PEMBERDAYAAN GURU DALAM PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP LEARNING MELALUI KOLABORASI GURU PADA MGMP BAHASA INDONESIA SE-KOTA PALANGKA RAYA
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.15932Keywords:
Deep Learning; modul ajar; MGMP; pemberdayaan guru; Kurikulum MerdekaAbstract
The implementation of the Deep Learning approach within the Kurikulum Merdeka framework requires teachers to design instructional modules that facilitate meaningful, mindful, and joyful learning experiences. However, a preliminary needs assessment among teachers in the Indonesian Language Subject Teachers' Consultation (MGMP) of Palangka Raya revealed that their pedagogical competence in embedding Deep Learning principles remained suboptimal. This community empowerment service aimed to improve teachers' professional competence through collaborative workshops and intensive mentoring in designing Deep Learning-based teaching modules. The intervention engaged 60 junior high school Indonesian language teachers through systematic stages comprising needs analysis, conceptual reinforcement, design workshops, clinical mentoring, peer review, product presentations, revisions, and evaluation. Program evaluation revealed an increase in conceptual comprehension scores from a pre-test average of 54.20 to a post-test average of 86.45, alongside a validation feasibility score of 88.75% (highly feasible category) for the developed modules. The tangible outputs comprise three complete Phase D Indonesian language teaching modules for Grades VII, VIII, and IX deposited in a digital cloud repository for instructional adoption. Consequently, this collaborative MGMP-based empowerment framework serves as an effective, sustainable capacity-building model adaptable to other teacher learning communities.
ABSTRAK
Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki keterampilan menyusun modul ajar yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna (meaningful), berkesadaran (mindful), dan menyenangkan (joyful). Berdasarkan analisis kebutuhan awal terhadap guru dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Se-Kota Palangka Raya, kemampuan mengintegrasikan prinsip-prinsip pedagogis Deep Learning ke dalam modul ajar masih belum optimal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru melalui lokakarya dan pendampingan penyusunan modul ajar berbasis Deep Learning secara kolaboratif. Program ini melibatkan 60 guru Bahasa Indonesia jenjang SMP dengan tahapan pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penguatan konseptual, lokakarya perancangan, pendampingan intensif, peer review, presentasi produk, revisi, dan evaluasi. Evaluasi program menunjukkan peningkatan skor pemahaman konsep guru dari rata-rata pre-test sebesar 54,20 menjadi 86,45 pada post-test, serta capaian skor kelayakan modul ajar sebesar 88,75% (kategori sangat layak). Luaran nyata kegiatan berupa tiga modul ajar Bahasa Indonesia Fase D untuk kelas VII, VIII, dan IX yang terunggah dalam repositori digital dan siap diterapkan dalam pembelajaran. Dengan demikian, model pemberdayaan kolaboratif berbasis MGMP ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru sekaligus berpotensi direplikasi pada komunitas belajar di daerah lain.
Downloads
References
Abedi, E. A. (2023). Tensions between technology integration practices of teachers and ICT in education policy expectations: Implications for change in teacher knowledge, beliefs and teaching practices. Journal of Computers in Education, 11(4), 1215–1234. https://doi.org/10.1007/s40692-023-00296-6
Damayanti, P., Haryanto, Z., Falentino, C., & Farida, S. D. W. P. (2025). Pemanfaatan AI dalam pembuatan modul ajar untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 356–369. https://doi.org/10.55506/arch.v4i2.173
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. (2023). Panduan komunitas belajar: Komunitas belajar dalam sekolah, antarsekolah, dan daring. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Farida, A., & Hastuti, M. S. A. (2026). Transformasi pedagogi abad 21: Mewujudkan ekosistem pendidikan masa depan yang adaftif dan konstekstual. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 6(2), 492–502. https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i2.10770
Fatonah, K., Alfian, A., & Lestari, S. R. (2021). Implementasi program Kampus Mengajar di Sekolah Dasar Swasta Nurani Jakarta. JS (Jurnal Sekolah), 5(4), 194–203. https://doi.org/10.24114/js.v5i4.31326
Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world, change the world. Corwin Press. https://doi.org/10.4135/9781506368597
Genma, N., & Zulfikasari, S. (2026). Efektivitas ChatGPT dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk mendorong self-regulated learning di SMK. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(1), 457–467. https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.9348
Huriah, H., Rayhanah, S., Erawati, E., Suriansyah, S., & Purwanti, R. (2026). Strategi kepala sekolah dalam mengembangkan profesionalisme guru TK. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(2), 721–733. https://doi.org/10.51878/learning.v6i2.9681
Iranda, A. D., & Rahmawati, D. (2023). Pengembangan modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran akuntansi di SMK. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 21(1), 19–40. https://doi.org/10.21831/jpai.v21i1.57747
Islahuddin. (2018). Peningkatan kinerja guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia. SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 106–117. https://doi.org/10.29408/sbs.v1i2.1158
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Naskah akademik pembelajaran mendalam (Deep Learning): Menuju pendidikan bermutu untuk semua. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The adult learner: The definitive classic in adult education and human resource development (edisi ke-8). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315816951
Mikkelsen, B. (2011). Metode penelitian partisipatoris dan upaya pemberdayaan: Panduan bagi praktisi lapangan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Mudjanto, R. R., Rudi, L., & Esnawi, E. (2026). Pengembangan modul ajar berbasis deep learning dan problem based learning pada konfigurasi elektron kelas X-1. STRATEGY: Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran, 6(3), 641–651. https://doi.org/10.51878/strategi.v6i3.10815
Mukhoyyaroh, M. (2026). Kontekstualisasi pembelajaran Bahasa Arab berbasis deep learning dalam meningkatkan pemahaman murid di madrasah. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(3), 1815–1824. https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.11663
Nirawana, I. W. S., Azzuhri, R. A., Adawiyah, M., Ibathsya, J., Amir, A., & Williani, B. J. (2026). Pelatihan artificial intelligence, koding, dan deep learning untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka bagi guru SMK Kesehatan Samarinda. I-Com: Indonesian Community Journal, 6(1), 252–263. https://doi.org/10.70609/i-com.v6i1.9320
Permaha, A., Abdurrachman, O., & Johannes, N. Y. (2026). Pemanfaatan kecerdasan artifisial (KA) dalam pembelajaran IPAS untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas V SD Negeri 2 Latihan SPG Ambon. EDUTECH: Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi, 6(3), 2474–2483. https://doi.org/10.51878/edutech.v6i3.11591
Pratiwi, I. A., Herlambang, Y. T., & Muhtar, T. (2025). Era baru pendidikan Indonesia dalam mengoptimalkan peran pedagogik dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(2), 1186–1194. https://doi.org/10.51169/ideguru.v10i2.1641
Purwasih, S. M., Wantika, R. R., Putri, R. K., & Prajitno, S. H. (2026). Pendampingan implementasi modul ajar inovatif: Upaya penguatan praktik pembelajaran guru SMK. PANCASONA, 5(1), 175–186. https://doi.org/10.36456/vet79h42
Putri, A. A. (2026). Ideological agenda behind the Merdeka curriculum in Indonesia: A critical discourse analysis. Asia Pacific Education Review. https://doi.org/10.1007/s12564-026-10122-0
Santosa, S. (2023). Meningkatkan kemampuan menyusun modul ajar terdiferensiasi melalui bimbingan dan pendampingan bagi guru-guru Pendidikan Pancasila dan IPS SMP binaan F Semarang tahun 2022. Media Penelitian Pendidikan: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran, 17(1), 195–205. https://doi.org/10.26877/mpp.v17i1.14882
Winata, I. N., Purnamaningsih, I. R., & Rahmawati, A. (2026). Pengaruh kesiapan sekolah dalam mengintegrasikan artificial intelligence terhadap mutu pendidikan. EDUTECH: Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi, 6(2), 659–668. https://doi.org/10.51878/edutech.v6i2.10503
Wiritanaya, T., & Astutik, A. P. (2026). Pemanfaatan artificial intelligence melalui aplikasi Gamma.AI dalam pembelajaran fiqih materi ibadah di SMK Pemuda Krian. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(3), 1969–1977. https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.11676
Zandini, S. A., & Ahmad, T. A. (2026). Implementasi deep learning pada pembelajaran sejarah dalam kurikulum nasional SMA. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 6(2), 608–623. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i2.10081
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










