ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT LITERASI SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMP NEGERI 1 TUHEMBERUA
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.15635Keywords:
Minat, Literasi, Pancasila, PenyebabAbstract
Literacy culture is essential in Pancasila Education because it helps students understand Pancasila values, develop critical thinking, and strengthen their awareness as citizens. However, students’ low engagement in reading activities highlights the need to examine the factors influencing their literacy interest. This study aims to analyze the factors causing low literacy interest among students at SMP Negeri 1 Tuhemberua. A descriptive qualitative approach was employed, involving eight informants: the principal, the head of the school library, a Pancasila Education teacher, and five students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Data trustworthiness was examined through source and method triangulation. The findings indicate that internal factors include low reading motivation and the absence of established independent reading habits. External factors comprise limited book collections, low library utilization, inadequate family support, and the dominance of digital media as a source of information. The school’s efforts include the School Literacy Movement, a 15-minute reading routine before lessons, reading corners, and teacher encouragement. Improving students’ literacy interest requires consistent reading habits and collaboration among schools, teachers, families, and students.
ABSTRAK
Budaya literasi merupakan aspek penting dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila karena membantu siswa memahami nilai-nilai Pancasila, mengembangkan pemikiran kritis, dan membangun kesadaran sebagai warga negara. Namun, rendahnya keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca menunjukkan perlunya kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat literasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab rendahnya minat literasi siswa di SMP Negeri 1 Tuhemberua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan delapan informan, yaitu kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru Pendidikan Pancasila, dan lima siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi rendahnya motivasi membaca dan belum terbentuknya kebiasaan membaca mandiri. Faktor eksternal mencakup keterbatasan koleksi buku, rendahnya pemanfaatan perpustakaan, kurangnya dukungan keluarga, dan dominasi media digital sebagai sumber informasi. Upaya sekolah meliputi Gerakan Literasi Sekolah, pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran, penyediaan pojok baca, dan pemberian motivasi oleh guru. Peningkatan minat literasi memerlukan pembiasaan berkelanjutan dan kolaborasi antara sekolah, guru, keluarga, dan siswa.
Downloads
References
Aeni, Y. N., Nurpratiwiningsih, L., & Setiyoko, D. T. (2025). Optimalisasi pemanfaatan perpustakaan sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 383–395. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/25324
Anggraeni, N. A. (2024). Manajemen perpustakaan untuk meningkatkan literasi siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jombang [Disertasi doktoral, IAIN Kediri].
Carolina, S., Sukardi, & Ferri. (2025). Analisis faktor penyebab rendahnya minat membaca pada anak Sekolah Dasar Negeri 140 Palembang. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 456–463. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/28972
Dalimunthe, M. I. (2020). Pengaruh kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap pemahaman akuntansi pada mahasiswa Program Studi Akuntansi di Universitas Medan Area. Jurnal Mutiara Akuntansi, 5(2), 99–108. https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMA/article/view/1381
Dewantara Hasibuan, F., & Siti Quratul Ain. (2024). Strategi guru dalam menumbuhkan minat baca pada siswa kelas IV di SDN 10 Kecamatan Kandis. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(2), 1469–1478. https://doi.org/10.58230/27454312.707
Djaali. (2012). Psikologi pendidikan. Bumi Aksara.
Fayza, A. A., Nugraha, D. M., & Supriyono. (2021). Pengaruh literasi terhadap perkembangan pembelajaran PKN. Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN, 6(1), 57–65. https://doi.org/10.15294/harmony.v6i1.46506
Ismawati, N. U., Handini, O., & Rahman, I. H. (2023). Analisis minat baca materi pembelajaran IPS pada peserta didik kelas V SD Negeri 01 Plesungan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 9565–9573. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/7860
Kaelan. (2013). Pendidikan Pancasila. Paradigma.
Nariana, N., & Latif, L. (2026). Faktor-faktor penyebab rendahnya kebiasaan membaca siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu: Sebuah studi kualitatif. Journal of Education Research, 7(3), 1812–1820. https://doi.org/10.37985/jer.v7i3.4110
Ramadhanti, T. P., Rakhman, P. A., & Rokmanah, S. (2023). Peran guru dalam meningkatkan minat membaca peserta didik melalui Gerakan Literasi Sekolah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 12(2), 154–166. https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_bahasa/article/view/2673
Rizkiati, N., Zubair, A., Hadi, S., & Mustari, M. (2024). Peran guru PPKn dalam menanamkan civic disposition bagi peserta didik di SMP Negeri 20 Mataram. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(2), 3717–3725. https://doi.org/10.23969/jp.v9i2.14705
Sari, D. K. (2020). Upaya guru pendidikan anak usia dini dalam meningkatkan minat belajar siswa di SDN 10 Belutu. Childhood Education: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 59–71. https://doi.org/10.53515/CJI.2020.1.1.59-71
Sari, P. P., Hasrul, H., Montessori, M., & Azizah, C. N. (2026). Persepsi siswa SMP terhadap pembelajaran PPKn berbasis proyek. Journal of Education, Cultural and Politics, 6(3), 631–640. https://jecco.ppj.unp.ac.id/index.php/jecco/article/view/1018
Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Sumiatun, S. P., Muslim, B., Putri, A. M., & Listyaningsih. (2026). Meningkatkan literasi digital dan ketahanan terhadap hoaks melalui pembelajaran PPKn: Analisis civic knowledge, skills dan disposition. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 14(1), 126–135. https://doi.org/10.26740/kmkn.v14n1.p126-135
Sutarno, N. S. (2006). Manajemen perpustakaan. Sagung Seto.
Suwarno. (2016). Pendidikan Pancasila. Sinar Grafika.
Suyono, & Hariyanto. (2015). Belajar dan pembelajaran: Teori dan konsep dasar. Remaja Rosdakarya.
Tafonao, A. R., Harefa, I., Kakisina, S. M., & Zai, K. S. (2024). Analisis tingkat literasi keuangan perempuan: Studi kasus pada Kelompok Wanita Tani di Desa Hou, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA), 4(3), 1915–1920. https://doi.org/10.47709/jebma.v4i3.4751
Tiara, M., Irwan, I., & Muhajir, M. (2024). Penguatan civic literacy dalam membentuk ketahanan guru PPKN. Journal of Civic Education, 7(1), 37–47. https://doi.org/10.24036/jce.v7i1.1091
Uno, H. B. (2011). Teori motivasi dan pengukurannya. Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










