FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JAMBAN KELUARGA DI RT XII KELURAHAN KASONGAN LAMA KECAMATAN KATINGAN HILIR
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i4.7499Keywords:
Faktor-Faktor Pemanfaatan, Pemanfaatan Jamban, Jamban keluargaAbstract
This study originates from the condition in RT XII, Kasongan Lama Village, Katingan Hilir District, where most households already own family latrines, yet open defecation practices are still observed. This situation indicates that the availability of sanitation facilities does not automatically translate into proper utilization. The underlying causes are presumed to include cultural influences, long-standing habitual practices, and the community’s low awareness of the importance of safe sanitation. The research aimed to analyze the factors influencing the utilization of household latrines among residents in the area. This study employed an analytical survey design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 63 household heads selected using the accidental sampling technique. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using the Chi-Square test to determine the relationship between variables. The results revealed that 82.5% of respondents had not optimally utilized their household latrines. There were significant relationships between latrine utilization and knowledge level (p = 0.004), availability of facilities (p = 0.009), socio-cultural factors (p = 0.007), and the role of health workers (p = 0.008). In contrast, income level (p = 0.502) and the role of community leaders (p = 1.000) were not significantly related to latrine utilization. These findings suggest that latrine utilization behavior is not solely determined by economic factors but is strongly influenced by knowledge, socio-cultural norms, and the active involvement of health personnel in providing education and guidance. Therefore, it is recommended to strengthen community-based sanitation education programs and enhance the role of health cadres and field officers in promoting healthy and sustainable sanitation behaviors.
ABSTRAK
Penelitian ini berangkat dari kondisi di RT XII Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, di mana sebagian besar rumah tangga sebenarnya telah memiliki jamban keluarga, namun praktik buang air besar sembarangan (BABS) masih ditemukan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan sarana sanitasi belum otomatis diikuti dengan perilaku pemanfaatan yang baik. Faktor penyebabnya diduga berkaitan dengan pengaruh budaya setempat, kebiasaan yang telah mengakar secara turun-temurun, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi yang sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemanfaatan jamban keluarga oleh masyarakat di wilayah tersebut. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 63 kepala keluarga (KK) yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (82,5%) belum memanfaatkan jamban keluarga secara optimal. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan jamban dengan tingkat pengetahuan (p = 0,004), sarana atau fasilitas pendukung (p = 0,009), faktor sosial budaya (p = 0,007), dan peran petugas kesehatan (p = 0,008). Sebaliknya, pendapatan (p = 0,502) dan peran tokoh masyarakat (p = 1,000) tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku pemanfaatan jamban. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku pemanfaatan jamban tidak hanya bergantung pada faktor ekonomi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kebiasaan sosial, serta keterlibatan petugas kesehatan dalam memberikan edukasi dan pendampingan. Oleh karena itu, disarankan adanya penguatan program edukasi sanitasi berbasis masyarakat dan peningkatan peran petugas lapangan serta kader kesehatan dalam upaya perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.
Downloads
References
Andria, A. A., & Wulandari, S. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban di Desa Bangun Purba Kecamatan Bangun Purba. Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences), 10(2), 90–95. https://doi.org/10.35328/kebidanan.v10i2.2072
Apriyanti, L., Widjanarko, B., & Laksono, B. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan jamban keluarga di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 14(1), 1–14. https://doi.org/10.14710/jpki.14.1.1-14
Basyariyah, Q., Diyanah, K. C., & Pawitra, A. S. (2022). Hubungan ketersediaan sanitasi dasar terhadap status gizi baduta di Desa Pelem, Bojonegoro. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 18–26. https://doi.org/10.14710/jkli.21.1.18-26
Fahrudin, A., Huraerah, A., Ishak, A. S., bin Awang Daud, A. I., Susilowati, E., Mas’ud, F., ... & Jamaluddin, Z. (2022). Dinamika gender & perubahan sosial. Penerbit Widina.
Hastuti, E., & Nuraeni, R. (2017). Pendekatan sanitasi untuk pemulihan kondisi air tanah di perkotaan (studi kasus: Kota Cimahi, Jawa Barat). Jurnal Teknologi Lingkungan BPPT, 18(1), 70–79. https://doi.org/10.29122/jtl.v18i1.1664
Julisma, J., Darmawan, D., Murdani, I., Kiswanto, K., & Anwar, S. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan STBM di Desa Lhok Makmur Kecamatan Simeulue Barat, Kabupaten Simeulue Tahun 2023. Jurnal Syntax Admiration, 5(9), 3562–3570. https://doi.org/10.46799/jsa.v5i9.1452
Mathofani, P. E., Annissa, A., & Metalia, R. P. (2020). Determinan pemanfaatan jamban keluarga pada keluarga. Faletehan Health Journal, 7(1), 68–74. https://doi.org/10.33746/fhj.v7i1.118
Miskiyah, A. Z., Hikmah, W. A., Aguilera, J. A. K., Listiyaningrum, A. T. N., & Andiarna, F. (2023). Pemberdayaan masyarakat melalui gerakan jamban sehat di Desa Kaliboto Kidul Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang dengan metode community-based research (CBR). Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 4(1), 86–99. https://doi.org/10.38048/jailcb.v4i1.1365
Mukhlasin, M., & Solihudin, E. N. (2020). Kepemilikan jamban sehat pada masyarakat. Faletehan Health Journal, 7(3), 119–123. https://doi.org/10.33746/fhj.v7i03.197
Pulungan, A. A. (2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga di Desa Sipange Julu Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2013. Lingkungan dan Keselamatan Kerja, 3(3), 14508. https://www.neliti.com/publications/14508/faktor-faktor-yang-berhubungan-dengan-kepemilikan-jamban-keluarga-di-desa-sipang
Risnawati, R., Lilimantik, E., Mahreda, E. S., & Mahyudin, P. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemilikan jamban sehat di wilayah UPTD Puskesmas Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah. Akrab Juara: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial, 5(3), 223–239. https://akrabjuara.com/index.php/akrabjuara/article/view/1177
Umiati, K. (2021). Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) perspektif maslahah (Studi kasus di Desa Baleraksa Kec. Karangmoncol Kab. Purbalingga) [Master’s thesis, Universitas Islam Negeri Saifuddin Zuhri (Indonesia)]. https://search.proquest.com/openview/da383bfaf829d33ed02621edc8e9d8a1/1?pq-origsite=gscholar&cbl=2026366&diss=y
Wahyuni, N. S. R., Zakaria, R., & Fahdhienie, F. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan jamban keluarga di wilayah kerja Puskesmas Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen Tahun 2022. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan, 5(1), 6–17. https://jurnal.uui.ac.id/index.php/jpkmk/article/view/2888
Yanto, N., & Verawati, B. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan jamban sehat di Kelurahan Labuh Baru Barat. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(3), 309–316. https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.5620
Yu, X., Pendse, A., Slifko, S., Inman, A. G., Kong, P., & Knettel, B. A. (2019). Healthy people, healthy community: Evaluation of a train-the-trainers programme for community health workers on water, sanitation and hygiene in rural Haiti. Health Education Journal, 78(8), 931–945. https://doi.org/10.1177/0017896919853850














