IMPLEMENTATION OF PLAY-BASED LEARNING NEUROSCIENCE TO IMPROVE LEARNING FOCUS OF 5-6 YEAR OLD CHILDREN AT MUSLIMAT NU 57 WULUHAN

Authors

  • Millati Khimayatuna Universitas PGRI Argopuro Jember
  • Wijaya Adi Putra Universitas PGRI Argopuro Jember
  • Rizki Sevi Triana Universitas PGRI Argopuro Jember

DOI:

https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.14380

Keywords:

pendidikan anak usia dini, pembelajaran berbasis neurosains, pembelajaran berbasis bermain, fokus belajar, keterlibatan siswa

Abstract

Learning focus is an important aspect of children's readiness to participate in learning activities, yet the active and easily distracted characteristics of children aged 5–6 years can make sustained attention challenging in early childhood classrooms. Therefore, learning approaches that correspond to children's developmental characteristics while providing active and enjoyable experiences are needed. This study aimed to describe the implementation of Play-Based Neuroscience Learning in supporting children's learning focus at TK Muslimat NU 57. The study employed a qualitative descriptive approach with a case study design. The participants consisted of 12 children aged 5–6 years in Group B, with seven supporting informants consisting of one school principal, two classroom teachers, and four parents. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation and analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicated positive changes in children's learning focus following the implementation of activities integrating movement, music, colors, sensory stimulation, and collaborative play. Specifically, 92% of the children were able to follow teacher instructions appropriately, 83% were able to maintain attention during learning activities, 83% actively participated, 75% were able to complete activities independently, and 83% were able to maintain concentration without being easily distracted. Overall, Play-Based Neuroscience Learning provided interactive, enjoyable, and developmentally appropriate learning experiences that supported children's learning focus and engagement in classroom activities.

ABSTRAK

Fokus belajar merupakan aspek penting dalam kesiapan anak usia 5–6 tahun untuk mengikuti proses pembelajaran, tetapi karakteristik perkembangan anak yang aktif dan mudah terdistraksi dapat menjadi tantangan dalam mempertahankan perhatian selama kegiatan kelas. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak sekaligus memberikan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Play-Based Neuroscience Learning dalam mendukung fokus belajar anak usia 5–6 tahun di TK Muslimat NU 57. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 12 anak Kelompok B berusia 5–6 tahun, dengan tujuh informan pendukung yang terdiri atas satu kepala sekolah, dua guru, dan empat orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan positif pada fokus belajar anak setelah penerapan pembelajaran yang mengintegrasikan gerakan, musik, warna, stimulasi sensorik, dan permainan kolaboratif. Sebanyak 92% anak mampu mengikuti instruksi guru dengan baik, 83% mampu mempertahankan perhatian selama kegiatan pembelajaran, 83% aktif berpartisipasi, 75% mampu menyelesaikan kegiatan secara mandiri, dan 83% mampu mempertahankan konsentrasi tanpa mudah terdistraksi. Secara keseluruhan, Play-Based Neuroscience Learning memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini serta mendukung fokus dan keterlibatan anak dalam pembelajaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amaliah, A. R., Marzuki, K., & Ilyas, S. N. (2024). Pengaruh penerapan bermain sains terhadap kemampuan klasifikasi dan berpikir kritis pada anak usia 5–6 tahun. Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 117–128. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/4417321

Amir, I., Rohmadheny, P. S., Purnama, S., Rosada, U. D., & Maharani, E. A. (2024). Play-based learning in practice: An exploration of early childhood education teacher's experiences in Yogyakarta. Journal of Early Childhood Care and Education, 7(2), 77–95. https://doi.org/10.26555/jecce.v7i2.10948

Apriyansyah, C., & Kurniawaty, L. (2022). Pengembangan model permainan berbasis barang bekas untuk membangun kompetensi abad 21 pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6837–6849. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3446

Ashari, N., Palintan, T. A., & Annisa, P. (2024). Neuroscience-based learning model in early childhood education. Atfaluna: Journal of Islamic Early Childhood Education, 7(2). https://doi.org/10.32505/atfaluna.v7i2.8491

Aulia, D., & Sudaryanti, S. (2023). Peran permainan tradisional dalam meningkatkan sosial emosional anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4565–4574. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.4056

Dian, D., Mediani, H. H., & Minnatillah, M. (2022). Brain games and gymnastics on increasing concentration power of early childhood. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 5615–5620. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2487

Dzakkiyah, A. A., Sundari, N., & Mashudi, E. A. (2026). Penggunaan executive function skills anak usia dini dalam permainan tradisional engklek: Studi deskriptif. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 447–458. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.8039

Fitri, Y. M., & Nurhafizah, N. (2023). Analisis metode gerak dan lagu terhadap perkembangan sosial dan emosional anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 2987–2998. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.3350

Harianja, A. L., Siregar, R., & Lubis, J. N. (2023). Upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini melalui bermain peran. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4871–4880. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.5159

Imanulhaq, R., & Ichsan, I. (2022). Analisis teori perkembangan kognitif Piaget pada tahap anak usia operasional konkret 7–12 tahun sebagai dasar kebutuhan media pembelajaran. Waniambey: Journal of Islamic Education, 3(2), 126–134. https://doi.org/10.53837/waniambey.v3i2.174

Indartiningsih, D., Nursalim, M., & Rahmasari, D. (2023). Kemampuan berpikir kritis matematis dengan brain based learning: Systematic literature review. Transformasi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika, 7(2), 183–198. https://doi.org/10.36526/tr.v7i2.3243

Ismi, A. D., Hariyanti, D. P. D., & Khasanah, I. (2021). Pengaruh penggunaan ice breaking terhadap konsentrasi belajar anak usia dini. Wawasan Pendidikan, 1(2), 197–203. https://doi.org/10.26877/wp.v1i2.8640

Jensen, E. (2007). Introduction to brain-compatible learning (2nd ed.). Corwin.

Khotimah, S. H., Sunaryati, T., & Suhartini, S. (2021). Penerapan media gambar sebagai upaya dalam peningkatan konsentrasi belajar anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 676–685. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.683

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nafisah, N. Z., & Syamsudin, A. (2023). Perbedaan tingkat konsentrasi dalam penyelesaian puzzle oleh anak usia 3–4 tahun antara yang merangkak dan tidak merangkak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2518–2527. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4322

Nurdianingtyas, A., & Mukminin, A. (2026). Implementasi brain gym untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(3), 1855–1864. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i3.8353

Piaget, J. (1964). Part I: Cognitive development in children: Piaget development and learning. Journal of Research in Science Teaching, 2(3), 176–186. https://doi.org/10.1002/tea.3660020306

Prihatiningsih, M. I., Apriyansyah, C., Priyanti, N., Sukatmi, S., & Ismail, M. (2025). Hubungan antara interaksi sosial, teman sebaya, dan perkembangan bahasa anak melalui play-based learning. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5), 2251–2262. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.7508

Rahmatia, R., Pajarianto, H., Kadir, A., Ulpi, W., & Yusuf, M. (2021). Pengembangan model bermain konstruktif dengan media balok untuk meningkatkan visual-spasial anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 45–55. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i1.1185

Rismawati, R. (2025). Manajemen pembelajaran berbasis metode eksperimen untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(6), 3157–3164. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i6.7350

Susanti, S. E. (2021). Pembelajaran anak usia dini dalam kajian neurosains. TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora, 2(1), 53–60. https://doi.org/10.33650/trilogi.v2i1.2785

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: Development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Downloads

Published

2026-08-27

How to Cite

Khimayatuna, M., Putra, W. A., & Triana, R. S. (2026). IMPLEMENTATION OF PLAY-BASED LEARNING NEUROSCIENCE TO IMPROVE LEARNING FOCUS OF 5-6 YEAR OLD CHILDREN AT MUSLIMAT NU 57 WULUHAN. LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(3), 3166–3178. https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.14380

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.