FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT AKSEPTOR VASEKTOMI DI KECAMATAN JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i4.7500Keywords:
minat, vasektomi, akseptorAbstract
The Family Planning Program is one of the government's efforts to suppress the rate of population growth in Indonesia. One of the contraceptive methods provided in this program is vasectomy, which is a long-term contraceptive method for men that is permanent. Although this method has a high level of effectiveness and a relatively low risk of side effects, the participation rate of men in the vasectomy program is still low, the majority of family planning participants are still dominated by women. The low interest of men to become vasectomy acceptors causes inequality in the role of birth control and can burden women physically and psychologically. This research is to find out the factors that affect the low interest of vasectomy acceptors in Jekan Raya District, Palangka Raya. Analytical survey with a cross sectional approach. The sampling technique was Accindental Sampling for 99 Respondents. The analysis carried out was univariate and bivariate analysis with Chi-Square statistical test. The research showed that there was an influence of age factors (?=0.000), education (?=0.000), knowledge (?=0.000), attitude (?= 0.004), wife's support (?=0.020), source of information (?= 0.000) on the husband's interest in becoming a vasectomy acceptor. There was an influence between factors of age, education, knowledge, attitude, wife's support and sources of information on the husband's low interest in becoming a vasectomy acceptor. The efforts to increase education and disseminate information that were right on target to increase men's participation in family planning programs through the vasectomy method. It is recommended to health workers and related parties to increase education about vasectomy to men of childbearing age. Clear, easy-to-understand, and targeted information was expected to increase men's understanding and interest in participating on family planning program in a balanced manner with women.
ABSTRAK
Program Keluarga Berencana merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Salah satu metode kontrasepsi yang disediakan dalam program ini adalah vasektomi, yaitu metode kontrasepsi jangka panjang untuk pria yang bersifat permanen. Meskipun metode ini memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dan risiko efek samping yang relatif rendah, tingkat partisipasi pria dalam program vasektomi masih rendah, mayoritas peserta KB masih didominasi oleh perempuan. Rendahnya minat pria untuk menjadi akseptor vasektomi menimbulkan ketimpangan peran dalam pengendalian kelahiran dan dapat membebani pihak perempuan secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat akseptor vasektomi di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel adalah Accindental Sampling sebanyak 99 Responden. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh faktor umur (?=0,000), pendidikan (?=0,000), pengetahuan (?=0,000), sikap (?= 0,004), dukungan istri (?=0,020), sumber informasi (?= 0,000) terhadap minat suami menjadi akseptor vasektomi. Ada pengaruh antara faktor umur, pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan istri dan sumber informasi terhadap rendahnya minat suami menjadi akseptor vasektomi. Upaya peningkatan edukasi dan penyebaran informasi yang tepat sasaran guna meningkatkan partisipasi pria dalam program KB melalui metode vasektomi. Disarankan kepada tenaga kesehatan dan pihak terkait untuk meningkatkan edukasi mengenai vasektomi kepada pria usia subur. Informasi yang jelas, mudah dipahami, dan tepat sasaran diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta minat pria dalam berpartisipasi pada program KB secara seimbang dengan perempuan.
References
Amanati, N. M., Musthofa, S. B., & Kusumawati, A. (2021). Analisis faktor yang berhubungan dengan penggunaan vasektomi di Desa Karanganyar Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(2), 91–98. https://doi.org/10.14710/mkmi.20.2.91-98
Amalia, S., & Lituhayu, D. (2025). Evaluasi program keluarga berencana vasektomi gratis dalam meningkatkan partisipasi akseptor KB pria di Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Journal of Public Policy and Management Review, 14(3), 556–568. https://doi.org/10.14710/jppmr.v14i3.53615
Guspianto, G. (2019). Partisipasi pria dalam penggunaan vasektomi di Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Kesmas Jambi, 3(1). https://doi.org/10.22437/jkmj.v3i1.7232
Kahfilani, Z. A., & Al Ghazali, M. U. (2024). Penggunaan kontrasepsi vasektomi: Kesehatan, agama, dan keharmonisan rumah tangga. Islamologi: Jurnal Ilmiah Keagamaan, 1(2), 66–81. http://jipkm.com/index.php/islamologi/article/view/84
Majid, M. R. S., Sakung, J., & Amalinda, F. (2018). Hubungan pengetahuan dan sosial budaya dengan penggunaan vasektomi pada pasangan usia subur di Kabupaten Buol. Jurnal Kolaboratif Sains, 1(1). https://doi.org/10.56338/jks.v1i1.447
Manurung, G., Kuswati, K., & Br Ginting, A. S. (2023). Hubungan pengetahuan, dukungan istri, dan peran tenaga kesehatan dengan keikutsertaan pria sebagai akseptor KB di wilayah kerja PKM Jatiwarna Kota Bekasi tahun 2022. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(4), 962–977. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i4.694
Manurung, S. S. (2016). Analisis faktor yang memengaruhi suami dalam memilih kontrasepsi vasektomi di Kecamatan Medan Marelan tahun 2015. Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda, 2(1), 19–27. https://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JURNALKEPERAWATAN/article/view/231
Nur, Y. M., Sari, Y. K., & Harwita, D. (2023). Pengaruh pendidikan kesehatan kontrasepsi pria terhadap motivasi pria PUS menjadi akseptor KB vasektomi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 12(1), 30–39. https://doi.org/10.36565/jab.v12i1.578
Prasetya, A. G., Wahyuningsih, M., & Liliana, A. (2020). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang vasektomi terhadap pengetahuan dan motivasi menggunakan vasektomi di Dusun Jelok Desa Beji Wonosari. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(1), 34. https://doi.org/10.35842/mr.v15i1.268
Pratama, N. M., Fitriangga, A., & Fradianto, I. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi vasektomi di Desa Pahauman Kabupaten Landak. ProNers, 3(1). https://doi.org/10.26418/jpn.v3i1.42517
Saragih, E. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya minat akseptor vasektomi di Desa Baruara Kecamatan Balige Kabupaten Toba tahun 2023. Jurnal Keperawatan HKBP Balige, 4(1). https://ojs.akperhkbpbalige.ac.id/index.php/jkh/article/view/62/50
Saraswati, I. G. A. A., Sriasih, N. G. K., & Erawati, N. L. P. S. (2019). Hubungan dukungan istri dengan pemilihan kontrasepsi metode operasi pria di Kecamatan Abiansemal. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal of Midwifery), 7(1), 53–61. https://doi.org/10.33992/jik.v7i1.922
Saputri, J. A., Safitri, N. J. C., Jaudah, H. A., & Herbawani, C. K. (2024). Determinan yang memengaruhi penerimaan metode kontrasepsi vasektomi pada pria di Indonesia. Jurnal Penelitian Inovatif, 4(3), 1469–1478. https://doi.org/10.54082/jupin.533
Wahyu, W., Fanumbi, E. A. F., Sumarta, W. O. V., Windarti, Y., Nurhalim, A. M., Pranata, S., Aisah, S., & Vranada, A. (2024). Concept analysis of vasectomy method selection decisions: A literature review. Indonesian Journal of Global Health Research, 6(S6), 1003–1014. https://doi.org/10.37287/ijghr.v6iS6.5066
Zuhro, A. F., Sari, J. D. E., Rachma, E. F., Bakar, N., & Islam, K. F. (2025). Analysis of factors influencing the participation of husbands of reproductive-age couples as family planning (FP) acceptors: A literature review. Health Dynamics, 2(9), 380–390. https://doi.org/10.33846/hd20902














