ANALISIS PENERAPAN DISCOVERY LEARNING BERBASIS DEEP LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.14249Keywords:
Berpikir Kritis, Deep Learning, Discovery LearningAbstract
ABSTRACT
Social Studies learning that combines discovery processes with deep learning experiences provides considerable opportunities for students to engage in critical thinking skills. This study examines this process among seventh-grade students in class VII-D using a descriptive qualitative approach, involving one Social Studies teacher and ten students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and their trustworthiness was examined through source and technique triangulation. The learning process was carried out through six stages of Discovery Learning, namely stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, and generalization, supported by the “Social Detective” student worksheet, videos, online news, question cards, and Google Forms. All of Facione’s critical thinking indicators emerged during the learning activities. Interpretation was the most prominent indicator, whereas self-regulation was relatively limited because some students still required guiding questions. Teacher readiness, contextual worksheets, and diverse learning resources supported the implementation, while unfocused use of mobile phones, difficulties in understanding worksheet instructions, and the dominance of certain group members became obstacles affecting students’ independence and equitable participation during learning. These findings indicate that integrating Discovery Learning and Deep Learning can strengthen investigation, discussion, presentation, and reflection, with self-regulation remaining an aspect that needs further development.
ABSTRAK
Pembelajaran IPS yang menggabungkan proses penemuan dengan pengalaman belajar mendalam memperlihatkan ruang yang cukup luas bagi siswa untuk menggunakan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menelaah proses tersebut pada siswa kelas VII-D melalui pendekatan kualitatif deskriptif, dengan melibatkan seorang guru IPS dan sepuluh siswa yang dipilih secara purposive sampling. Informasi penelitian dihimpun melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, kemudian diuji keterpercayaannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Pelaksanaan pembelajaran berlangsung dalam enam tahap Discovery Learning, yakni stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization, dengan dukungan LKPD “Detektif Sosial”, video, berita daring, kartu pertanyaan, dan Google Form. Seluruh indikator berpikir kritis Facione muncul dalam aktivitas belajar. Interpretasi tampak paling menonjol, sedangkan regulasi diri relatif terbatas karena sebagian siswa masih membutuhkan pertanyaan pemandu. Kesiapan guru, LKPD kontekstual, serta keragaman sumber belajar mendukung pelaksanaan, sementara penggunaan handphone yang kurang terarah, kesulitan memahami instruksi LKPD, dan dominasi anggota tertentu dalam diskusi menjadi hambatan yang memengaruhi kemandirian dan pemerataan keterlibatan siswa selama pembelajaran. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa integrasi Discovery Learning dan Deep Learning dapat menguatkan proses penyelidikan, diskusi, presentasi, dan refleksi, dengan regulasi diri sebagai aspek yang perlu diperkuat.
Downloads
References
Amin, S., Arifin, J., & Anisyar, N. A. I. (2024). Pembelajaran Discovery Learning dan berpikir kritis pada mata pelajaran IPS peserta didik sekolah dasar. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 4(02), 602–620. https://doi.org/10.37680/almikraj.v4i02.4831
Aryani, W. D. (2025). Implementasi model Discovery Learning dengan pendekatan Deep Learning pada mapel IPS. RISTEK: Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang, 10(1), 139–153. https://ojs.batangkab.go.id/index.php/ristek/article/view/211
Chotimah, S. C., Suhartono, S., & Fantofik, D. (2025). Implementasi pembelajaran mendalam: Berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). An-Nuha, 5(4), 673–682. http://annuha.ppj.unp.ac.id/index.php/annuha/article/view/758
Feriyanto, F., & Anjariyah, D. (2024). Deep learning approach through meaningful, mindful, and joyful learning: A library research. Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology, 5(2), 208–212.
http://www.ejeset.saintispub.com/ejeset/article/view/321
Gunawan, D., Soekamto, H., Sahrina, A., & Suharto, Y. (2023). Pengaruh model discovery learning berbantuan video terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 3(6), 626–635. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3545508
Hudin, H. N., Wijaya, A. M. R., & Badri, M. I. (2025). Pengembangan media pembelajaran animasi berbasis Animaker terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMP (Fokus pengembangan pada materi keragaman sosial dan budaya pembelajaran IPS). Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 8(3), 1864–1880.
https://doi.org/10.30605/jsgp.8.3.2025.7051
Karima, M. K., Pramudiyanti, P., Widiastuti, M. V., Anisa, T., Hadisuryanto, M., Nurlelasari, D., ... & Hartono, S. (2025). Efektivitas penggunaan LKPD berbasis aktivitas model Discovery Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar. Mudabbir: Journal Research and Education Studies, 5(2), 2601–2611. https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.1619
Khasanah, U., Alanur, S. N., Trisnawati, S. N. I., & Sulistyowati, R. (2025). Deep Learning dalam pendidikan: Pendekatan pembelajaran bermakna, sadar, dan menyenangkan (M. Hasan, Ed.; Cetakan Pertama). https://tahtamedia.co.id/issj/article/view/1444
Khong, M. L., & Tanner, J. A. (2024). Surface and deep learning: A blended learning approach in preclinical years of medical school. BMC Medical Education, 24(1), 1–12. https://doi.org/10.1186/s12909-024-05963-5
Khovivah, A., Gultom, E. S., & Lubis, S. S. (2022). Pengembangan LKPD berbasis Problem Based Learning dan pengaruhnya terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 12(2), 152–161. https://doi.org/10.24929/lensa.v12i2.258
Latifah, E., Ismi, N., Zakiah, S., Sauqia, N. D., & Febrianti, N. (2025). Model Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Journal Islamic Education and Law, 1(2), 106–113.
https://ejournal.ynam.or.id/index.php/jiel/article/view/40
Nada, S. Q., & Zainuddin, M. (2026). Relevansi mata pelajaran IPS dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 5(1), 161–175.
https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/15458
Novia, H. (2026). Profil keterampilan berpikir kritis siswa SMA pada materi usaha dan energi: Analisis berdasarkan indikator Facione. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 7(2), 1672–1676.
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i2.1929
Novita, D., Rianawati, I. Y., Maheswari, D. N., Kusumawati, D. P., Octaranny, D. A., & Ahmadi, A. (2025). Implementasi model pembelajaran kontekstual aktif dalam pembelajaran IPS di SMPN 4 Ponorogo. Prosiding Lokakarya Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial IAIN Ponorogo, 5, 25–36.
https://prosiding.iainponorogo.ac.id/index.php/ips/article/view/1679
Nurmaidah, I. A., Surana, D., & Rachmah, H. (2023). Peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui model Discovery Learning. Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam, 3(1), 69–76.
https://journals.unisba.ac.id/index.php/JRPAI/article/view/1952
Palinussa, A. L., Lakusa, J. S., & Moma, L. (2023). Comparison of problem-based learning and discovery learning to improve students' mathematical critical thinking skills. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 13(1).
https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Formatif/article/view/15205
Prasasti, R. D., & Anas, N. (2023). Pengembangan media digital berbasis flipbook untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada peserta didik. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(3), 694–705. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v4i3.589
Rahmatia, D., & Liana, C. (2023). Pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap self-regulated learning peserta didik pada pembelajaran sejarah kelas X di SMA Negeri 20 Surabaya. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 13(2). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/55652
Robbani, H. (2025). Pengembangan keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran berbasis masalah. ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Islam, 1(1), 85–92. https://journal.iai-daraswaja-rohil.ac.id/index.php/abdussalam/article/view/90
Saputri, Y., Bowo, S. A., & Sueree, W. (2024). Kontribusi kemampuan berpikir kritis dan regulasi diri terhadap keterampilan menulis teks berita siswa kelas VIII MTs. ANUFA, 2(2), 116–126. https://anufa-ikaprobsi.org/index.php/anufa/article/view/94
Tamsir, N. A., Kaharu, S. N., Sani, N. K., Azizah, A., Nuraini, N., & Wahyuni, S. (2025). Pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa: The effect of Discovery Learning model on students' critical thinking ability. Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 8(1), 113–126. https://doi.org/10.54069/attadrib.v8i1.844
Untari, S. D., Setyawan, K. G., Segara, N. B., & Niswatin. (2024). Pengaruh model pembelajaran Discovery Learning berbantuan LKPD untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Jurnal Dialektika: Pendidikan IPS, 4(3), 1–12. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/PENIPS/article/view/61851
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










