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai organisasi serta implikasinya terhadap kinerja pendidik dan mutu pendidikan di SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai religiusitas, kebersamaan, tanggung jawab, dan profesionalisme menjadi fondasi praktik kepemimpinan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan, pembinaan pendidik, dan penguatan budaya kerja. Internaliasi nilai tersebut membentuk kinerja pendidik yang lebih disiplin, kolaboratif, dan profesional, yang selanjutnya berimplikasi pada peningkatan mutu proses pembelajaran dan iklim akademik sekolah. Penelitian ini menghasilkan model kepemimpinan berbasis nilai organisasi yang menempatkan nilai sebagai fondasi, kinerja pendidik sebagai proses strategis, dan mutu pendidikan sebagai luaran sistemik.</p>2026-02-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9569STRATEGI MANAJEMEN KURIKULUM VOKASI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN DAYA SAING LULUSAN 2026-02-22T03:29:58+00:00Mufidah Amalia mufidah@smanu1-gresik.sch.id<p>The development of vocational curriculum at the senior high school (SMA) level represents a strategic response to the increasing demand for graduate competence and competitiveness aligned with the needs of business and industry (DUDI). The vocational program at SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik was initiated based on community aspirations and local industry demands, while also accommodating students’ interests and talents. This study aims to analyze the curriculum management strategies implemented to enhance students’ competencies and graduate competitiveness. The research employed a qualitative approach with a case study design, involving the principal, vocational teachers, students, parents, community members, and industry partners as informants. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that curriculum management strategies were carried out through industry-based planning, gradual development of vocational expertise programs in response to labor market dynamics, strengthened partnerships with business and industry sectors, and continuous quality-based evaluation. These strategies contributed to the enhancement of students’ technical competencies and soft skills, as well as improving graduates’ work readiness and entrepreneurial capacity. The study concludes that adaptive, participatory, and industry-oriented vocational curriculum management is a key factor in improving the relevance and competitiveness of graduates in vocational-based senior high schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengembangan kurikulum vokasi di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan respons terhadap tuntutan peningkatan kompetensi dan daya saing lulusan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Program vokasi di SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik lahir dari aspirasi masyarakat dan kebutuhan industri lokal serta sebagai upaya mewadahi minat dan bakat siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen kurikulum vokasi dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan kepala sekolah, guru vokasi, siswa, wali murid, masyarakat sekitar, dan mitra industri sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen dilakukan melalui perencanaan berbasis kebutuhan industri, pengembangan program keahlian secara bertahap sesuai dinamika pasar kerja, penguatan kemitraan dengan DUDI, serta evaluasi berkelanjutan berbasis mutu. Strategi tersebut berkontribusi pada penguatan kompetensi teknis dan soft skills siswa serta meningkatkan kesiapan kerja dan kewirausahaan lulusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen kurikulum vokasi yang adaptif, partisipatif, dan berbasis kebutuhan industri menjadi faktor kunci dalam meningkatkan relevansi dan daya saing lulusan SMA berbasis vokasi.</p>2026-02-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9509PROFESIONALISME GURU SEBAGAI PILAR UTAMA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN2026-02-20T01:54:56+00:00Muhammad Jalaludingjm7930021@gamail.comKartini Rahman Nisakartinirahmannisa@gmail.com<p>Teacher professionalism <strong>plays a crucial role in a success</strong> of learning and the improvement of educational quality at SMKN 1 Talibura. Teachers are required to perform their duties optimally by mastering four core competencies: pedagogical, professional, social, and personality. This study used a qualitative descriptive approach with semi-structured interviews, classroom observations, and literature review. The observations showed that teachers prepare lesson plans and teaching modules according to the characteristics of vocational students, combining theory with practice, discussions, and simple work simulations. Evaluations are conducted individually, tailored to students’ abilities. Professional competence is demonstrated through proficiency in the subject and ongoing self- formation via MGMP meetings and online training. Social competence is reflected in open communication with students, additional mentoring, and active coordination with parents. Meanwhile, personality competence is evident in teachers’ discipline, exemplary behavior, and ability to maintain a conducive classroom environment. This study is innovative in its integration of contextualized learning grounded in the characteristics of the vocational school, where teacher professionalism is reflected not only through meeting formal standards but also through creative adaptation to local conditions and student needs. These four competencies are interrelated and form the foundation for holistic teacher professionalism.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Profesionalisme pendidik menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan di SMKN 1 Talibura. Guru di tuntut melaksanakan tugas secara optimal dengan menguasai empat kompetensi yaitu kemampuan pedagogik, keahlian profesional, keterampilan sosial, dan aspek kepribadian. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui wawancara semiterstruktur, observasi langsung, dan kajian pustaka. Hasil observasi menunjukkan bahwa guru merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan bahan ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik kejuruan, memadukan teori dengan praktik, diskusi, dan simulasi kerja sederhana. Evaluasi dilakukan secara personal, menyesuaikan kemampuan siswa. Kompetensi profesional terlihat dari penguasaan materi dan upaya pengembangan diri melalui MGMP dan pelatihan daring. Kompetensi sosial tercermin dari komunikasi terbuka dengan siswa, pendampingan tambahan, dan koordinasi dengan orang tua. Sementara itu, kompetensi kepribadian tampak dari kedisiplinan, keteladanan, dan kemampuan menjaga suasana kelas kondusif. Kebaruan temuan penelitian ini terletak pada integrasi pembelajaran kontekstual berbasis karakteristik sekolah kejuruan, di mana profesionalisme guru tercermin tidak hanya melalui pemenuhan standar, tetapi juga adaptasi kreatif terhadap kondisi lokal dan kebutuhan siswa. Keempat kompetensi saling mendukung dan menjadi fondasi profesionalisme guru secara utuh.</p>2026-02-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9513KURIKULUM BERBASI HASIL: TELAAH PENGEMBANGAN TUJUAN PENDIDIKAN DI MA2026-02-22T03:33:27+00:00Muhammad Khoiril Anamkhoirilanam@ms.iainkudus.ac.idPuspo Nugrohopusponugroho@iainkudus.ac.idAchmad Luthfi Imroniachmad001@ms.iainkudus.ac.idAuliatus SyifaAuliasyifa@ms.iainkudus.ac.idAnggun Luthfiya Tsaniangguntsani@ms.iainkudus.ac.id<p>This article describes a research that aims to examine the implementation of the Outcome-Based Education (OBE) curriculum at the Nahdlatul Ulama Tasywiquth Thullab Salafiyah Islamic High School (MA NU TBS) Kudus which is the background of the problem along with the development of the times and the demands of the global community in educational institutions to produce graduates who not only master the academic field but also have the competencies, character and skills needed in socializing in society, with a focus on developing educational objectives in the final learning outcomes. The outcome-based curriculum emphasizes the achievement of students' final competencies as a benchmark for learning success, which in the context of this madrasah is directed to form a religious, character-based, and Islamic-minded person Ahlussunah wal Jamaah. Through a qualitative approach with data collection techniques in the form of analysis based on various sources such as books, scientific journals, websites and other documents and supported by conducting observations, interviews, documentation. This study found that MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus developed educational objectives not only to achieve mastery of material, but also to foster religious values that are applicable in everyday life. The alignment of learning objectives with the OBE principle is reflected in the formulation of learning outcomes, learning designs, and evaluation methods that emphasize the achievement of attitudes, knowledge, and skills. This study recommends that the development of educational objectives in outcome-based madrasas needs to consider the balance between aspects of knowledge, attitudes, and skills, and adapt to the needs of the times and inclusive Islamic values.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Artikel ini mendeskripsikan tentang Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji penerapan kurikulum berbasis hasil (Outcome-Based Education/OBE) di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Tasywiquth Thullab Salafiyah (MA NU TBS) Kudus yang melatarbelakangi masalah seiring perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat global dalam lembaga pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang hanya menguasai bidang akademik namun juga memiliki kompetensi, karakter dan keterampilan yang dibutuhkan dalam bersosial masyarakat, dengan fokus pada pengembangan tujuan pendidikan dalam pembelajaran hasil akhir. Kurikulum berbasis hasil menitikberatkan pada pencapaian kompetensi akhir siswa sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran, yang dalam konteks madrasah ini diarahkan untuk membentuk pribadi yang religius, berkarakter, dan berwawasan keislaman ahlussunah wal jamaah. Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dengan analisis berdasarkan berbagai sumber-sumber seperti buku, jurnal ilmiah, website dan dokumen lainya dan didukung melalukan sebuah observasi, wawancara, dokumentasi. penelitian ini menemukan bahwa MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus mengembangkan tujuan pendidikan tidak hanya untuk mencapai penguasaan materi, tetapi juga untuk menumbuhkan nilai-nilai keagamaan yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Penyesuaian tujuan pembelajaran dengan prinsip OBE tercermin dalam rumusan capaian pembelajaran, rancangan pembelajaran, serta metode evaluasi yang menekankan ketercapaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Studi ini merekomendasikan bahwa pengembangan tujuan pendidikan di madrasah berbasis hasil perlu mempertimbangkan keseimbangan antara aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta menyesuaikan dengan kebutuhan zaman dan nilai-nilai islam yang bersifat inklusif.</p>2026-02-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikanhttps://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9552STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU2026-02-20T03:24:54+00:00Chairul Anwarchairulanw26@gmail.comSri Bungachairulanw26@gmail.comSapriyani Sapriyanichairulanw26@gmail.comIcha Alvionitachairulanw26@gmail.comAmin Harahapchairulanw26@gmail.com<p>Teacher competence is a key factor in improving the quality of learning in schools. Various evaluations indicate that teacher competence still requires strengthening to align with the evolving demands of education. School principals play a strategic role in enhancing teacher competence through the implementation of effective and sustainable leadership strategies. This study aims to analyze the leadership strategies of school principals in improving teacher competence and to identify the supporting and inhibiting factors influencing their effectiveness. This research employed a Systematic Literature Review (SLR) approach by screening 25 scientific articles published between 2020 and 2026 across several academic databases, resulting in 17 articles that met the inclusion criteria for further analysis. The findings reveal that the most dominant strategies include academic supervision, transformational leadership, continuous professional development programs, motivational and exemplary leadership practices, as well as strengthened communication and collaboration. The effectiveness of these strategies is influenced by teachers’ motivation, the principal’s commitment, a collaborative school culture, and the availability of facilities and infrastructure. These findings confirm that integrative, adaptive, and sustainable school leadership significantly contributes to improving teacher competence and overall educational quality.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kompetensi guru merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Berbagai evaluasi menunjukkan bahwa kompetensi guru masih memerlukan penguatan agar selaras dengan tuntutan perkembangan pendidikan. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kompetensi guru melalui penerapan berbagai strategi kepemimpinan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan proses seleksi terhadap 25 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020–2026 dari berbagai basis data akademik, dan diperoleh 17 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang paling dominan meliputi supervisi akademik, kepemimpinan transformasional, pembinaan profesional melalui pelatihan berkelanjutan, pemberian motivasi dan keteladanan, serta penguatan komunikasi dan kolaborasi. Efektivitas strategi tersebut dipengaruhi oleh motivasi guru, komitmen kepala sekolah, budaya kolaboratif, dan dukungan sarana prasarana. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang integratif, adaptif, dan berkelanjutan berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kompetensi guru dan mutu pendidikan secara sistemik.</p>2026-02-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan